
Pasukan Gerbang Naga sendiri berpusat di Alam Surgawi, keberadaannya sangat rahasia. Seperti dimensi spasial ciptaan Kaibo, kelompok Gerbang Naga juga berada pada tempat yang tidak bisa diketahui oleh sembarang orang, ada formasi dewa yang melindunginya.
"Paman Hung selanjutnya akan menetap di Alam Spiritual, semua rahasia Alam Spiritual akan digeser ke Sekte Pedang Bintang sebagai penjaganya, sedangkan Fei Long akan kembali bersamaku ke Alam Surgawi. Permasalahan Klan Long begitu kompleks, aku tidak tahu apakah bisa mengalahkan orang-orang yang telah mencelakai diriku. Pada pertempuran sebelumnya, aku terpaksa harus memecah jiwaku dan berpendar ke beberapa Alam untuk mengaburkan perhatian mereka. Saat ini walaupun kekuatanku dan ingatanku sudah kembali, aku masih butuh waktu untuk menjadi lebih kuat lagi" ujar Long Guan dengan ekspresi serius.
Dalam pemikiran Long Guan, ia akan mengandalkan Hung Fei untuk menjaga Alam Spiritual. Kemampuan Hung Fei dalam memahami konsep hukum ruang dan waktu menjadikannya kandidat yang paling tepat.
"Baiklah jika begitu, aku dengan senang hati menjalaninya. Ku harap aku akan mendapatkan keponakan yang lucu dari seorang Dewa Pelindung" ucap Hung Fei sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Hung Fei membuat Long Guan tersenyum datar, mengingat Hung Yin membuatnya sedikit merasa bodoh.
Belum sempat Long Guan menjawab, tiba-tiba muncul Patriark Hung Yuwen, Hung Quon dan Kaisar Xia. Sebagai ayah mertua dari Long Guan ia juga memiliki kekuatan yang sangat besar. Kini kultivasi ketiganya sudah di ranah Surgawi Tahap Akhir. Kekuatannya sudah setara dengan Tetua Chang Gui dari Sekte Puncak Abadi yang tewas saat bertarung dengan Patriark Agung Li Hongli.
"Ayah, selamat kekuatanmu sudah maju pesat" ucap Long Guan dengan hormat.
"Ini semua berkat kamu juga. Ayah bangga padamu" jawab Hung Quon sambil menepuk bahu menantunya.
"Jika sudah tidak ada hal lain, mari kita tinggalkan tempat ini" ucap Long Guan kepada keempat orang yang berada di hadapannya.
"Mari kita pergi" jawab mereka bersamaan.
Tanpa menunggu waktu lebih lama, Long Guan segera membuat portal teleportasi. Dalam sekejap sebuah lubang cahaya dengan sinar keunguan muncul. Long Guan memimpin jalan masuk ke dalam portal teleportasi, lalu diikuti oleh keempat orang pria di belakangnya.
Mereka berlima sampai di kediaman pribadi Hung Yin, Kaisar Xia segera memisahkan diri untuk pamit kembali pulang ke Istananya, ia tidak mau mengganggu kebersamaan keluarga Hung.
Di dalam rumah tampak Xie Annchi dan Hung Yin tengah menyiapkan makanan di meja makan. Meski ada beberapa pelayan yang membantu, tidak membuat keduanya berkurang kesibukan.
"Yin'er, Chi'er kami sudah kembali" ucap Long Guan saat hendak memasuki kediamannya.
__ADS_1
"Masuklah, kami sedang menyiapkan makanan untuk kalian" terdengar suara Hung Yin dari dalam.
"Baguslah jika Yin'er sudah tidak manja lagi" kata Hung Quon tiba-tiba.
Suaranya terdengar di telinga Long Guan dan Hung Fei dengan hangat. Sebagai seorang ayah, Hung Quon sebelumnya sangat menyayangi Hung Yin. Namun setelah menikah, ia mempercayakannya kepada Long Guan. Meskipun bukan sebagai istri tunggal, namun Hung Quon tidak keberatan. Sebagai seorang lelaki, ia memahami status Long Guan yang bukan orang biasa, jadi sangat wajar jika menantunya memiliki istri lain. Namun poin yang diambil oleh Hung Quon berupa kepercayaan penuh kepada Long Guan sebagai orang yang bertanggung jawab dan baik hati.
Mereka semua melanjutkan perbincangan di meja makan, Long Guan yang ditemani oleh Xie Annchi dan Hung Yin berada dalam satu meja bersama keluarga Hung.
Hari pun berlalu dengan cepat, sudah tidak terasa waktu yang ditunggu pun datang. Long Guan dan dua orang wanitanya serta Hung Fei segera meninggalkan kediaman Keluarga Hung. Sebelumnya, Long Guan sudah menjelaskan kepada Hung Quon dan Patriark Hung Yuwen jika kepergiannya akan mengajak Hung Yin ke Alam Bawah.
Kali ini Hung Fei unjuk kebolehan, kemampuannya membuat portal teleportasi disaksikan oleh orang-orang dari Keluarga Hung. Dalam sekejap sebuah portal tercipta dari ruang kehampaan.
Tubuh empat orang menghilang seketika saat memasuki portal teleportasi tersebut. Hanya sekejap mereka semua tiba di Aula Sekte Pedang Bintang.
Setelah menyelesaikan urusan di Sekte Pedang Bintang, Long Guan akan pulang ke Alam Bawah untuk menepati janjinya kepada Jian Ling istrinya. Ia juga sudah sangat merindukan ketiga orang anaknya, terutama Long An yang ia tinggalkan saat berusia sembilan tahun.
Melihat kedatangan Hung Fei dan Long Guan, membuat para petinggi Sekte Pedang Bintang berdiri menyambut dengan penuh rasa hormat. Meskipun mereka adalah tokoh penting di Sekte, namun di hadapan Long Guan jelas mereka hanyalah seekor semut.
Selamat datang Dewa Pelindung dan nyonya " ucap mereka serempak.
Selain para Tetua, ada juga sembilan orang murid yang bersama Liu Xianzhong. Sembilan orang murid tersebut kini sudah berstatus sebagai Tetua. Kekuatan mereka sudah berada di atas dua orang Tetua bahkan Patriark Sekte sendiri. Hal ini tentu tidak lepas dari warisan Alam Spiritual yang mereka dapatkan di makam kuno.
"Tidak usah terlalu sungkan, silahkan semuanya duduk" jawab Long Guan dengan tenang.
Adapun ia dipersilahkan duduk di kursi utama, namun ia menolaknya. Long Guan beralasan meskipun ia sebagai Dewa Pelindung, namun ia juga berstatus murid di Sekte Pedang Bintang.
"Menghormati orang yang lebih tua adalah suatu ajaran yang telah diwariskan oleh keluarga Long. Aku tidak akan melanggarnya" ucap Long Guan saat memberi alasan penolakan.
__ADS_1
Semua orang benar-benar terperangah, sikap Dewa Pelindung yang rendah hati benar-benar telah membuat mereka takjub.
"Jangan panggil aku sebagai Dewa Pelindung, cukup Long Guan saja seperti biasanya" ujar Long Guan lagi.
Namun orang-orang di Sekte Pedang Bintang tidak bisa menolak ataupun mengiyakannya. Status Long Guan terlalu tinggi, masih ada kecanggungan yang luar biasa.
"Biarlah seperti itu, kalian pasti sudah sering berkomunikasi dengan keponakanku. Tentunya kalian semua sudah mengenal karakternya yang luar biasa" suara Hung Fei terdengar memecah suasana yang kaku.
"Ya, baiklah" jawab Penatua Han Zao.
"Hung Fei, kamu benar-benar sudah memberikan kejutan kepada kami. Murid yang kau bawa ke Sekte Pedang Bintang ternyata adalah Legenda Alam Spiritual yang misterius" ucap Penatua Ang Bei sambil tersenyum.
"Itu hanya kebetulan" jawab Hung Fei sekenanya.
"Kebetulan kepalamu. Pasti kamu sudah mengetahuinya dari awal, bahkan kekuatanmu saat ini sudah berada di atasku" ucap Penatua Ang Bei lagi dengan senyum lebar.
Sudah karakternya seperti itu, ia dikenal sebagai Legenda Gunung Lima Jari. Kemampuannya sangat mengerikan, dia juga pendekar yang tidak kenal belas kasihan kepada musuh.
"Penatua Ang dan yang lainnya tidak usah khawatir. Aku sudah mempersiapkan sesuatu buat kalian" ucap Long Guan dengan tenang.
Ketua Sekte Chan Fan yang ahli dalam teknik pedang, Tetua Liu Yaoshan yang membidangi Formasi serta Tetua Liu Changhai yang membidangi penempaan sangat senang dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Long Guan.
Sementara Penatua Agung Ang Bei dan Han Zao saling tatap. Ada senyuman yang merekah di wajah mereka semua.
"Sebelum Patriark Li Hongli dan yang lainnya tiba, sebaiknya kalian memasuki warisan Alam Spiritual untuk mendapatkan keberuntungan kalian" tambah Long Guan.
Tanpa basa basi, Long Guan segera membuka kembali portal teleportasi menuju Gerbang Naga.
__ADS_1