Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kekalahan Tetua Sekte Pedang Angin


__ADS_3

Tatapan Wei Cuan secara khusus jatuh pada Tetua Jian. Aura kebencian penuh intimidasi dapat dirasakan oleh Tetua Jian, “Kekuatan Wei Cuan meningkat sangat pesat, aku sudah bukan lawannya lagi” Batin Tetua Jian dengan pesimis.


Tetua Jian harus tetap maju dan menahan Wei Cuan untuk beberapa saat agar Ketua Sekte dapat bergerak bebas menghancurkan pasukan iblis.


Tetua Jian melirik Tetua Huang Xun dan Tetua Xie Rong untuk memulai serangan. Dalam sekejap mereka bertiga maju menggunakan serangan pedang ke arah Wei Cuan, sementara Tetua Yang Guifei dan Tetua Guo Yang bersikap siap sedia mengantisipasi serangan dadakan dari pihak musuh.


Melihat ada tiga kekuatan pukulan yang berbentuk cahaya hijau mendekat, Wei Cuan hanya menyeringai. “Hanya inikah kekuatan kalian?” Tanya Wei Cuan sambil mengejek.


Ia kemudian mengibaskan tangannya untuk menyapu gerakan tiga orang Tetua Sekte Pedang Angin.


Sementara tanpa disadari oleh semua orang, Long Guan sudah menghilang dari tatapan mata, dirinya kini bergerak dengan sangat cepat mengayunkan pedangnya menebas pasukan iblis.


Dalam satu tarikan napas, puluhan pasukan iblis berubah menjadi kabut darah tanpa bentuk tubuh. Tebasan pedang yang mengandung energi Qi sangat besar bergerak menari dengan indah.


Long Guan menggunakan jurus pedang tebasan meteor tahap sempurna. Tarian pedang pembantaian bergerak tanpa ada yang bisa menghentikannya, pemandangan ini jelas terlihat oleh para ahli bela diri dari Sekte-sekte undangan yang hadir di kompetisi bela diri.


Beberapa Diaken yang menyaksikan juga melihat takjub, mereka sedikit mendapat pencerahan terhadap jurus yang sudah mereka kuasai, ada senyum bahagia di wajah para Diaken mendapat pengetahuan baru yang kini secara langsung dipraktekkan oleh Ketua Sekte dalam pertempuran nyata.


Kedahsyatan Pedang Angin juga membelalakkan mata setiap orang yang melihatnya, mitos tentang kesaktian Pedang Angin kini dapat mereka saksikan secara langsung.


“Sungguh sangat menakjubkan, selama ini Pedang Angin lambang Sekte Pedang Angin hanyalah mitos. Namun kini pemandangan yang ada sudah melebihi mitos yang selama ini berkembang” Ucap salah satu Ketua Sekte kepada Ketua Sekte lainnya saat melihat Pedang Angin yang terus meminta nyawa saat bergerak.


Pemandangan menyedihkan justru tampak terlihat dari Tetua Jian dan dua Tetua lainnya, hanya dalam satu kali kibasan tangan Wei Cuan mereka terhempas dengan sangat keras dan menimbulkan luka yang cukup serius.


“Dasar sialan, aku takkan membiarkan kau menyerang pasukanku” teriak Wei Cuan yang tidak percaya pasukan yang ia bawa hampir hilang sebagian dibunuh oleh Long Guan.


Melihat Wei Cuan yang menyadari gerakan Ketua Sekte, Tetua Yang Guifei dan Tetua Guo Yang langsung mengeluarkan jurus andalan Sekte Pedang Angin yaitu jurus pedang Ledakan Bintang.


“Hyyiiiiaaatt”

__ADS_1


Teriak dua orang Tetua mengayunkan pedang secepat kilat berupaya menghalau gerakan Wei Cuan. Menghadapi serangan mendadak membuat Wei Cuan terkesiap, ia sedikit lengah hampir saja tubuhnya tertusuk pedang.


Serangan dua orang tetua Sekte Pedang Angin, tidak sepenuhnya tidak berhasil, ada goresan luka ringan di dada dan lengan tangan Wei Cuan.


“Dasar bajingan, liat pembalasanku! ”


Hardik Wei Cuan penuh amarah.


Tetua Yang Guifei dan Tetua Guo Yang tersenyum simpul melihat serangannya belum berhasil meninggalkan luka serius di tubuh Wei Cuan.


Sementara Tetua Jian, Tetua Xie Rong dan Tetua Huang Xun dengan segera memanfaatkan situasi sambil meminum Pil Penyembuh Luka. Dengan cepat Pil tersebut bekerja secara optimal menyembuhkan luka dalam yang ditimbulkan oleh Wei Cuan.


“Perbedaan ini sangat besar, mari kita serang bersama” Kata Tetua Jian mengajak kepada empat orang Tetua lainnya.


Lalu kelimanya segera mengambil kuda-kuda serangan Teknik Pedang Ledakan Bintang.


Lapisan cahaya merah melapisi tubuhnya seperti armor perang yang sangat tebal. Dari sisi yang lain, Long Guan melihat pemandangan tersebut sambil mengernyitkan matanya.


Long Guan kembali fokus melakukan serangannya, meskipun ia mampu melakukan serangan tunggal dengan efek yang luar biasa namun ia harus menghemat energi, ia memiliki keyakinan bahwa musuh yang berada di depannya hanyalah pancingan untuk membuat dirinya lengah.


“Hya..Hya..”


Teriakan para Tetua yang sudah mulai maju melakukan serangan yang sangat cepat menuju Wei Cuan, namun serangan mereka berlima tertahan oleh energi yang menyelimuti tubuh Wei Cuan.


Sebelum pedang mereka menembus tubuh Wei Cuan, garis pertahanan yang sangat kuat melindungi Wei Cuan.


Seringai senyuman dingin melintas di wajah Wei Cuan, dalam satu gerakan pukulan keras tepat menghantam dada Tetua Jian Kang, tubuhnya melayang dan menyemburkan seteguk darah sebelum ia jatuh menyentuh tanah.


Tetua Yang Guifei sangat panik, secepat kilat ia mundur ke belakang menghampiri Tetua Jian untuk memberikan pertolongan.

__ADS_1


Namun sial bagi para Tetua lainnya, dalam gerakan yang sangat cepat Wei Cuan mengeluarkan pukulan tapak Es andalan Sekte Kristal Es, meskipun ia adalah Raja Kerajaan Wei, namun sebelumnya ia adalah mantan Ketua Sekte Kristal Es.


Dengan kekuatannya kini, pukulan tersebut berkali lipat lebih kuat menghantam tubuh para Tetua Sekte Pedang Angin.


Tubuh mereka terhempas seperti kapas, mulutnya menyemburkan darah cukup banyak.


“Aghh”


Teriak Tetua Xie Rong dan Tetua lainnya yang mengerang kesakitan. Long Guan melakukan tebasan terakhir dan menewaskan delapan orang komandan pasukan iblis yang tersisa, ia melihat para Tetua yang tidak berdaya menahan serangan Wei Cuan.


Sementara Wei Cuan tampak kesal melihat pasukannya hancur porak-poranda di tangan Ketua Sekte Pedang Angin, dua ratus orang pasukan iblis yang ia banggakan tewas tanpa jasad.


Wei Cuan tentu saja sedikit ngeri, dirinya bisa mengukur kekuatan Long Guan yang berada di atasnya.


Menyadari dirinya bukan tandingan Ketua Sekte Pedang Angin, Wei Cuan tidak patah semangat karena ia yakin pertolongan dari Jenderal Iblis Xiaoru sudah sangat dekat.


Di dalam Sekte Pedang Angin, pemandangan tumbangnya para Tetua Sekte adalah pemandangan yang sukar dipercaya. Sebelumnya mereka menyaksikan sendiri kekuatan para Tetua saat berada di podium lapangan bela diri.


Di sisi lain mereka juga percaya dengan kekuatan Ketua Sekte Pedang Angin yang mampu membinasakan pasukan iblis dalam satu tarikan napas.


Padahal kekuatan pasukan iblis hampir sama dengan kekuatan para Tetua Sekte Pedang Angin. “Kamu tidak apa-apa?” Ucap Tetua Yang Guifei sambil memapah tubuh Tetua Jian yang mengalami luka dalam sangat serius.


Hubungan diantara keduanya sudah seperti sepasang kekasih dan diketahui oleh internal Sekte Pedang Angin. Yang Guifei segera memberikan pil penyembuh dan menyuapinya secara perlahan.


Tetua Jian lalu duduk dalam posisi sila untuk menyerap esensi pil penyembuh. "Terimakasih" Ucap Tetua Jian kepada Tetua Yang Guifei.


Dengan kehadiran Ketua Sekte, Tetua Yang Guifei merasa tenang, ia segera menghampiri masing-masing Tetua untuk memasukkan Pil Penyembuh ke dalam mulut mereka.


Luka yang dialami mereka tidak kalah serius dengan yang dialami oleh Tetua Jian, beruntung efek pukulan tapak Es tidak segera terasa, namun akan mengancam nyawa jika dalam waktu singkat tidak mendapatkan pertolongan.

__ADS_1


__ADS_2