Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Long Guan Vs Wang Xuemien


__ADS_3

Di Lapangan Uji Tanding


Para penonton yang berasal dari tiap-tiap divisi penuh antusias menghadiri Lapangan Uji Tanding, sebagian besar penasaran ingin melihat sosok murid pecundang yang beberapa hari ini viral di Sekte Pedang Bintang.


Sebagian lainnya ingin melihat Long Guan diberi pelajaran oleh Tetua Wang, terutama murid-murid yang berasal dari Bukit Keenam. Di atas podium, Tetua Wang tengah berdiri dengan aura penuh penekanan.


Patriark Han Zao dan beberapa Tetua lainnya juga hadir karena peristiwa ini tidak biasa. Pertarungan antara Tetua dengan murid sebenarnya sangat dilarang, namun Tetua Wang Xuemien bersikeras hanya ingin memberikan pelajaran yang adil kepada Long Guan tanpa membunuhnya.


Hal ini tidak ada yang bisa melarang karena perbuatan Long Guan dinilai berlebihan oleh beberapa pihak.


Setelah beberapa saat, Long Guan belum juga hadir, hari mulai sore dan nada-nada sumbang mulai terdengar.


"Kurasa ia tidak akan datang"


"Ah, pecundang itu mana mungkin berani"


"Pasti dia sedang kabur dan sembunyi"


Nada miring berupa cacian lainnya semakin banyak terdengar dari mulut ke mulut.


Di atas podium, tiba-tiba sebuah gelombang cahaya muncul. Portal teleportasi dari ruang hampa mengagetkan semua orang. Bahkan Tetua Wang Xuemien mengernyitkan matanya melihat sosok yang keluar dari portal teleportasi tersebut adalah Long Guan.


Hanya Patriark Han Zao yang sudah bisa menebaknya, "Bocah ini memang nekat" Gumamnya dalam hati.


Seorang pemuda dengan wajah rupawan, alis mata yang tebal serta bentuk rahang yang tegas semakin sempurna dengan tampilan tubuhnya yang tegap. Pemandangan ini membuat para murid wanita yang hadir menjadi terpesona dengan ketampanan sosok pria yang asing tersebut.


"Akhirnya kamu datang juga, kukira kamu akan bersembunyi" Ejek Tetua Wang Xuemien. Murid-murid yang berada di dekat arena pertarungan banyak yang terkejut, mereka yang baru melihat Long Guan tidak menyangka bisa memiliki kemampuan menguasai hukum ruang dan waktu. Namun dalam hati mereka sangat menyayangkan bakat seperti ini akan hancur di tangan Tetua Wang Xuemien.


"Di dalam kehidupan, aku tidak pernah lari dari masalah. Apalagi hanya menghadapi orang tua seperti mu!" Ucap Long Guan dengan nada sinis.


"Sombong!"


Ucap Tetua Wang Xuemien, "Sebentar lagi aku akan membungkam mulutmu yang sombong".


Di bawah tatapan semua orang, Tetua Wang Xuemien melakukan serangan terlebih dulu. Energi vital yang berbentuk gelombang besar menyelimuti tubuh Wang Xuemien, dengan cepat ia segera muncul di depan Long Guan.


Sebuah pukulan kuat diarahkan ke tubuh Long Guan, suara desiran angin terdengar diikuti suara ledakan keras.

__ADS_1


"Pukulan yang sangat mengerikan!"


"Bahkan kultivator Semesta Kelima akan hancur terkena pukulan ini!"


Suara beberapa penonton mulai panik, mereka dapat merasakan gelombang panas dari energi yang dipancarkan pukulan Tetua Wang Xuemien.


Yu Nuan tampak cemas, ia mengkhawatirkan keselamatan Long Guan. Ia baru saja mulai menyukai seorang pria secara sungguh-sungguh dalam hidupnya, ia tak mau kehilangan Long Guan.


Sementara Yu Nuwa yang duduk di sampingnya tampak acuh tak acuh, dia seolah tak peduli dengan hasil pertandingan ini. Namun jika diperhatikan lebih teliti, jari jemarinya tengah mengepal erat tanda kegelisahan menghampiri dirinya.


Adapun beberapa pihak lainnya tampak sangat serius memperhatikan pertarungan ini.


Di atas ring, Long Guan tampak sangat tenang dan tidak mundur satu langkah pun. Bahkan Long Guan membalas serangan Wang Xuemien dengan sebuah tinju Sembilan Naga. Dalam sekejap, dua kekuatan beradu.


"Booom!"


Suara seperti ledakan bom keras terdengar di udara, beberapa pasang mata terbelalak kaget menyaksikan dampak hancurnya energi besar tersebut menjadi pecahan gelombang energi yang pecah menyebar ke sekitarnya.


Udara terdistorsi membuat napas beberapa orang yang memiliki kultivasi rendah menjadi sesak, wajahnya pun menjadi pucat pasi.


Melihat situasi ini, para penonton sontak mundur teratur satu persatu menghindari dampak yang lebih besar.


Long Guan hanya tahu jika dirinya harus bertarung dengan cepat, dia tidak akan mengambil resiko untuk menderita jika menunda-nunda pertarungan.


"Bajingan!"


Umpat Tetua Wang Xuemien. Pantas saja anak ini begitu sombong, kekuatannya sangat mengerikan di usia yang masih sangat muda. "Jika ia dibiarkan berkembang maka kekuatannya akan membahayakan posisiku di Sekte" Pikir Tetua Wang Xuemien.


Dalam sekejap giliran Long Guan yang bergerak, sebuah tinju dilayangkan ke arah Tetua Xuemien, kekuatan otot dan tulang Kaisar Naga membuat seluruh energi mengalir sempurna di dalam Meridiannya, cahaya berwarna ungu menutupi permukaan tangan Long Guan membentuk Naga yang sangat mengerikan.


"Tinju Sembilan Naga!"


"Bagaimana mungkin?"


"Bukankah itu teknik tidak sempurna!!"


Ucap para Tetua bersahutan memperhatikan tinju Long Guan. Tetua Wang Xuemien yang sudah bersiap segera membalasnya dengan sebuah pukulan yang mengandung energi spiritual sangat besar.

__ADS_1


Pada saat ini, fluktuasi cahaya ungu yang terbentuk dari energi spiritual terus memancar keluar dari dalam tubuh Long Guan. Sorot mata Wang Xuemien menyipit, sedikit merasa takut.


Ia menyadari cahaya ungu melambangkan kekuatan energi bawaan yang sangat luar biasa. Di Alam Spiritual ada 5 garis cahaya yang melambangkan kekuatan internal seseorang, yakni Putih, Hijau, Kuning atau Emas, Biru serta yang terakhir adalah warna Ungu.


"Booom"


Ledakan dahsyat kembali terjadi, jurus tangan kosong keduanya menimbulkan riak gelombang yang sangat besar. Di Bawah tatapan banyak orang, Tetua Wang Xuemien terhempas mundur beberapa langkah ke belakang, butuh beberapa waktu untuk menstabilkan tubuhnya.


Di Lapangan Adu Tanding yang dihadiri ribuan orang, Tetua Wang Xuemien memandang Long Guan dengan tatapan suram, ia tidak menyangka Long Guan dapat menggunakan pukulan Sembilan Naga dengan sempurna. Ini pertama kalinya ia merasa terhina, apalagi tatapan para penonton kini tengah berpusat padanya membuat ia semakin membenci Long Guan.


Di sisi lain, Long Guan tetap dingin dengan pandangannya, sosoknya penuh aura membunuh yang sangat besar.


Dahi Tetua Wang Xuemien berkeringat dingin, dia tidak menyangka kekuatan Long Guan diluar batas imajinasinya. Dua pukulan sebelumnya sudah cukup untuk membuktikan kekuatannya. "Anak ini memiliki masa depan yang tidak terbatas" Sedikit pujian tidak senang ia ucapkan pelan.


"Cukup!"


Teriak Patriark Han Zao cukup keras, membuyarkan perhatian seluruh penonton yang hadir. "Apa yang terjadi hari ini cukup sampai di sini, aku tidak ingin kalian berdua saling membunuh" Patriark Han Zao berjalan ke tengah arena pertarungan.


"Baik Patriark" Ucap Long Guan dan Tetua Wang Xuemien. "Mengenai apa yang terjadi tentang Pil buatan Bukit Keenam, kuharap kamu bisa menjelaskannya besok di depan para Tetua" Mata Patriark memandang ke arah Long Guan dengan serius.


"Baik Patriark, murid akan memberi penjelasan yang memuaskan" Jawab Long Guan tampak tenang. Sementara di dalam dirinya terjadi fluktuasi energi yang luar biasa. Ia menahannya dengan susah payah, energi Qi yang sangat kacau terus bergerak dengan ganas, sementara api abadi dalam lautan diafragmanya terus memberikan stimulan.


"Pertarungan ini cukup sampai di sini, segala bentuk kesalahan pahaman akan di selesaikan melalui pertemuan dengan para Tetua" Perkataan Patriark Han Zao seperti titah Kaisar yang tidak bisa dibantah.


Mereka semua segera berhamburan meninggalkan Lapangan Uji Tanding dengan berbagai reaksi. Walaupun Tetua Xuemien bukan yang terkuat diantara para Tetua, dengan kultivasi Semesta ke Tujuh bukanlah kekuatan yang mudah di singgung di Alam Spiritual!.


Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Sekte Pedang Bintang, seorang murid bisa mengalahkan seorang Tetua.


Sementara Long Guan cukup puas dengan hasil pertandingan ini, jika dipaksakan juga dia belum tentu menang melawan Tetua Wang Xuemien.


Perbedaan kekuatan mereka masih terlalu besar. Masih banyak waktu untuk Long Guan meningkatkan kekuatannya.


"Terimakasih Patriark, atas kebaikannya" Ucap Long Guan dengan tulus, ia tentu saja menyadari tindakan Patriark yang menghentikan pertarungan.


Walaupun ia masih memiliki kartu As, namun apa yang terjadi saat ini sudah tepat. Sementara urusan Pil buatan akan lebih mudah ia hadapi esok hari.


"Hahaha dasar anak nakal, belum lama saja kamu sudah membuat keributan. Segera pulihkan dirimu, besok temui aku di Aula utama" Ucap Patriark Han Zao menatap Long Guan penuh ketertarikan.

__ADS_1


"Baik Patriark, murid mohon undur diri" Ucap Long Guan dengan hormat. Dengan sisa energinya, ia menghilang ke dalam portal teleportasi.


__ADS_2