
Malam belum terlalu larut saat rombongan Pendekar Ahli Keluarga Hung tiba di kediaman. Mereka menghabiskan tidak banyak waktu atas peristiwa yang baru saja terjadi.
Kepala Keluarga Hung, seorang lelaki tua berusia tujuh puluh tahunan tengah berdiri menyambut kedatangan mereka. Dari sekian banyak pendekar yang tiba, Long Guan berada paling belakang. Wajahnya tenang seperti biasanya, tidak menimbulkan ekspresi seorang pendekar. Di balik ketenangannya, tidak ada yang berani mempertanyakannya. Bahkan seorang Kepala Penjaga yang ikut serta dalam perjalanan tadi, tidak berani memandang wajah Long Guan. Padahal pada mulanya ia meremehkan Long Guan sebagai pemuda biasa.
"Salam ayah" ucap Hung Quon saat bertemu dengan ayahnya.
"Bagaimana dengan aksi kalian malam ini" tanya Hung Yuwen penasaran.
Boleh dibilang hal itu disebabkan kepergian dan kedatangan mereka yang terlalu singkat. Menurut perhitungan Hung Yuwen, setidaknya mereka baru akan kembali beberapa jam lagi. Ditambah dengan kondisi para pendekar ahli keluarga Hung tidak tampak seperti usai melakukan pertarungan besar. Sempat terbersit pikiran, jika misi mereka gagal.
"Semua berjalan tidak sesuai rencana, tetapi perkembangan di lapangan berjalan jauh lebih baik dari sebagaimana mestinya" jawab Hung Quon penuh semangat.
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, kepalanya menoleh ke belakang, matanya melirik ke arah Long Guan.
"Benarkah? mari kita bahas di dalam" ucap Hung Yuwen mulai tertarik dengan perkataan putranya.
Sementara di sekitar kediaman, Hung Yin yang mendengar suara berisik segera bergabung untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ia melihat Long Guan dengan ketenangannya, di sebelahnya beberapa pendekar ahli sedang berdiri dengan ekspresi ceria.
"Apakah ini tandanya mereka berhasil?" tanya Hung Yin dalam pikirannya.
Saat ini, semua orang telah berada di ruang keluarga. Setelah menanggalkan senjata, mereka berada dalam suasana yang penuh kehangatan. Kesan seram kini berganti suasana ceria, hal ini tentu saja karena kemenangan yang mereka raih saat menjalankan aksinya tadi.
"Ayah, kami berhasil menumpas keluarga Tang. Mulai malam ini riwayat Keluarga Tang di Ibukota sudah tamat" kata Hung Quon penuh semangat.
Suaranya cukup keras terdengar di aula keluarga, Hung Yin yang berada di salah satu sudut dapat mendengarnya dengan jelas.
"Bagus, bagus sekali. Lalu bagaimana caranya kalian melakukannya secepat ini?
__ADS_1
Apakah Patriark dan Penatua keluarga Tang tidak ada di tempat?"
Tanya Hung Yuwen penasaran. Dalam pemikirannya, untuk memusnahkan keluarga Tang adalah sangat sulit, serangan yang diberikan malam ini setidaknya akan memberikan pelajaran kepada mereka bahwa keluarga Hung tidak mudah diganggu.
"Patriark dan Penatua Tang justru hadir, kedua orang tersebut kebetulan ikut bertempur menghadang kami" sahut Hung Quon.
"Bagaimana mungkin kalian dengan mudah bisa menghadapi mereka? Dengan kombinasi kalian, setidaknya dengan mengeroyok keduanya dibutuhkan usaha yang sangat besar" ujar Hung Yuwen.
"Semua itu berkat Long Guan" kata Hung Quon singkat.
Seketika pandangan semua orang beralih kepada seorang pemuda yang tengah duduk di kursinya. Wajah tampan serta pembawaannya yang kalem terlihat sulit untuk mengkonfirmasi kebenaran ucapan dari Hung Quon. Tetapi tatapan dari para pendekar ahli keluarga Hung tidak dapat dipungkiri, mereka semua memandang Long Guan dengan kekaguman serta kengerian.
Hal ini tentu dapat dilihat secara kasat mata oleh seluruh anggota keluarga Hung yang hadir. Hanya Hung Yin tidak terlalu kaget, sebelumnya ia sudah melihat secara langsung bagaimana pria tersebut beraksi.
Ada tatapan pelik di kedua bola mata Hung Yuwen, perkataan dari putranya tidak mungkin keliru. Begitupun dari para ahli lainnya, mereka tak satupun yang membantah.
"Long Guan, aku mewakili keluarga besar Hung sangat berterimakasih atas bantuanmu" ucap Hung Yuwen sambil berdiri dan menangkupkan kedua tangannya.
"Tuan tidak perlu sungkan seperti itu, apa yang kulakukan memang sudah sepatutnya aku lakukan" balas Long Guan dengan sedikit membungkukkan badannya. Ia menghormati Hung Yuwen sebagaimana ia menghormati Hung Fei, gurunya.
Di salah satu sudut ruangan, setelah menyaksikan adegan ini tampak Hung Yin bergegas meninggalkan ruangan keluarga. Kepergiannya tidak ada yang memperhatikan karena semua perhatian saat ini tertuju pada Long Guan.
Orang-orang serentak menjadi heboh dengan sosok Long Guan, seluruh anggota keluarga Hung menaruh hormat kepada Long Guan. Bahkan Hung Quon sebagai ayah Hung Yin merasa jika Long Guan cocok untuk dinikahkan kepada putrinya yang terkenal manja. Dalam pikirannya, Long Guan pasti bisa membawa Hung Yin menjadi gadis dewasa.
Setelah beberapa saat, mereka semua mengobrol dan bercerita tentang aksi mereka di keluarga Tang, namun Long Guan merasa sedikit kurang nyaman jika membahas hal-hal yang berbau memamerkan kekuatan. Pada saatnya, ia pamit dengan sopan untuk beristirahat.
Hung Yuwen tentu saja memahami jika Long Guan ingin menstabilkan kekuatan dirinya setelah melakukan pertarungan. Hal tersebut adalah perilaku lumrah di kalangan kultivator.
__ADS_1
Setelah berpamitan Long Guan berjalan menuju wisma dimana ia tinggal di keluarga Hung. Pikirannya sedang baik-baik saja. Setelah ia membantu keluarga gurunya, ia merasa sedikit tenang. Setidaknya sebelum ia kembali ke Sekte, keluarga Hung akan baik-baik saja dan tidak ada yang berani mengganggu.
"Cekrek" bunyi pintu dibuka.
Long Guan melangkah masuk, pupil matanya sedikit menyipit melihat bayangan yang ia kenal.
"Nona Hung apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Long Guan yang melihat Hung Yin sedang duduk santai di ruangan tersebut.
"Maaf mengagetkanmu, aku hanya menunggumu untuk mengucapkan terimakasih secara pribadi" jawabnya santai.
"Oh, tidak usah dipikirkan. Masalah keluarga kalian adalah masalahku juga" ucap Long Guan ringan.
Ia lalu mengabaikan Hung Yin lalu memasuki kamar pribadinya hendak mengganti pakaian. Sementara Hung Yin masih berada di ruang tengah sambil menyesap teh.
Hung Yin berkata, "Apakah kamu mau aku buatkan teh? tanya Hung Yin dari balik dinding.
"Boleh saja jika itu tidak merepotkanmu nona" jawab Long Guan.
Kemudian Hung Yin menuju dapur kecil untuk membuat teh. Dari dalam kamarnya, Long Guan dapat merasakan aktivitas Hung Yin yang saat ini berada di dapur. Ia tidak mengira jika wanita yang sebelumnya sangat menyebalkan kini tengah menyiapkan minuman untuk dirinya.
Setelah selesai berganti pakaian, Long Guan kembali ke ruang tengah. Ia mendapati secangkir teh yang masih beruap, menandakan jika teh ini baru saja selesai disajikan.
"Nona Hung, apakah tidak sebaiknya kita mengobrol esok hari, Mengingat sekarang sudah malam, aku khawatir jika ada yang melihat maka akan menjadi tidak baik" ucap Long Guan.
"Jika besok aku khawatir tidak memiliki kesempatan, lagi pula malam ini aku sedikit tidak bisa tidur. Setidaknya aku butuh teman bicara sebelum istirahat" jawab Hung Yin sambil menyesap tehnya kembali.
Long Guan hanya mengangguk pelan lalu salah satu tangannya bergerak mengambil cangkir yang sudah terisi teh. Dengan santai ia menyesap teh tersebut beberapa kali.
__ADS_1
Hanya teh yang bisa ia minum, sebelumnya ia pernah mencoba arak, namun ia kurang nyaman dengan minuman tersebut.
Keduanya lalu mengobrol ringan, sampai beberapa saat tubuh Long Guan mulai terasa tidak nyaman. Ia merasakan tubuhnya berkeringat di tengah malam, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.