Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kedatangan Para Peserta Kompetisi


__ADS_3

Keesokan harinya, pada pagi hari rombongan dari Sekte Badai Guntur telah tiba. Dipimpin oleh Ketua Sektenya, mereka segera menuju tempat yang sudah disiapkan. Jarak tempat peristirahatan mereka tidak jauh dari lokasi murid Sekte Pedang Bintang berada. Rombongan Sekte Badai Guntur tampil percaya diri, diantara mereka ada seorang Pria sambil memegang pedang besar, dia adalah putra dari Ketua Sekte yang kebetulan ikut berpartisipasi pada kesempatan kali ini.


Selama beberapa dekade, Sekte Badai Guntur berada pada posisi paling buncit berada di peringkat keempat. Tetapi beberapa waktu terakhir, kekuatan mereka mulai bangkit dengan pesat. Selain Meng Gao, murid-murid lainnya yang diikutsertakan berada pada ranah Semesta Ketujuh. Hal ini jelas berbeda dengan Sekte Pedang Bintang yang hanya memiliki Liu Xianzhong sebagai andalan. Adapun Long Guan, mereka belum terlalu yakin terhadap kiprahnya yang belum lama bergabung di Sekte. Berita perkembangan Long Guan benar-benar dirahasiakan oleh para pimpinan Sekte Pedang Bintang.


Hingga saat ini hanya rombongan Sekte Phoenix Es yang belum tiba, sementara pelaksanaan kompetisi masih menyisakan dua hari lagi. Banyak yang menantikan kehadiran mereka, pesona murid-murid wanita memang menjadi keunikan tersendiri bagi para murid pria.


Long Guan dan beberapa orang murid dari Sekte Pedang Bintang berjalan menuju ke alun-alun, luasnya empat atau lima kali dari lapangan sepak bola. Di bagian bawahnya terdapat bebatuan yang berwarna hitam, cukup rata dan terlihat sangat terawat. Butuh puluhan orang setiap harinya untuk membersihkan dan merawat lapangan ini, serta adanya pepohonan di setiap sisi lapangan membuat suasana yang cukup nyaman.


Saat ini memasuki musim semi, peralihan musim dingin ke musim panas. Udara bertiup cukup kencang membuat baju yang digunakan Long Guan bergerak melambai. Ia dan beberapa murid Sekte Pedang Bintang berjalan mengitari alun-alun tersebut, long Guan pada dasarnya ingin beradaptasi dengan lingkungan Sekte Puncak Abadi. Sesekali tatapannya jatuh kepada Puncak Gunung yang kini tertutupi kabut, ada rasa ketertarikan di dalam hati Long Guan. Jelas, ia merasakan adanya kekuatan Mustika Naga yang seolah memanggilnya.


Tepat ketika Long Guan dan yang lainnya akan meninggalkan alun-alun, ia melihat tiga ekor Phoenix yang baru saja mendarat di pelataran Sekte Puncak Abadi. Di tiap punggung hewan spiritual tersebut mengangkut sekitar lima orang. Namun salah satu dari Phoenix tersebut terlihat berbeda, terkesan lebih kuat dari yang lainnya. Penumpang di atasnya menandakan statusnya yang tidak biasa, terlihat hanya tiga orang yang menaikinya.


Kedatangan rombongan yang mayoritas adalah wanita membuat perhatian orang-orang menjadi teralihkan, mereka adalah murid-murid dari Sekte Phoenix Es. Selain kehebatannya, mereka juga terkenal dengan kecantikannya.


Long Guan menaikkan alisnya, jelas wajah tiga orang tersebut tidak asing baginya.


"Xie Annchi" ucap Long Guan pelan.

__ADS_1


Dari sudut jarak pandangannya, Xie Annchi tengah berjalan mengikuti dua orang wanita yang sepertinya adalah pimpinan Sekte Phoenix Es. Salah satunya adalah Matriark Xiu Juan yang sudah tidak asing bagi Long Guan.


Long Guan menatap lekat ketiga orang tersebut, namun ia bisa menahan dirinya untuk tidak mendekati ketiga sosok tersebut. Bagi Long Guan, hal ini sudah cukup. Ia bernapas lega melihat Xie Annchi berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Bahkan dengan berada di barisan Ketua Sekte, menandakan ia memiliki posisi yang cukup penting.


Pada saat yang sama, Xie Annchi berjalan dengan angkuh dan terkesan dingin. Sejak tiba di Alam Spiritual ia tidak pernah berbicara dengan sesama murid, hanya kepada Matriark Ketua Sekte saja ia berbicara seperlunya. Julukan Dewi Phoenix Es disematkan kepadanya karena sikapnya yang dingin selain kekuatan bawaan dari ras murni Phoenix Es.


"Aku seperti merasakan aura yang familiar" gumam Xie Annchi dalam hati. Tetapi ia tidak menoleh, pupil matanya tetap menatap lurus ke depan. Di belakangnya rombongan murid wanita mengikutinya menuju tempat yang telah disiapkan oleh Sekte Puncak Abadi, mereka semua menghiraukan tatapan dari para murid lelaki.


Ketika Long Guan menatap ke arah rombongan murid Sekte Phoenix Es, tiba-tiba terdengar suara dari sampingnya, "Long Guan sudahlah, tidak usah berkhayal terlalu tinggi. Mereka jelas berbeda dengan kita" ucap salah seorang murid Sekte Pedang Bintang.


Mendengar perkataannya, Long Guan hanya tersenyum datar. Ia membalikkan tubuhnya dan kembali melangkah menuju tempat peristirahatannya. Dalam hati Long Guan ada perasaan kerinduan, ingatannya tentang Dunia fana kembali hadir. Keluarganya, serta orang-orang yang pernah berkesan dalam hidupnya jelas bermain dalam ingatannya, mereka hadir menyapa Long Guan dalam memorinya. Saat ini, Long Guan akan mempersiapkan hal-hal yang akan ia perlukan saat pertandingan nanti. Ia juga sudah tidak sabar ingin segera mengakhiri petualangannya di Alam Spiritual.


"Setelah hari ini aku akan segera menuju Puncak Gunung Abadi. Aku harus menemukan apa yang aku cari selama ini" gumam Long Guan dalam hati.


Dua hari ini, Long Guan terus dihidangkan oleh jamuan yang mengandung racun oleh orang yang sama. Setelah memperhatikan gerakannya, Long Guan sudah yakin jika ia bekerja untuk seseorang, ada orang di belakang murid tersebut yang menginginkan kematian Long Guan.


"Berhenti" ucap Long Guan kepada murid Sekte Puncak Abadi yang melayaninya.

__ADS_1


"Apa ada yang perlu dibutuhkan lagi" tanya murid tersebut dengan sopan.


Ketika orang itu selesai berbicara, Long Guan langsung berkata, "Tidak usah omong kosong di depanku, sebaiknya kamu berkata jujur sebelum aku melakukan tindakan yang kejam kepadamu".


"Apa maksudmu tuan?" tanya murid itu sedikit khawatir


"Siapa yang memerintahkanmu untuk meracuniku?" tanya Long Guan sambil menjepit kedua tangan murid tersebut. Gerakan Long Guan sangat cepat, tanpa murid itu sadari dirinya sudah berada dalam kendali Long Guan.


"A..Aku tidak mengerti" ucap murid tersebut dengan terbata-bata.


"Hmm, Aku ulangi sekali lagi. Siapa yang menyuruhmu?" tanya Long Guan sambil menekan lebih keras.


Namun beberapa saat kemudian, tubuh murid tersebut menjadi lemas. Seketika ada cairan berwarna kehitaman dari mulutnya. Ia meregang nyawa, mengubur rahasianya dengan memilih bunuh diri. Long Guan hanya menggelengkan kepala melihat aksi bunuh diri murid tersebut.


"Begitu rupanya" ucap Long Guan pelan, dari telunjuknya ia menembakkan cahaya yang sangat panas ke tubuh murid yang sudah tewas di depannya.


"Bup"

__ADS_1


Dalam sekejap terdengar ledakan teredam, jasad murid tersebut langsung meledak dan berubah menjadi debu. Lalu hilang bersama hembusan angin, Long Guan tidak mau menimbulkan masalah dengan adanya jasad murid Sekte Puncak Abadi di tempatnya.


Setelah peristiwa itu berlalu, Long Guan menjadi kehilangan jejak. Ia hanya bisa memastikan pelaku utamanya berasal dari orang dalam, mengarah kepada Tetua Chang Gui. Meskipun belum ada bukti konkrit, namun metode yang digunakan sangat keji membuat Long Guan lebih meningkatkan kewaspadaan.


__ADS_2