
Dari sekian kepanikan orang-orang yang ada, hanya Jian Ling yang tampak pucat. Ia memikirkan suaminya, Long Guan.
Sebelumnya Long Guan pernah tak sadarkan beberapa hari melawan iblis yang sangat kuat, kenangan ini masih tersirat kuat dalam ingatan Jian Ling.
Berdua dengan Xie Annchi berada di kediamannya ia sangat cemas, “Kak Ling tenanglah, Ketua pasti akan baik-baik saja dengan kemampuannya yang sangat luar biasa.” Ucap Xie Annchi menenangkan Jian Ling sambil mengusap punggung tangannya.
Bahkan jauh di dalam lubuk hatinya, Xie Annchi sangat mengkhawatirkan Long Guan, keadaan ini memang tidak biasa namun entah kenapa rasa khawatir itu timbul semakin kuat sejak Xie Annchi memiliki perasaan khusus kepada Long Guan.
Ia hanya bisa memendam rasa tersebut, tidak mau hadir sebagai orang ketiga yang merebut kebahagiaan Jian Ling yang sudah ia anggap seperti kakak kandung. “Xie Annchi, kelak berjanjilah jika aku tak di sisi long Guan, kamu harus mendukungnya” Ucap Jian Ling dengan tatapan serius kepada Xie Annchi.
“Aku tak mengerti dengan maksud ucapan Kak Ling” Ungkap Xie Annchi yang tiba-tiba terkesiap mendengar ucapan Jian Ling. “Ini janji diantara kita, aku tahu di antara kalian sudah ada rasa saling suka.
Aku bukanlah wanita yang egois untuk memiliki Long Guan yang serba bisa. Justru untuk mendukung kemampuannya, ia harus selalu didampingi oleh wanita yang baik agar ia sebagai lelaki tidak salah langkah dan berat sebelah dalam berpikir.
Keadaan ini memang sudah kurencanakan, aku memilih mu sebagai bagian dari hidup kami yang tidak terpisahkan” Ujar Jian Ling penuh keyakinan.
Sementara Xie Annchi hanya diam tak percaya, meskipun ia mulai memiliki rasa ketertarikan yang tinggi terhadap Long Guan namun ia masih bersikap wajar.
Namun setelah mendengar permintaan Jian Ling, pertahanannya sebagai wanita akhirnya runtuh, ia diam dan tak berdaya hingga Jian Ling memeluknya dengan lembut.
“Baiklah Kak Ling, meskipun diantara kami belum terjadi apa-apa terkait perasaan kami, aku akan berjanji untuk mendamping Ketua Sekte saat dirimu tak berada di sisinya” Jawab Xie Annchi dengan wajah berlinang air mata.
Entah dia bahagia atau terharu dengan sikap Jian Ling yang sanggup berbagi dengan dirinya. Xie Annchi merasa bahagia, sikapnya semakin hormat pada Jian Ling yang sudah bersedia untuk berbagi. “Aku juga akan berjanji untuk menghormati kak Ling dengan segenap jiwa dan ragaku” Sambung Xie Annchi.
“Kamu tidak usah memikirkan diriku, melihat suamiku bahagia adalah sebuah kebahagiaan terbesar bagiku, dirinya sangat dibutuhkan oleh banyak orang di dunia ini sehingga ia perlu dukungan dari orang-orang terdekatnya” Ungkap Jian Ling sambil melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Xie Annchi.
“Baik kakak, aku akan menghargai dan berjanji tidak akan mengecewakan pengorbananmu” jawab Xie Annchi yang mulai tenang.
__ADS_1
Di luar gerbang Sekte Pedang Angin, Wei Cuan dan pasukan iblisnya tengah mengumpulkan kekuatan. Mereka berencana menyatukan kekuatan untuk menghancurkan formasi pelindung Sekte Pedang Angin.
Long Guan masih bergeming, ia masih berniat melihat daya tahan formasi yang ia ciptakan dan saat ini adalah saat yang tepat untuk mengujinya secara langsung.
Dalam aba-aba Wei Cuan, gelombang energi yang sangat kuat terbentuk. Bola energi berwarna merah darah mengandung kekuatan yang sangat mengerikan terus membesar seiring suntikan energi Qi dari para pasukan iblis.
Ada rasa khawatir di wajah para Tetua Sekte Pedang Angin dan ahli bela diri yang berdiri tidak jauh dari mereka. Bagaimanapun energi gabungan dari ratusan orang yang berada di alam kelahiran kembali adalah hal yang sangat menakutkan, kini terlihat jelas di depan mereka.
Bola energi bergerak di bawah gerakan Wei Cuan, dengan kekuatannya ia menggerakkan bola energi yang bergerak dengan sudut horizontal.
Udara seolah berhenti bergerak saat bola energi tersebut bergerak menuju gerbang Sekte Pedang Angin.
Kekuatannya sangat besar, udara yang sejuk berubah menjadi panas seiring bergeraknya bola energi raksasa tersebut.
“Booom.."
Suara gemuruh akibat benturan dua kekuatan besar saling bergesekan.
Setelah beberapa detik dua kekuatan tersebut hancur
“Dhuaarr” Akhirnya formasi ciptaan Long Guan hancur berkeping-keping bersama gelombang energi pasukan iblis.
Tatapan penuh kemenangan tampak terbersit di wajah pasukan iblis.
"Hahahaha"
"Kalian semuanya adalah makhluk lemah, sampah tidak berguna!"
__ADS_1
Ucap Wei Cuan dengan nada menghina.
Melihat formasi yang dibuatnya hancur, Long Guan tidak bersedih atau khawatir dirinya memang sedang mengukur kekuatan formasi tersebut dan kini ia memiliki batas penilaian untuk dijadikan pengalaman pada saat berikutnya.
Long Guan menatap Tetua Jian, seolah mengerti dengan maksud tatapan Ketua Sektenya ia segera maju dengan pedang terhunus diikuti oleh empat Tetua lainnya.
"Hari ini aku tidak akan membiarkan pengecut seperti dirimu untuk melarikan diri seperti sebelumnya" Kata Tetua Jian dengan lantang menunjukkan ke arah Wei Cuan.
Mendengar ucapan Tetua Jian, wajah Wei Cuan memerah menahan kekesalan. Pertempuran sebelumnya di Kerajaan Wei adalah aib dalam hidupnya, "Waktu itu kau hanya beruntung".
"Hari ini aku akan membunuhmu dengan tanganku" Ucap Wei Cuan sambil melayang di udara lalu turun berada di depan Tetua Jian yang sudah ditemani oleh beberapa Tetua lainnya.
Aura membunuh makin pekat keluar dari tubuh Wei Cuan, ia memandang orang-orang di depannya dengan tatapan sebelah mata.
"Hahaha"
Kalian bukanlah lawanku" Ucap Wei Cuan penuh ejekan. Dengan nafas yang tidak beraturan, ia segera menyerang ke arah Tetua Jian.
Jika dulu ia kalah dengan Tetua Jian, maka kini ia melihat Tetua Jian sebagai seorang pesilat biasa, ada jarak yang begitu jauh dalam hal menguasai kemampuan bela diri.
Semenjak Wei Cuan diberi kekuatan oleh Xiaoru, kini ia merasakan seperti penguasa dunia fana.
Melihat para Tetua sudah maju menghadang Wei Cuan membuat Long Guan segera bersiap untuk menghancurkan pasukan Iblis.
Sementara di dalam Sekte Pedang Angin tampak Jian Ling dan Xie Anchi dengan wajah kecemasan, hancurnya formasi pelindung Sekte yang menimbulkan getaran cukup keras membuat tubuh Jian Ling ikutan bergetar. "Gege bertahanlah, aku percaya gege bisa melewati peristiwa ini dengan keajaiban" Gumam Jian Ling dalam hati.
Jian Ling tampak berdoa memohon keselamatan buat suaminya. Adapun Xie Annchi tidak jauh berbeda, ia juga ikutan cemas.
__ADS_1
Ini adalah pertama kalinya ia memikirkan seseorang dalam hidupnya, "Aku berdoa untuk keselamatan Ketua Sekte semoga Ia dilindungi dan selamat dalam pertempuran kali ini". Ucap Xie Annchi penuh doa di dalam hatinya.
" Apakah aku benar-benar telah jatuh cinta"? Ucap Xie Annchi dalam pikirannya.