Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Ayah Xie Annchi Masih Hidup?


__ADS_3

Menyikapi tindakan Xie Annchi yang larut dalam kesedihan, Long Guan tidak mengurai pelukan tersebut.


Dari sisi kemanusiaan Long Guan sangat menyadari arti kehilangan kedua orang tua tercinta karena sebelum Xie Annchi dirinya pernah mengalami hal yang sama.


Setelah beberapa saat, Xie Annchi baru melepaskan diri dan tersadar dari sikapnya, seketika ia berlutut.


“Mohon maafkan hamba, hamba telah berbuat hal yang tidak pantas terhadap Ketua” ucap Xie Annchi dengan tulus menyesali kekhilafannya.


Namun Long Guan segera memapah dirinya untuk bangkit.


“Nona Xie, apapun yang terjadi tolong jangan pernah berlutut di depan ku. Jika pun harus berlutut lakukan itu hanya di hadapan orang tua dan gurumu” ucap Long Guan memberi peringatan kepada Xie Annchi.


“Baik Ketua, hamba mengerti” jawab Xie Annchi.


“Dan satu hal lagi, jangan bersikap formal dengan merendahkan dirimu ketika kamu sedang berbicara di depanku. Baik kamu ataupun murid lainnya dilarang melakukan itu” ujar Long Guan menambahkan perhatiannya.


“Keluarlah kalian jangan bersembunyi!”


Teriak Long Guan dengan keras memecah keheningan malam.


Tiba-tiba dari kegelapan, muncul beberapa sosok berbaju hitam membawa senjata tajam, namun Long Guan tetap tenang karena ia tidak merasakan hawa membunuh dari orang-orang tersebut.


Mereka memperhatikan Xie Annchi dengan seksama, lalu mereka segera menyapa Xie Annchi.


“Nona muda Xie, apakah itu anda?” tanya salah seorang dari mereka tampak ragu-ragu.


Mendengar suara yang tidak asing, Xie Annchi segera merespon.


“Ya ini saya Xie Annchi” jawabnya singkat.


“Syukurlah nona muda selamat dan dalam keadaan baik-baik saja” ucap pria tua tersebut sambil menyimpan kembali senjatanya.


Xie Annchi mengenali pria tua tersebut sebagai kepala pelayan keluarga Xie, serta beberapa pria di belakangnya juga merupakan pelayan setia keluarga Xie.


“Apa yang terjadi di sini selama aku melarikan diri?” tanya Xie Annchi dengan penuh emosi kesedihan.

__ADS_1


“Ceritanya cukup panjang, namun sebaiknya nona muda ikut kami ke ruang rahasia keluarga” ajak Kepala Pelayan tersebut.


Kemudian Xie Annchi dan Long Guan mengikuti para pelayan kelurga Xie menuju sebuah tempat rahasia. Di dalam ruang rahasia tersebut Xie Annchi mendapati ayahnya dalam kondisi sangat menyedihkan, kaki dan tangannya patah serta pusat energinya dihancurkan dan kondisinya sangat mengenaskan.


"Ayah" ucap Xie Annchi dengan sedih.


Wajah cantiknya terlihat sangat sedih dan air mata pun perlahan menetes dari kedua matanya.


Kendati demikian Xie Annchi masih bersyukur ayahnya masih hidup, ia segera memasukkan Pil Penyembuh ke dalam mulut ayahnya. Hanya dalam beberapa saat wajah ayahnya mulai terlihat merah dan tidak pucat lagi.


Aliran darahnya sudah mulai beredar secara normal. Tidak lama kemudian ayahnya Xie Annchi batuk mengeluarkan seteguk darah hitam, namun hal tersebut pertanda baik.


Dalam ruangan tersebut Xie Annchi juga menemukan beberapa keluarga yang berhasil selamat dari peristiwa pembantaian tersebut.


Namun ia tidak melihat ibunya, sebelum ia bertanya tentang hal tersebut tiba-tiba kepala pelayan berkata.


“Nyonya dan beberapa saudara yang lainnya tidak berhasil selamat, mereka dibunuh secara keji oleh pasukan bayangan yang kini tengah menguasai Kota Pelangi. Tuan besar sengaja dibiarkan hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan agar menjadi contoh kepada penduduk lainnya.


Selain itu kepergianmu juga disadari oleh mereka yang hendak menjadikan ayahmu sebagai sandera jika kamu mengadu kepada pihak lain” ungkap kepala pelayan keluarga Xie dengan sedih.


Setelah memperhatikan beberapa keadaan, Long Guan akhirnya menghampiri ayahnya Xie Annchi.


“Paman tidak usah khawatir, beliau adalah Ketua Sekte Pedang Angin yang terkenal itu, kini aku dan paman Xie Rong berada di bawah perintahnya” ucap Xie Annchi dengan bangga.


Mendengar penjelasan Xie Annchi, Kepala Pelayan dan yang lainnya menjadi tenang.


Long Guan melanjutkan langkahnya, tangannya menyentuh kedua kaki Xie Bao ayah dari Xie Annchi, ia mengalirkan energi Qi vitalitas.


Dalam pengetahuan Long Guan energi tidak hanya berguna sebagai kekuatan tempur namun dapat juga diolah sebagai energi vitalitas dalam bidang pengobatan.


Apalagi dengan kekuatan Long Guan saat ini, mengobati penyakit ayahnya Xie Annchi tentu bukanlah masalah.


Energi vitalitas yang begitu murni dan hangat mengalir ke kedua kaki Xie Bao, masuk hingga mengisi ke tulang sumsum dan menjadikannya padat serta menyatu seperti sedia kala.


Tidak beberapa lama kemudian kedua kakinya sudah bisa digerakkan kembali, namun Long Guan menahannya untuk sementara waktu.

__ADS_1


Lalu ia kembali mengalirkan Qi vitalitas ke kedua tangan Xie Bao, energi yang murni dan hangat kembali membentuk susunan tulang dan menyambungnya kembali,


“Krak!"


"Krak!"


Suara persendian bergeser tanda penyambungan telah selesai. Setelah dipastikan tangan dan kakinya sudah kembali normal, ada rasa haru di wajah Xie Annchi.


Ia kembali meneteskan air mata memandang kebaikan yang Long Guan lakukan, tanpa orang lain ketahui di dalam hatinya ia bersumpah akan mengabdi pada Long Guan seumur hidupnya.


“Mulai malam ini kalian semua harus kembali ke tempat tinggal utama, tidak usah memikirkan keselamatan, malam ini akan menjadi akhir dari pasukan bayangan“ ucap Long Guan yang memecah suasana haru menjadi penuh gembira.


Namun dengan baru saja apa yang mereka dengar, membuat mereka agak ragu sambil menatap Xie Annchi dengan lekat seolah dirinya sebagai pengambil keputusan.


“Kalian ikutilah apa yang Ketua Sekte bilang, segala apa yang dikatakannya bukanlah omong kosong. Aku dan paman Xie Rong adalah saksi hidup kehebatan Ketua Sekte kami” ucap Xie Annchi menipis keraguan kepala pelayan serta kerabat lainnya.


Ayah Xie Annchi yang baru saja pulih, langsung bangkit dan berjalan memeluk Xie Annchi


“Syukurlah kamu selamat nak, keadaanmu sudah sangat berkembang semenjak bergabung bersama pamanmu” ucap Xie Bao sambil mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.


Kemudian ia menghadap ke arah Long Guan sambil menangkupkan kedua tangannya.


“Aku mengucapkan sangat berterimakasih atas semua pertolongan Ketua Sekte terhadap keluarga kami” ucap Xie Bao dengan tulus.


“Tuan tidak usah sungkan, Xie Annchi dan Tetua Xie Rong adalah bagian dari Sekte Pedang Angin, jadi sudah selayaknya keluarganya pun mendapatkan perlakuan yang sama" ucap Long Guan.


"Sebaiknya kita segera tinggalkan tempat ini, dan segera kita keluar untuk bangkit dan menghancurkan pasukan bayangan” ucap Long Guan dengan nada yang tenang dan berkharisma.


“Ayo, segera kita tinggalkan tempat ini” perintah Tuan Xie Bao.


Ucapan dari ayah Xie Annchi tersebut kemudian segera dituruti oleh semua anggota keluarga Xie yang masih tersisa, sebelum mereka beranjak pergi Xie Annchi telah memberikan mereka semua pil penambah energi tingkat rendah untuk mengembalikan stamina mereka yang tampak sangat lemah.


Kini dengan penuh semangat mereka segera bangkit menuju kediaman utama manor Keluarga Xie untuk mengaktifkannya kembali.


Long Guan segera membentuk formasi pelindung di sekitar manor keluarga Xie guna melindungi keluarga Xie yang belum terkontaminasi pasukan iblis. Long Guan berencana bertahan di manor keluarga Xie sambil menunggu kedatangan tetua Jian dan rombongan.

__ADS_1


Setelah selesai membuat segel perlindungan, Long Guan kembali ke aula keluarga Xie yang kini tampak sedang dibersihkan karena beberapa bulan tidak terurus.


Meskipun Kota Pelangi berada di wilayah pegunungan salju dengan iklim cuaca yang dingin, beberapa pengaturan ruangan tetap harus diatur kembali agar dapat melindungi dari hawa dingin. Selama ini mereka bersembunyi menghindari serangan pasukan bayangan yang kini semakin merajalela mengganggu penduduk, sehingga mengabaikan manor keluarga Xie.


__ADS_2