Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Menuju Alam Spiritual


__ADS_3

Setelah hidup damai dalam beberapa tahun terakhir, kemampuan Long Guan dalam memahami Hukum Ruang dan Waktu telah berkembang ke tahap ketiga.


Selama delapan tahun dirinya baru bisa menguasai keahlian tersebut dengan sempurna, hal ini tentu tidak lepas dari bimbingan gurunya, Hung Fei.


Dalam kurun waktu tersebut juga, Long Guan sudah memiliki tiga orang anak yang terdiri dari dua orang putra dan satu orang putri. Long An yang kini berusia sembilan tahun sudah memasuki dunia kultivasi dengan tingkatan Pemurnian Qi Tingkat tujuh.


Bakatnya bahkan lebih mengerikan dari Long Guan, di Kota Awan bakat Long An merupakan jenius muda. Sejak usia enam tahun dirinya sudah di latih oleh Long Guan secara khusus bersama murid jenius Sekte. Sementara Putra kedua Long Guan bernama Long Chen kini berusia tujuh tahun, bakatnya lebih condong ke Alkemis dan formasi.


Beberapa waktu sebelumnya Long Guan mencoba mengajarkan beberapa pengetahuan dasar tentang formasi namun tak disangka kemampuan pemahaman Long Chen di atas rata-rata. Sehingga selain beladiri, Long Chen dibekali juga dengan keahlian formasi.


Sementara anak ketiganya adalah seorang putri yang mewarisi kecantikan Jian Ling. Kehadiran Meilin membuat Jian Ling sangat bahagia, kini ia memiliki teman bermain yang sangat menyenangkan. Kebahagiaan keluarga kecil Long Guan sangat harmonis, hingga suatu malam Jian Ling berkata


"Gege, aku sangat bahagia bisa hidup bersamamu. Namun beberapa tahun terakhir aku juga merasakan bahwa gege tampak memikirkan Xie Annchi. Sekarang sudah waktunya bagi gege untuk mencarinya. Aku akan menunggu kalian bersama anak-anak di sini. Selain itu aku juga sadar bahwa dunia gege itu tak terbatas, pasti ada dunia lain seperti dimana Xie Annchi berada." Ucap Jian Ling memahami suaminya.


Long Guan terdiam sambil memeluk istrinya. Hingga menjelang malam akhirnya Long Guan mengeluarkan kejujuran tentang dirinya yang mewarisi Mustika Naga dan masih ada lima Mustika Naga lagi yang kini tengah ia cari guna memiliki kekuatan Dewa Pelindung.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Jian Ling bangga bersuamikan seorang Dewa. Bakat Long Guan yang tak biasa memang sudah dicurigai Jian Ling, namun baru sekarang ia mendengar langsung dari mulut Long Guan.


"Jika demikian, sebaiknya gege segera bergegas ke Alam Dewa untuk menjaga kestabilan Alam, aku khawatir kemunculan Azazil akan terulang." Jian Ling berkata dengan tenang.


Walau bagaimana juga Jian Ling memahami tugas dan takdir suaminya berbeda dengan manusia biasa, ia harus ikhlas membiarkan suaminya berkembang demi melindungi Alam kehidupan.


"Gege, meskipun kamu kelak akan menjadi Dewa, aku hanya mengenal Xie Annchi tidak dengan yang lainnya" ucap Jian Ling dengan tatapan serius. Long Guan menghela napas panjang, namun hanya tersenyum datar menyikapi ucapan istrinya.


Keesokan paginya, Long Guan kembali memasuki Tanah Terlarang, setelah bertemu dan berbicara kepada Hung Fei tentang pengetahuan Alam Spiritual, tiba-tiba Hung Fei memberikan sebuah gulungan kepada Long Guan.


"Ini adalah sebuah teknik kultivasi yang bernama Teknik Naga Tersembunyi, gulungan ini aku dapatkan bersama dengan Teknik Hukum Ruang dan Waktu di sebuah reruntuhan makam kuno.


Sebagai seorang guru, sudah sepantasnya aku memberikan teknik ini kepadamu. Selain itu teknik ini tidak cocok untukku, kuharap dengan bakatmu serta tubuh khusus teknik ini akan dapat kamu pelajari dengan baik" Hung Fei memberikan beberapa gulungan dengan tangan kanannya.


"Terimakasih guru, murid tidak akan mengecewakan guru" dengan nada yang meyakinkan Long Guan menerima beberapa gulungan tersebut. Ia membuka gulungan tersebut dengan hati-hati, lembar demi lembar ia baca dan ia pahami dengan seksama hingga sampai di gulungan terakhir.


Secara keseluruhan Long Guan dapat memahami teknik pernafasan Naga Tersembunyi, selain dapat menyerap energi Qi secara ekstrim Teknik Naga Tersembunyi juga dapat menyimpan Qi dalam tubuh.

__ADS_1


Selama satu minggu Long Guan memahami dan berkultivasi menggunakan Teknik Naga Tersembunyi di Tanah Terlarang. Pandangan Hung Fei semakin takjub dengan kemampuan muridnya, dalam hatinya ia benar-benar merasa yakin bahwa Long Guan merupakan pemilik jiwa yang sesungguhnya dari Dewa Pelindung Qiu Long. Tak cuma mampu menyerap Mustika Naga, tapi ia juga mampu menerapkan Teknik Naga Tersembunyi pada kultivasi nya.


"Alam Spiritual sebentar lagi akan gempar dengan kehadiran dirinya" senyum Hung Fei dengan lembut memperhatikan sikap Long Guan yang kini tengah meningkatkan kekuatannya.


Setelah dikira cukup, Long Guan membuka kedua matanya, tubuhnya memiliki kekuatan yang dahsyat seolah hendak menerobos kapan saja.


"Kelihatannya kamu tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari teknik tersebut dan kini sudah berhasil" ucap Hung Fei penuh semangat sambil tersenyum.


"Terimakasih guru atas kebaikan dan bimbingannya selama ini" Jawab Long Guan dengan hormat.


Melihat bakatmu, sepertinya dunia fana ini sudah tidak bisa menampung dirimu, cepat atau lambat dirimu akan menarik perhatian beberapa kekuatan besar, mereka tidak selalu berniat baik, bahkan bisa saja membunuhmu karena khawatir bakatmu akan merusak harapan mereka di masa depan.


Selain itu kamu ditakdirkan sebagai pembeda, sebagai penguasa yang akan melindungi Alam Dewa" ungkap Hung Fei tanpa menutupi kebenaran yang ada.


"Sebaiknya kamu segera bergegas ke Alam Spiritual dan bergabung ke Sekte Pedang Bintang mewakili identitasku" ucap Hung Fei cukup serius.


"Kenapa guru tidak ikut bersamaku?" tanya Long Guan penasaran.


"Selain itu, kelak kau akan mengerti. Jika Dewa Pelindung Qiu Long sudah dibangkitkan maka aku secara otomatis akan terpanggil ke Alam Spiritual" ungkap Hung Fei.


Ada sisi haru dalam hati Long Guan, memang selama ini ia memikirkan istri dan ketiga anaknya. Namun ucapan Guru Hung Fei membuatnya lebih tenang untuk segera memasuki Alam Spiritual.


Setelah segala sesuatunya dirasa cukup baik, Long Guan melepaskan jabatannya sebagai Ketua Sekte Pedang Angin, sesuai kesepakatan dalam pemilihan antar para Tetua, maka dipilih lah Tetua Jian Kang sebagai Ketua Sekte Pedang yang baru.


Long Guan akhirnya berpamitan kepada seluruh keluarga dan orang-orang terdekatnya. Kemudian yang terakhir ia berencana menuju Kota Pelangi bertemu dengan keluarga Xie Annchi.


Long Guan tiba di Kota Pelangi tepatnya di halaman manor keluarga Xie. Kebetulan ayah Xie Annchi tengah berada di manor tersebut. Kedatangan Long Guan disambut hangat oleh seluruh anggota keluarga Xie.


"Salam hormat tuan Xie" Long Guan menangkupkan kedua tangannya saat melihat tuan Xie Bao yang kini mengarah kepadanya.


"Ketua, tidak usah terlalu formal. Anggap saja keluarga sendiri" Tuan Xie Bao segera membalas sapaan Long Guan.


Seolah mengerti maksud kedatangan Long Guan, tuan Xie Bao segera menuntun Long Guan menuju ruang kerja pribadi tuan Xie Bao yang kini berstatus sebagai Tuan Kota Pelangi.

__ADS_1


Dari dalam lemari kecil, ia mengeluarkan sebuah gelang giok yang cukup sederhana namun terkesan antik. Gelang giok berwarna hijau tersebut diserahkan kepada Long Guan.


"Ini adalah gelang giok warisan keluarga dari ibunya Xie Annchi, kelak berikan gelang ini kepadanya sebagai tanda restuku atas hubungan kalian" Ucap tuan Xie Bao sambil tersenyum lebar.


Namun Long Guan masih diam terpana, mendengar ucapan Tuan Xie Bao yang tiba-tiba.


"Baik tuan" Jawab Long Guan dengan gugup.


Long Guan bingung harus berkata apa mendapati situasi semacam ini.


"Kamu tidak usah khawatir, hubungan kamu dan Xie Annchi yang ambigu telah diceritakan oleh Xie Rong beberapa waktu yang lalu, namun aku tidak melarang hubungan kalian yang memang sudah mendapat restu dari istrimu, setidaknya putriku bukanlah wanita yang merebut suami orang" Tuan Xie berkata sambil menepuk bahu Long Guan.


Keduanya tampak akrab lalu berbincang sebentar sebelum Long Guan kembali ke kediamannya untuk pamit kepada istri dan anak-anaknya.


Tiba di kediamannya, Long An, Long Chen dan Meilin sudah berdiri menyambut Long Guan, setelah diberikan pemahaman oleh Jian Ling mereka bertiga tampak bangga memandang sambil memeluk Long Guan.


"Ayah tidak usah khawatir, kami akan menjaga ibu dengan baik" Ucap Long An sambil menyentuh hidungnya.


"Hahaha.. Anak ayah sudah besar sekarang" lalu Long Guan mengeluarkan beberapa gulungan untuk dibagikan kepada ketiga anaknya.


"Silahkan kalian pelajari, jika tidak mengerti jangan sungkan bertanya kepada kakek Jian atau Kakek buyut Long" ucap Long Guan yang memeluk mereka kembali.


Jian Ling ikut menghamburkan diri dalam pelukan perpisahan itu.


"Kalian jaga diri, kelak aku pasti akan kembali menjumpai kalian. Untuk anak-anak ku kalian harus selalu mendengar apa kata ibu kalian, jangan pernah membantah satu kata pun, kalian adalah anak-anak yang cerdas dan kuat, suatu hari kalian akan menjadi pahlawan di dunia ini" ucap Long Guan mengakhiri perkataannya.


Setelah perpisahan yang mengharukan, Long Guan memberikan beberapa catatan tentang Tanah Terlarang serta keberadaan Guru Hung Fei secara rahasia. Long Guan tidak ingin berlama lagi khawatir tentang keberadaannya dan Api Abadi yang menjadi incaran pihak-pihak tertentu sehingga bisa membahayakan orang-orang terdekatnya, karena ia menyadari dirinya belum memiliki kekuatan yang cukup. Sehingga bisa dikatakan perpisahan ini sebagai jalan menempuh jalur bela diri.


Long Guan pamit lalu menghilang bersama portal teleportasi yang membawanya ke Tanah Terlarang, setelah menyampaikan ucapan perpisahan kepada Hung Fei, kemudian Hung Fei mengeluarkan batu spiritual tingkat menengah dan tingkat tinggi dari dalam cincin penyimpanannya.


Hung Fei sebenarnya merupakan putra bangsawan dari keluarga Hung, ia menyerahkan sebuah token khusus keluarga Hung serta sebuah surat untuk disampaikan kepada ayahnya.


Tak beberapa lama kemudian, Hung Fei menciptakan portal dimensi penghubung dua alam antara dunia fana dengan alam spiritual. Long Guan akhirnya melangkah maju masuk kedalam portal dimensi, ia berangkat menuju Alam Spiritual.

__ADS_1


__ADS_2