
Long Guan tidak menyadari dengan apa yang terjadi di sekitarnya, ia masih duduk sila dan memejamkan matanya. Pada kondisi ini, ia masih larut dalam kultivasinya.
Setelah beberapa saat kemudian, ekspresi Long Guan berubah, Ia merasakan energi dalam tubuhnya melonjak dengan sangat mengerikan.
Pada titik ini Long Guan sudah menyerap Mustika Naga yang terakhir, kekuatannya sudah sangat kuat. Bahkan persepsi spiritualnya sudah bisa menjangkau seluruh Alam Spiritual. Ia dapat merasakan aura Penatua Agung Ang Bei yang berada di Sekte Pedang Bintang.
"Luar biasa" ucap Long Guan pelan.
Di dalam Gerbang Naga ia merasakan seluruh anggota kelompoknya sudah selesai melakukan kultivasi dan pelatihan mereka.
"Hmm..Kemuatan mereka sudah berkembang sangat kuat" ucap Long Guan sambil merasakan aura teman-temannya. Terutama kekuatan seseorang yang ia perkirakan adalah Xie Annchi.
Long Guan membuka matanya, lalu melangkah maju ke arah peti giok yang selama ini berada di hadapannya. Setelah memberikan penghormatan, Long Guan membuka peti mati tersebut.
"Krek"
Terdengar lapisan atas penutup bergeser, terlihat sebuah jasad yang masih utuh dengan pakaian berwarna putih. Di sampingnya terdapat sebuah pedang panjang dengan cahaya ungu.
"Hah?" wajah Long Guan terkejut, saat melihat wajah jasad yang terbujur kamu tersebut. Wajah orang itu sangat mirip dengan Long Guan, bahkan tinggi dan ukuran fisiknya benar-benar menyerupai dirinya.
"Bagaimana mungkin?" tanya Long Guan sambil menatap sosok tubuh di depannya.
Tatapan Long Guan menyapu ke arah sebelah kanan jasad tersebut, ia melihat ada sebuah gulungan lalu mengambilnya. Setelah membukanya, Long Guan mulai membaca.
"Aku tertidur entah sampai kapan, semuanya terasa melelahkan. Aku ingin berada di pangkuanmu walau sejenak, memiliki keturunan dan bermain bersama anak-anak. Sudah sejak lama aku memikirkanmu, tetapi hari itu, kamu merusak kepercayaanku dan mencelakakan diriku. Semuanya telah berubah, namun untuk yang terakhir aku harus melindungi kehidupan orang-orang. Aku tidak akan menyerah, tidak akan membiarkan rencanamu berjalan dengan mulus. Aku tetap hidup, jiwaku akan tetap utuh meski ragaku terpisah. Aku hanya yakin jika semua pasti akan ada balasannya, dan aku juga yakin jika suatu hari aku akan kembali mengambil jiwaku kembali. Aku datang menyerap Kristal Waktu, aku pergi untuk kembali"
Long Guan membaca isi surat tersebut sedikit bingung, namun ia yakin hal ini terkait dengan takdirnya. Setelah menyimpan surat tersebut, Long Guan kembali memperhatikan peti mati tersebut.
__ADS_1
Ada sebuah kotak terbuat dari batu giok yang berada di samping kepala jasad tersebut. Long Guan lalu mengambilnya dan membukanya. Ada sebuah Kristal bening transparan serta sebuah cincin penyimpanan.
"Apakah ini Kristal Waktu?" gumam Long Guan dalam hati.
Untuk mengobati rasa penasarannya, ia mengambilnya lalu berusaha untuk menyerapnya.
Tanpa menunggu waktu lama, Kristal yang berwarna bening tersebut langsung terserap dan masuk ke dalam tubuh Long Guan.
Pada saat ini jiwanya seperti merasakan sesuatu yang berbeda. Waktu yang berada di sekitarnya terasa berputar dengan sangat lambat, bahkan Long Guan dapat merasakan gelombang udara yang merambat.
Kejadian tersebut terus berlangsung sangat lama, dalam ingatannya ia tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu. Dalam satu pandangannya ia kini bisa merasakan dunia berputar, butiran debu yang semula terbentuk kini berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan menghilang dalam kehampaan.
"Apakah ini kekuatan menarik waktu?" pikir Long Guan yang mulai tersadar kembali.
Waktu yang sudah ia lewati terasa kembali ke titik dimana ia baru saja akan memulai menyerap Kristal berwarna bening.
Namun tanpa diduga oleh Long Guan ia kini bisa menarik mundur waktu yang sudah berlalu.
Setelah berhasil menyerap Kristal tersebut, tubuh Long Guan terasa semakin kuat. Ia sudah tidak tahu pada ranah apa kekuatannya berada.
Long Guan menarik napas dan memikirkan sesuatu, tiba-tiba semuanya berhenti bergerak. Udara dan partikel lainnya bisa ia lihat dengan jelas. Setelah beberapa saat ia menjentikkan jari, udara kembali bergerak dengan normal.
"Sangat menakutkan, apakah ini kekuatan sebenarnya dari hukum ruang dan waktu?" batin Long Guan.
Tiba-tiba di dalam ingatan Long Guan mengalir banyak memori baru. Alam Kehidupan yang terasa asing, adanya pertarungan besar serta berbagai kisah kehidupan. Ada bayangan seorang wanita yang meracuninya dan orang-orang yang menyerangnya secara bersamaan.
"Apa ini? Siapa sebenarnya aku?" berbagai pertanyaan hadir di pikiran Long Guan yang lain.
__ADS_1
Bayangan sosok leluhur Long Tian juga tergambar dengan jelas, namun sosok Long Tian muncul hanya sesaat. Juga ada pasukan serta peperangan melawan iblis. Perang antar suku dan pedang cahaya ungu yang menebas setiap kepala musuh. Orang yang berdiri dan menghunuskan pedang adalah dirinya sendiri. Long Guan melihat sosok dirinya dalam setiap kejadian, lebih tepatnya jasad pria yang berada di depannya.
"Siapa aku?" tanya Long Guan dengan bingung.
Namun bayangan demi bayangan terus melintas, hingga ke satu titik barulah Long Guan tersadar.
"Ini adalah ingatan Dewa Pelindung Qiu Long"
ucap Long Guan pelan.
"Berarti yang di depanku adalah wujud asli Qiu Long yang selama ini menghilang" gumam Long Guan.
"Lalu leluhur Long Tian selama ini adalah bentuk lain dari jiwa Qiu Long" ucap Long Guan pelan.
"Pantas saja aku memiliki darah murni" ucap Long Guan lagi.
"Ternyata semua saling berhubungan dan seperti sudah diatur jika aku pada akhirnya akan datang ke tempat ini" pungkas Long Guan.
Setelah semuanya stabil, Long Guan mengambil cincin spiritual, setelah meneteskan darahnya cincin tersebut bereaksi. Ada cahaya ungu dan merah yang menyatu dan keluar dari cincin tersebut.
Setelah beberapa saat, Long Guan memakainya dengan melepaskan cincin lamanya. Di dalam cincin tersebut banyak sekali harta karun yang menggunung. Emas, batu energi serta barang-barang lainnya tersimpan dengan rapi. Dimensinya yang sangat luas membuat Long Guan takjub. Namun yang aneh adalah Long Guan dapat mengetahui letak dan jumlah barang-barang yang terdapat di dalamnya.
Ada sebuah kitab yang menarik Long Guan, ia mengeluarkannya dan membacanya. Hanya sekali baca, isi kitab itu langsung terserap dalam ingatan Long Guan. Seperti sudah ada sebelumnya, Long Guan hanya terkesan mengulang isi kitab tingkat terakhir hukum ruang dan waktu. Semuanya ada dalam ingatannya, bahkan kini ia bisa dengan mudah kembali ke Alam Fana dengan mudah, bahkan ia juga bisa memutar waktu kembali dimana ia mau.
Mata Long Guan berbinar, ia bisa kembali ke Kota Pelangi dan bertemu dengan keluarganya. Selain itu Long Guan bisa naik ke Alam Surgawi, tingkatan dimana Qiu Long berasal. Namun untuk saat ini Long Guan hanya fokus pada sesuatu yang terkait dengan kehidupan pribadinya.
Dengan kekuatan yang ia miliki saat ini, Alam Spiritual tampak terlihat kecil di hadapan Long Guan. Kekuatan barunya telah berada pada tahapan Dewa Surgawi, memungkinkan dirinya melindungi dua Alam sekaligus.
__ADS_1
Dalam memorinya, Alam Surgawi atau Alam yang ketiga belum sempat ia kuasai, penghianatan istrinya dan saudaranya telah membuat dirinya terpecah menjadi seperti saat ini.