Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Aula Perbendaharaan


__ADS_3

Bukit Kelima berhadapan langsung dengan Gunung Jari Sakti, terdiri dari enam Bukit Kecil yang ditumbuhi rumput-rumput halus yang berwarna hijau menambah kesan subur diantara pohon-pohon tua yang berusia ribuan tahun dengan daun yang rimbun menutupi sinar matahari.


Di tiap Bukit Kecil terdapat Gua dan tempat berlatih para murid, Bukit Kelima memiliki sejarah sebagai tempat berkumpulnya Empat Dewa tertinggi Alam Spiritual, meskipun itu hanya mitos namanya tetap diabadikan menjadi Pegunungan Empat Dewa.


Bukit Kelima belum pernah diisi oleh murid, sebelumnya Tetua Hung Fei yang masih muda tidak memiliki murid seorangpun, itu karena kemampuannya dalam memahami Hukum Ruang dan Waktu adalah kemampuan yang bersifat khusus.


Bahkan hingga saat ini di Alam Spiritual hanya Tetua Hung Fei yang dapat menguasai teknik tersebut, hal itu pula yang membuat dirinya diangkat menjadi Tetua Kelima dalam usianya yang masih tergolong muda.


Setelah Patriark Han Zao meninggalkan Bukit Kelima, ada perasaan rumit di wajah Long Guan. Bahkan pikirannya menjadi kacau bingung harus berkata apa. Ia bukan tak sanggup dalam dua tahun untuk mengembangkan murid-murid yang tinggal bersamanya, namun keadaan tersebut sangat mirip dengan situasi di Dunia Bawah saat Long Guan mengambil alih Sekte Pedang Angin.


Matahari mulai bersinar terik, namun udara sejuk di Pegunungan Empat Dewa membuat tubuh tetap bersemangat melakukan aktivitas. Para murid juga masih berkumpul di sekitar lapangan bela diri, setelah peristiwa beberapa waktu lalu serta pemandangan kedekatan Long Guan dengan Patriark Han Zao telah menimbulkan kesalahpahaman di hati para murid.


Mereka berpikir bahwa Long Guan merupakan murid istimewa Sekte Pedang Bintang, namun dalam hal ini mereka tidak berani untuk mengungkapkan atau bertanya secara langsung.


Di depan tiga ratus orang murid dengan ranah Semesta Tingkat Pertama, Long Guan berkata, “Mulai besok pagi-pagi sekali kalian akan berkumpul kembali di sini. Namun sebelum kalian boleh beristirahat, aku ingin membagi kelompok. Tiap kelompok berjumlah lima puluh orang” Long Guan lalu menunjuk delapan belas murid yang sebelumnya telah bergabung.


Ada enam bukit kecil yang masing-masing akan diisi lima puluh orang murid ditambah dengan tiga orang murid sebelumnya di setiap bukit. Sedangkan dua orang murid wanita yang diketahui sebagai kakak beradik akan berada di Bukit Utama menemani Long Guan.


“Selama enam bulan ini, kalian setiap hari akan berkumpul dan berlatih di sini di bawah pengawasanku” Ucap Long Guan menyampaikan rencananya.


Setelah pembagian kelompok, mereka semua segera berpencar ke masing-masing Bukit Kecil untuk mereka tempati. Sementara dua orang murid wanita yang diketahui bernama Yu Nuan dan Yu Nuwa tetap bertahan di Bukit Utama, mereka mendiami tempat tinggal khusus di dalam Bangunan yang akan menjadi tempat Alkimia, kemarin Long Guan baru saja mengorek informasi dari masing-masing murid terkait dengan potensi dan bakatnya.


Diketahui bahwa Yu bersaudara sangat tertarik terhadap ilmu pengobatan. Sebelumnya Yu Nuan dan Yu Nuwa merupakan bagian dari Murid Luar di Bukit Keenam. Namun beberapa bulan lalu mereka berdua diusir dari Bukit Keenam karena bakat mereka yang tidak berkembang selama beberapa tahun terakhir.


Sekte Pedang Bintang memiliki peraturan yang sangat ketat, degradasi merupakan bagian komitmen yang sudah disepakati bersama. Menoleh ke arah Yu bersaudara, Long Guan memberikan mereka sebuah gulungan yang berisi tentang wawasan bahan-bahan herbal serta manfaatnya.


“Kalian pelajarilah baik-baik isinya, malam ini kalian sudah harus mencoba memahami dengan belajar yang baik. Besok pagi kalian sudah harus berlatih menempa fisik agar tubuh dan jiwa kalian menjadi kuat." Ucap Long Guan.

__ADS_1


Kedua kakak beradik itu tercengang, gulungan yang mereka buka dan baca tentang pemahaman alkimia terasa berbeda dengan catatan yang tersedia di Perpustakaan Bukit Keenam maupun Perpustakaan Sekte.


Pada gulungan yang Long Guan berikan, terdapat catatan yang sangat lengkap, penjelasan detail serta kesimpulan terhadap suatu inovasi pemurnian Pil. Ekspresi Yu Nuan berubah, tapi dia berusaha untuk tetap tenang di balik wajah cantiknya.


Tentu saja, Long Guan juga dapat merasakan perubahan di wajah Yu bersaudara, namun Long Guan cuek dirinya hanya berpikir kelak kedua kakak beradik itu dapat memenuhi ekspektasinya sebagai alkemis Bukit Kelima.


Diperhatikan Long Guan, wajah Yu Nuan memerah. Alhasil, dia dan adiknya tidak bisa berlama-lama berada di depan Long Guan. "Saudara Guan, kami pamit ingin mempelajari catatan ini dengan segera" ucap Yu Nuan sambil menarik tangan Yu Nuwa.


Long Guan menggaruk kepalanya dan berkata, "Jika demikian, silahkan kalian mempelajarinya. Sepertinya kalian tertarik dengan hal-hal yang terdapat dalam catatan itu.


Aku pikir sebaiknya kalian dapat menguasainya dan menciptakan peluang untuk mengubah hidup, jadi mari kita berjuang bersama.


Yu Nuan berkata dangan tersenyum sebelum beranjak pergi, "Kami akan mencobanya nanti, catatan ini akan menghemat banyak masalah".


Dibandingkan dengan Jian Ling dan Mei Shin di Alam Fana, kemampuan Yu bersaudara belum teruji. Ada sedikit rasa optimis, " Aku akan belajar dari sebelumnya, mengandalkan sumberdaya Alam Spiritual bukanlah suatu kerugian".


Hari menjelang sore, berita tentang Bukit Kelima yang memiliki pengaturan baru segera tersebar ke Seluruh Sekte Pedang Bintang. Beberapa Ketua bahkan segera menghadap kepada Patriark Han Zao menanyakan kebijakan ini.


Esok paginya, tiga ratus murid yang terdiri dari lima puluh orang wanita itu sudah berkumpul di lapangan bela diri Bukit Kelima.


Long Guan memberitahukan rencananya, berkata di depan ratusan murid yang kebanyakan usianya berada di atas Long Guan,


"Selama empat bulan ke depan kalian akan berlatih kekuatan fisik, tanpa menggunakan tenaga dalam sama sekali. Segala bentuk kecurangan akan ditindak tegas, selain itu perbuatan demikian hanya akan membodohi diri kalian".


"Ingatlah!


Usaha akan berbanding lurus dengan keberhasilan. Apakah kalian ingin selamanya menjadi orang tidak berguna?"

__ADS_1


Mereka terdiam mendengarkan ucapan Long Guan, dalam hati mereka tentu mengiyakan ucapannya.


"Jika kalian malas mengeluarkan keringat pada saat latihan, maka bersiaplah mengeluarkan darah dan air mata di masa depan" Suara Long Guan terdengar keras membakar semangat tiga ratus murid.


Serentak semua murid berteriak, berseru penuh semangat. Mereka sudah lelah dihina dan dibully, pada kesempatan ini mereka semua bersemangat untuk bangkit kembali.


Melihat antusiasme dari murid-murid yang lain, Long Guan tersenyum lebar, lalu berkata "Ingatlah, di pundak kalian ada orang-orang tercinta yang menanti dan berharap kepada kalian.


Jika kalian lemah, tentu mereka akan kecewa dan bersedih. Mulai kini, bulatkan tekad kalian, satukan semangat kalian membakar motivasi untuk mewujudkan harapan".


Gemuruh semangat memenuhi lapangan bela diri Bukit Kelima, kemudian Long Guan menyampaikan bentuk latihan fisik yang akan mereka jalani yaitu berlari memutari Bukit Kelima, lalu memindahkan batu-batu yang berada di Bukit Kecil.


Hanya Yu Nuan dan Yu Nuwa yang tidak mengikuti latihan fisik, mereka masih mendapatkan tugas untuk mendalami pengetahuan alkimia.


Long Guan hendak pergi namun ada sedikit kebimbangan, ia hendak menuju ke Aula Perbendaharaan. Melihat kebingungan Long Guan, Yu Nuan bertanya, "Saudara Guan, sepertinya ada hal yang membuatmu bingung?"


"Aku akan pergi ke Aula Perbendaharaan untuk mengambil beberapa sumberdaya" Jawab Long Guan ketika Yu Nuan bertanya. Yu Nuan dan Yu Nuwa saling memandang, dua kakak beradik itu menyadari mulai ada rasa ketertarikan terhadap Long Guan.


Keduanya penasaran ingin mengikuti Long Guan ke Aula Perbendaharaan, "Saudara Guan, bolehkah kami ikut bersamamu, kebetulan ini adalah pertama kalinya kamu kesana, aku khawatir akan membingungkan dirimu" Ucap Yu Nuan dengan tulus.


Aula Perbendaharaan terletak dekat dengan Bukit Utama Pertama, untuk kesana perlu melewati tiga Bukit Utama. Mendengar permintaan Yu Nuan, dirinya tidak merasa keberatan. Walau bagaimana pun juga ia baru pertama berada di Sekte, menghindari masalah yang tidak perlu tentu lebih baik.


Sinar matahari mulai membentuk bayangan setinggi ujung tombak saat mereka bertiga menuju Aula Perbendaharaan. Di sepanjang jalan, Long Guan memperhatikan banyak batu berukuran besar tempat para murid berkultivasi.


Beberapa diantaranya ditempati oleh murid yang tengah menyerap energi murni matahari. Perpaduan udara yang sejuk dengan sinar mentari pagi merupakan saat yang baik untuk berkultivasi.


"Saudari Nuan, apakah kita masih lama untuk tiba di Aula Perbendaharaan?" Tanya Long Guan setelah beberapa kali berbelok, ia memperhatikan beberapa Bangunan yang cukup luas di Sekte Pedang Bintang, ia kagum dengan luas Sekte yang sangat luas ini.

__ADS_1


"Seharusnya setelah belokan di depan kita akan tiba" Jawab Yu Nuan dengan senyum lembut. Ia memperhatikan Long Guan yang semenjak awal perjalanan memandang beberapa tempat dengan takjub. Yu Nuan juga tidak segan menjelaskan terhadap obyek yang menjadi perhatian Long Guan.


__ADS_2