
"Iya benar" jawab Long Guan singkat.
"Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepadamu. Hal ini terkait dengan Nona Yu Nuan" ucap Lin Mei sambil menggigit bibirnya.
"Ada apa?" tanya Long Guan dengan serius. Ada ekspresi kekhawatiran di wajahnya.
"Beberapa hari yang lalu sebenarnya ia sudah kembali ke Sekte, namun tidak dengan adiknya. Nona Yu Nuwa memilih mengurus bisnis keluarganya di Ibukota Zhenxun. Nona Yu Nuan sangat mengkhawatirkan dirimu, mendengar ada kekacauan pada saat kompetisi antar Sekte ia segera kemari meninggalkan Kota Zhenxun" ucap Lin Mei dengan ekspresi rumit.
Ia sendiri tahu jika ada hubungan yang tidak biasa antara Long Guan dengan Yu Nuan. Hanya saja hari ini, Long Guan sudah menentukan sikap dengan mengenalkan dua orang wanita kepada dirinya. Ia juga takut hal ini akan kembali melukai perasaan Yu Nuan yang begitu sensitif.
"Dimana ia sekarang?" tanya Long Guan dengan tenang.
Sebenarnya ia berusaha melupakan wanita tersebut, namun jika takdir harus membuatnya kembali berbagi maka ia tidak akan keberatan. Memang dari awal sudah menjadi salah dirinya yang telah memberi harapan.
Sebelum berangkat ke Puncak Abadi ia pernah membulatkan tekad terkait Yu Nuan. Maka hari ini ia akan menyelesaikannya dengan tuntas apapun yang terjadi.
"Ia ada di kediamanku, tentang dua orang wanitamu, aku juga belum menceritakan hal itu" jawab Lin Mei.
"Baiklah, bawa aku ke sana" pinta Long Guan.
"Ya, lekas ikuti aku" jawab Lin Mei sambil melangkah keluar.
Tidak lama kemudian, mereka tiba di sebuah bangunan mirip asrama yang terdiri dari tiga lantai. Di lantai ketiga adalah tempat Lin Mei tinggal, sebagai murid biasa ia tidak mendapatkan fasilitas seperti Long Guan.
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah mereka bergerak menuju kediaman Lin Mei, hanya ada satu kamar yang tidak terlalu luas namun cukup nyaman jika ditinggali oleh dua orang.
"Kamu, kamu baik-baik saja?" terdengar suara Yu Nuan saat melihat Long Guan bersama Lin Mei.
Seperti biasanya, Yu Nuan langsung menghamburkan diri ke dalam pelukan Long Guan.
__ADS_1
"Rambutmu kenapa?" tanya Yu Nuan sambil menyentuh rambut Long Guan dengan lembut.
"Aku baik-baik saja. Sedangkan rambutku seperti ini karena bertambahnya kekuatanku" jawab Long Guan dengan jujur.
"Kamu terlalu memaksakan diri" ucap Yu Nuan dengan suara yang berat. Air matanya kembali tumpah mengenai pakaian Long Guan.
"Sudah, kamu tidak usah cemas" ucap Long Guan sambil menyeka air matanya.
Lin Mei terpaku melihat adegan ini, ia benar-benar heran dengan kedekatan keduanya.
"Apakah kamu tahu jika aku sudah beristri?" tanya Long Guan sesaat setelah situasi mulai tenang.
"Ya, istrimu adalah Nona Hung Yin. Aku mengetahuinya baru-baru ini" jawab Yu Nuan dengan sedih.
"Tahukah apa yang membuatku sedih?" tanya Yu Nuan sambil menatap Long Guan.
"Tidak tahu" ucap Long Guan polos.
Sebagai seorang wanita, ia telah mengeluarkan senjata terkuatnya untuk meluluhkan lelaki. Meski demikian Long Guan memang sudah memiliki perasaan terhadapnya. Jadi semua ini akan menjadi bumbu pelengkap untuk perasaan keduanya.
"Maafkan aku, saat itu aku dan Hung Yin dalam keadaan sulit. Aku pun sebagai lelaki tidak bisa meninggalkan atas apa yang terjadi dengan kami sebelumnya" jawab Long Guan jujur.
"Saat ini, apakah kamu pernah mencintaiku?" tanya Yu Nuan dengan nada serius.
"Awalnya aku menganggap dirimu hanya sebagai teman dekat. Tetapi saat kamu pergi beberapa waktu lalu aku mengalami rasa kehilangan" jawab Long Guan.
"Dasar bodoh. Kamu terlalu naif untuk mengakui perasaanmu sendiri" ucap Yu Nuan sambil memukul dada Long Guan pelan secara berulang.
"Itulah kelemahanku, mungkin kehadiran kalian adalah buah kesabaran dari diriku yang lain" ujar Long Guan dengan tenang.
"Lelaki memang pintar mencari alasan" jawab Yu Nuan sambil memeluk erat kembali tubuh lelaki yang sangat ia cintai.
__ADS_1
"Huh" Long Guan menghela napas panjang, lalu dengan lembut ia mencium kening Yu Nuan.
"Aku tidak bisa mengatakan apapun, dengan satu tindakanku barusan ku harap engkau bisa mengerti" ucap Long Guan dengan pelan.
"Iya, terimakasih" jawab Yu Nuan dengan senang.
"Hmm.. Apakah kalian tidak menganggap diriku ada diantara kalian?" tiba-tiba terdengar suara protes dari arah belakang. Lin Mei berdecak kesal melihat keakraban dua insan di depannya.
"Iya maaf, terimakasih atas pertolongan mu juga" jawab Yu Nuan tersipu malu.
"Iya... Aku paham dengan kalian. Saudara Guan, cepatlah kau kenalkan Nona Yu Nuan kepada dua wanita mu. Aku mau lihat, apakah kamu masih bisa memamerkan kemesraan di depanku" ucap Lin Mei sambil tersenyum.
"Hah? Dua wanita?" tanya Yu Nuan dengan ekspresi kaget.
"Dia adalah wanita yang pernah aku ceritakan padamu, jika di sini ia dikenal dengan Dewi Phoenix Es" ucap Long Guan cepat, ia tidak mau Yu Nuan salah paham lagi.
"Oh benarkah? Dewi Phoenix Es adalah wanita yang ingin aku temui. Ternyata ia adalah calon kakakku" ujar Yu Nuan dengan terus terang.
"Aku akan membawa mu ke kediamanku sekarang. Mulai kini dan seterusnya kamu akan ikut denganku" ucap Long Guan kepada Yu Nuan.
"Baik gege" jawab Yu Nuan dengan gembira.
Setelah ia membereskan perlengkapannya, ia dan Long Guan pamit untuk kembali ke kediaman pribadinya.
Setelah tidak beberapa lama keduanya tiba di tempat tujuan.
"Gege siapa wanita yang bersamamu?" tanya Hung Yin dengan nada penuh kecurigaan.
Sementara Xie Annchi hanya terdiam, saat ini ia sedang dalam kondisi pemahaman. Teknik memadatkan energi Qi yang diberikan Long Guan membuatnya serius dalam mempelajarinya. Kekuatannya sangat tinggi, jika dikonversi ke alam bawah butuh proses yang tidak mudah.
"Ini adalah Yu Nuan, ia juga berasal dari Kota Zhenxun. Ia dan aku sama-sama murid Sekte Pedang Bintang. Hubungan aku dan dia sulit untuk aku bicarakan. Namun aku memiliki perasaan yang hampir sama denganmu" ucap Long Guan dengan sedikit memutar kata.
__ADS_1
Ia sendiri bingung harus menjelaskan apa di depan Hung Yin dan Xie Annchi. Namun semuanya sudah seperti ini tidak mungkin bagi Long Guan untuk melepaskan salah satunya. Mereka semua memiliki cerita tersendiri, seperti Yu Nuan yang selalu menunggu dan mencintai Long Guan tanpa syarat.