
Dengan tatapan penuh kekaguman, pandangan Tetua Ang Bei kini berubah terhadap Long Guan. “Baiklah aku akan bercerita, Tuan Long Tian adalah adalah Komandan Pasukan Pelindung dari Alam Surgawi.
Keberadaan jauh lebih tinggi dari kami yang berada di sini, Tuan Long Tian dan tiga orang sahabatnya sempat tinggal di Gunung Empat Dewa tepatnya di Bukit Kelima yang kini kau tinggali, dinamakan Gunung Empat Dewa terkait hal itu.
Mereka berempat merupakan para Komandan Pasukan Pelindung yang sangat disegani, peninggalan Tuan Long Tian sangat banyak di Sekte Pedang Bintang, diantaranya jurus dan teknik bela diri tingkat tinggi berasal dari Tuan Long Tian” Ucap Tetua Ang Bei penuh semangat.
“Dewa Qiu Long disebut sebagai Dewa Pelindung karena posisinya sebagai pendiri pasukan tersebut serta pemilik otoritas tertinggi di Klan Naga. Cuma setelah insiden perselisihan diantara 9 Naga, ia menghilang dengan jiwa dan keahliannya menjadi 7 buah Mustika.
Hanya keturunan yang memiliki darah murninya yang akan membangkitkan jiwa dan kekuatannya untuk kelak kembali bereinkarnasi” Ucap Tetua Ang Bei dengan cukup detail menceritakan Leluhur Long Tian.
“Tunggu sebentar!”
Tiba-tiba Tetua Ang Bei teringat sesuatu, “Kalau tidak salah Hung Fei itu adalah bagian dari prajurit pasukan pelindung yang berada di bawah komando Tuan Tian”. Mendengar ucapan yang baru saja dikatakan, membuat Long Guan terkejut.
“Pantas saja Guru Hung Fei dengan mudah memberikanku kitab hukum ruang dan waktu, Mustika Naga serta Api Abadi” Berarti ini ada hubungannya. Long Guan mendapat pencerahan yang selama ini mengganggu pikirannya, ia mulai menghubungkan semua peristiwa yang terjadi.
Hingga fajar menyingsing Long Guan mendengarkan cerita dan sejarah Alam Spiritual dari Tetua Ang Bei, Sekte Pedang Bintang yang kini terus merosot prestasinya menjadi perhatian Long Guan.
Setelah dirasa cukup, Long Guan izin pamit, "Tetua, terimakasih atas pengetahuan yang Tetua sampaikan, murid ini tidak akan melupakannya" Ucap Long Guan dengan sopan. "Jaga dirimu dengan baik, teruslah berlatih. Jika kamu memiliki waktu luang sering-seringlah berkunjung ke tempat ini" Jawab Tetua Ang Bei. "Baik Tetua, aku pasti akan kemari lagi" Jawab Long Guan.
Saat matahari mulai bersinar, Long Guan sudah tiba di kediamannya. Ia segera membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan setelan berwarna biru.
__ADS_1
Semenjak mengalami penerobosan semalam, kulitnya menjadi semakin halus dan putih. Tubuhnya menjadi lebih tegak, seperti tumbuh beberapa centi meter, tulang Kaisar Naganya terus berkembang seiring bertambahnya kekuatan kultivasi Long Guan.
Bahkan Api Abadi yang berada dalam tubuhnya juga semakin kuat, seperti memiliki tubuh fisik, Api Abadi ikut tumbuh dan menyerap esensi energi spiritual.
Hari ini ia teringat untuk bertemu dengan Patriark serta para Tetua untuk membuktikan Pil buatannya.
Semenjak kepergian Long Guan, Yu Nuan dihinggapi rasa bersedih yang mendalam. Saat melihat Long Guan berdiri di hadapannya, ia tidak menahan untuk segera menghamburkan diri memeluk Long Guan.
Air mata keresahannya kembali tumpah membasahi kedua pipinya. Long Guan sedikit tertegun, namun ia tidak mengurai pelukan Yu Nuan. Ia dapat merasakan bajunya sedikit basah terkena air mata Yu Nuan, ada kehangatan yang menghiasi hati Long Guan.
"Kamu kemana saja, apakah kamu senang membuatku cemas?" Ucap Yu Nuan dengan sedikit canggung, hubungan keduanya masih sebatas pertemanan namun mereka seperti sudah memiliki rasa keterikatan.
"Aku baik-baik saja, maaf telah membuatmu khawatir" Ucap Long Guan lembut, sambil mengusap kepala Yu Nuan.
Long Guan bukanlah seseorang yang tidak memiliki perasaan, ia merasa iba dengan wanita yang kini berada dalam dekapannya. Ia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi atau menjanjikan sesuatu tentang masa depannya. "Maafkan aku" Ucap Long Guan kembali, sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Yu Nuan. Dalam waktu yang cukup lama, keduanya hening terlarut dalam perasaan yang sama, seperti yang dirasakan.
Setelah mereka usai bertanya kabar dan bercerita, Yu Nuan berjalan menuju Aula Alkimia menyiapkan beberapa peralatan yang akan dibawa oleh Long Guan ke Aula pertemuan Sekte Pedang Bintang. Sedangkan Long Guan melangkah menuju Lapangan bela diri untuk mengetahui perkembangan kawan-kawannya.
Long Guan memperhatikan ratusan murid yang kini berlatih di Lapangan bela diri, sudah seminggu lebih mereka melakukan latihan yang sangat keras. Tak ada pilihan lain bagi Long Guan untuk meningkatkan kekuatan mereka, tubuh mereka harus memiliki daya tahan yang kuat melalui pelatihan fisik yang maksimal.
Memang terlalu kejam, tapi selama ada tekad yang kuat hal itu tidaklah mustahil. Pagi ini ratusan murid sudah mulai bisa berjalan dan bergerak normal, membuat Long Guan merasa yakin rencananya akan berjalan normal. Melihat Long Guan yang tengah memperhatikan mereka, salah satu murid bersorak gembira dan menghebohkan yang lainnya.
__ADS_1
Sosok Long Guan telah menjadi pribadi yang disanjung oleh para murid yang tinggal di Bukit Kelima, dalam diri mereka sudah timbul keyakinan yang sangat besar untuk mennjalani perubahan.
Bersama Long Guan mereka yakin, apa yang dijanjikan sebelumnya akan dapat terwujud.
“Lihat, senior Long Guan!”
Panggilan mereka kini sudah berubah, status Long Guan sudah mereka anggap sebagai seorang senior yang mampu melindungi mereka. Para murid yang tengah berlatih segera menoleh ke arah Long Guan, namun Long Guan hanya mengangkat tangannya sambil mengangguk. Ia tidak mau kehadirannya mengganggu mereka latihan.
Beberapa saat kemudian, Yu Nuan sudah selesai menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan lalu tanpa menunda waktu lagi Long Guan segera berangkat Ke Aula Sekte Pedang Bintang.
Di Aula Sekte, Patriark tengah berbicara dengan para Tetua membahas Long Guan. Wang Xuemien pada saat ini berencana ingin mempermalukan Long Guan, rasa sakit hati dan malunya telah mengkristal semakin kuat menjadi kebencian. “Hari ini biar orang-orang tahu, bahwa kamu hanyalah pembual besar!” Ucap Tetua Wang Xuemien dalam hati.
“Salam hormat Patriark, salam hormat para Tetua” Ucap Long Guan dengan hormat saat langkah kakinya sudah memasuki Aula. Ia tampak tenang dan auranya lebih kuat dari sebelumnya, sebagai praktisi bela diri tentu mereka dapat melihat kekuatan Long Guan.
“Ya, selamat datang” Ucap Patriark singkat. Lalu Patriark Han Zao berkata, “Long Guan, apakah benar kamu mengatakan bahwa Pil buatan Bukit Keenam mengalami kegagalan?” Tanya Patriark dengan penuh selidik. Para Tetua terdiam dan mendengarkan dengan serius ucapan Ketua Sekte.
“Mohon maaf, apabila hal yang telah kusampaikan pada murid-murid di Bukit Kelima telah menyebar dengan liar”. Ucap Long Guan memulai ucapannya. Namun Tetua Wang Xuemien langsung menyela,
“Huh, dasar pembual!”
“Bilang saja jika ucapanmu hanya mencari sensasi dan tidak mendasar, bocah kemaren sore hanya bisa bikin gara-gara!” Ucapan Tetua Wang Xiemien cukup keras dan dipenuhi nada penuh emosi.
__ADS_1
“Aku tidak pernah mengatakan sesuatu yang tidak mendasar, aku tidak akan mengatakan sesuatu yang tidak aku ketahui ilmunya” Ucap Long Guan dengan tenang. Ia lalu mengeluarkan tiga botol porselen yang masing-masing berisi Pil.