Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Menguasai Api Abadi


__ADS_3

Melihat api abadi berada dihadapannya, Long Guan sangat terkejut.


“Kamu jangan terjebak oleh tampilan fisiknya yang hanya seukuran kepalan tangan, dalam wujud aslinya ia akan menjadi lebih ganas dari larva gunung Merapi sekalipun. Bentuk yang kau lihat di depanmu adalah bentuk spiritualnya” ucap Hung Fei membuyarkan lamunan Long Guan.


“Jika kamu berhasil menaklukannya, maka setiap teknik yang kau gunakan bisa mengeluarkan api yang sangat ganas, hanya dengan menjentikkan jarimu seorang kultivator alam semesta sampai dengan tahap ketiga akan menjadi debu.” lanjut Hung Fei menjelaskan kelebihan Api Abadi.


“Apa bisa sehebat itu?” tanya Long Guan tak percaya.


“Plak!"


"Dasar murid bodoh, masa iya gurumu membual”


Hung Fei memukul bahu Long Guan sambil segera menyuruhnya untuk segera menyerap api spiritual tersebut.


Kemudian Long Guan mengambil posisi duduk lotus, dengan kemampuannya bertelekinesis, ia mencoba menangkap api spiritual tersebut yang tampak jinak.


Namun api tersebut terus menghindar dan dapat mematahkan hasrat jiwa Long Guan. Padahal sebelumnya Long Guan merasa sangat yakin dengan kemampuan jiwanya. Namun hal itu tidak berarti apa-apa dihadapan api abadi.


Long Guan tampak terkejut, butiran keringat sudah membasahi bajunya akibat mengeluarkan energi yang cukup besar. Beberapa kali percobaannya yang gagal tidak membuatnya menyerah, lalu ia berdiri dan berjalan mendekati api abadi.


Kali ini ia ingin mengandalkan kekuatan tubuhnya untuk menaklukan api tersebut.


"Hai, berhenti!"


Apa yang akan kamu lakukan?"


Teriak guru Hung Fei sangat khawatir dengan tindakan nekat muridnya.


"Guru tenang saja, aku takkan melampaui batasanku" ucap Long Guan menjawab kekhawatiran gurunya.


Ada rasa nyaman saat Long Guan mendapatkan perhatian seperti ini. Ia semakin mendekat ke api abadi, rasa panas yang biasa menghinggapi kultivator lain bahkan meski itu Hung Fei sekalipun tidak berasa apapun pada tubuh fisik Long Guan, ia merasa nyaman dan dapat menyentuh api abadi tanpa kesulitan.

__ADS_1


Pemandangan ini membuat Hung Fei hampir gila, ia tidak menyangka api abadi yang begitu ganas bisa ditaklukkan begitu mudah oleh Long Guan hanya dengan tubuh fisiknya saja.


Dirinya saja yang sudah berkali-kali mendekati api abadi terasa tubuhnya mau hangus terbakar. Namun hingga ia putus asa dan beranggapan bahwa hanya orang yang ditunjuk yang bisa menerima api tersebut.


Pemandangan selanjutnya Long Guan tampak menyentuh api tersebut dan mulai menyerapnya. Long Guan merasakan tubuhnya seperti terbakar hebat, dalam waktu yang singkat, tubuhnya sudah mengejang.


Rasa panas dalam tubuhnya terus menyebar ke seluruh tumbuhnya, matanya melotot dan teriakan kesakitan keluar dari dalam mulutnya.


Hung Fei yang melihat pemandangan tersebut menjadi sangat panik, ia tidak menduga jika sebelumnya tampak baik-baik saja kini berubah seperti semacam malapetaka.


Baru saja Hung Fei hendak melakukan penyelamatan, namun tangan kanan Long Guan terangkat memberikan tanda agar gurunya tidak usah khawatir.


"Anak ini benar-benar memiliki tekad yang kuat, bahkan dirinya yang sudah diujung kematian saja masih tidak peduli pada dirinya sendiri" gumam Hung Fei dalam hati.


Tak lama kemudian kondisi Long Guan mulai stabil, energi panas yang di timbulkan dari api abadi kini sudah mulai bisa beradaptasi dengan kekuatan Long Guan.


Hal ini dikarenakan titik energi yang berada di dalam Dantian Long Guan terus menembakkan energi untu mengendalikan api tersebut, adanya dua energi yang saling melengkapi membuat tubuhnya dengan cepat kembali normal.


Kini Long Guan kembali tenang dalam posisi duduk lotus, ia sedang berusaha menstabilkan energi dalam tubuhnya.


Dalam beberapa tarikan nafas, senyum cerah tersungging di wajahnya. Long Guan merasakan kehadiran api abadi dalam tubuhnya mengisi ruang Dantian keduanya yang kini tampak tumbuh membesar.


"Long Guan, kamu sudah berhasil menyerap api abadi, awalnya aku hanya ingin mengobati rasa penasaran ku padamu, namun setelah hari ini semua dugaan ku tentang mu adalah benar. Kelak kamu akan menjadi orang besar, dunia bawah ini takkan cukup menampung potensimu" ucap Hung Fei dengan penuh keterkejutan.


Namun dalam hatinya ia merasa bangga bahwa muridnya ini kelak akan menjadi penguasa alam spiritual.


Lalu Hung Fei mendekati Long Guan, menyentuh dahinya dan menyuntikkan seberkas cahaya yang berisi beberapa informasi bela diri tangan kosong dan berpedang.


Ada teknik Jari Api dan Teknik Pedang pembunuh iblis. Hung Fei juga menyerahkan sebuah pedang berukuran panjang 1,30 Meter dengan lebar 20 Centi meter serta sebuah lencana giok berwarna perak dengan logo tiga bintang.


"Apa yang perlu aku ajarkan sudah kuberikan padamu, aku juga sudah memberikan dua buah jurus tingkat tinggi Sekte Pedang Bintang dalam ingatanmu.

__ADS_1


Pedang dan lencana ini juga kuberikan kepadamu sebagai identitasmu menjadi muridku sekaligus bagian dari Sekte Pedang Bintang. Kelak jika kau berada di alam spiritual tolong sampaikan salamku pada pemimpin sekte yaitu Patriark Han Zao" ucap Hung Fei yang membuat Long Guan sedikit tertegun.


"Sekarang sudah saatnya kamu kembali ke Sekte, tampaknya anak buah Azazil sedang berbuat masalah. Aku tidak bisa membantu mu karena statusku sebagai penghuni Alam Dewa.


Akan terjadi ketimpangan alam dan akan menimbulkan kekacauan yang lebih besar jika aku melanggarnya." ucap Hung Fei memberi penjelasan kepada Long Guan.


Setelah Long Guan tersadar dari keterkejutan ia segera bangkit mendengar adanya kekacauan.


"Jika kamu ingin menuju alam spiritual kembalilah kemari" ujar Hung Fei menutup pertemuan mereka.


"Baik guru, terimakasih atas segala bimbingan mu selama ini" ucap Long Guan sambil berlutut sebelum dirinya menghilang di telan pusaran teleportasi.


****


Sekte Pedang Angin


Hampir dua bulan semenjak Long Guan memasuki Tanah Terlarang, kini perut Jian Ling mulai tampak membuncit.


Kehamilan Jian Ling yang sudah memasuki usia lima bulan membuat dirinya kian mempesona, selama kepergian Long Guan ke Tanah Terlarang dirinya seringkali ditemani oleh Xie Annchi.


Ada banyak kecocokan sifat diantara mereka berdua, baik dalam segi pemahaman obat-obatan maupun sikap keseharian.


Mereka selalu bersama tampak seperti kakak beradik, meskipun di paviliun obat ada Mei Shin namun hubungan mereka tampak lebih formal.


Saat ini di Aula Pertemuan sekte tengah terjadi musyawarah antara lima Yetua. Mereka sangat serius membahas isi surat dari Kaisar Qin, ada dua poin yang menjadi topik pembahasan.


Yang pertama adalah mengenai kekalahan Pasukan Istana Qin tanpa perlawanan di Kota Pelangi, dalam hal ini Tetua Xie Rong menanggapi sangat serius.


Walau bagaimanapun juga Kota Pelangi memiliki sejarah Panjang ratusan tahun keluarga Xie.


Hal kedua adalah meminta bantuan dari Sekte Pedang Angin untuk menghadapi pasukan iblis.

__ADS_1


Setelah berdiskusi cukup lama mereka belum bisa memutuskan untuk mengirim pasukan yang terdiri dari para murid.


Di tengah kebingungan mereka, tiba-tiba sebuah gelombang berbentuk pusaran energi hadir di ruang aula pertemuan. Tampak wajah kepanikan dari para Tetua yang segera mengambil sikap sedia waspada.


__ADS_2