Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Berkunjung Ke Kediaman Keluarga Wang


__ADS_3

Sementara dari kejauhan, Lin Jiuquan tercengang. Dia membeku di tempat, otaknya berputar mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi di depannya.


Untuk beberapa saat ia merasa linglung dan tidak mengerti tentang beberapa hal. Belum satu hari ia mengenal pemuda di depannya, namun pemuda tersebut telah membuat kegemparan di Kota Dengfeng.


Kekuatan Keluarga Wang telah hancur hampir keseluruhan, ini merupakan pukulan telak bagi Keluarga Wang. Setelah kehilangan Patriark dan sesepuhnya, kini mereka kembali kehilangan tiga orang Tetua.


Sekarang jelas sudah identitas murid yang bernama Long Guan. Lin Jiuquan melirik cucunya yang masih bersembunyi. Dalam hatinya ia berkata, “Langit memberkatimu nak, mengirim seorang pendekar kuat untuk membuka jalan cita-citamu”


Lin Mei masih bersembunyi di sudut pohon besar, ia tidak berani keluar.


“Mei’er semuanya sudah berakhir, mari kita hampiri tuan Long Guan” ajak Lin Jiuquan kepada cucunya.


Lin Mei berjalan di belakang kakeknya, ia sedikit memejamkan mata melihat sosok mayat di depannya. Lin Mei juga memindai sekitarnya, ia tidak dapat menemukan yang lainnya.


“Apakah mereka melarikan diri?” tanyanya dalam hati.


“Kakek, sebaiknya Kakek dan Nona Lin segera pergi ke Sekte Pedang Bintang” ucap Long Guan dengan serius.


Kalian berdua bisa menemui Nona Yu Nuan dan ikut dalam pengaturannya. Kebetulan Nona Yu Nuan adalah orang yang bertanggungjawab tentang Alkimia.


"Nantinya Nona Lin bisa bertukar pengalaman dengannya. Untuk Kakek bisa membantu menjadi Koki di Bukit Keenam”


Lin Jiuquan dan cucunya saling memandang, dengan cepat lalu keduanya mengucapkan terimakasih kepada Long Guan.


“Terimakasih tuan pendekar!” ucap mereka berdua dengan semangat.


“Oh iya Kakek, aku mau minta tolong. Bisakah seseorang mengirimkan mayat itu ke kediaman wakil penguasa kota? Aku ingin memberikan mereka pelajaran.” Ujar Long Guan sambil menunjuk ke arah tubuh yang sudah berubah menjadi jasad tersebut.


“Tidak masalah tuan pendekar, biar nanti anak buahku yang mengaturnya. Ucap Lin Jiuquan.


“Kakek, apa yang kau lihat barusan berjanjilah untuk tidak mengatakannya kepada siapapun, meski itu di Sekte Pedang Bintang” pinta Long Guan dengan serius.


“Baik, aku berjanji tidak melihat dan mendengar apa yang baru saja terjadi” kata Liu Jiuquan sambil berjanji.


"Terimakasih Kakek" ucap Long Guan dengan tenang.


Ada nuansa kekaguman yang tak terukir di wajah Lin Jiuquan, ia tidak menduga Sekte Pedang Bintang menyembunyikan monster seperti ini.


Dengan menyewa sebuah kereta khusus kedua orang kakek dan cucunya tersebut pergi meninggalkan kampung halamannya menuju Sekte Pedang Bintang.

__ADS_1


Ada sisi haru yang bercampur aduk dengan tatapan masa depan. Pertemuan dengan Long Guan telah merubah banyak hal dalam hidup mereka. Terutama Lin Mei, ia memiliki masa depan yang harus ia kejar di Sekte Pedang Bintang, dengan bakatnya Liu Jiuquan yakin kelak cucunya akan menjadi seorang pendekar dan Alkemis terkenal.


Long Guan menatap kepergian keduanya, walau bagaimana juga mereka adalah penduduk biasa yang memiliki cita-cita kehidupan yang lebih baik. Jika mereka dibiarkan menetap di Kota Dengfeng, Long Guan khawatir dengan keselamatan mereka.


“Tuan pendekar, apakah mayat ini mau dikirim sekarang?” tanya salah seorang pria tengah baya.


Ia adalah mantan pelayan yang bekerja di rumah makan Lin Jiuquan.


“Iya paman, sebaiknya demikian. Aku akan mengiringi dari belakang” ucap Long Guan.


Lelaki paruh baya tesebut memasukkan mayat Tetua Keluarga Wang ke dalam peti, lalu mereka menggunakan kereta kuda untuk menuju kediaman Wang Yushan.


Setelah pada jarak tertentu, Long Guan meminta kepada pria paruh baya tersebut untuk turun dari kereta kuda. Sisanya biar Long Guan yang mengatur.


Tidak jauh dari situ terlihat sebuah bangunan yang memiliki gerbang sangat besar. Long Guan dapat memastikan bahwa itu adalah kediaman Wang Yushan, seperti apa yang dijelaskan oleh mantan pelayan Lin Jiuquan.


Long Guan berjalan santai, di belakangnya bergerak sebuah peti mati ukuran dewasa.


Seperti malaikat kematian, suara deru langkahnya menarik perhatian beberapa orang.


“Berhenti!


“Brak”


Suara peti terhempas ke tanah. Tolong sampaikan paket ini kepada Wang Yushan segera.


Para penjaga saling tatap, ada sedikit keraguan di hati mereka. Bagaimanapun orang yang berada di depannya memiliki kekuatan di atas mereka semua para penjaga.


Lalu salah seorang penjaga berinisiatif memeriksa peti tersebut.


“Tuan, bolehkah kami memeriksa isi dalam peti tersebut?” tanya seorang prajurit jaga.


“Silahkan” jawab Long Guan cuek.


Beberapa orang maju dengan hati-hati memeriksa isi peti tersebut. Sesuai dugaan mereka isinya adalah mayat, bukan bakpao!


Yang membuat mereka tercengang adalah mayat salah seorang Tetua keluarga Wang terbujur kaku sangat mengenaskan.


Seluruh penjaga menjadi waspada, mereka segera membunyikan semacam pluit untuk memberikan tanda berkumpul.

__ADS_1


Dalam sekejap puluhan penjaga dari berbagai sudut kediaman keluarga Wang datang. Long Guan tidak terkejut sama sekali, saat tiba di rumah tersebut ia sudah memindai kekuatan yang terdapat dalam bangunan megah tersebut.


“Kedatanganku hanya ingin menghabisi keluarga Wang, kalian yang tidak terlibat sebiknya mundur. Sayangi nyawa kalian” ucap Long Guan dengan tatapan biasa.


Ia memberikan peringatan agar tidak membunuh jiwa yang tidak perlu, namun jika mereka yang meminta kematian tentu Long Guan tidak akan segan menghadiahinya.


Beberapa orang segera mundur dan memisahkan diri, sebelumnya mereka sudah mendengar tentang kematian tuan muda Wang Shu dan adiknya.


Bahkan Tetua yang kini sudah menjadi mayat adalah bagian dari kelompok keluarga Wang yang tengah memburu sang pembunuh. Kini jenazah Tetua Wang sudah membujur kaku. Lalu bagaimana mereka harus memperjuangkan nyawanya? Menyerah adalah pilihan terbaik.


“Kurang ajar!


Teriak seorang komandan jaga yang masih kerabat keluarga Wang. Ia segera melakukan serangan cepat. Sebuah tendangan penuh tenaga ia kerahkan ke bagian perut Long Guan.


“Hyaaat”


Teriaknya lantang penuh semangat. Namun sebelum kakinya menyentuh Long Guan, ia merasakan tubuhnya mati rasa, napasnya tersedak dan darahnya membeku.


“Boom”


Tubuh komandan jaga tersebut meledak berubah menjadi kabut darah. Long Guan menggunakan teknik serangan Jari Api.


Metode ini bekerja saat jari telunjuk Long Guan menyentuh jantung lawan, dengan kecepatan jurus seribu bayangan tentu saja gerakan Long Guan luput dari pandangan mata. Apalagi bagi mereka yang masih berada di ranah Semesta.


Pasukan lainnya menjadi terpana, tidak bisa bergerak atau melakukan perlawanan. Tiba-tiba puluhan pedang yang terbentuk dari tenaga Qi menyerang tubuh para pasukan tersebut.


“Sret!”


“Sret!”


“Sret!”


Puluhan pedang yang sangat tajam membelah tubuh pasukan pengawal keluarga Wang.


Sementara mereka yang sudah menyerah dan memisahkan diri, tubuhnya gemetar bahkan beberapa diantaranya mengeluarkan cairan bau pesing dari bagian bawah tubuhnya. Mereka hanya bersyukur bisa selamat dari pembantaian ini.


“Kalian pergilah!


Ucap Long Guan tanpa memandang mereka.

__ADS_1


__ADS_2