Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Memusnahkan Sekte Kegelapan


__ADS_3

Mendengar ucapan Long Guan membuat keempat orang tersebut sangat gembira. Andai bisa melompat maka akan mereka akan berjingkrak penuh kesenangan.


"Terimakasih Guan gege" suara Hung Yin terdengar hangat di telinga Long Guan.


Sebagai seorang anak, ia ingin sekali berbakti kepada ayahnya. Selama ini Hung Yin sering mendengar ucapan dari ayahnya yang mengalami kemacetan dalam menaiki tingkat. Meskipun Hung Yin tidak mengerti akan hal itu, namun apa yang baru saja dikatakan oleh suaminya tentu solusi yang sangat baik.


Tanpa mengulur waktu, Long Guan langsung membentuk lapisan energi cahaya ungu. Setelah mengucapkan beberapa kata, sebuah portal muncul di aula pertemuan tersebut.


Mata Hung Fei berbinar terang, ia jelas paham betul benda apa yang berada di depannya. Setelah Long Guan dan dua wanitanya masuk ke dalam portal tersebut, tiga orang keluarga Hung dan Kaisar Xia Bang ikut menyusul.


"Saat ini kita berada di dalam Gerbang Naga, warisan Alam Spiritual yang selama ini menjadi legenda" ucap Long Guan dengan tenang.


Kaisar Xia Bang sudah tidak bisa menahan gejolak di dalam tubuhnya, ada getaran penuh rasa semangat saat merasakan energi Qi yang begitu kuat menyelimuti tempat ini.


"Jika kami berkultivasi di sini maka kekuatan kami pasti akan meningkat dengan pesat" ucap Patriark Hung Yuwen yang sudah tidak dapat menahan kegembiraan.


"Kalian tidak berkultivasi di sini, melainkan di dalam sana" ucap Long Guan sambil menunjuk ke arah makam kuno. Kalian bisa berkultivasi di sini dengan tenang, ada perbedaan waktu yang mencolok. Sepuluh tahun di sini setara dengan satu hari di dunia luar. Aku akan menjemput kalian semua selama tujuh hari masa dunia luar" ucap Long Guan.


"Hah" mulut keempat orang tersebut menganga, ekspresi mereka benar-benar puas.


Setelah menjelaskan beberapa hal terkait sumber energi untuk bertahan hidup, Long Guan membiarkan mereka memasuki makam kuno berdasarkan intuisi masing-masing.


"Gege, apa yang akan kamu rencanakan berikutnya?" tanya Hung Yin.


"Aku akan memasuki alam dimensi lain. Masih ada kekuatan jahat yang harus disingkirkan agar Alam Spiritual ini benar-benar aman" jawab Long Guan.


"Apakah itu tidak berbahaya untukmu?" tanya Hung Yin dengan nada khawatir.


"Seharusnya tidak, di Alam Spiritual mereka hanya kelompok kecil yang terasingkan. Meski demikian, mereka tetap berasal dari golongan iblis yang jahat" jawab Long Guan dengan tatapan serius.

__ADS_1


Saat ini hari masih siang, dari Puncak Gunung Abadi pemandangan memang terlihat lebih indah. Bisa dikatakan tempat ini adalah tempat terbaik di Alam Spiritual. Begitupun Xie Annchi, ia masih menatap ke arah puncak gunung abadi. Ada dua puncak lainnya yang terlihat begitu indah, aura murni menyelimuti tubuh mereka.


Long Guan seolah larut dalam suasana, lalu memeluk kedua wanitanya dengan lembut. Jika pada ingatan lainnya Long Guan merasakan gagal dalam percintaan namun pada saat ini ia merasakan kebahagiaan dari wanita yang ia cintai.


Mulanya ia tidak pernah memikirkan akan memiliki wanita lebih dari satu. Jika mengingat dirinya saat di Klan Long Kota Awan, kesedihan dan kekecewaan atas pengkhianatan Shu Mingyu telah merubah tekad dan tujuan hidupnya. Maka sejak saat itu ia sudah bersumpah untuk menjadi kuat dan melindungi orang-orang terdekatnya. Hanya saja kekuatan yang ia miliki membuat banyak wanita yang terpesona, godaan pun datang silih berganti.


"Aku akan pergi sekarang, namun aku akan membawa kalian pulang dulu" ucap Long Guan dengan lembut.


Detik berikutnya sebuah cahaya bersinar jelas melapisi tubuh ketiganya. Dalam satu jentikkan jari, cahaya tersebut menghilang dan bergeser ke dalam kediaman Keluarga Hung.


"Kemampuanmu semakin luar biasa" ucap Xie Annchi dengan senyuman indahnya.


Long Guan hanya tersenyum ringan menyikapi ucapan Xie Annchi.


Pada saat ini, Long Guan menghela napas, lalu mengangkat kedua tangannya. Sebuah lubang cahaya hitam terbentang di hadapannya, ada energi jahat yang begitu kuat menarik tubuh Long Guan ke dalam lubang tersebut.


Xie Annchi tampak khawatir, namun saat ia akan bergerak maju tubuh Long Guan sudah sepenuhnya menghilang.


Di sebuah ruang dimensi, tubuh Long Guan diam tak bergerak. Jelas ia merasakan Qi kekacauan dari formasi yang dibuat oleh Qiu Long sebelumnya. Saat ini ingatan dan kekuatan Qiu Long sudah tertanam di dalam dirinya, tentu saja Long Guan bisa merasakan batas kemampuan dirinya.


Pada saat ini, ia ingin mempelajari kekuatan formasi pelindung yang ia buat. Long Guan ingin menyempurnakannya menjadi lebih baik. Jika ada seseorang yang berada di ranah Tahap Pengembalian, maka akan mudah menghancurkan formasi pelindung ini. Dulu saat membuatnya, Qiu Long sedang terluka dan ia memiliki batasan.


Setelah beberapa saat, Long Guan tiba di sebuah ruang spasial. Mirip sebuah Istana besar dan memiliki aura kejahatan yang pekat.


"Hmm.. Tempat ini benar-benar terdapat energi iblis yang penuh dengan hawa membunuh" ucap Long Guan pelan.


Tiba-tiba Qi di tubuh Long Guan melonjak, kekuatan Dewa Pelindung ia keluarkan menyelimuti seluruh Istana Iblis. Getaran yang sangat kuat dirasakan oleh orang-orang yang berada di dalam Istana tersebut.


"Bagaimana mungkin?" ucap Kaibo dengan heran.

__ADS_1


"Ini adalah aura Dewa Qiu Long, bagaimana bisa ia muncul di tempat ini, bukankah ia sudah meninggal" pikir Kaibo mencoba menganalisa keadaan.


Namun hanya dalam hitungan detik, getaran dan gelombang energi yang besar menghancurkan Istananya. Teriakan dari orang-orang yang selama ini berada di bawah pengaruhnya terus bergema di dalam Istana tersebut.


"Aaaagghh"


"Aaaagghh"


Satu persatu anak buah Kaibo tewas dengan mata dan hidung yang mengeluarkan darah.


Sementara dari luar Istana, Long Guan mengeluarkan aura naga dengan begitu ganas. Ia tidak bergerak, namun tenaga Qi dalam tubuhnya terus menembakkan kekuatan yang sangat dahsyat. Perbedaan kekuatan Alam Surgawi berbeda dengan Alam Spiritual.


Getaran yang terus bergerak memecahkan sebuah altar pemujaan di sebuah kuil. Tepat pada saat ini, di wilayah Sekte Badai Guntur sebuah spasial dimensi muncul, sebuah Istana dengan banyak retakan pada dindingnya.


Efek dari aura naga, formasi yang melindungi Istana Sekte kegelapan akhirnya hancur. Teka-teki yang selama ini menyelimuti rahasia Sekte Kegelapan kini muncul ke permukaan.


Dalam sekejap, puluhan dan ratusan orang muncul untuk melihat fenomena yang terjadi di Sekte Badai Guntur. Sebuah bangunan menyerupai Istana muncul secara tiba-tiba. Meng Gao yang mengetahui kabar ini pun segera menghampirinya, namun saat melihat Long Guan ia gemetar menahan diri.


Long Guan masih berdiri di antara Istana tersebut, orang-orang yang mulai bergelimpangan bersimbah darah terlihat sangat mengenaskan. Namun setelah memperhatikan lebih lanjut ada logo Sekte Kegelapan yang tertera, membuat mereka yang menyaksikan menghilangkan rasa iba.


Bahkan saat ini, Meng Gao bereaksi dengan keras. Kemarahan dalam dirinya dengan cepat membakar Qi nya. Belum hilang rasa sedihnya atas kematian ayahnya, ia segera melompat ka arah beberapa orang yang berjalan terhuyung-huyung. Pedangnya dengan ganas menebas leher para anggota Sekte Kegelapan yang tersisa.


Menyaksikan hal tersebut, Long Guan tidak menahannya. Meskipun saat di kompetisi ia sedikit kecewa dengan Meng Gao namun ia juga masih berada di batas kewajarannya.


Pada saat ini seorang lelaki pemimpin Sekte Kegelapan muncul, ia memandang ke arah Long Guan dengan kengerian.


"De.. Dewa... " belum sempat ia menuntaskan ucapannya, tubuh Long Guan sudah melintas di hadapannya dengan sangat cepat.


"Pluk"

__ADS_1


Seketika kepala Kaibo terpisah dengan badannya. Kaibo yang memiliki ranah kultivasi Tahap Peleburan Jiwa, tewas hanya dalam satu serangan tunggal.


__ADS_2