Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kedamaian Di Dunia Fana


__ADS_3

Dalam dua bulan ini pembangunan Sekte Pedang Angin sudah mencapai progres delapan puluh persen, perkembangan nya sesuai dengan apa yang direncanakan oleh Long Guan.


Dalam kurun waktu dua bulan ini Long Guan juga melatih murid-murid junior yang berada di Hutan Kabut Abadi yang masih fokus pada pelatihan penguatan tubuh. Jika dihitung waktu, kini mereka sudah berada di tempat pelatihan khusus sekitar tiga bulan.


Perubahan bentuk fisik dengan tampilan otot cukup jelas terlihat. Tidak ada persaingan untuk saling menjatuhkan, mereka kompak dalam berlatih dan bertahan hidup di alam liar Hutan Kabut Abadi.


Hari ini mereka melihat Ketua Sekte Pedang Angin, sedang duduk sila dengan mata terpejam, seolah tidak terpengaruh dengan latihan para murid Long Guan tetap fokus dalam diamnya.


Sementara dalam tubuh Long Guan terus menyerap energi alam, pergerakannya terasa sangat lambat tidak seperti awal-awal ia berkultivasi.


“Apakah ketika seseorang semakin tinggi tingkat kultivasinya maka daya serapnya akan semakin melambat?” gumamnya dalam hati penuh pertanyaan.


Hanya saja Long Guan berpikir jika terlalu banyak waktu terbuang untuk berkultivasi maka kapan ia akan bisa menikmati hidup bersama keluarganya.


Long Guan menggerutu dalam hatinya, namun untuk mengisi kekosongan ia kembali membaca Kitab Raja Obat untuk lebih memahami cara pembuatan Pil Abadi dan Pil Dewa Suci.


Selama satu minggu di dalam Hutan Kabut Abadi, ia terus mempelajari isi Kitab Raja Obat lebih mendalam. Sambil mengumpulkan bahan-bahan yang terdapat di Puncak Gunung, dirinya sesekali memperhatikan para murid yang terus berlatih. Tidak jarang Long Guan memberikan arahan secara langsung dan membuat para murid bersemangat kembali.


Selama tiga bulan terakhir, mereka berlatih dengan keras, pada siang harinya mereka melatih kekuatan fisik dan malam harinya berkultivasi menyerap energi alam.


Meskipun ada kerinduan dengan teman-teman lainnya di Sekte, namun mereka berusaha keras menekan hal-hal yang tidak berhubungan dengan latihan. Mereka memiliki mental yang mulai terbentuk, semakin lama semakin kuat membentuk jiwa petarung yang mandiri.


Dalam kesempatan ini juga Long Guan mengunjungi area budidaya herbal yang kini sudah tampak jauh lebih rapi, pasokan bahan-bahan berkualitas Tingkat Tiga diperoleh melalui tempat ini, dengan adanya tambahan tiga orang murid tentu pasokan Pil Tingkat Tiga tidak akan mengalami hambatan.


Selain itu tambahan lima puluh orang murid lagi yang kini tengah dibina secara intensif oleh Tetua Yang Guifei dan Jian Ling tentu akan menjadi kekuatan Alkemis yang sangat menakutkan di Kekaisaran Qin.


Sementara pemurnian Pil Tingkat Satu dan Tingkat Dua sudah digeser ke Akademi Huanshang di bawah asuhan Mei Shin dan Liu Man.


Sebagai Sekte induk, Sekte Pedang Angin kini mengandalkan rumah lelang Pedang Emas dalam melakukan pendistribusian Pil-pil tersebut. Selama beberapa hari berada di Hutan Kabut Abadi, Long Guan terus memaksimalkan ingatan serta kemampuannya dalam memahami isi Kitab Raja Obat.


Sebagai warisan dari leluhurnya, Kitab Raja Obat ternyata memiliki beberapa resep obat tingkat Dewa, tetapi untuk bahan-bahannya sendiri hanya ada di Alam Dewa. Ia tidak berkecil hati, semua pengetahuan yang terdapat dalam Kitab Raja Obat kini sudah sepenuhnya ia kuasai.


Meskipun Long Guan juga memiliki warisan ingatan leluhurnya, Long Tian namun dirinya tetap saja belum melihat atau mengalaminya secara langsung.

__ADS_1


Long Guan juga mengumpulkan beberapa bahan untuk membuat Pil Abadi yang berguna untuk meningkatkan kultivasi Alam Kelahiran Kembali menuju Setengah Langkah Semesta atau ranah Immortal bagi manusia.


Tiba-tiba Long Guan merasa gelisah, lalu dengan persepsi indera spiritualnya ia dapat mengetahui Jian Ling seperti sedang cemas. Tanpa menunggu apapun, ia segera pulang ke kediamannya menggunakan Portal Teleportasi.


Di dalam kamar Jian Ling tampak meringis menahan sakit.


“Gege, sepertinya aku akan melahirkan, tolong panggilkan Bibi Yang” suara Jian Ling yang terdengar dengan nafas terengah-engah.


Long Guan secepat kilat bergerak menuju kediaman Tetua Yang Guifei dan menjelaskan tentang situasi Jian Ling.


“Ketua harap tenang dan jangan panik, biar aku yang mengurus” Ucap Tetua Yang Guifei yang segera beranjak setelah menyiapkan beberapa keperluan untuk membantu proses persalinan.


Tidak berapa lama mereka berdua tiba di dalam kamar dimana jian Ling sudah bersiap untuk menjalani proses persalinan. Tidak beberapa lama, Tetua Jian juga hadir ikut menemani Long Guan agar tidak tegang.


Sehebat apapun Long Guan menghadapi situasi seperti ini ia tetap merasa tak tenang, memikirkan keselamatan anak dan istrinya.


“Kalian berdua tunggulah di luar” ucap Tetua Yang Guifei yang kini ditemani oleh beberapa murid pelayan pribadi Jian Ling.


Meski agak khawatir, Long Guan tetap menuruti perkataan Tetua Yang Guifei untuk menuju ruang tengah.


“Terimakasih ayah atas nasehatnya” dengan perasaan yang mulai sedikit tenang Long Guan menjawab.


Tidak berselang lama, terdengar suara tangisan bayi untuk pertama kalinya di ruang kamar pribadi mereka, tampak wajah bahagia di wajah Long Guan dan Tetua Jian.


“Selamat kamu telah menjadi seorang ayah” ucap Tetua Jian sambil memeluk Long Guan.


“Terimakasih ayah” dengan perasaan senang Long Guan Menjawab.


“Kalian sudah boleh masuk” terdengar suara Tetua Yang Guifei dari balik kamar.


Dengan wajah penuh senyuman Long Guan diikuti oleh Tetua Jian melangkah masuk ke dalam kamar. Bayi laki-laki yang sangat tampan tengah digendong oleh Tetua Yang Guifei, lalu dengan hati-hati menyerahkan bayi tersebut ke Long Guan.


“Ling’er lihatlah anak kita matanya begitu jernih dan wajahnya sangat tampan” ucap Long Guan penuh kebahagiaan menghampiri Jian Ling yang masih terbaring setelah proses lahiran.

__ADS_1


Mereka berdua memandang bayi lelaki dengan tatapan lembut dan penuh kebahagiaan, sementara Tetua Jian dan Tetua Yang Guifei ikut merasakan kebahagiaan atas kelahiran cucu pertama mereka yang diberi nama Long An.


Kabar kelahiran Putra pertama Long Guan dengan cepat menyebar ke seluruh Sekte Pedang Angin, suasana bahagia segera meliputi Sekte Pedang Angin menyambut Putra Ketua Sekte.


Beribu doa dan harapan dari murid terucap melalui lisan mereka dengan penuh pengharapan. Sementara Tetua Guo Yang segera mengirimkan kabar baik ini kepada Raja Zu dan Patriark Long melalui murid Sekte yang bertugas sebagai penyebar dan pengumpul informasi.


Benar saja, tidak membutuhkan waktu lama sontak berita ini membuat Patriark Long dan Raja Zu Lian segera bergegas menuju Sekte Pedang Angin bersama sanak saudara dekatnya.


Mereka semua kini sudah berada di kediaman Long Guan, merayakan kebahagiaan atas kelahiran Long An. Ucapan selamat mengalir tiada henti dari keluarga serta para tamu yang berkunjung ke Sekte Pedang Angin.


Beberapa bulan waktu berjalan, Sekte Pedang Angin sudah melakukan aktivitasnya dengan normal dengan lima divisi.


Long Guan juga berhasil memurnikan Pil Abadi sebanyak sepuluh butir yang diberikan kepada lima orang Tetua Sekte, Patriark Long dan Raja Zu yang membuat mereka berhasil naik tingkat ke ranah Immortal.


Sementara Akademi Huanshang juga sudah menerima murid baru yang berjumlah seribu lima ratus orang yang berasal dari berbagai wilayah di Kekaisaran Qin, itu pun melalui tahapan seleksi yang sangat ketat dengan peminat mencapai hampir lima ribu orang.


Dibawah pengaturan Mei Shin, Akademi Huanshang kini menjadi tempat pelatihan dasar terbaik di Benua Timur. Hal ini tentu sesuai rencana Long Guan dari awal.


Sementara para murid yang tengah menjalani pelatihan khusus di Hutan kabut Abadi telah selesai menjalani tahap pertama pelatihan fisik yang sudah berjalan tujuh bulan. Kini kekuatan mereka sudah berada di Inti Qi tahap awal, hampir sama dengan kekuatan murid senior di Sekte Pedang Angin.


Selain mendapatkan latihan fisik, sebulan sekali Long Guan memberikan Pil Pemurnian Qi untuk mendongkrak basis kultivasi mereka. Rencana Long Guan mereka akan berada di Hutan Kabut Abadi selama dua bulan lagi untuk menguasai beberapa teknik berpedang serta bela diri pukulan tangan kosong.


Usia Long An yang kini sudah memasuki usia tiga bulan, membuat Long Guan merasakan tugas seorang ayah. Pada waktu tertentu ia tidak segan menggendong Long An keliling Sekte Pedang Angin bersama Jian Ling.


Pemandangan ini sangat harmonis, membuat para murid ikutan merasa bahagia. Hingga memasuki usia lima bulan Long An tumbuh menjadi bayi yang sehat dan lucu, kehadirannya sangat dirindukan setiap kali Long Guan dan keluarga kecilnya berkunjung ke Klan Long maupun ke Istana Kerajaan Zu.


Dari ibunya, Long Guan mewarisi darah Kerajaan, namun ia mengacuhkan darah bangsawannya untuk memilih hidup di dunia Kultivator.


Perekrutan murid baru akan berlangsung satu bulan lagi, para murid jenius yang berlatih di Hutan Kabut Abadi telah kembali ke Sekte Pedang Angin, kekuatan mereka sudah berada pada ranah Inti Qi tingkat akhir dan sejajar dengan beberapa murid senior Sekte.


Di Sekte Pedang Angin kekuatan Inti Qi merupakan keberadaan yang paling strategis sebagai penopang Sekte. Kekuatan sepuluh orang murid jenius tentu melesat jauh meninggalkan rekan-rekan seangkatan mereka yang masih berada pada ranah Pondasi Qi.


Keterampilan Long Guan dalam mengasah bakat murid sudah tidak diragukan lagi sejak adanya Diaken yang kini sudah berada di ranah Kelahiran Kembali.

__ADS_1


Peningkatan beban latihan dilakukan tiap satu bulan sekali, membuat otot dan tulang terbentuk dengan sempurna. Sepuluh orang murid jenius yang terisolasi dengan kehidupan luar tidak merasa terbebani, bahkan rasa persaudaraan dan jiwa korsa mereka tumbuh secara alami.


__ADS_2