
"Tidak bisakah kau membuatku tenang?" ucap Yin Long sambil mengurut dahi.
"Sudahlah, gayamu terlalu lawas jika dimainkan di depanku. Bilang saja tujuanmu kemari untuk mengucapkan terimakasih" ucap Qiu Long dengan datar.
"Apanya yang mengucapkan terimakasih. Dasar anak edan.." ucap Yin Long menahan kekesalan.
"Sudahlah, kalian selalu saja seperti itu. Sekarang hal yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar para pimpinan lima keluarga tersebut bisa menerima hal ini. Jika terjadi peperangan, pihak yang diuntungkan adalah orang-orang dari Klan Mo Gui" ujar Wei Long mencoba menengahi perselisihan keduanya dengan serius.
"Sepertinya kalian sudah menjadi semakin tumpul. Apakah kalian begitu bodohnya membiarkan orang-orang dengan kekuatan menyimpang tumbuh subur di Kota Shandian?" Qiu Long berkata dengan serius, ada rasa kebencian dalam hatinya.
"Kalian anggap apa aku ini? Setelah perjuangan yang aku lakukan bersama kawan-kawan, aku dikhianati oleh orang terdekat ku. Kalian juga tahu ada keterlibatan orang-orang Kota Leiyu, tapi kalian bungkam. Setelah kematian dua anggota kelompok ku, kalian justru bernegosiasi dengan orang-orang yang mendukung Klan Mo Gui. Apakah kalian sudah begitu bodohnya? Lalu kalian anggap apa diriku?"
Qiu Long tidak menahan ucapannya. Luapan emosi yang dia katakan memang benar, Gerbang Naga Kota Shandian terlalu lemah dalam menentukan sikap.
Empat orang rekan Qiu Long mendengar perdebatan antar petinggi Organisasi Gerbang Naga, mereka sangat mendukung dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Qiu Long.
Wajah Yin Long memerah, ia tidak menduga adiknya akan berkata demikian.
"Mengertilah, kami juga memiliki keterbatasan. Situasi yang aku hadapi juga sulit. Apakah kamu pikir selama ini aku diam? Selama ini aku sudah membuat perjanjian dengan banyak pihak. Jika saja itu tidak kulakukan, maka pecahan jiwamu tidak akan dengan mudah bisa kembali. Mereka akan memburu dirimu ke setiap pelosok alam semesta dengan berbagai cara" jawab Yin Long seolah tidak mau disalahkan.
Yin Long selama ini mengalah karena demi keselamatan adiknya juga, ia menjamin keberadaan adiknya agar proses penyatuan dirinya kembali bisa berjalan dengan baik. Sebelumnya orang-orang Klan Mo Gui juga sudah berusaha mencari keberadaan pecahan jiwa Qiu Long di Alam Surgawi.
Tanpa orang lain duga, ternyata Qiu Long memecah jiwanya menjadi tujuh ke dalam Mustika Naga. Lebih jauh lagi tujuh Mustika Naga tersebut berada di dua alam yang berbeda. Sehingga orang tidak menduga jika Qiu Long akan melakukan perjalanan di Alam Spiritual dan Alam Bawah.
"Bahkan aku mengirim putraku, Fei Long untuk menjaga pecahan jiwamu di Alam Spiritual" ucap Yin Long.
__ADS_1
Apa yang baru saja dikatakan oleh kakaknya tersebut membuat Qiu Long merasa tertegun. Hal tersebut memang benar, perjalanan dirinya yang bisa menyatu kembali memang terkesan lancar. Jika itu ada andil Yin Long yang melindunginya, maka ia bisa mengerti tentang kondisi Kota Shandian saat ini.
Seketika ruangan menjadi hening, baik Qiu Long ataupun Yin Long mulai menahan dirinya.
"Aku akan menemui orang-orang dari lima keluarga besar siang ini" suara Qiu Long terdengar sedikit mengalah.
"Baguslah jika begitu, namun sebaiknya kau lekas kembali ke markas pusat dan menggantikan diriku" ujar Wei Long sambil tersenyum.
"Kamu sudah tepat menempati posisimu saat ini, aku akan memilih tinggal di sini. Tolong kirimkan beberapa orangmu untuk membantu Yun Mei. Segala urusan antara Menara Tujuh Kebajikan dengan markas pusat akan diurus oleh Yun Mei" ujar Qiu Long dengan santai.
Wei Long hanya bisa mengangguk pelan menyikapi ucapan Qiu Long.
"Tengok-tengoklah markas, aku juga tidak mau kau bertindak secara liar" ucap Yin Long sambil beranjak pergi.
Qiu Long tidak bereaksi apapun dalam menanggapi ucapan kakaknya barusan, ia masih harus menyelesaikan dendam pribadinya kepada Wang Long. Kematian kakak beradik Li Jingguo dan Li Junjie harus ia balaskan apapun konsekuensinya.
"Apakah ini kediaman Patriark Tie Hong?" ucap Qiu Long saat pertama tiba di depan gerbang yang sangat kokoh.
"Benar, kamu siapa?" tanya seorang penjaga dengan tatapan berwajah seram.
"Aku Qiu Long" jawab Qiu Long dengan singkat.
"Mari ikuti aku" ucap penjaga tersebut sambil berjalan.
Mendengar nama Qiu Long, membuat para penjaga sedikit ciut nyalinya. Meskipun Patriark Tie Hong sudah memberitahukan akan kedatangan orang tersebut, namun berhadapan langsung dengan Dewa Perang Kota Shandian adalah hal yang sulit diadaptasi oleh pengawal rendahan seperti mereka.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Qiu Long tiba di bangunan utama Keluarga Tie. Sebagai pemimpin dari lima keluarga besar, keluarga Tie memiliki kekayaan yang sangat luar biasa.
Qiu Long berjalan memasuki sebuah aula yang nampak sudah dihadiri oleh lima orang Patriark keluarga besar. Tanpa sungkan Qiu Long segera duduk di kursi yang berada diantara sebuah meja besar yang mengelilingi para pemimpin keluarga.
Di belakangnya Qiu Long melirik anggota keluarga tersebut dengan santai, seolah dirinya tidak mempedulikan keberadaan mereka.
"Aku suka gayamu yang konyol dan arogan" terdengar suara Patriark Tie Hong memulai perbincangan.
"Bukankah kalian sudah menungguku di sini. Aku juga tidak akan membuang waktu kalian. Bagi orang tua seperti kalian, waktu sangat berarti untuk beristirahat dan memulihkan diri" ucap Qiu Long dengan santai.
Mendengar ucapan Qiu Long, para Patriark dari lima keluarga besar meradang.
"Apakah Yin Long tidak menjelaskan tentang kedatanganmu ke mari" ucap Patriark Lu Bing menahan kekesalan.
"Ia hanya datang untuk memberitahu ku agar tidak bertindak secara berlebihan" jawab Qiu Long dengan enteng.
"Sebagai orang dari Gerbang Naga seharusnya kamu tidak mengusik kami. Apakah kamu sudah memikirkan akibat dari perbuatan mu?" ucap Patriark Xin dengan emosi.
"Kalian lima keluarga besar telah bekerjasama dengan Klan Mo Gui. Tentu saja aku tidak akan tinggal diam dan membiarkan kalian menyusun kekuatan" ujar Qiu Long tanpa beban.
"Kamu terlalu berani untuk menghancurkan Paviliun pendosa, kamu juga terlalu berani membunuh orang-orang kami. Sekarang kamu datang hanya sendiri, apakah kamu tidak takut mati di tempat ini?" ucap Tetua Lu Bing dengan senyum angkuh.
"Bagi orang yang sudah bekerjasama dengan Klan Mo Gui, hanya kematian yang pantas bagi mereka.
Meskipun aku hanya seorang sendiri datang ke tempat ini, aku takkan gentar menghadapi bajingan tua seperti kalian" jawab Qiu Long dengan tegas.
__ADS_1
"Selama kamu meminta maaf di depan gerbang Kota Shandian, lalu membunuh dirimu sendiri, maka aku akan menganggap masalah ini selesai" ucap Tie Hong sambil melipat kedua tangannya di depan dada.