
Hung Quon mengernyitkan dahi, namun ia tidak bereaksi berlebihan. Walau bagaimanapun ia pernah mendengar keahlian Long Guan saat menyelamatkan putrinya. Hung Quon dan beberapa ahli keluarga Hung menyingkir, mereka beralih kepada sasaran
lainnya.
Long Guan menyadari jika kedua orang ahli tersebut bukanlah lawan dari keluarga
Hung. Dua orang ahli tersebut merupakan pilar keluarga Tang, Patriark dan
Penatua Tang.
“Hahaha..
Kau cukup gila nak! Ucap Patriark Tang saat mendengar ucapan Long Guan.
Dalam pandangannya kekuatannya Long Guan berada jauh di bawah tingkatannya.
“Karena kau sudah memilih jalan kematianmu, kalau begitu…” Patriark Tang mendengus lalu perlahan tangannya bergerak mengeluarkan pedang dari saungnya.
Melihat sebilah bidang terhunus, mata Long Guan sedikit menyipit. Dari auranya ia bisa
merasakan bahwa pedang yang berada di tangan Patriark Tang bukan pedang biasa.
“Apakah kau takut dengan pedangku, setiap ia terlepas dari sarungnya maka ia wajib
menikmati darah dari lawannya” ucap Patriark Tang dengan bangga.
Long Guan bersikap hati-hati, kali ini ia sudah bertekad menggunakan fisiknya untuk
bertarung.
Dengan cepat Long Guan mengeluarkan pedangnya.
“Sreet”
suara gesekan pedang terdengar dari dalam sarungnya. Secara perlahan, kilau
cahaya pedang tampak terlihat di bawah cahaya bulan.
Penatua keluarga Tang yang berdiri di belakang Patriark Tang maju selangkah.
“Pedangmu cukup bagus nak, sepertinya malam ini aku kedapatan senjata istimewa” ujarnya dengan senyum licik.
“Dalam mimpimu” ucap Long Guan
Di belakang Long Guan, para pendekar ahli keluarga Hung mulai bergerak menyabetkan
pedang mereka.
“Trang! Trang! Trang!
Suara benda logam beradu mulai memenuhi halaman kediaman keluarga Tang. Tanpa Patriark dan Penatua Tang ikut membantu, mereka bukanlah tandingan pendekar ahli
keluarga Hung. Sejak rencana mereka gagal membunuh Hung Yin, mereka sudah kehilangan tujuh orang pendekar ahli. Jelas ini adalah kerugian yang sangat besar. Serangan keluarga Hung kali ini juga sangat mendadak tanpa mereka bisa melakukan persiapan. Jelas saat ini adalah tindakan pembantaian sepihak.
“Kurang ajar!
Teriak Patriark dan Penatua Keluarga Tang bersamaan.
Patriark Tang melesat ke arah Long Guan dengan cepat, ia ingin menghabisi lawannya
dengan sekali tebas. Seketika Patriark Tang meningkatkan kekuatannya dengan aura yang tak terkendali, emosinya sudah membuncah tak tertahan. Dengan dorongan Qi nya pedang di tangannya menghunus ke tubuh Long Guan.
“Trank”
saat itu juga pedang jiwa bergerak dengan cepat memblokir serangan Patriark
__ADS_1
Tang.
Kedua pedang beradu menimbulkan suara keras yang memekakkan telinga, di bawah sinar rembulan dua pedang tersebut mengeluarkan percikan bunga api yang menyebar ke segala arah.
Beberapa petarung terkesiap melihat pemandangan ini, bahkan Penatua Tang sedikit tersenyum lebar. “Ternyata itu adalah pedang pusaka langit” batinnya senang.
Terlihat dua orang masih berdiri kokoh memegang pedang, tetapi sebelumnya Patriark Tang mundur beberapa langkah. Tangannya masih sedikit menahan kebas akibat getaran yang baru saja terjadi.
“Sial, bagaimana mungkin anak itu memiliki kekuatan sebesar ini” batin Patriark Tang.
Walau bagaimanapun ia berada di Semesta Kesembilan, jika secara normal, orang
yang bisa melakukan ini haruslah yang memiliki kekuatan di atasnya.
Tatapan mata Long Guan begitu tajam, menusuk ke bola mata Patriark Tang.
Dari arah samping Long Guan dapat merasakan kedatangan serangan dadakan, sebuah pedang meluncur lurus ke arahnya.
“Trang”
pedang jiwa kembali memblokir serangan yang dilancarkan oleh Penatua Tang.
“Krak”
suara pedang patah terdengar cukup renyah.
Penatua
Tang mundur terhuyung ke belakang.
“Kurang ajar! Pekiknya keras menumpahkan kekesalan.
“Tidak usah berbuat curang, sebaiknya kalian berdua maju bersamaan” ucap long Guan
"Bunuh dia...!" perintah Patriark Tang sambil memegang pedang.
tubuhnya sudah melesat ke arah Long Guan sebelum suaranya memudar. Di sampingnya Penatua Tang mengeluarkan tenaga dalamnya untuk melakukan sebuah tendangan mematikan.
Melihat dua serangan mengarah kepadanya, Long Guan berkelit dengan memiringkan tubuhnya ke kiri. Pada saat yang bersamaan, Long Guan melompat sambil menusukkan pedan ke arah perut Penatua Tang, dengan jurus seribu bayangan ia begitu cepat
melakukan serangan balik, sehingga Penatua Tang tidak sempat lagi menghindar.
“Jleb!
Kedua bola mata Penatua Tang melotot. Tubuhnya sedikit merunduk menahan tusukan Pedang Jiwa, raut wajahnya pucat pasi menyiratkan ketidakpercayaan kalau
perutnya sudah tertusuk pedang yang ia idamkan sebelumnya.
Long Guan sedikit memutar pedangnya sebelum menarik pedangnya keluar dari perut Penatua Tang. Seketika itu juga tubuh Penatua Tang roboh dan berguling ke tanah. Darah segar mengucur deras dari perutnya akibat robekan luka Pedang Long Guan.
Seisi halaman keluarga Tang menjadi hening, tidak percaya dengan apa yang baru saja
terjadi.
Ekspresi Patriark Tang berubah menjadi rumit, baru saja ia ingin mengatakan sesuatu sebuah serangan datang dari Long Guan. Pedang jiwa seolah jatuh dari langit, dengan cepat Patriark Tang mengangkat tangannya.
Pedang yang berada di tangannya, berseteru dengan Pedang Jiwa yang berada di tangan Long Guan.
“Bamm"
Suara benturan bergema di udara, menimbulkan gelombang udara terhempas begitu dahsyat.
Tubuh Penatua Tang yang sedang terluka terpental akibat terkena pecahan gelombang udara tersebut, sementara beberapa orang yang berada di dekat pusat pertempuran terdorong mundur beberapa langkah.
Pertarungan seorang pemuda melawan Patriark Tang begitu epic untuk dilihat. Di sudut halaman, Hung Quon menatap penuh kekaguman. Kini ia yakin dengan apa yang diceritakan sebelumnya oleh Hung Yin. Seorang pemuda yang nampak biasa saja, tampak santai dalam bersikap namun dalam sekejap ia berubah menjadi Dewa Kematian!
__ADS_1
Sementara di Manor Keluarga Hung..
Malam semakin kelam, tetapi Hung Yin belum juga bisa memejamkan matanya. Entah, sudah berapa kali dia berjalan mengitari kamarnya. Bolak-balik dengan perasaan yang tak menentu. Hati dan pikirannya tengah bertarung, apakah ia akan melakukan sesuatu hal yang besar di dalam hidupnya.
Di tangannya ia memegang suatu benda yang kelak akan merubah jalan hidupnya.
“Huh” ia menarik napas untuk kesekian kalinya.
****
Di Halaman Keluarga Tang..
“Brak” tubuh Patriark Tang ambruk ke tanah. Pedangnya terlepas dari genggamannya, ada
noda darah yang mengalir dari salah satu lengannya, tonjolan tulang di pada lengan kanannya terlihat sangat mengerikan. Tubuhnya gemetar, energi Qi dalam tubuhnya mengalir tidak beraturan.
Benturan dua kekuatan tadi telah mematahkan tangan kanan Patriark Tang yang memiliki kekuatan Semesta Kesembilan.
“I..Ini bagaimana bisa?” kekuatan fisik Long Guan sangat menakutkan, bahkan seorang
Kultivator Tingkat Kesembilan bukanlah lawannya!
Ucap beberapa orang anggota keluarga
Tang yang tersisa, mereka semua melihat dengan tak berdaya. Setelah Penatua mereka ambruk, kini orang yang satu-satunya mereka harapkan telah menderita sangat parah.
“Katakan siapa kau sebenarnya?
Tanya Patriark Tang.
“Namaku Long Guan, murid Guru Hung Fei dari Sekte Pedang Bintang” jawabnya santai.
Apakah kau juga yang telah membunuh pendekar ahli keluarga Tang lainnya” tanya
Patriark Tang dengan ketakutan.
“Bisa dikatakan demikian” ujar long Guan sambil berjalan menuju Patriark Tang yang
sudah tidak berdaya menahan sakit.
“Di Kehidupan selanjutnya, jadilah orang baik” ucap Long Guan dengan dingin.
Seketika Long Guan menunjuk jari kanannya, seberkas sinar berwarna ungu melesat dari
jarinya menuju tubuh Patriark Tang dan Penatua Tang.
“Baamm”
terdengar suara ledakan besar.
“Baamm"
ledakan kedua mengikuti.
Dua tubuh kultivator Semesta kedelapan dan Kesembilan hancur dalam sekejap. Jasadnya tak terlihat, hancur berkeping-keping berubah menjadi debu. Hanya meninggalkan jejak hawa panas di bekas hancurnya tubuh mereka.
Seluruh orang yang hadir menatap Long Guan dengan jejak kengerian, seperti kata Hung Quon dia adalah Dewa Kematian yang sesungguhnya. Bahkan apa yang orang-orang keluarga Hung dengar dari mulut Hung Yin masih belum begitu kejam jika mereka tidak
menyaksikan sendiri.
“Tinggalkan anak-anak dan orang-orang yang lemah, sisanya bisa kalian bunuh” ucap Long Guan di tengah keheningan.
Hung Quon sebagai pemimpin keluarga Hung seperti orang bodoh saat mendengar perkataan Long Guan. Kharisma Long Guan sangat kentara, ia sama sekali tidak ada artinya saat ini.
“Semua, laksanakan apa yang diucapkan oleh Long Guan” ucap Hung Quon dengan keras.
__ADS_1
Adegan selanjutnya adalah pembantaian sepihak, malam itu merupakan akhir dari keluarga Tang.
Setelah beberapa saat, kediaman Patriark Tang dan bangunan lainnya dimusnahkan oleh amukan api. Setelah memastikan kediaman keluarga Tang terbakar, rombongan pendekar ahli Keluarga Hung kembali pulang tanpa ada korban jiwa. Hanya beberapa terluka ringan akibat luka sabetan senjata tajam.