
Long Guan tentu saja tidak menyadari kehadiran Patriark Sekte Pedang Bintang, dirinya masih fokus membagi kelompok yang hanya terdiri dari tiga orang sesuai bakat masing-masing.
Jumlah ini tentu sangat jomplang jika dibandingkan dengan jumlah murid-murid yang berada di Bukit Utama lainnya. “Mulai sekarang kalian kuizinkan untuk mengajak atau merekrut murid-murid yang mau bergabung dengan Bukit Kelima, kita masih butuh orang untuk menunjang dan menghidupkan Bukit Kelima.” Ucap Long Guan dengan sikap tenang.
"Terkait hal-hal lainnya aku akan membicarakan sekaligus meminta izin kepada Patriark Sekte, kita juga perlu sumberdaya yang tidak sedikit untuk mengembangkan Bukit Kelima” Ujar Long Guan.
Dua puluh orang murid tersebut merasakan kesenangan yang luar biasa, meskipun ini adalah sebuah pertaruhan yang konyol namun mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali.
Mereka sudah lelah dibully dan dikucilkan oleh murid-murid lainnya, berada di Bukit Kelima setidaknya bisa menenangkan diri sambil berlatih di sisa hidup.
Long Guan menghirup udara sejuk yang berada di Bukit Kelima, ia menghirup napas dalam-dalam, dengan tatapan penuh keyakinan ia bergumam “Aku tidak akan mengecewakan Guru Hung Fei, aku akan meneruskan cita-cita dan perjuanganmu untuk menggetarkan Alam Spiritual” Long Guan bertekad.
Setelah para murid lainnya pergi untuk merekrut penghuni baru di Bukit Kelima, ia berjalan ke halaman depan sekitar kediamannya.
Halamannya sangat luas dan lebih luas dari tempat tinggalnya saat di dunia fana. Ada pohon-pohon jenis persik yang di tanam secara beraturan membentuk landscape dengan tampilan visual yang memanjakan mata, udara di sini juga mengandung kepekatan Qi yang lebih besar dari dunia fana.
Melihat beberapa pohon persik yang tengah berbuah, Long Guan tergoda untuk memetiknya. Beberapa buah terasa nikmat dan membuat tubuhnya terisi energi baru, ini adalah pertama kali dirinya merasakan buah-buahan di Alam Spiritual.
Setelah merasakan energi di dalam tubuhnya bergejolak, ia mengambil posisi duduk sila dan melepas energi yang selama ini ia kumpulkan di kehidupan sebelumnya, selama di dunia fana ia menggunakan teknik pernafasan Naga Tersembunyi pemberian gurunya, yang sangat berguna dalam menyimpan energi dalam jumlah besar di salah satu Dantiannya.
Semenjak dirinya menyerap Mustika Naga, muncul Dantian baru yang membuat dirinya memiliki energi cadangan untuk tetap bertahan hidup.
Saat ini organ dalam tubuhnya mendapatkan energi yang ditembakkan oleh salah satu Dantiannya, ada proses skema terbalik, jika dalam keadaan normal tubuh menyerap energi Qi dari alam kini energi internal dalam Dantiannya menembakkan energi dan mengalirkannya melalui jaringan Meridian ke seluruh anggota tubuhnya.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, ledakan energi internal telah menyebar dengan merata dan membuat ledakan teredam dalam tubuhnya.
“Booom”
__ADS_1
Tanda kenaikan tingkat kultivasi terdengar teredam dalam tubuhnya, sambil membuka matanya Long Guan kini merasakan kekuatannya berada pada ranah Semesta Tingkat Dua Tahap Menengah.
Long Guan menyadari kekuatannya meningkat satu tahap, berbeda jika ia menyerap Mustika Naga yang dapat meningkatkan kultivasinya secara ekstrim.
“Hmm .. Sepertinya di Alam Spiritual ini aku harus segera mencari tahu tentang keberadaan Mustika Naga yang selanjutnya".
Menurut penjelasan Guru Hung Fei masih ada lima buah Mustika Naga yang tersebar di seluruh alam kehidupan.
Membayangkan kekuatan Matriark Phoenix Es yang sangat kuat membuat Long Guan memiliki pecutan semangat untuk menjadi lebih kuat.
Dalam kehidupan seorang kultivator, seringkali menjumpai tindakan kejam dari orang-orang yang memiliki ambisi dan kesombongan. Bakat yang kuat perlu ditunjang oleh latar belakang yang kuat juga, jika tidak maka ia akan dihabisi sebelum tumbuh berkembang.
Di Alam Spiritual ini Long Guan tidak memiliki siapapun, bahkan latar belakang Hung Fei tidak cukup kuat sebagai salah seorang Tetua Sekte Pedang Bintang.
Memikirkan hal tersebut, ia sedikit terdiam namun karena tekadnya sudah bulat ia tidak memikirkan terlalu jauh. Setidaknya ia memiliki tujuan untuk menemukan Xie Annchi, adapun resiko dalam perjalanannya ia akan menyingkirkannya apapun dan siapapun itu.
Ia mendiami rumah gurunya yang memiliki tiga kamar tidur, Long Guan mengeluarkan barang-barang keperluannya dari dalam cincin penyimpanannya lalu ia bergegas membersihkan diri di kamar mandi yang di aliri air dari mata air Pegunungan Empat Dewa.
Kediaman Long Guan yang cukup besar membuatnya merasakan kesepian, ia merindukan sosok istri serta anak-anaknya. Long An, Long Chen dan Meilin pasti sudah dewasa sekarang dan Ling’er juga bahagia dengan kehadiran mereka.
Sejuta kerinduan memaksa Long Guan untuk tetap terjaga hingga malam mulai ditemani bintang-bintang yang sangat indah.
Long Guan beranjak keluar dari villanya untuk memahami Bukit Kelima secara keseluruhan, jika di alam bawah dengan kemampuannya ia bisa melayang bebas, hal tersebut tidak berlaku di Alam Spiritual hanya kultivator yang berada pada Semesta Tingkat Tujuh yang dapat melakukannya.
Long Guan sedikit merindukan kemampuannya yang dapat terbang dan melayang, tetapi berada di Alam Spiritual juga dirinya tidak mau terlalu mencolok, Long Guan hanya butuh waktu serta latihan yang sungguh-sungguh guna mencapai jalur bela diri yang sesungguhnya.
“Untungnya kemampuanku dalam memahami Hukum Ruang dan Waktu tidak lenyap” Long Guan berkata pelan sambil berlari dan melompat hinggap dari satu pohon ke pohon lainnya.
__ADS_1
Ia sedikit membiasakan diri dengan tingkat gravitasi yang lebih besar ketimbang di dunia bawah. Long Guan mengitari enam Bukit Kecil selama beberapa waktu, meskipun pada malam hari ia melihat beberapa vila memiliki cahaya yang terang tanda terdapat aktivitas kehidupan.
Ia dengan jelas dapat melihat pergerakan para murid yang dikumpulkan oleh dua puluh murid sebelumnya. Long Guan tersenyum lebar melihat antusiasme para murid yang mau tinggal di Bukit Kelima.
Berdasarkan pengalamannya dalam mengembangkan Sekte Pedang Angin, ia merasa optimis akan membawa perubahan dalam waktu lama.
Keesokan paginya berita tentang Bukit Kelima yang sudah ditempati oleh Long Guan dan dua puluh orang murid buangan menyebar dengan cepat di Sekte Pedang Bintang.
Perkembangan alat komunikasi lebih canggih ketimbang di dunia fana, para Diaken yang bertempat di setiap Bukit Kecil memiliki tingkat kultivasi Semesta Tingkat Empat, pada tingkat ini mereka sudah bisa menggunakan token giok informasi untuk saling mengirim pesan sejauh 250 mil atau sekitar 400 kilo meter.
Luas tiap Bukit Kecil adalah 10 kilo meter dengan enam Bukit Kecil sehingga dapat diperkirakan untuk luas Bukit Utama sekitar 60-65 kilo meter.
“Kalian dengar, dia sebelumnya adalah manusia yang berasal dari dunia bawah?”
“Ternyata dia adalah murid Tetua Hung Fei yang sudah lama menghilang, sama seperti gurunya dia hanya pendekar rendahan.”
“Benar sekali, meskipun orang itu begitu tampan dengan usia sekitar dua puluh tahun seharusnya ia memiliki masa depan yang bagus jika ia bergabung dengan Bukit Utama pertama atau Bukit Utama lainnya, sayang sekali!”
“Dengar-dengar dia dulu di dunia bawah hampir mati dihajar oleh Zhishu murid senior Sekte Phoenix Es karena berbuat kurang sopan, tapi siapa yang mengira jika dia masih di lindungi oleh Tetua Hung Fei dan malah dikirim kemari, langsung mendapat pengakuan dari Patriark Han Zao dan dijadikan murid pewaris Tetua Kelima.
Dalam sejarah Sekte Pedang Bintang, Long Guan adalah orang pertama yang berasal dari dunia rendah yang memiliki status murid langsung atau murid inti.
Dengan kultivasi Semesta Tingkat Dua mestinya dia mendapatkan julukan murid Pecundang Sekte Pedang Bintang!”
“Murid Pecundang Sekte Pedang Bintang, ckckck, julukan ini terdengar luar biasa!”
Mendengar percakapan orang-orang yang ada di Gunung Empat Dewa, membuat para penghuni Bukit Kelima menghela nafas panjang menahan kesal.
__ADS_1