Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Murid Sekte Phoenik Es Terdesak


__ADS_3

"Kamu tidak usah khawatir, biarkan mereka aku yang membereskan. Kamu fokus saja melawan Wu Xin" ucap Zhishu tiba-tiba ke arah Xie Annchi. Zhishu melihat sedikit kekhawatiran di wajah Xie Annchi sebelumnya.


"Terimakasih senior" ucap Xie Annchi dengan perasaan yang lebih baik. Aura dingin kemudian terus menyebar ke seluruh lokasi mereka dengan cepat.


Menghadapi situasi seperti ini Wu Xin hanya tersenyum datar, dengan cepat pula, ia menaikkan auranya. Membakar suhu dingin dan menetralkan dengan kekuatannya. Aura Wu Xin yang berada di Semesta Kesembilan membuat orang-orang tertekan.


Dua kekuatan panas dan dingin beradu, desiran angin bertiup terasa sangat lambat di telinga orang-orang. Namun tidak berapa lama kemudian terdengar benturan benda logam di udara.


"Trank"


"Trank"


"Trank"


Sembilan orang murid Sekte Phoenix Es melawan enam orang murid Puncak Abadi. Seluruh murid-murid Sekte Phoenix Es bergerak dengan agresif, gerakannya lincah memainkan jurus demi jurus pedang. Seperti tarian pedang, gerakan mereka sangat kompak dan indah, tetapi sangat efektif menghadapi serangan murid lelaki dari Sekte Puncak Abadi.


"Rasakan ini"


tiba-tiba suara Wu Xin terdengar cukup jelas, ia melompat dan mengayunkan pedangnya ke arah Xie Annchi.


"Tring"


"Baaammm"


Dua benturan terdengar, gelombang panas dan gelombang dingin beradu. Sekitar lokasi pertempuran tercipta tekanan yang sangat mengerikan. Energi yang bertabrakan tersebut menjadi pecahan energi yang liar menghantam setiap obyek yang berada didekatnya.


Pohon-pohon tumbang, menyisakan ranting-ranting yang berserakan. Orang-orang di sisi lainnya segera menjauh dari pertarungan mereka berdua, pertarungan seperti ini bukanlah kekuatan yang bisa mereka dekati dengan mudah.

__ADS_1


Zhishu mulai mendominasi serangan kepada anggota kelompok yang berasal dari Sekte Puncak Abadi, selain unggul jumlah Zhishu juga memiliki kekuatan yang tidak rendah. Boleh dibilang diantara mereka hanya dirinya yang paling kuat.


Melihat murid-murid Sekte Puncak Abadi terdesak membuat Matriark Xue Juan tersenyum. Kini dominasi murid-muridnya begitu mengagumkan, teriakan demi teriakan pemberi semangat juga terus digaungkan di alun-alun Sekte Puncak Abadi. Mereka adalah para pria yang terus antusias memberikan semangat, meski suara mereka tidak dapat didengar oleh peserta kompetisi namun tidak mengendurkan minat mereka sama sekali


Wajar saja, peristiwa seperti ini terjadi hanya setiap sepuluh tahun sekali. Selain sebagai ajang pembuktian prestasi antar Sekte juga merupakan ajang pengenalan sosok calon pemimpin wilayah. Masing-masing yang terbaik akan mewakili Sektenya untuk menjadi Gubernur Jenderal di bawah Kaisar Alam Spiritual Xia Bang.


Di arena pertarungan, murid-murid yang berasal dari Sekte Puncak Abadi mulai bergerak mundur. Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Zhishu dan kawan-kawannya.


Tanpa orang-orang sadari, dari jarak yang tidak begitu jauh, ada tiga sosok bayangan yang bergerak dengan cepat. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan seragam Sekte Puncak Abadi. Mereka melompat dengan sangat cepat dan tiba-tiba sudah berada di depan Zhishu.


"Mohon maaf kami datang terlambat" ucap salah seorang dari ketiga murid Sekte Puncak Abadi yang baru tiba. Ia tersenyum, tidak menunjukkan simpati bahkan kata-katanya barusan seperti basa-basi saja.


"Kalian murid-murid Phoenix Es akan segera mati, tidak ada jalan kembali untuk kalian" ucap murid tersebut dengan tatapan meremehkan ke arah Zhishu dan yang lainnya.


Ketiga pemuda tersebut dalam sekejap meledakkan auranya secara bersamaan, membuat Zhishu dan teman-temannya bergidik ngeri.


"Kalian siapa sebenarnya" tanya Zhishu yang tak percaya.


"Sepertinya kamu terlalu banyak bicara" ujar murid Sekte Puncak Abadi dengan malas.


Ketiganya langsung bergerak menerjang ke formasi murid-murid Phoenix Es. Pedang ketiganya menghunus ke arah Zhishu dan dua orang yang dibelakangnya. Tanpa basa basi lagi mereka bergerak dengan dengan sangat cepat.


"Aaghh" teriak seorang murid Sekte Phoenix Es.


"Aaghh" teriakan murid kedua menyusul beriringan.


'Aaghh" suara Zhishu terdengar lirih, tubuhnya terhempas mundur.

__ADS_1


Terdengar teriakan dan jeritan dari beberapa orang murid Sekte Phoenix Es. Zhishu juga mengalami luka yang cukup serius, ia mengalami beberapa tusukan pedang di tubuhnya.


Ketiga murid tersebut terus bergerak mengayunkan pedangnya, murid-murid Sekte Phoenix Es tumbang dalam sekejap. Mereka seperti angsa yang siap disembelih kapan saja.


Zhishu yang semula dapat diandalkan untuk berada di garis belakang kini sudah tidak berdaya. Tubuhnya terlihat memprihatinkan, aliran darah mulai mengalir dari lengan dan punggungnya.


Sementara keadaan murid-murid yang lain juga tidak jauh berbeda. Bahkan ada yang lebih menyedihkan, dua diantara murid Sekte Phoenix Es tampak terkulai tak bergerak. Sesekali tubuhnya berkedut menahan sakit tak terkira.


"Sudah berakhir"


ucap salah seorang pendekar muda yang baru saja bergabung. Komposisi tiga orang tersebut mampu memporak-porandakan kekuatan murid-murid Sekte Phoenix Es dalam sekejap.


"Kalian segera bantu Wu Xin, jangan biarkan gadis itu hidup" ucapnya lagi menunjuk ke arah pertarungan Xie Annchi dan Wu Xin.


Xie Annchi tampak putus asa, ia melihat serangan yang terus mengganas dari sisi yang tidak jauh darinya. Ia melihat formasi yang bertahan murid-murid Sekte Phoenix Es dengan mudah dihancurkan oleh ketiga orang yang baru saja datang. Ketiganya benar-benar kuat, selain merusak keseimbangan pertarungan mereka juga sudah berhasil melukai murid-murid Sekte Phoenix Es.


Pemandangan ini membuat Matriark Sekte Phoenix Es menjadi marah. Wajahnya menjadi jelek, ekspresinya kusut tidak karuan. Sementara Patriark Sekte Puncak Abadi sedikit mengernyitkan matanya. Ia sendiri tidak yakin dengan sosok ketiga orang yang menggunakan pakaian Sektenya, menurut sepengetahuannya hanya Wu Xin yang memiliki kekuatan paling tinggi diantara mereka.


Dari kursi penonton biasa, orang-orang yang berjumlah ribuan semakin berteriak riuh. Menyaksikan serangan demi serangan dari murid-murid Sekte Puncak Abadi, membuat mereka semakin berteriak antusias. Saat ini, sebagai tuan rumah tentu saja Sekte Puncak Abadi memiliki pendukung yang paling banyak. Ditambah kehadiran orang-orang dari Istana Kekaisaran membuat jumlah penonton semakin tumpah ruah.


Tiga orang murid yang baru saja mengalahkan Zhishu dengan mudah segera melompat dan menjauh, ketiganya membiarkan sembilan orang murid Sekte Phoenix Es yang terluka parah. Kehadirannya barusan hanya seperti main-main.


Xie Annchi kini dikelilingi oleh tujuh orang murid Sekte Puncak Abadi. Tatapan mereka penuh minat, seperti domba yang dikelilingi kawanan serigala membuat Xie Annchi tampak miris. Ia tidak menyerah, kembali meningkatkan energi Qi nya ke tingkat yang lebih ektrim. Udara kembali menjadi dingin, butiran-butiran salju tipis mulai tercipta dan semakin menebal seiring peningkatan kekuatan Qi di tubuh Xie Annchi.


"Ranah Surgawi"


"Dia sudah ranah Surgawi"

__ADS_1


ucap murid yang mengepung Xie Annchi. Ada jejak ketakutan di dalam diri mereka, jarak kekuatan mereka terpaut sangat jauh.


"Kalian jangan takut, kita hanya perlu menunda waktu. Setelah ia kehabisan Qi maka kita akan dengan mudah menghabisinya" ucap Wu Xin di tengah kepanikan teman-temannya.


__ADS_2