Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kebodohan Jenderal Iblis Xiaocao


__ADS_3

Dalam satu tarikan napas, Xiaocao tiba di Kota Pelangi.


Dirinya yang penuh amarah menatap dengan jijik Kota Pelangi, dari ketinggian ia ingin segera meluluhlantahkan Kota tersebut.


Namun saat ia hendak memasuki Kota Pelangi dirinya terhalangi oleh Formasi Array yang melindungi Kota Pelangi.


Hal ini tentu saja membuat Xiaocao terbelalak kaget, ia tidak menduga akan mendapati hal seperti ini. "Bagaimana mungkin ada formasi seperti ini, apakah wilayah ini dilindungi Dewa dari Alam Spiritual?"


Tanya Xiaocao dalam hati. Ia terus melemparkan serangan ke dalam lingkaran Formasi tersebut dengan membabi buta namun tak bereaksi apapun.


Penghuni Kota Pelangi yang baru saja tenang dan pulih dari kekacauan, kini terusik kembali dengan dentuman suara yang bertubi-tubi dari langit Kota Pelangi.


Beberapa kali terjadi percikan bola api, yang sangat meresahkan warga. Pasukan penjaga gerbang Kota yang merupakan murid-murid Sekte Pedang Angin juga merasakan sedikit ketakutan.


Serangan dadakan ini di bawah kuasa mereka. Bahkan tetua Jian belum melakukan tindakan karena sambil memperhatikan situasi yang baru saja berkembang.


Di sisi lain, melalui indera spiritualnya Long Guan dapat merasakan adanya aura yang cukup kuat mendekati Kota Pelangi.


Setelah memastikan itu merupakan aura milik iblis jahat ia sedikit menjadi khawatir, kemudian ia pamit dari Akademi Huangshan untuk kembali ke Kota Pelangi.


Dalam sekedip mata Long Guan telah tiba di Kota Pelangi tanpa Xiaocao sadari. Long Guan memperhatikan gerak-gerik makhluk iblis tersebut yang hendak menghancurkan formasi perlindungan Kota Pelangi,


“Hemm"


"Akan kubiarkan makhluk itu menyerang formasiku, aku juga ingin lihat batas kekuatan formasi tersebut meskipun tidak akan terpengaruh oleh serangan makhluk tersebut” Gumam Long Guan dalam hati.


Xiaocao tampak muram, dengan wajah yang tidak enak di pandang ia mencoba mengeluarkan tombak iblis dari dalam cincin penyimpanannya.


“Kini kalian rasakan kekuatanku” Xiaocao berteriak kencang sambil memutar-mutar tombaknya.


Pusaran angin berbentuk gelombang melesat dengan begitu cepat melintasi udara di sekitar, seluruh warga yang melihatnya menjadi ngeri dan merasa sangat takut, sementara rombongan murid-murid dari Sekte Pedang Angin juga tampak khawatir apakah formasinya mampu menahan serangan makhluk iblis tersebut.


Jika tidak berhasil, menghadapi makhluk semacam itu adalah tindakan bunuh diri secara nyata.


Hanya tetua Jian yang mulai tampak tenang, karena perasaannya mengatakan bahwa Long Guan ada di sekitar sini.


Gelombang besar seperti angin tornado menghantam lingkaran formasi yang diciptakan Long Guan,


“Booom”


Sebuah ledakan besar terjadi, suara gemuruh menyebar ke seluruh Kota Awan, tampak udara terdistorsi sangat kuat dan bergetar di ruang kehampaan membuat seluruh penduduk Kota Pelangi menjadi sangat panik.


Para murid Sekte Pedang Angin tampak menahan napas dengan tegang sambil terus berharap yang terbaik buat mereka. Di tengah-tengah kepanikan mereka, muncul kembali suara ledakan kedua yang lebih dahsyat dan memekakkan telinga.


“Boooom…”


Udara kembali terdistorsi ke ruang hampa, situasi sangat hening seolah menantikan kejutan berikutnya.


“Sial, sebenarnya terbuat dari apa formasi itu sehingga begitu kuat” Gumam Xiaocao tampak tersenyum pahit.


Wajahnya yang jelek tampak semakin jelek menghadapi situasi tersebut. Tetapi pemandangan berbeda tampak terlihat di wajah para penduduk Kota Pelangi, mereka tidak menyangka Kota Pelangi dilindungi oleh kekuatan yang sangat besar.

__ADS_1


Senyum bahagia juga menghiasi kediaman keluarga Xie, tidak terkecuali dengan Xie Annchi yang sedari tadi cukup cemas menunggu kedatangan Ketua Sekte.


“Ketua, dimana anda?” Batin Xie Annchi berucap dalam hatinya.


“Hai manusia sialan!"


"Keluarlah dan hadapi aku jika berani!"


"Jangan bersembunyi saja” Teriak Xiaocao mulai menggila.


“Hahaha"


"Apakah kau mencariku?”


Ucap Long Guan yang muncul secara tiba-tiba tepat di samping Jenderal Iblis Xiaocao.


Mendengar suara yang seperti keluar dari ruang hampa membuat Xiaocao tersentak kaget, secara spontan ia mundur beberapa langkah.


“Siapa kamu?”


Tanya Xiaocao dengan panik melihat sesosok pemuda yang tampak sangat tenang di depannya.


“Bukankah barusan kau berteriak memintaku untuk keluar?”


Ucap Long Guan dengan nada mengejek.


“Bagaimana bisa ada orang sepertimu di dunia lemah ini? Katakan siapa kau sebenarnya?” Ucap Xiaocao yang kini berubah menjadi sedikit takut.


Jawab Long Guan dengan lengkap menyebutkan identitas dirinya.


“Ohh.. kamu orang yang sudah mengacaukan rencanaku? Apakah kamu sudah bosan hidup” Ucap Xiaocao mencoba kembali bersikap tenang.


“Apakah kau sedang memujiku?” Long Guan berkata sambil mencibir.


Long Guan dapat merasakan kekuatan makhluk iblis ini lebih kuat dari iblis yang dia hadapi sebelumnya saat di Sekte Pedang Angin.


“Dasar manusia tidak tahu di untung!"


"Tunggu saja sebentar lagi tuanku akan bangkit seutuhnya, kamu akan menyesal”


Ancam Xiaocao yang mulai tampak cemas.


“Hahaha" Silahkan kamu menunggu Azazil di Neraka” Ucap Long Guan yang sambil melangkah mendekat.


Jenderal iblis Xiaocao semakin cemas namun sudah kepalang maju, menyesal pun ia percuma.


Andai dirinya bersabar dan mendengarkan nasihat kakaknya tentu kejadian seperti ini takkan terjadi.


Xiaocao segera bergegas memukulkan tombak iblisnya dengan kekuatan penuh ke tubuh Long Guan.


Namun sedikitpun Long Guan tidak menghindar dan dirinya terus melangkah maju di atas udara.

__ADS_1


Sementara pukulan tombak iblis tidak dapat menyentuhnya sama sekali, tombak iblis seperti menyentuh bayangan semu.


Dalam sekejap Long Guan sudah berada di depan Jenderal Iblis Xiaocao mengeluarkan tamparan Api Abadi. Sebuah telapak tangan berapi segera menghantam wajah Xiaocao,


“Dhuuuarr”


Suara ledakan sangat keras menerbangkan Xiaocao tanpa perlawanan dan tubuhnya meledak tak tersisa setelah terpental puluhan meter.


“Efek Api Abadi memang sangat luar biasa. Benar apa kata guru Hung Fei kalau kekuatan api abadi bisa mengubah kultivator semesta menjadi debu” Gumam Long Guan pelan setelah ia melihat efek tamparannya yang ia lapisi dengan Api Abadi.


Pemandangan tersebut disaksikan oleh seluruh warga Kota Pelangi dengan penuh antusias dan teriakan kegirangan, mereka yang belum mengenal sosok Long Guan secara langsung banyak yang menyebutnya sebagai Dewa penolong yang agung.


Sementara di barisan murid-murid Sekte Pedang Angin, mereka tersenyum bangga dengan sosok pimpinan Sekte mereka.


****


Di Istana Iblis


“Kurang ajar!"


Teriak Xiaoru yang tiba-tiba merasakan aura jiwa adiknya lenyap.


“Apa yang terjadi dengan adikku? ”


Teriak Xiaoru dengan keras di istana iblis di Dunung Dushou,


“Lapor Jenderal, tuan Xiaocao pergi menuju Kota Pelangi saat mengetahui efek Pil Darah dapat diobati oleh seseorang dari Kota Awan”


Ucap salah satu ketua kelompok pasukan iblis.


“Lalu siapa orang tersebut?”


Bentak Xiaoru dengan mata melotot.


“O.. orang itu bernama Long Guan pimpinan Sekte Pedang Angin” Jawab ketua kelompok itu dengan takut.


“Apa, dasar tidak berguna. Kenapa tidak bilang kepadaku ada kejadian seperti ini” Bentak Xiaoru sambil menendang Ketua kelompok tersebut dengan sangat keras.


"Braak!"


Tubuh ketua kelompok tersebut meluncur cepat menghantam salah satu pilar istana, tanpa bisa mengucapkan sepatah kata, ketua kelompok tersebut langsung tewas seketika.


Seluruh ruangan tampak hening menyaksikan kemarahan Jenderal Xiaoru, tak ada yang berani menatap atau menyela ucapannya.


“Sudah kubilang untuk menahan diri agar tidak berurusan dengan orang yang bernama Long Guan, apa kalian tuli semua” Bentak Jenderal iblis Xiaoru penuh amarah.


“Apa yang kalian lakukan hanya akan menghambat rencana Kaisar Azazil” Ungkap Xiaoru dengan tatapan tajam.


Kali ini jelas Xiaoru sangat marah karena adiknya tewas tanpa ia tahu. “Kalian beberapa orang pergilah dan segera cari tahu tentang apa yang baru saja terjadi di Kota Pelangi” Ucap Xiaoru dengan nada tinggi.


“Baik Jenderal, kami segera berangkat.” Ucap salah seorang Ketua kelompok lainnya dan dengan segera undur diri menuju Kota Pelangi untuk menjalankan perintah Jenderal Xiaoru.

__ADS_1


__ADS_2