Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Serangan Pembuka


__ADS_3

Sementara itu Qiu Long sudah mendekati Desa Baiyun. Tidak seperti pasukan Gerbang Naga yang sudah menaruh pasukan pengintai di titik yang jauh, pasukan dari Klan Yinzhen terlihat lebih santai.


Dari kejauhan Qiu Long dapat merasakan ratusan pasang mata tengah menatap ke arahnya, bahkan dari kejauhan ribuan orang memperhatikan sudah berdiri dan bersiap melakukan pergerakan.


"Ketua, jika kita tidak bergerak maka kita yang akan didahului oleh mereka" ucap Xiao Jian sambil menatap ke depan.


Sementara Wei Sheng dan yang lainnya sudah mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.


Zrink!


Zrink!


Zrink!


Berikutnya energi Qi yang memancarkan aura Pendekar Dewa tergambar melalui pedang mereka. Hanya Qiu Long yang belum mencabut pedangnya, ia masih tenang dan menganalisa kekuatan lawan.


Beberapa orang dengan kekuatan tinggi telah menyadari kedatangan kelompok Qiu Long. Lima orang pendekar Tingkat Dewa segera menghampiri kelompok Qiu Long, dengan wajahnya tampak ganas, aura membunuhnya jelas terasa berat.


"Tidak kusangka orang-orang dari Gerbang Naga hanya mengirimkan sekelompok pendekar lemah kemari. Apakah Shen Long sudah menyerah?" ucap orang tersebut dengan angkuh.


"Aku akan bunuh satu diantara mereka, sisanya kalian harus habisi. Setidaknya kalian bisa menahan mereka sampai aku membunuh Yinzuo" ucap Qiu Long kepada kelompoknya.


Xiao Jian dan yang lainnya mengangguk pelan tanda mengerti. Pada detik berikutnya momentum mereka meletus dengan sangat mengerikan. Xiao Jian dan Wei Sheng segera bergerak ke samping Qiu Long. Aura Qi pendekar Tingkat Dewa meledak hingga ke tahap maksimal. Sementara Yong Rui dan Zhi Hao juga melakukan hal yang sama, kekuatan mereka meletus bersamaan.


"Bagaimana mungkin kalian juga sudah berada di Tingkat Dewa?" ucap lelaki paruh baya dengan wajah muram.


"Kalian bangsa siluman, tidak perlu banyak omong. Dimana Yinzuo berada, aku akan membuatnya mati tanpa kuburan" ucap Qiu Long dengan nada mengintimidasi.


"Siapa kalian? Kalian tidak pantas berhadapan dengan Tuan Yinzuo" jawab lelaki tersebut.


Baru saja ia selesai bicara, tiba-tiba tubuh Qiu Long sudah berada di depan lelaki paruh baya tersebut. Seperti di dunia bawah, ia menggunakan jurus langkah seribu bayangan.


"Buuggh"


Qiu Long mengeluarkan sebuah tendangan tepat di dada lelaki tersebut. Walaupun tidak keras namun mengandung tenaga dalam yang dapat menghancurkan organ dalam.


Tubuh lelaki tersebut terbang melayang berbalik dan jatuh menghantam tanah dengan keras. Lelaki paruh baya itu berniat ingin bangkit, dirinya merasa sangat marah atas tindakan yang baru saja ia dapatkan.


"Puufft"

__ADS_1


Semburan darah segar keluar dari mulut pendekar Tingkat Dewa tersebut, matanya memandang ke arah Qiu Long penuh ketidakpercayaan. Sebagai pendekar tingkat dewa mustahil dirinya dihempaskan dengan begitu mudah, namun belum sempat rasa ia berucap di detik berikutnya tubuhnya ambruk ke tanah tidak bernapas.


Keempat pendekar dewa yang tersisa merasa sangat terkejut, Tingkat Dewa adalah keberadaan yang tidak mudah disentuh. Tetapi pemuda di depannya dengan mudah membunuh rekannya.


"Apakah kamu Qiu Long" ucap salah satu dari mereka dengan gemetar ketakutan.


Namun Qiu Long bergeming, tatapan matanya tajam. Tangan kanannya terangkat ke udara membentuk sebuah kode, hanya Xiao Jian dan rekan-rekannya yang mengerti.


Dari sisi Qiu Long, Xiao Jian dan yang lainnya segera melompat ke udara dan melakukan serangan kepada para pendekar tingkat dewa yang berasal dari Klan Yinzhen.


"Kurang ajar" raung pendekar tingkat dewa dari Klan Yinzhen.


Trank!


Trank!


Trank!


Sesaat berikutnya suara benturan benda logam terdengar di udara.


Masing-masing petarung tingkat dewa tersebut bertarung dengan sungguh-sungguh. Serangkaian serangan dari Xiao Jian dan teman-temannya membuat orang-orang dari Klan Yinzhen kerepotan.


"Majulah kalian semua" ucap Qiu Long dengan lantang.


Pada saat ini, pedang tunggal sudah berada di tangan Qiu Long. Meskipun pagi belum sepenuhnya tiba, kilauan pedang Qiu Long terlihat bersinar dengan aura membunuh yang sangat menakutkan.


Sementara itu pada waktu yang bersamaan di perkemahan Pasukan Gerbang Naga, seorang prajurit berlari dengan cepat.


"Komandan.. Gawat" ucap anggota pasukan pengintai tersebut dengan napas tersengal-sengal.


"Apakah mereka sudah mulai bergerak?" tanya Bing Wen dengan nada yang sangat serius.


"Bukan.. Tapi kelompok Qiu Long baru saja bergerak. Sepertinya mereka menuju Desa Baiyun" jawab anggota pasukan pengintai tersebut.


"Apa? Konyol sekali" ucap Bing Wen dengan nada panik.


"Kamu kembalilah ke pos pengintaian, kabari secepatnya apapun yang terjadi" perintah Bing Wen kepada orang yang baru saja memberi laporan.


"Baik Komandan" jawab orang tersebut sambil berlalu kembali.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu, Bing Wen segera bergegas dengan cepat ke tenda di mana Shen Long berada.


"Ketua.. Ketua" ucap Bing Wen dengan nada cukup keras.


"Ada apa sepagi ini kamu sudah berteriak" ucap Shen Long dengan tanggap.


"Itu Ketua.. Qiu Long dan kelompoknya sudah bergerak menuju Desa Baiyun" ucap Bing Wen dengan sedikit gugup.


"Apa? Bagaimana hal itu bisa terjadi?" tanya Shen Long dengan ekspresi sangat terkejut.


"Baru saja seorang anggota pasukan bayangan menginformasikan hal tersebut" jawab Bing Wen dengan tidak berdaya.


"Cepat berikan tanda. Kita harus berperang lebih awal" ucap Shen Long dengan cepat.


"Baik Ketua" jawab Bing Wen dengan patuh.


"Anak itu selalu saja bertindak gegabah" umpat Shen Long dengan nada kesal.


Sementara di lapangan perkemahan yang besar, suara terompet penanda dimulainya penyerangan sudah dibunyikan.


"Ada apa?" tanya anggota pasukan Gerbang Naga yang masih berada di tenda-tenda.


"Sepertinya kita akan memulai pertempuran lebih awal" jawab anggota yang lainnya.


"Apa-apaan ini?" keluh yang lainnya dengan nada gusar.


Sebagian yang masih beristirahat karena baru melakukan pergantian shift berjaga terlihat kesal. Matahari pagi pun belum bersinar, mereka harusnya membutuhkan dua atau tiga jam lagi untuk memulihkan stamina.


"Bukankah baru pagi ini akan diadakan rapat gabungan untuk menyusun rencana serangan" ujar seorang ketua kelompok dari Kota Leiyu.


"Sepertinya tadi ada seorang pasukan bayangan menginformasikan sesuatu, ia melaporkan dengan cepat seperti ada sesuatu yang sangat darurat" ucap seseorang mencoba menjelaskan.


"Owh.. Pantas saja" ujar ketua kelompok tersebut.


"Lapor Ketua, kita sudah bersiap. Namun anehnya tenda Qiu Long dan kelompoknya nampak masih tenang-tenang saja pada saat ini" ucap anggota kelompok tersebut.


"Sungguh keterlaluan, apakah karena ia memiliki hubungan dekat dengan Shen Long lantas bisa berbuat seenaknya seperti itu?" ucap Ketua kelompok tersebut dengan nada kecewa.


Andai saja mereka tahu jika saat ini Qiu Long sudah menumpahkan darah pihak musuh, maka mereka akan malu sendiri dengan apa yang baru saja mereka bicarakan.

__ADS_1


__ADS_2