
Di dalam kamar tempat tinggal Murid Luar, tampak seorang pemuda tengah berbaring menahan sakit. Jika diperhatikan dengan baik, dia adalah Wang Cao yang terluka akibat pukulan Long Guan.
Di sampingnya, tampak seorang Tetua yang tengah mengobatinya. Di sebelahnya ada sepasang suami istri yang sedang bersedih melihat kondisi Wang Cao.
Mata wanita tersebut nampak bengkak karena baru saja habis menangis.
“Setelah menjalani perawatan beberapa hari, kondisi Wang Cao akan baikan” ucap Tetua Wang Xuemien kepada pasangan suami isteri tersebut yang diketahui sebagai orang tua Wang Cao dan merupakan kakak dari Tetua Wang Xuemien.
Kondisi Wang Cao yang pingsan setelah tiba di Bukit Keenam. Dengan otoritas Tetua Wang maka kedua orang tuanya datang untuk menjenguk dan melihat kondisi Wang Cao yang terluka parah.
Setelah beberapa waktu, Wang Cao membuka matanya, melihat kedua orang tuanya yang bersedih ia berkata dengan suara yang lemah.
“Ayah, Ibu kalian kenapa bersedih?”
Melihat kondisi Wang Cao yang sudah siuman, Tetua Wang Xuemien sambil menghela napas berkata.
“Sebaiknya kamu tidak banyak bergerak dulu, kondisimu masih belum memungkinkan untuk beraktivitas. Dantianmu terluka cukup parah, meskipun bisa disembuhkan namun butuh waktu yang lama".
“Apa?”
Wang Cao yang baru saja tersadar dari pingsannya, kini bagai tersambar petir.
“Mustahil.."
"Mustahil..”
Kepala Wang Cao hampir mau pecah.
Wang Cao sebelumnya adalah seorang pemuda berbakat dari Keluarga Wang, jika ia mengalami cidera pada Dantiannya maka akan mempengaruhi perkembangan bela dirinya di masa depan.
Jalan kultivasinya akan terhambat meskipun ia telah sembuh. Dantian yang pernah terluka akan mengalami penurunan kemampuan menyerap Energi Spiritual, berbeda dengan kondisi Dantian yang normal pada umumnya.
“Sialan!” maki Wang Cao dalam hati.
__ADS_1
Dalam benaknya penuh kebencian membayangi wajah Long Guan, ia akan balas dendam bagaimanapun caranya, ia juga akan mendapatkan Yu Nuan demi mengobati kekesalannya. Memikirkan hal ini, kerutan keningnya terlihat menahan kemarahan.
****
Pada waktu yang bersamaan, Long Guan tengah meneliti bahan dan efek Pil buatan Bukit Keenam yang menjadi sumber kekuatan Sekte Pedang Bintang.
Hal ini juga yang menjadikan orang-orang dari Bukit Keenam tidak bisa disentuh, selain menguasai bela diri mereka juga memiliki alkemis handal dalam melakukan pemurnian bahan-bahan herbal menjadi obat dan Pil.
“Dari bahan dan cara meraciknya Pil-pil ini tidak jauh berbeda dengan Pil Tingkat Tiga dan Pil Semesta. Namun kandungan Pil ini tidak sempurna" ucap Long Guan pelan setelah merasa yakin dengan penilaiannya.
Lalu ia meminta Yu Nuan dan Yu Nuwa menyebutkan nama jenis beberapa herbal. Ada perbedaan nama di Alam Spiritual, namun memiliki bentuk dan jenis yang sama. Hanya saja kualitas herbal di Alam Spiritual sangat berbeda dengan Dunia Fana.
Hari sudah sore, namun Long Guan tidak ingin kehilangan waktu dengan percuma. Ia masih memeriksa Pil pemberian Aula Perbendaharaan,
“Nona Nuan, tolong beritahu aku Pil apa saja ini?”
Dengan cekatan Yu Nuan menyebutkan tiga jenis Pil yang sudah ia pisahkan.
Ia menyebutkan Pil Pemurnian, Pil Pemulihan, serta Pil Giok Emas. Pil pemurnian berguna untuk meningkatkan kultivasi sesorang Kultivator dalam menerobos, Pil Pemulihan berguna untuk menyembuhkan luka, sedangkan Pil Giok Emas berfungsi untuk mengobati seratus jenis racun.
“Ada beberapa cara untuk mendapatkannya, pertama kita akan membelinya di Aula Herbal yang terdapat di salah satu Bukit Keenam, namun mengingat hubungan kita kurang baik dengan Tetua Wang Xuemin tentu hal ini menjadi mustahil. Cara berikutnya yaitu dengan mencarinya secara langsung di Gunung Lima Jari, Gunung tersebut tidak terpisahkan dari Gunung Jari Sakti. Namun cara ini dinilai cukup berbahaya, Gunung Lima Jari bukanlah tempat yang ramah bagi kultivator seperti kita, minimal mereka yang berada pada Tingkat Semesta Keempat yang bisa memasukinya” ungkap Yu Nuan sambil menggelengkan kepala.
Ia tampak pesimis dengan keadaan ini, dominasi Bukit Keenam dalam bidang alkimia dan pengobatan sangat menentukan kemajuan Sekte secara keseluruhan.
“Oh, apakah kamu pernah membuat Pil” tanya Long Guan tiba-tiba.
Menghadapi situasi seperti ini ia sama sekali tidak khawatir, ekspresinya tetap tenang seperti biasa. Lagi-lagi Yu Nuan terkejut lalu ia berkata.
“Sebelumnya di Bukit Keenam aku dan adikku tidak pernah diberikan kesempatan memasuki Aula Pemurnian, sehingga aku hanya bisa mendengar dari beberapa orang murid saja. Lainnya aku hanya membaca pengetahuan umum tentang herbal yang terdapat di Perpustakaan” jawab Yu Nuan tak berdaya.
Jika mengingat dirinya ketika masih berada di Bukit Keenam, ia merasa sedih. Setelah dirinya menolak Wang Cao yang telah menyatakan perasaannya, hari-hari selanjutnya penekanan terhadapnya benar-benar sangat mempengaruhi perkembangan kultivasinya.
Meskipun berada di Bukit Keenam, ia dan adiknya tidak mendapatkan sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan. Dirinya hanya diberikan tugas sebagai pengumpul dan penyaring bahan-bahan herbal.
__ADS_1
“Baiklah jika demikian, aku akan mengajarimu dan adikmu untuk memurnikan Pil. Aku melihat bakatmu dalam menguasai bahan-bahan herbal cukup luar biasa, sehingga kamu dan adikmu hanya membutuhkan praktek untuk menyatukan antara teori dengan visualisasi” ucap Long Guan ringan.
“Apakah aku tidak salah dengar?” ucap Yu Nuan kaget.
Ia tidak yakin Long Guan memiliki kemampuan tersebut, sebelumnya meskipun ia pernah menerima catatan alkimia dari Long Guan, dirinya berpikir karena Long Guan tidak mengerti dengan catatan tersebut, tampaknya ia keliru menilai Long Guan.
Sambil melihat peralatan yang ditinggal oleh gurunya, Long Guan merasa tidak ada masalah dengan beberapa tungku dan alat lainnya dalam meracik Pil, yang ia butuhkan saat ini adalah bahan-bahannya.
“Lusa aku akan segera mengumpulkan bahan-bahannya!” ucap Long Guan tanpa ragu.
Dalam hatinya ia ingin menjelajahi Gunung Lima Jari yang berhadapan dengan Bukit Kelima tempat tinggalnya. Pandangan Long Guan tertuju pada Gunung Lima Jari, rasa penasarannya memenuhi pikirannya. Ia merasakan di balik pemandangan pepohonan yang menghijau, aura spiritual di Pegunungan Lima Jari lebih padat daripada di Gunung Empat Dewa.
“Baiklah jika demikian, aku juga akan menyiapkan beberapa herbal yang dapat aku kumpulkan di Bukit Kelima” jawab Yu Nuan dengan ekspresi biasa.
Long Guan kemudian meminta kepada Yu Nuwa agar memanggil delapan belas orang murid yang sebelumnya bergabung.
Tak membutuhkan waktu yang lama, mereka yang sebelumnya tengah beristirahat setelah mengikuti latihan fisik segera mengikuti Yu Nuwa menuju Aula Alkimia yang didirikan Long Guan.
"Salam saudara Guan" ucap beberapa orang murid mewakili yang lainnya.
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Long Guan memperhatikan mereka yang masih mengeluarkan keringat setelah latihan keras yang diberikan oleh Long Guan.
"Kami baik-baik saja, latihan seperti ini membuat kami nyaman tidur malam" jawab salah seorang murid sambil tersenyum lepas.
Long Guan menyadari efek latihannya belum berdampak secara signifikan, karena baru tiga hari mereka menjalaninya. Lalu Long Guan mengeluarkan satu botol Pil yang berisi Pil Pemurnian. Masing-masing orang mendapatkan tiga butir, hal ini membuat mereka terkejut.
Biasanya mereka hanya menerima satu butir Pil setiap bulan, kini mereka menerima tiga butir sekaligus.
"Apakah ini tidak pemborosan?"
Long Guan tersenyum ringan melihat ekspresi mereka, lalu berkata.
"Selama tiga hari ini kalian sudah berlatih cukup keras, sehingga kebutuhan energi kalian juga meningkat beberapa kali lipat. Malam ini silahkan kalian berkultivasi dengan tenang dan kuharap kalian tidak mengecewakan ku" ucap Long Guan dengan mantap.
__ADS_1
Delapan belas orang murid tersebut tentu saja sangat senang pada saat ini.
"Terimakasih saudara Guan, kami tidak akan mengecewakan mu" jawab mereka dengan serempak.