
Tiba-tiba cahaya hitam pekat muncul dari kehampaan, portal teleportasi muncul tidak jauh dari Long Guan. Muncul sesosok tubuh pemuda yang mirip dengan Long Huan, sepupu Long Guan.
Meskipun dari kejauhan Patriark Long masih bisa mengenali wajah dan bentuk tubuh yang mirip cucunya tersebut,
"Apa yang terjadi?"
Tanya Patriark Long dalam hati. Dirinya tidak mengerti mengapa Long Huan tiba-tiba muncul dengan kekuatan yang sangat menakutkan, bahkan Patriark Long dapat merasakan kekuatannya berada di atas Long Guan.
"Hahaha.. tidak kusangka perkembangan mu sangat pesat, pantas saja seluruh anak buahku tewas di tanganmu, jika saja Xiaoru tidak terkena batasan hukum ruang dan waktu maka dirimu hanyalah sampah di depannya" Ungkap Azazil memulai percakapan.
Mendengar perkataan ini, membuat Patriark Long kembali tersadar bahwa sosok yang mirip Long Huan adalah Azazil.
"Aku kira kau juga bukanlah tandinganku jika aku memiliki waktu yang cukup" Jawab Long Guan dengan santai, ia berusaha bersikap setenang mungkin menghadapi musuh yang kini sudah memiliki kemampuan sempurnanya.
"Hahaha.. sayangnya kesempatan itu tidak pernah ada" Ucap Azazil dengan tatapan penuh penghinaan.
Long Guan segera berubah menjadi sangat serius, meskipun ia bukanlah tandingan Azazil namun ia berprinsip bahwa kebenaran pasti akan menang.
Tidak peduli bagaimana jalannya, kebenaran dan keadilan mesti ditegakkan walaupun nyawa menjadi taruhannya.
"Ayah, ibu aku akan segera menyusul kalian" Ucap Long Guan pelan. Ia segera mengeluarkan keahliannya dalam membentuk Jiwa Pedang, setelah berkonsentrasi ratusan pedang terbentuk dari energi Qi, melesat di udara mengelilingi tubuh Azazil.
Teknik seperti ini cukup menguras energi Qi Long Guan, namun ia tidak memiliki pilihan untuk melumpuhkan Azazil. Secercah harapan mulai muncul di wajah orang-orang, bahkan Jian Ling dan Xie Annchi mulai tersenyum kembali.
Dua kecantikan yang selalu mengkhawatirkan Long Guan tidak lepas dari pengamatan Patriark Long, namun ia hanya tersenyum ringan melihat keduanya, dalam benaknya ia hanya berkata bahwa cucunya adalah pria yang beruntung.
"Ciih!"
Azazil mendesis menghina. Hanya mainan anak-anak dipamerkan di hadapanku.
"Dasar makhluk sampah!" Ucap Azazil penuh penghinaan. Azazil hanya menjentikkan jarinya, ratusan pedang yang terbentuk dari energi Qi kini hancur bertaburan menjadi berkeping-keping.
__ADS_1
Di udara kini muncul telapak raksasa berwarna hitam, seolah muncul dari kehampaan, pergerakannya tidak terduga dan menghantam tubuh Long Guan dengan keras.
Long Guan terpental beberapa puluh meter ke belakang, tubuhnya melayang dan menimbulkan suara yang cukup keras. Ada lubang besar seperti kawah kecil yang muncul akibat terhempasnya tubuh Long Guan.
Banyak pasang mata yang terkesiap, terdiam seolah langit runtuh, Long Guan yang diharapkan satu-satunya penolong yang diandalkan kini tersungkur bersimbah darah.
Wajah Xie Annchi memucat, ia adalah orang yang kini memiliki jarak terdekat dengan Long Guan. Tanpa menghiraukan bahaya, ia berlari menghampiri Long Guan.
"Ketua, apakah kamu baik-baik saja" Teriak Xie Annchi dengan panik. Ia segera membangunkan Long Guan yang tampak tak berdaya, dari sakunya Xie Annchi mengeluarkan Pil Penyembuh ke dalam mulut Long Guan.
Pemandangan ini cukup mengagetkan orang-orang, keberanian Xie Annchi benar-benar sangat nekat, dia sungguh naif dalam posisi seperti ini.
Adapun Jian Ling cukup cemas memikirkan keselamatan keduanya, di bawah pengawasan ayahnya dan Tetua Yang Guifei ia tidak bisa berbuat apa-apa, namun ia tetap berterimakasih atas tindakan responsif dari Xie Annchi yang peduli pada keselamatan Long Guan.
"Hanya itukah kemampuan mu?"
Tanya Azazil sambil melangkah maju, auranya yang sangat menakutkan membuat Xie Annchi merasa tertekan dan ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
Kilatan petir datang silih berganti menciptakan kengerian di Kota Awan, tampak seringai kepuasan di wajah Azazil melihat fenomena alam yang mulai tidak bersahabat.
“Semoga di kehidupan selanjutnya aku memiliki cukup waktu dan kesempatan untuk membasmi kejahatan Azazil” Batin Long Guan lirih.
“Bugh"
"Bugh”
Suara injakan kaki Azazil yang bersarang di tubuh Long Guan, seolah domba yang siap dipotong kapan saja, Long Guan menjadi bahan olokan Azazil.
Long Guan menderita sakit yang teramat parah, baru kali ini ia disiksa oleh musuhnya. Ia hampir saja putus asa, tiba-tiba seberkas sinar berwarna biru muncul dan tampak seorang pria yang merupakan guru Long Guan muncul.
Hung Fei tidak bisa berdiam diri melihat muridnya dipermainkan oleh Azazil. “Sepertinya sosok pria itu merupakan orang yang tidak asing bagi Ketua Sekte Pedang Angin, auranya yang cukup kuat mampu mengimbangi kekacauan fenomena alam yang sangat menakutkan” Ujar Tetua Xie Rong memperhatikan kemunculan sosok yang baru pertama kali ia lihat.
__ADS_1
“Owh rupanya kau berhubungan dengan anak manusia ini?"
Tanya Azazil dengan senyum mengejek. Dengan satu tendangan, tubuh Long Guan kembali terlempar dan memuntahkan darah.
Long Guan semakin lemah, nafasnya sudah terengah-engah namun ia masih melihat sosok gurunya yang baru saja datang. “Terimakasih guru” Ucap Long Guan pelan.
Ia hampir tidak bisa menggerakkan tubuhnya, energi dalam tubuhnya terasa tidak beraturan. Bahkan tabrakan energi Qi dan Api Abadi menjadi tidak stabil, pandangan Long Guan mulai menjadi buram. Ia masih menjaga kesadarannya dan memompa energi vitalitas di dalam tubuhnya.
Aroma wangi yang sedikit familiar menghampiri tubuh Long Guan. Dengan lembut uluran tangan Xie Annchi menyentuh mulut Long Guan, sebutir Pil Penyembuh masuk ke dalam tubuh melalui mulutnya. Ada rasa hangat saat tatapan khawatir di wajah Xie Annchi.
Long Guan memaksakan senyum sambil menganggukkan kepala dengan pelan. Energi pil penyembuhan perlahan menyebar ke dalam tubuh Long Guan membuat tubuhnya kembali terisi tenaga, meskipun baru sepuluh persen tenaganya pulih namun cukup buat dirinya bisa kembali bergerak dan memperhatikan sosok gurunya dan Azazil yang kini tengah berhadapan.
Melihat Long Guan yang mulai pulih membuat Hung Fei tersenyum, “Untung aku masih belum terlambat, jika tidak maka aku akan menyesal seumur hidup” Gumam Hung Fei pelan.
“Dia adalah muridku dan bagian dari Sekte Pedang Bintang” Ucap Hung Fei memberi penekanan kepada Azazil.
“Hahaha.. Sekte Pedang Bintang kalian bukanlah yang terkuat, cepat atau lambat kehancuran Alam Spiritual hanyalah masalah waktu” Ujar Azazil dengan cuek.
Hung Fei yang berada pada ranah Semesta Kelima bukanlah tandingan Azazil yang berada pada ranah Semesta Kedelapan, Hung Fei berharap dengan nama Sekte Pedang Bintang dapat membuat Azazil gentar.
Namun tanpa sepengetahuan Hung Fei, Azazil memiliki pendukung dari Sekte Kegelapan yang masih misterius. Melihat kondisi yang tidak menguntungkan, Hung Fei mengeluarkan kekuatan penuhnya dan segera menyerang Azazil.
Tak lama kemudian, aura panas keluar dari tubuh Hung Fei yang merupakan pembudidaya unsur api, Pedang biru raksasa muncul di atas kepala Hung Fei dan dengan cepat segera melesat ke arah Azazil.
Pedang api yang terbentuk dari manifestasi energi Qi terus bergerak mengarah ke tubuh Azazil, melihat serangan kuat dari Hung Fei membuat Azazil tersenyum dingin dan mengibaskan tangannya untuk menangkis serangan pedang raksasa yang mengarah kepadanya.
"Bam!"
Tabrakan energi yang sangat dahsyat membuat wilayah Sekte Pedang Angin menjadi hancur berantakan, para Diaken dan para Tetua segera mengungsikan orang-orang melalui jalur darurat.
Hanya Jian Ling yang masih bertahan di dalam Sekte ditemani oleh ayahnya dan Tetua Yang Guifei. Sementara orang lainnya yang masih bertahan adalah Xie Annchi, kini dirinya tengah merawat Long Guan akibat serangan Azazil.
__ADS_1
Melihat serangannya gagal, Hung Fei tidak terkejut. Walau bagaimanapun jarak kekuatannya bagai bumi dan langit, secara teori tidak mungkin ia akan menang melawan Azazil.