Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Waktu Yang Berharga


__ADS_3

Sementara Long Guan yang masih berada di alam jiwa bawah sadarnya sedang duduk


bermeditasi setelah memakan lima buah plum, ia merasakan adanya aliran energi yang


kuat memasuki dantian tubuhnya dan mengalirkan ke setiap titik meridian tubuhnya


secara perlahan.


Ia merasakan kekuatan tubuhnya mulai stabil kembali seperti semula, kemudian ia membuka kedua matanya dan menarik nafas dengan tenang.


Lalu sosok cahaya Leluhur Long datang menghampiri “Sudah saatnya aku berikan ingatanku padamu, kelak jangan kecewakan aku dan jadilah penyelamat kehidupan manusia.


Namun demi menjaga kestabilan alam semesta kekuatan ini hanya akan berada di dalam ingatanmu dan akan bisa kamu pergunakan dengan optimal saat dirimu mampu menguasai hukum ruang dan waktu.


Ucap Leluhur Long yang kemudian cahaya terang memasuki tubuh Long Guan.


Tiba-tiba rasa panas memasuki tubuh Long Guan, tubuhnya bergetar hebat dan keringat mulai bercucuran.

__ADS_1


Di dalam tubuhnya terdapat sebuah energi yang selama ini terikat menjadi bebas dan beradu dengan energi yang baru saja memasuki tubuhnya, kedua energi tersebut bersatu dan menjadikan Long Guan menjadi lebih baik, ia kini mulai bisa menstabilkan kekuatan yang sangat besar itu.


“Boom! ”


Terjadi ledakan dalam tubuhnya menandakan ia naik tingkat, tubuh Long Guan  menjadi lebih stabil dan terasa sangat kuat.


Ada bola energi berwarna ungu masuk ke dalam dantian tubuhnya dan nampak membentuk seperti dantian baru dalam tubuhnya. Jika diperhatikan kini ada dua Dantian di dalam tubuh Long Guan.


Butuh waktu beberapa saat untuk Long Guan memahami ini semua, semakin ia kuat semakin ia mengerti bahwa semesta ini memiliki kehidupan dengan pengaturnya. Setelah ia bisa memahami tentang keberadaan alam lainnya.


diri Long Guan telah berjanji kepada dirinya sendiri.


Di alam dunia, Long Guan membuka matanya secara perlahan. Ia mencoba mengingat hal yang terakhir terjadi saat ia melawan Azazil, di sampingnya tampak Jian Ling sedang beristirahat sambil memegang tangannya.


Ada rasa lelah tampak di wajah Jian Ling, melihat hal tersebut long Guan menjadi terharu dan ia menyadari selama ia pingsan Jian Ling telah menjaga dan merawatnya.


Long Guan tidak segera bangun, ia tidak mau mengganggu Jian Ling yang sedang beristirahat. Ia memandangi wajah istrinya dengan penuh cinta, ia tidak salah dalam memilih wanita untuk menemaninya dalam suka dan duka.

__ADS_1


Di hatinya ia bertekad akan berjuang menjadi lebih kuat lagi dan tidak akan membiarkan orang tercintanya berada dalam kesusahan.


Malam itu Long Guan terus memandang wajah istrinya dengan tenang sambil memegang tangan istrinya dengan penuh rasa cinta, merasakan adanya gerakan dari tangan suaminya membuat Jian Ling terbangun.


Ia bangkit dari tidurnya dan memerhatikan suaminya yang sudah sadar dalam keadaan memandangi dirinya. Dalam sekejap wajah Jian Ling memerah menahan malu, walaupun itu adalah suaminya tetap saja Jian Ling merasakan malu.


"Gege, kamu sudah bangun?" Tanya Jian Ling "Iya istriku, sudah berapa lama aku pingsan?' Tanya Long Guan kepada istrinya. "Gege tak sadarkan diri selama tiga hari, banyak yang sangat mengkhawatirkan gege" Ucap Jian Ling.


"Terimakasih atas perawatanmu istriku" Ucap Long Guan sambil memeluk tubuh istrinya dengan lembut. Ada kehangatan yang intim menyelimuti mereka, wajah kebahagiaan menyelimuti Jian Ling melihat suaminya sudah bangun dan dalam keadaan yang baik.


"Aku mau membersihkan diri dulu" Kata Long Guan sambil melepaskan pelukannya. "Aku bantu ya gege" Ucap Jian Ling mengikuti langkah Long Guan ke kamar mandi. Long Guan tanpa segan membuka pakaian dan menunjukan bagian atas tubuhnya kepada Jian Ling, lalu membiarkan Jian Ling menggosok punggungnya dengan lembut.


Saat ini keduanya tengah asyik saling mencurahkan perhatian dengan sesekali ada candaan ringan yang keluar dari mulut mereka.


Merasakan hal ini membuat Long Guan tidak ingin waktu cepat berlalu, ia begitu merasakan kebahagiaan bersama istrinya. Namun ia membutuhkan kekuatan yang besar untuk menciptakan dan mempertahankan kedamaian seperti ini.


Perlu usaha yang lebih keras baginya demi menjaga keberlangsungan hidup umat manusia di masa yang akan datang.

__ADS_1


__ADS_2