Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Mulai Bergerak


__ADS_3

"Kalian beristirahat lah, biarkan pasukan gabungan yang akan berpatroli" ucap Qiu Long memberikan arahan.


"Apakah nanti kita tidak dianggap bermalas-malasan oleh kelompok yang lainnya?" tanya Zhi Hao dengan sedikit ragu.


"Besok pagi-pagi sekali kita bergerak menuju pertahanan musuh. Di saat seperti itu mereka tidak bisa mengatakan kita malas lagi" ucap Qiu Long dengan santai.


Mendengar ucapan Qiu Long, keempatnya saling pandang. Ada rasa tidak percaya di hati mereka atas apa yang diucapkan oleh Ketua kelompok mereka.


"Apakah kalian keberatan" tanya Qiu Long sambil tersenyum.


"Tentu saja tidak, kami akan mengikuti rencana mu" jawab Xiao Jian yang sudah pulih dari keterkejutannya.


"Aku selalu mengagumi ide gila mu" sahut Wei Sheng sambil bersiap untuk beristirahat.


Ia yakin besok akan terjadi pertarungan yang hebat, ia dan yang lainnya memang harus mempersiapkan fisik dan tenaga Qi yang prima. Tanpa perdebatan, keempatnya segera beristirahat untuk menyiapkan rencana mereka besok pagi.


Setelah keempat rekannya beristirahat, Qiu Long berdiam diri sambil duduk bersila dan memejamkan matanya. Ia tenggelam dalam pemahamannya dalam penguasaan hukum ruang dan waktu, pemahaman yang hanya dirinya saja yang mampu menguasainya.


Jika ditarik permulaannya adalah saat itu ia dan kelompoknya sedang menjalani misi ke Danau Timur di Kota Wu Xin. Setelah pertarungan hidup dan mati melawan anggota Klan Mo Gui, dirinya terjerembab ke sebuah ngarai dan menemukan sebuah makam kuno.


Di dalam makam kuno itu juga ia mendapatkan warisan berupa kitab pengendalian ruang dan waktu, teknik formasi serta kitab raja obat. Ketiga teknik tersebut merupakan teknik langka yang selama ini diperebutkan oleh Klan Mo Gui.


Mungkin Wang Long juga sudah menyadari jika Qiu Long memiliki kitab-kitab tersebut sehingga salah satu alasan untuk menjebaknya dalam skenario penyergapan. Hal itu berdasarkan pengakuan Yun Mei saat Xiao Qin menggeledah Menara Tujuh Kebajikan untuk mencari sesuatu


Namun ketika hal itu terjadi, jiwa Qiu Long sudah terbagi ke dalam tujuh buah Mustika Naga. Tersebar ke dua alam kehidupan yang tidak pernah diduga oleh para musuhnya.


Sementara di tenda utama, tampak Shen Long dan beberapa orang senior dari Gerbang Naga Kota Cai Hong sedang berkumpul. Bing Wen, Zhao Shiyu adalah dua tokoh senior dari Kota Cai Hong.


"Ketua, tampaknya tenda Qiu Long sudah tidak ada aktivitas. Semenjak tiba di tempat ini mereka tidak melakukan apa-apa lagi" ucap Bing Wen melaporkan sikap kelompok Qiu Long yang terkesan sangat santai.

__ADS_1


"Apakah mereka tidak terlibat patroli?" tanya Shen Long dengan santai.


"Tidak sama sekali. Bahkan keberadaan mereka menjadi buah bibir dari kelompok yang lain" ujar Bing Wen dengan sedikit menahan kekecewaan kepada kelompok Qiu Long.


"Biarkan saja, mungkin mereka perlu beradaptasi. Selain itu, mereka juga baru bersama kembali setelah lima tahun terpisah. Namun besok ketika akan mengadakan rapat gabungan, aku akan menegur mereka" ucap Shen Long dengan bijak.


"Terimakasih Ketua, aku hanya khawatir hal seperti ini akan merusak semangat bertempur dari kelompok yang lainnya" ungkap Bing Wen.


"Tentu saja aku mengerti. Aku juga sebenarnya sedang menunggu kedatangan Qiu Long, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepadanya" ujar Shen Long dengan nada yang sedikit lebih serius.


Pada saat ini, sebagian besar pasukan Gerbang Naga sedang bersiaga. Mereka berjaga dengan penuh kewaspadaan, khawatir jika pihak musuh akan memasuki wilayah perbatasan.


Mereka berpatroli dengan senjata lengkap dan dilakukan secara bergiliran dan berkelompok, mereka benar-benar waspada dan tidak membiarkan sedikitpun dirinya lengah.


Orang-orang yang berasal dari pasukan Gerbang Naga Kota Leiyu memandang sinis ke arah tenda di mana Qiu Long dan kelompoknya berada.


"Sepertinya Shen Long terlalu memanjakan keponakannya itu, padahal ia baru saja menculik istri dari Ketua kita" ujar yang lainnya dengan nada kesal.


"Besok saat di dalam pertemuan, kita harus menyampaikan protes ini" ucap salah seorang Ketua kelompok lainnya.


"Iya, seharusnya Qiu Long diselidiki secara lebih lanjut. Tindakannya telah mencoreng pasukan Gerbang Naga Kota Leiyu" sahut yang lainnya.


Malam berlalu dengan tenang, terutama hingga sepertiga malam. Perlahan-lahan anggota pasukan mulai bergantian untuk beristirahat. Mereka juga menyiapkan energi yang cukup untuk menopang stamina mereka.


Qiu Long mulai membuka mata, sementara keempat rekannya masih dalam posisi duduk sila menyerap batu energi. Setelah sehari menerobos, mereka juga perlu waktu untuk menstabilkan kekuatannya agar lebih kuat.


Qiu Long tetap dalam posisi duduk sila, ia tidak mau pergerakannya mengganggu yang lainnya. Dengan kultivasi aura Naga tersembunyi, Qiu Long masih melanjutkan teknik pernapasannya. Tidak dipungkiri jika Alam Surgawi berbeda dengan dua alam yang pernah dilalui oleh Qiu Long. Di tempat ini, kepekatan energi Qi mengandung esensi alam yang lebih baik daripada Alam Spiritual maupun Alam Bawah..


Beberapa saat kembali berlalu, keempat rekan Qiu Long sudah membuka matanya. Saat ini mereka berada dalam kondisi terbaiknya.

__ADS_1


"Ketua, kami siap" ucap Xiao Jian dengan semangat.


"Ayo kita berangkat" ajak Qiu Long.


Keempatnya segera bangkit dengan pedang tunggal yang menggantung di punggung masing-masing.


Pada saat ini, hari sudah berganti. Meskipun matahari belum tampak, namun langit sudah sedikit tampak terang dari arah timur.


Qiu Long diikuti keempat rekannya bergegas meninggalkan kemahnya menuju Desa Baiyun. Jarak perkemahan mereka dengan Desa Baiyun tidak terlalu jauh, hanya sekitar setengah jam.


"Tuan, kalian hendak kemana?" tanya seorang anggota pasukan yang berjaga di perbatasan langsung.


"Kami ingin berjalan santai sambil melihat-lihat situasi" jawab Qiu Long dengan santai.


Merasakan kekuatan kelima orang yang memakai atribut pasukan Gerbang Naga tersebut, anggota pengintai yang bertugas di garis perbatasan tidak berani berkata-kata lagi.


Sementara Qiu Long dan keempat rekannya terus bergerak meninggalkan garis perbatasan.


"Xiao Jian dan Wei Sheng kalian seperti biasa berada di sampingku. Sementara Zhi Hao dan Yong Rui bertugas menjaga arah belakang dan menutup serangan dadakan" ucap Qiu Long memberi arahan singkat.


"Baik Ketua" jawab keempatnya dengan kompak.


Detik berikutnya, mereka semua berlima melompat dengan gerakan yang sangat cepat. Bayangan tubuh mereka satu persatu sudah tidak terlihat oleh para pasukan pengintai.


"Bukankah itu Qiu Long dan kelompoknya?" tanya seorang pasukan pengintai yang mulai menyadari keberadaan Qiu Long.


"Ini gawat kalau begitu. Kita harus segera melaporkan hal ini kepada Ketua" ucap seorang yang lainnya dengan perasaan cemas.


Seorang penjaga segera berlari dengan cepat menuju perkemahan pasukan Gerbang Naga. Ia merasa khawatir jika kelompok Qiu Long bergerak tanpa mengikuti arahan dari Shen Long.

__ADS_1


__ADS_2