Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Berburu atau Diburu


__ADS_3

Di puncak kedua, ada orang-orang dari kelompok Sekte Puncak Abadi. Mereka memiliki cara khusus untuk menemukan satu dengan yang lainnya. Mereka sudah menyusun rencana, hampir sama dengan kelompok Long Guan yaitu mereka akan menunggu dan menyergap kelompok yang akan menuju puncak kedua. Sudah diketahui bersama bahwa portal teleportasi untuk kembali akan terbuka di puncak kedua, jadi semuanya pasti akan bertemu di sini. Wu Xin dan yang lainnya selesai mendirikan tenda, kemudian tiga orang murid lainnya pergi meninggalkan mereka dan berpisah dari kelompok. Ketiga orang tersebut sebenarnya adalah yang terkuat, mereka juga bagian dari Sekte Kegelapan yang memiliki misi untuk mencari Kristal Keabadian.


Di salah satu puncak abadi terdapat sebuah warisan kuno yang belum tersentuh, hanya saja kesempatan itu terbuka ketika kompetisi antar Sekte. Formasi kekuatan empat giok yang dipegang oleh masing-masing Pimpinan Sekte membuat array pelindung terbuka, momen seperti ini yang selalu ditunggu-tunggu oleh Kaibo Pemimpin Sekte Kegelapan yang misterius.


Ketiga pemuda itu berjalan dengan cepat meninggalkan kelompoknya, dengan menggunakan seragam Sekte Puncak Abadi mereka melangkah tanpa beban. Dalam pemikiran anggota yang lainnya, mereka bertiga pergi untuk mengumpulkan sumberdaya dan membuka jalan bagi yang lainnya. hal semacam ini sudah umum pada setiap kompetisi antar Sekte.


Pada malam harinya, Liu Xianzhong dan kelompoknya mulai beristirahat. Ia menyalakan api unggun untuk menjaga suhu serta mencegah serangan hewan buas. Namun dari kejauhan, keberadaan mereka tengah dipantau oleh dua orang pemuda yang tengah mengendap. Tanpa melakukan aksi lainnya, keduanya lalu pergi dan menghilang di kegelapan malam. Pergerakan tersebut tentu tidak luput dari pengamatan Long Guan, tetapi ia hanya tersenyum penuh arti.


Keesokan paginya..


Beberapa anggota kelompok Sekte Pedang Bintang sudah bangun dan mulai beraktivitas, suara air terjun yang begitu kencang membuat sebagian lainnya menjadi lebih bersemangat untuk berkultivasi di sekitar air terjun. Tiba-tiba di tengah keheningan ada tombak yang bergerak lurus menuju tubuh Liu Xianzhong, tombak itu melesat dengan cepat membelah udara. Liu Xianzhong secara refleks memberikan reaksi dengan memblokir serangan tiba-tiba tersebut. Ia mengangkat pedangnya lalu mengayunkannya dengan cepat.


"Prank"


Terdengar suara benturan benda logam di udara, Liu Xianzhong berhasil menahan serangan tombak tersebut.


"Hahaha" ternyata peringkat teratas Sekte Pedang Bintang tidak mengecewakan.


Terdengar suara Meng Gao sambil tertawa keras, kedua tangannya menyilang di depan dadanya. Di belakang Meng Gao tampak murid-murid Sekte Badai Gurun mengikutinya. Mereka melompat turun dari ketinggian dan kini sudah berada di depan tenda Liu Xianzhong.


Perubahan situasi yang tiba-tiba ini membuat murid-murid Sekte Pedang Bintang sangat terkejut, hanya Long Guan yang sudah bersiap. Raut wajah Liu Xianzhong berubah menjadi serius, pandangannya beradu ke arah Meng Gao. Sementara dari sisi lainnya, Meng Gao tampak meremehkan Liu Xianzhong. Beberapa tahun yang lalu memang Sekte Pedang Bintang berada di atas Sekte Badai Guntur, namun kini Meng Gao berkeyakinan dapat mengubah keadaan tersebut.

__ADS_1


Liu Xianzhong dan Meng Gao terdiam sesaat, sedangkan yang lainnya memperhatikan dan menunggu pertarungan dari kedua orang tersebut. Dalam diam, keduanya sama-sama meningkatkan energi Qi nya. Masing-masing bersiap dengan serangan tangan kosong, kedua senjata mereka baru saja terhempas pada saat serangan sebelumnya.


Liu Xianzhong melirik beberapa anggota kelompoknya, wajah mereka tampak ketakutan. Sambil menggertakkan gigi Liu Xianzhong bergumam, "Aku harus melawannya".


Liu Xianzhong dan Meng Gao kembali bersinggungan, kini secara terbuka mereka melakukan jual beli pukulan.


"Bugh"


"Bugh"


Beberapa kali pukulan dan tendangan mereka beradu, dalam hal ini Liu Xianzhong jelas merasa tertekan dan dirinya mundur beberapa langkah. Liu Xianzhong kembali fokus ia harus dengan cepat melakukan serangan kepada Meng Gao. Melihat ada celah di depannya Liu Xianzhong segera memasang kuda-kuda dan bersiap melakukan serangan pamungkasnya. Dalam sepersekian detik aura Liu Xianzhong meningkat tajam,energinya sangat berbeda dengan sebelumnya.


Peningkatan kekuatan Liu Xianzhong membuat Meng Gao sedikit waspada. Meng Gao segera memasang kuda-kuda melakukan serangan tandingan untuk menyergap kekuatan Liu Xianzhong. Di sekitarnya, desiran angin terdengar jelas, kekuatan dirinya dan Liu Xianzhong mulai bergerak dalam tumbukan pukulan tangan kosong.


Dua energi besar bertabrakan, Liu Xianzhong terpental mundur jauh ke belakang. Meng Gao menatap Liu Xianzhong lalu tertawa dan mengatakan sesuatu,


"Hahaha, ternyata cuma segini saja kemampuan murid terbaik Sekte Pedang Bintang"


Wajah Liu Xianzhong tampak buruk, ia tidak percaya jika jarak kekuatannya dengan Meng Gao sangat jauh. Dalam pertukaran pukulan barusan, jelas ia mengalami luka dalam yang cukup parah. Ia ingin melakukan serangan lagi dan berdiri untuk menerjang Meng Gao, tetapi sia-sia saja tubuhnya sudah tidak kuat lagi menopang dan membuatnya ambruk sebelum mampu menyentuh tubuh Meng Gao.


"Kekuatanmu memang sangat kuat. Tetapi aku belum menyerah" ucap Liu Xianzhong sambil memegang dadanya dan mencoba bangkit. Energi vitalitasnya mulai melemah, dan napasnya mulai tidak beraturan.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian menyerah dan segera serahkan seluruh bendera poin kalian" ucap Meng Gao dengan arogan.


Mendengar perkataan Meng Gao, murid-murid Sekte Pedang Bintang mulai mengeluarkan pedang dan mengalirkan Qi nya, dalam sekejap suasana dingin Puncak Abadi berubah menjadi panas hawa petempuran.


"Biarkan aku yang maju" suara Long Guan memecah ketegangan yang terjadi.


Dari arah samping ia segera merangsek ke depan dengan ekspresi tenang.


"Apakah kalian sudah sangat putus asa sekali?" ucap Meng Gao yang meremehkan kehadiran Long Guan.


Di belakang Meng Gao, para murid Sekte Badai Guntur mulai mencibir dan mengumpat dengan nada yang cukup nyaring.


Di sisi lain, Liu Xianzhong memandang Long Guan dengan penuh kecemasan. Meng Gao sudah berada di Semesta Kedelapan, kekuatannya tidak bisa diremehkan. Liu Xianzhong tampak murung meratapi nasib yang menimpa dirinya dan teman-temannya.


"Bagaimana jika aku yang menang?" suara Long Guan terdengar sedikit lebih keras dari sebelumnya.


"Hahaha.. Kamu menang?" suara Meng Gao terdengar mengejek.


"Aku akan memanggilmu senior dan berlutut di depanmu. Tetapi jika kamu kalah maka aku akan membunuhmu" ucap Meng Gao dengan seringai dingin.


"Baik, sepakat" sahut Long Guan tanpa ragu.

__ADS_1


Di arena penonton, pemandangan ini menjadi sorotan utama. Di awal hari kedua, ini adalah bentrokan pertama yang terjadi di antara kontestan. Patriark Sekte Badai Guntur tampak tersenyum lepas, ia yakin dengan kekuatan putranya saat ini akan merubah posisi peringkat Sekte di Alam Spiritual.


Di sisi lainnya, pemimpin Sekte Phoenix Es Matriark Xue Juan sedikit mengerutkan keningnya. Pupil matanya bergerak lurus memandang seorang pemuda, tampangnya tidak asing baginya. Sejenak ia berpikir dan mencoba menerkanya, dimana ia pernah berjumpa dengan sosok pemuda tersebut.


__ADS_2