Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Penyusup


__ADS_3

Tetua Huang Xun berkata "Selamat bagi kalian yang sudah lulus seleksi di babak pertama.


Untuk seleksi berikutnya adalah tes Kekuatan mental kalian, tes ini hanya berlangsung sekitar 15 menit.


Bagi yang mampu bertahan sepanjang waktu tersebut maka ia akan lulus" Ucap Tetua Huang Xun menjelaskan.


Para peserta mendengarkan dengan serius, lalu tetua Huang Xun kembali berkata "Pada babak kedua ini calon murid yang berjumlah 1.400 orang agar berbaris rapi di tiga bagian lapangan.


Masing-masing dari kalian menjaga jarak aman" Lanjut Tetua Huang Xun yang diikuti gerakan para calon murid untuk membagi jumlah menjadi tiga bagian.


Long Guan kemudian maju dan membuat sebuah segel kandang dan sebuah segel ilusi, dalam seketika para calon murid merasakan berada di tempat lain, mereka yang tidak kuat maka akan terjatuh dan ada yang pingsan.


Dengan begitu ilusi yang mereka rasakan akan menghilang dengan sendirinya. Bagi mereka yang memiliki semangat dan tekad yang kuat akan tetap berdiri.


Dalam ilusi tersebut Long Guan menyuntikkan bayangan peperangan dengan pasukan iblis.


Bagi mereka yang menyerah maka akan berlutut di depan iblis namun bagi yang tidak menyerah mereka akan terus melawan hingga batas kemampuannya.


Long Guan tentu dengan jelas dapat melihat bayangan ilusi yang dia ciptakan. Hampir sebagian calon murid jatuh berguguran di lima menit menjelang akhir.


Dalam ilusi ini adegan pembantaian dari pasukan iblis mulai hadir di depan mata mereka. Sebenarnya Long Guan sudah menurunkan level ilusi ini namun masih banyak yang kesulitan untuk menghadapinya.


Hanya sekitar 1.000 orang yang bertahan sementara 400 orang lainnya tumbang. Setiap peserta yang tumbang akan diberikan Pil Pemulihan stamina buatan Sekte Pedang Angin, sehingga dalam sekejap mereka akan bangkit dan normal kembali.


"Perekrutan murid kali ini tidak hanya memiliki bakat yang potensial tetapi memiliki harapan untuk kebangkitan Kota Awan" Kata Pangeran Zu Sanfeng yang sejak dari awal mengikuti perekrutan.


"Semua ini berkat ide dari Ketua Sekte, awalnya dengan standar seperti yang diminta, kami para tetua sempat khawatir. Namun semangat dari peserta melebihi persepsi kami" terang tetua Hong Xun.


"Apa yang dilakukan Ketua Sekte kalian sudah tepat, saat ini ancaman dari pasukan iblis sungguh menakutkan, kita tidak pernah tahu apakah kita masih bisa bertahan hidup" Ucap Pangeran Zu Sanfeng dengan menunduk.


****


Saat ini di luar gerbang sekte tampak sekelompok orang yang datang menggunakan baju berwarna biru hendak memasuki Sekte untuk mengacau.

__ADS_1


Beberapa murid Sekte Pedang Angin yang sedang berjaga dibuat kewalahan, para penjaga yang disewa sekte segera menghadapi mereka dan membiarkan murid penjaga melapor kepada para tetua.


Sebenarnya Long Guan dapat merasakan kekacauan di depan gerbang Sekte, ia lalu melirik Tetua Jian. Seolah mengerti maksud dari Long Guan, tetua Jian segera bangkit menuju pintu masuk Sekte.


Ia menemukan murid jaga yang menghampirinya dan melapor tentang kejadian di depan gerbang.


Sementara para penjaga tambahan sekte kini tengah bertempur dengan kelompok orang yang memakai topeng.


Orang-orang bertopeng cukup kuat yang sudah berada di alam inti Qi hingga melukai para penjaga.


Meskipun tidak ada yang meninggal namun luka di tubuh mereka cukup serius dan perlu perawatan.


Tetua Jian memberikan mereka masing-masing satu butir Pil Penyembuhan buatan sekte sendiri. Efek obat bereaksi dengan cepat, formulanya sangat cocok dan mampu diserap tubuh penggunanya dengan sangat baik.


Bahkan Pil yang biasa digunakan Tetua Jian yang ia dapatkan di luar sekte tidak sebagus dan secepat ini khasiatnya. "Obat penyembuh ini sungguh hebat sekali.


Paviliun Obat benar-benar luar biasa mampu menghasilkan pil kelas atas" Batin Tetua Jian di dalam hati yang secara tidak langsung ia memuji keahlian putrinya.


Memang bakat Jian Ling meningkat sangat pesat saat ia mengenal Ketua Sekte, tidak hanya kemampuan jurus pedangnya yang luar biasa, namun keahlian alkemisnya juga sangat mengejutkan.


Tanya Tetua Jian kepada kelompok pengacau. "Serahkan wanita yang bernama Xie Annchi, maka kami akan pergi" Jawab salah satu pria bertopeng.


"Lancang sekali kalian berani berbuat ulah di Sekte Pedang Angin" Jawab tetua Jian dengan nada yang keras.


Ada aura kemarahan yang keluar dari tubuhnya. Tanpa banyak bicara lagi, Tetua Jian langsur menghajar mereka yang meru para petarung Inti Qi Tingkat akhir.


Dalam satu tarikan napas kelompok tersebut langsung dibuat kalang kabut hancur, "Sebaiknya tuan pikir-pikir kembali sebelum menghajar kami, atau kalau tidak.. " Ancam salah seorang diantara mereka.


"Aku tidak akan mengampuni siapapun yang berani memasuki Sekte Pedang Angin untuk berbuat onar" Sahut tetua Jian, lalu ia mencabut pedangnya.


Aura kejam membunuh yang dikeluarkan tetua Jian sungguh menakutkan, mereka tidak menduga kekuatan sekte Pedang Angin bisa sekuat ini.


Berdasarkan informasi yang mereka ketahui adalah Sekte Pedang Angin hanya memiliki tetua yang berada di ranah Inti Ki tahap akhir. Kini delapan orang pria bertopeng tampak tak berdaya menghadapi Tetua Jian yang sendirian.

__ADS_1


"Zleb!"


"Zleb!"


"Zleb!"


Tebasan pedang tetua Jian sudah menghempas tujuh kepala orang tersebut dengan tebasan kuat dan menyisakan satu orang yang masih berdiri linglung.


"Sialan, kuat sekali orang ini. Ada apa dengan Kerajaan Zu sekarang?"


Batin pria tersebut penuh tanda tanya. "Cepat katakan, atau aku akan mengulitimu hidup-hidup" Bentak tetua Jian yang dengan tatapan tajam. Tetua Jian tidak ingin membuang waktu lama untuk berhadapan dengan mereka.


"Ampun Tuan, jangan bunuh saya!"


Pinta orang tersebut dengan tubuh gemetaran, ada ketakutan tak terkira dalam dirinya.


"Bicaralah dengan singkat" Ucap tetua Jian.


"Kami berasal dari Kota Pelangi wilayah Kerajaan Wei, kami mencari seorang wanita yang bernama Xie Annchi yang telah melarikan diri dari Kota Pelangi" Ucap orang tersebut dengan nada yang masih ketakutan.


"Xie Annchi kini sudah menjadi bagian dari Sekte Pedang Angin, sekarang pergilah" Ucap tetua Jian yang segera menghampiri orang tersebut.


Tetua Jian melepaskan pukulan ke arah perut orang tersebut,


"Buugh!"


Orang tersebut langsung terpental sejauh beberapa meter sebelum ia memuntahkan darah, ia menyadari apa yang telah dilakukan oleh tetua Jian.


Pusat energinya telah dihancurkan, meskipun ia tidak dibunuh namun dengan hancurnya basis kultivasinya adalah hal yang sama saja melebihi dengan kematian.


Orang-orang yang menyaksikan keganasan tetua Jian hanya bisa menahan napas, namun pada sisi lainnya mereka menjadi memahami eksistensi Sekte Pedang Angin tidak boleh diganggu.


Selain itu perlindungan Sekte terhadap murid-muridnya perlu diacungi jempol.

__ADS_1


Tetua Jian memerintahkan pasukan penjaga untuk membereskan sisa kekacauan.


Lalu ia melangkah ke dalam Sekte untuk melaporkan hal yang baru saja terjadi kepada Ketua Sekte, Long Guan.


__ADS_2