
Kekacauan akibat campur tangan pemerintah kerajaan Wei dan Sekte Kristal Es tidak dapat dihindari.
Kota Pelangi yang merupakan tempat asal Xie Annchi kini berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan.
Sebagai salah satu kota di wilayah kerajaan Wei, kota Pelangi memiliki jarak terdekat dengan Sekte Kristal Es. Hampir setiap hari terjadi kekacauan berupa penculikan dan pembunuhan, namun tak ada pihak yang bisa membantu untuk mengusut tuntas dalang di balik peristiwa ini.
Penduduk yang hendak pindah ke wilayah lainnya juga mendapat kesulitan untuk melewati gerbang pemeriksaan. Saat ini Kota Pelangi seperti terisolir dari pihak manapun, segala informasi dibungkam oleh pasukan berjubah hitam.
Masyarakat yang bertahan hidup, hanya bisa menyaksikan sebuah kota yang mirip dengan sarang penjahat. Mereka bebas melakukan pelanggaran hukum serta berbuat semaunya.
Kurang dari seminggu sejak Sekte Kristal Es dikuasai oleh Jenderal Iblis Xiaoru, sudah tak terhitung para pemuda yang diculik dan para wanita menjadi pelampiasan nafsu Xiaoru.
Adalah Sekte Kristal Es yang kini sudah beraliansi dengan pasukan iblis menjadi dalang kekacauan ini, adapun pasukan Kerajaan Wei menutup mata dengan kejadian tersebut.
Hanya dalam waktu satu minggu wilayah Kota Pelangi sudah benar-benar dikuasai oleh pasukan bayangan yang bertindak sangat tidak manusiawi.
Jalur perdagangan yang melintasi laut kini dijaga dengan sangat ketat untuk menghindari kecurigaan wilayah lainnya. Saat ini Raja Wei Cuan sedang berada di Sekte Kristal Es dan sudah mengucapkan janji setia kepada iblis Azazil.
Ia merasa sangat puas dengan ambisinya yang sebentar lagi akan tercapai sebagai penguasa Benua Timur bahkan seluruh alam fana ini.
“Apakah seluruh para pemuda dan pemudi sudah siap untuk dibawa ke istana iblis” tanya Xiaoru kepada Wei Cuan.
Menjawab pertanyaan Jenderal Iblis, Wei Pin memandang Wei Cuan lalu berkata “Tuanku, semua sudah siap untuk dibawa ke gunung Dushou” jawab Wei Ping yang merupakan Ketua Sekte Kristal Es.
“Bagus, lalu bagaimana dengan segel darah yang selama ini aku cari” Desak Xiaoru sambil menatap Wei Cuan dengan tajam.
Wei Cuan agak gemetar mendapatkan tatapan tajam dari Jenderal Iblis Xiaoru, lalu ia mengeluarkan sebuah kotak berwarna gelap terbuat dari kayu dengan ukiran aksara kuno.
“Ini Tuanku, segel darah yang dimaksud” Wei Cuan dengan berat hati menyerahkan benda tersebut, ia berharap benda tersebut masih dapat ia sembunyikan namun dengan adanya sumpah setia kepada Iblis, ia tidak dapat menyembunyikan apapun.
“Hahaha.. bagus!”
__ADS_1
Xiaoru mengambil kotak tersebut lalu merasakan energi Qi hitam yang terdapat pada benda tersebut, ia menyimpannya kemudian berdiri dan berkata.
“Dalam beberapa waktu ke depan aku akan kembali ke markas, segera kuasai wilayah-wilayah lainnya dengan cepat untuk menghasilkan tawanan yang lebih banyak. Kita harus segera menyerang pusat pemerintahan dan untuk menguasai benua ini”.
“Baik tuanku” ucap Wei Cuan dan Wei Ping dengan patuh.
Xiaoru dengan senyum menyeringai merasa sangat puas telah mendapatkan segel darah, selain menyimpan kekuatan Kaisar Iblis Azazil juga merupakan segel untuk memecahkan pintu masuk alam spiritual.
“Aku sudah tidak sabar untuk kembali ke dunia spiritual dan menguasainya bersama kaisar Azazil” gumam Xiaoru dengan penuh semangat.
Pada dasarnya ia sangat membenci dunia lemah ini, kekuatannya pun tidak bisa ia keluarkan secara maksimal.
****
Di Alam Spiritual
“Hmm.. sepertinya kekacauan akan kembali, Azazil telah bangkit kembali”
Ia bangkit dari semedinya dan keluar dari pengasingannya, lalu memanggil lima orang yang merupakan para tetua di sebuah Perguruan beladiri.
“Dalam meditasi ku, aku melihat cahaya ungu yang sinarnya begitu terang menembus langit alam spiritual” ucap lelaki tua tersebut.
“Legenda dunia Dewa sebentar lagi akan hadir, seorang lelaki yang kelak menggemparkan alam kehidupan spiritual dan mampu melampaui alam spiritual ini” lanjut lelaki tua tersebut dengan tatapan cerah.
“Mohon maaf Patriark, apakah ia lahir dari salah satu keluarga Dewa atau dari sekte suci?”
Tanya salah seorang tetua senior dengan penasaran.
“Aku tidak tahu dia dari alam mana, namun dapat dipastikan ia tidak berasal dari dunia ini” jawab lelaki tua yang dipanggil Patriark tersebut.
Mendengar penjelasan dari Patriark, para tetua tersebut tertegun sejenak. Dalam dunia para Dewa memang terdapat mitos tentang kehadiran seorang Dewa yang kelak disebut sebagai Dewa Pelindung yang akan membawa perubahan tatanan kehidupan.
__ADS_1
"Di alam spiritual yang dalam beribu tahun telah terjadi konflik perebutan menjadi penguasa atau menjadi kaisar Alam Spiritual.
“Namun ada hal lainnya yang aku sangat khawatirkan, yaitu Azazil yang kini sudah mulai bangkit kembali yang kini tengah mengumpulkan kekuatan di alam fana” lanjut sang Patriark dengan raut muka yang cukup khawatir.
“Apa?”
Ekspresi terkejut juga muncul dari lima orang tetua tersebut, mereka tidak menyangka Azazil akan kembali hadir setelah ia diusir dari Alam Spiritual ini, kekuatan Azazil yang menakutkan akan semakin sulit dihadapi dengan dendam masa lalunya.
“Patriark, apakah tidak sebaiknya kita turun ke dunia fana dan membinasakannya di sana” ucap salah satu dari tetua.
“Kita tidak bisa turun ke alam fana karena ada Batasan hukum ruang dan waktu, kekuatan kita akan tersegel menyesuaikan alam fana".
Hanya akan mengantarkan nyawa jika kita kesana, ada batasan waktu yang sangat terbatas. Hanya Dewa Pelindung yang bisa memasuki dunia fana dan dunia Dewa sesuka hatinya.
Namun kehadirannya masih belum bisa kita tebak, kita hanya bisa menunggu kehadirannya” jawab Patriark sebagai respon pertanyaan dari para Tetua.
“Kini sebaiknya kita lebih hati-hati dan tingkatkan penjagaan di gerbang perbatasan alam spiritual” tegas Patriark memberikan perintah kepada lima Tetuanya tersebut.
“Baik Patriark, kami mengerti” jawab mereka yang merupakan para pemimpin tinggi dari Sekte Pedang Bintang di alam Dewa. Banyak para lulusan sekte tersebut yang merupakan penguasa wilayah atau raja-raja di dunia alam spiritual.
Bahkan salah satu tetuanya yang terkenal sudah memahami hukum ruang dan waktu, Hung Fei adalah yang berhasil memasuki alam fana namun tidak berhasil kembali lagi ke alam spiritual hingga kini.
Hal ini sudah menjadi cerita tabu bagi para Dewa yang ingin melintas alam, dan kejadian ini juga menjadi bahan olokan Sekte Pedang Bintang selama berabad lamanya.
Di alam spiritual sendiri ada lima sekte besar yang berkuasa, namun Sekte Pedang Bintang berada pada posisi ketiga.
Pada saat Azazil masih di alam spiritual ia sangat berambisi untuk menjadi penguasa saat menguasai Hukum Ruang dan Waktu, Azazil merupakan jenius dari salah satu sekte di alam spiritual, yaitu Sekte Kegelapan, namun ambisi dan kebenciannya menjadikan ia gelap mata dan buta mata hatinya untuk menghalalkan segala cara.
Pertempuran besar yang dulu terjadi adalah karena Azazil ingin menjadi kaisar langit, ia dan Sekte Kegelapan menyerang istana langit untuk menjadi penguasa dan memerintah seperti apa yang ia kehendaki.
Untung saja para Dewa kompak bersatu untuk menggagalkan penyerangan tersebut, namun akibat pertempuran tersebut terdapat kerugian yang sangat besar.
__ADS_1