
Pertaruhan antara Meng Gao dan Long Guan sudah diketahui oleh banyak orang, baik dua kelompok kontestan maupun orang-orang yang menonton dari layar besar di alun-alun Sekte Puncak Abadi.
"Kuharap kamu tidak akan mempermasalahkan atas kematian salah satu muridmu" ucap Meng Tian, Patriark Sekte Badai Guntur kepada Penatua Agung Han Zao.
"Hahaha.. Begitu juga dengan dirimu. Aku hanya kasihan melihat putramu yang akan berlutut menjadi tontonan banyak orang" balas Han Zao sambil menutup mulutnya, namun suara tawanya masih terdengar di barisan pemimpin Sekte.
"Kita lihat saja. Biarkan putraku memberi pelajaran kepada murid lemah di Sektemu" ucap Meng Tian dengan yakin.
Mendengar perkataan Meng Tian, Penatua Agung Han Zao hanya tersenyum terkekeh. Ia sama sekali tidak menghiraukan kata-kata dari Patriark Meng Tian.
Di puncak ketiga, dua kelompok yang bersitegang kini berfokus pada Long Guan dan Meng Gao. Dua orang yang kini mewakili kelompok masing-masing demi memperebutkan bendera poin serta mempertaruhkan harga diri.
Saat ini Meng Gao tengah berkonsentrasi, lonjakan Qi nya mulai meningkat. Ia menatap remeh ke arah Long Guan yang masih berdiri tak bergerak.
"Mati kau" teriak Meng Gao sambil meraung dengan keras.
Ia melesat dengan cepat, Qi di tangan kanannya sudah berkumpul begitu besar.
Long Guan sudah mengantisipasi ini, namun dia sengaja tidak menggunakan tenaga Qi nya. Dengan mengandalkan kekuatan fisiknya ia akan sangat mampu berhadapan dengan orang yang memiliki kekuatan di bawah ranah Surgawi.
"Baam"
Suara benturan energi tercipta cukup keras, jelas terlihat dua kepalan tinju tengah beradu di depan dada masing-masing. Meng Gao tersentak kaget, lalu secepat kilat ia melancarkan serangannya. Sebuah tendangan melingkar ia arahkan ke tubuh Long Guan. Dari sudut tempatnya berdiri Long Guan memutar tubuhnya ke samping menghindari tendangan dari Meng Gao. Serangan demi serangan terus dikeluarkan oleh Meng Gao secara berkelanjutan, tetapi semua yang ia lakukan tidak dapat melukai Long Guan sama sekali. Sebaliknya, Long Guan tampak melakukan gerakan ringan, telapak tangannya bergerak dengan sangat cepat dan mendarat dengan mulus di wajah Meng Gao.
"Plak" terdengar suara tamparan yang sangat nyaring.
__ADS_1
Tubuh Meng Gao terpelanting beberapa meter ke samping, ada jejak merah di kulit wajahnya.
"Kurang ajar" teriak Meng Gao sambil berlari menerjang ke arah Long Guan, ia bersiap mengeluarkan sebuah pukulan yang sudah di bungkus oleh Qi.
Melihat hal ini, Long Guan tersenyum, lalu mengangkat tangannya dan menghalau pukulan dari Meng Gao. Hal ini menyebabkan tubuh Meng gao kembali terpental dan menabrak pohon yang berada di dekatnya.
"Brak" terdengar suara tubuh Meng Gao yang menghantam pohon dengan keras.
Di sisi lain, para anggota kelompok Sekte Badai Guntur menggigil ketakutan, mereka tidak menduga ada sosok yang sangat kuat di kelompok Sekte Pedang Bintang.
Sementara itu Liu Xianzhong dan teman-temannya mulai tersenyum cerah, ia tidak menyangka jika Long Guan adalah senjata terkuat Sekte Pedang Bintang yang tersembunyi. Ia jelas dapat merasakan perbedaan kekuatan diantaranya, Meng Gao dibuat tidak berkutik di hadapan Long Guan.
Saat ini Meng Gao merasakan energi Qi nya berkurang secara drastis, ia mulai kesulitan untuk bertahan. Semakin besar efek serangannya, maka Meng Gao harus mengeluarkan energi Qi yang lebih besar pula. Kali ini ia mulai putus asa, nampaknya jurus yang ia gunakan benar-benar telah menguras tenaganya. Lalu dengan cepat ia memasukkan sebutir Pil ke dalam mulutnya, lalu membiarkannya meleleh dalam tenggorokannya.
Long Guan membiarkan keadaan ini, ia memberikan kesempatan pada Meng Gao untuk memulihkan diri. Ia tidak mau dibilang kejam karena tidak memberi kesempatan.
Melihat Long Guan yang masih tenang, Meng Gao berdiri dan bangkit lalu berkata, "Aku terlalu meremehkanmu sebelumnya hingga aku lalai" ujar Meng Gao yang telah kembali bbangkit dan bersiap memulai pertarungan kembali.
"Majulah, jangan sia-siakan kesempatanmu. Setelah apa yang terjadi barusan, aku tidak akan memberimu kesempatan lagi" sahut Long Guan yang masih dalam posisi yang tenang, tidak ada fluktuasi energi Qi sama sekali dari dalam tubuhnya.
Menyadari sikap Long Guan yang masih tenang, sebagian orang yang sedang menyaksikan perseteruan mereka mulai mengerutkan kening. Semua orang menyadari bahwa Meng Gao kini sudah tidak menahan dirinya lagi, aura energinya terus meningkat da dibakar hingga titik tertinggi.
Meng Gao mengatur napasnya, memusatkan energi Qi ke telapak tangan kanannya, lalu maju melesat dengan kecepatan secepat kilat.
"Pukulan Guntur Membelah Gunung" pekik Meng Gao dengan penuh niat membunuh.
__ADS_1
"Baam"
"Baam"
"Baam"
Meng Gao menyerang Long Guan dengan sangat ganas, setiap pukulannya ia kerahkan dengan sangat cepat dan mengandung energi yang sangat dahsyat. Tetapi di mata Long Guan gerakan Meng Gao terlihat sangat lambat, dengan mudah Long Guan menangkisnya. Aksi Long Guan membuat Meng gao putus asa, semakin lama menyerang kekuatan Qi nya semakin menurun dan hal ini tentu saja menyebabkan fokusnya menjadi menurun.
Melihat ada celah, Long Guan segera memusatkan tenaganya ke dalam tinjunya.
"Buugghh" sebuah pukulan telak mengenai perut Meng Gao.
Dalam sekejap, dari mulutnya memancarkan semburan darah yang cukup kencang. Meng Gao membungkukkan badannya menahan sakit dari pukulan yang baru saja ia terima. Pada saat ini, ia sudah kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Dalam sepersekian detik berikutnya Long Guan mengambil langkah, sebuah tendangan keras menyapu tubuh Meng Gao tanpa ampun.
"Braaakk" tubuh Meng Gao kembali terhempas, melayang di udara sebelum jatuh dengan keras di dekat pepohonan sekitar area pertempuran.
Dalam tempo itu, suasana hening tercipta. Semua orang tidak menduga, dua serangan balasan Long Guan sanggup mengalahkan Meng Gao dengan telak. Walaupun dengan bantuan Pil Penambah Qi, tetap saja tidak dapat menyentuh Long Guan.
Meng Gao terlihat sangat memprihatinkan, ia masih terbaring memegang perutnya sambil terbatuk-batuk. Pusat energinya jelas rusak parah, napasnya tersenggal-senggal dan mulutnya masih menembakkan darah segar. Meng Gao mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Long Guan,
"Ka.. Kamu .... sebenarnya siapa? kenapa aku tidak pernah.. mendengar namamu sebelumnya?" ucap Meng Gao dengan nada terputus-putus, ekspresinya penuh ketakutan dan tangan kanannya masih berupaya menyeka darah dari sudut bibirnya.
Dalam pengalamannya, baru kali ini ia mendapati lawan yang memiliki kekuatan fisik sangat kuat. Padahal ia sudah menggunakan jurus rahasianya, namun tetap tidak dapat membuat lawannya bergeser mundur meski hanya satu langkah.
__ADS_1