
Long Guan hanya menahan senyum menyaksikan para murid berjalan tertatih dengan beban di kaki dan lengannya, tanpa menggunakan tenaga dalam mereka tentu saja mengalami kesulitan bergerak.
Bahkan sebagian besar masih menyesuaikan tubuh mereka terhadap beban yang mereka alami. “Kak, tampaknya pria idamanmu adalah orang yang kejam” ucap Yu Nuwa mencoba menggoda kakaknya yang masih tercengang dengan metode latihan yang diterapkan Long Guan.
Metode latihan seperti ini adalah hal yang baru ia dengar dan lihat, bahkan di Bukit Utama yang dipimpin oleh Tetua Chan Fan yang terkenal dingin tidak menggunakan metode yang kejam seperti Long Guan.
Di Sekte Pedang Bintang, selain Patriark maka tidak ada yang berani menyinggung Tetua Chan Fan, ia terkenal pendiam dan acuh tak acuh. Namun kemampuan teknik berpedangnya sangat tinggi, dia dijuluki sebagai Pedang Selatan oleh para kultivator di Alam Spiritual.
Namun ia memiliki hubungan yang baik dengan Hung Fei, bisa dikatakan bahwa Tetua Chan Fan adalah senior sekaligus mentor Hung Fei dalam memahami Ilmu berpedang.
“Aku sendiri merasakan demikian, namun aku percaya bahwa ini adalah metode terbaik untuk meningkatkan kekuatan rekan-rekan kita” Ucap Yu Nuan merespon ucapan adiknya.
Mereka berdua tidak mengikuti latihan seperti murid-murid yang lain, umumnya murid-murid wanita dipisahkan dan mendapat latihan fisik berupa berlatih jurus tangan kosong dan teknik berpedang.
Latihan seperti ini tidak mengandalkan fisik yang terlalu kuat, namun kontrol tenaga dalam serta pernapasan sangat dibutuhkan.
Khusus murid wanita, Long Guan menerapkan prinsip gaya bela diri yang ditandai gerakan lembut dan mengalir, berfokus pada kultivasi pikiran, jiwa dan Qi.
Gerakan gemulai dalam berpedang, biasanya akan dianggap remeh oleh lawan. Long Guan memanfaatkan sisi tersebut sebagai celah untuk menyerang balik lawan dengan gerakan mematikan.
Pemandangan menyedihkan tampak terjadi di Lapangan bela diri, Bukit Kelima yang biasanya tenang kini bergema napas berat penuh kelelahan. Tampak peluh yang sudah bercucuran membasahi tubuh serta ada yang masuk ke mata, kelelahan yang mendera terasa begitu menyiksa, memaksa para murid untuk berkali-kali beristirahat.
Saat ini matahari sudah berada di atas kepala, keringat semakin jatuh bercucuran mengalir deras. Hanya tekad membara yang membuat mereka tetap bertahan, bahkan ada beberapa murid yang menangis, air mata dan keringat bercampur membentuk tekad menjadi kuat.
Sebagian lainnya wajahnya memerah, pandangan menjadi berbayang lalu jatuh lemas terkulai. Bahkan setelah dibantu beberapa rekan yang lain, tubuh yang lemah tersebut masih tampak tidak berdaya, bahkan hanya sekedar untuk menggerakkan jari.
Saat ini hanya 18 orang murid yang baru saja mengalami terobosan masih bisa bergerak perlahan, sambil menggertakkan gigi tidak ada kata menyerah walaupun tubuh mereka terasa pegal dan lelah, terutama kedua bagian lengan tangan, terasa sangat berat melebihi kram.
Masing-masing mereka hanya tersenyum pahit saling memandang, hanya ada kata terus maju dan pantang menyerah. Long Guan bukanlah orang yang tidak berperasaan, pada hari pertama menggunakan metode baru ini dirinya sangat puas melihat semangat para murid.
Long Guan menghampiri mereka untuk berkumpul dan beristirahat, ia meminta kepada Yu Nuan untuk memberikan Pil Penambah Energi kepada seluruh murid, kekurangannya Long Guan mengeluarkan dari dalam cincin penyimpanannya dengan perhitungan satu banding tiga.
__ADS_1
Artinya satu Pil dari Aula Perbendaharaan setara dengan tiga butir Pil yang dibawa dari Dunia Fana, hal ini dikarenakan kandungan esensi alam yang berbeda.
Dalam waktu sekejap wajah mereka kembali normal, aliran darah dan energinya kembali pulih. “Saudara Guan, apakah tidak berlebihan memberikan kami Pil seperti ini? Mengingat Pil ini sangat langka dan sangat berharga di Sekte” Ucap salah seorang dari murid 18 yang bernama Lin Bei.
“Kalian tenang saja, tugas kalian hanya berlatih dengan keras dan jangan bermalas-malasan. Hal lainnya aku akan mengurusnya bersama Nona Yu Nuan”
Mendengar perkataan Long Guan, wajah Yu Nuan memerah malu, namun dalam hatinya ia sangat gembira. Setelah beristirahat, mereka melanjutkan kembali latihan beratnya.
Sementara siang ini Long Guan berencana mengunjungi Perpustakaan untuk mencari Teknik Bela Diri untuknya.
Berita tentang metode pelatihan di Bukit Kelima tersebar dengan cepat di seluruh Sekte Pedang Bintang. Nada cibiran dan hinaan banyak diarahkan kepadanya, terutama dari Tetua Wang Chunying dan Tetua Wang Xuemin.
“Dasar orang bodoh!”
Nada sarkasme terlontar dari mulut Wang Chunyin, ia tidak mengira bahwa rumor tentang berkumpulnya murid-murid buangan di Bukit Kelima adalah suatu kebenaran.
Namun pada saat ini, jika Long Guan berhasil maka hal ini tentu akan menjadi sejarah baru dalam pengembangan gaya bela diri wilayah selatan, murid yang mendapat julukan sebagai Murid Pecundang akan menjadi pengajar Murid tidak berguna, tentu akan sedikit mencoreng nama beberapa Tetua yang terkesan tidak mampu membimbing.
Jika ia berhasil maka banyak hal yang akan berubah!.
“Seorang Pecundang tidak berguna Sekte Pedang Bintang! Dasar Gila!”
“Mendidik murid-murid tidak berguna sama bodohnya dengan mendidik sampah”
“Kabar buruk, jika hal ini menyebar ke luar Sekte”
Beragam hinaan dan cercaan keluar dari para murid lain, terutama mereka yang berada di Bukit Keenam. Jika ketemu murid yang bernama Long Guan mereka sepakat akan memberi pelajaran agar ia jera dan kembali ke Dunia Fana.
Langit masih terang, pemandangan Gunung Lima Jari masih terlihat jelas dari tempat Long Guan tinggal, udara yang berhembus mesra dihirup dalam-dalam oleh Long Guan, sambil memejamkan mata sejenak ia merasa sejuta harapan menghampirinya, lalu ia membuka matanya kembali lalu beranjak pergi menuju Perpustakaan Sekte Pedang Bintang.
Dengan penuh harapan, Long Guan berkeyakinan semangat yang membumbung tinggi tidak akan goyah untuk dihancurkan, semuanya akan terlihat indah pada waktunya.
__ADS_1
“Hai, lihat! Bukankah itu Murid Pecundang Sekte Pedang Bintang!!
Tunjuk seseorang ke arah Long Guan yang baru saja tiba di Perpustakaan, suara penuh hinaan itu terdengar sangat nyaring dan membuat perhatian orang-orang menoleh dan melirik ke arah Long Guan.
Mendengar hinaan itu, Long Guan pun mengerutkan dahi, menoleh ke samping kirinya melihat tujuh orang yang memiliki usia tidak jauh berbeda dengannya dengan basis kultivasi sama dengan dirinya.
Long Guan hanya tersenyum dingin lalu melanjutkan langkahnya ke dalam Perpustakaan. “Salam Senior” Ucap Long Guan sambil mengeluarkan token identitasnya.
Seorang murid senior itu tampak acuh memperhatikan Long Guan, ia pernah mendengar tentang murid yang mendiami Bukit Kelima. “Oh, kamu” Ucapnya datar.
“Kamu berhak memasuki lantai tiga dan memilih tiga buah teknik tidak boleh lebih” Kata murid senior tersebut dengan ekspresi yang masih datar.
Setelah menerima semacam giok untuk akses masuk ke lantai tiga, Long Guan segera bergegas masuk tanpa banyak bertanya.
Selepas Long Guan pergi, murid senior tersebut bergumam, “Sepertinya Sekte Pedang akan memiliki sejarah baru” Ucapnya pelan sambil menghela napas dalam-dalam.
Di lantai tiga, Long Guan melihat barisan kitab-kitab bela diri yang tersusun dengan rapi. Semua sudah dipisahkan antara bela diri tangan kosong serta teknik berpedang.
Lantai tiga sebenarnya adalah fasilitas untuk murid-murid senior dan setingkat Diaken, namun karena identitas istimewa Long Guan sebagai murid langsung Tetua Hung Fei maka ia memiliki hak sebagai murid inti.
Namun di Sekte Pedang Bintang semua orang sudah tahu, waktu yang diberikan oleh Patriark hanya dua tahun. Tidak membuang kesempatan, Long Guan segera menuju rak bela diri tangan kosong.
Matanya memindai dengan teliti, ada ratusan jenis kitab bela diri tangan kosong. Dalam hatinya ia juga memikirkan tentang Teknik Jari Api yang ia pelajari dari gurunya, namun ia tidak menemukan teknik tersebut bagian dari rak bela diri lantai tiga.
“Pukulan Sembilan Naga”,
Tatapan matanya terlihat cerah melihat teknik yang tidak asing, lalu Long Guan membukanya dan membacanya sebentar.
“Hmmph"
Tampaknya ini adalah lanjutan dari teknik yang diajarkan oleh leluhur Long Tian” gumam Long Guan tampak senang.
__ADS_1