
Happy reading 🌻🌻🌻
***********
Sudah dua hari semenjak kepergian Marvin keluar kota, sejak itu pula Marinka menyibukkan diri belajar bisnis di kantornya. Kebetulan paman Mike sudah kembali dari perjalanan bisnisnya.
Sambil memeriksa Beberapa berkas penting mereka berbincang-bincang.
"kenapa kau menolak ikut dengan Marvin sayang? ".
" Maaf paman, tapi aku hanya tidak nyaman saja jika pergi berdua bersama Marvin. Aku masih harus menyesuaikan diri".jelas Marinka lembut.
"Jangan terlalu lama menutup hatimu. Bagaimanapun juga dia suamimu sekarang. Cepatlah menyesuaikan diri. Jangan terlalu lama membiarkan dia menunggumu ".
" Iya paman, aku mengerti, aku hanya sedang memikirkan perasaan Marvin pada Dania".
"Dengan dia menikahimu, berarti dia sudah harus melepas Dania. Dia paham konsekuensinya. Dia pasti akan berusaha menjadi suami yang baik".
"Aku tau paman, tapi itu terlihat kejam. Demi keluargaku dia rela berkorban sejauh ini".
"berhentilah memikirkan orang lain, Marvin mempertaruhkan hidupnya sampai seperti ini itu karna dia menyayangimu. Apa kau tak merasa? Memikirkan dirimu begini membuatku mengingat seseorang. Kau itu seperti Ari___".
Drttt.... Drttt....
Ponsel Marinka bergetar. Ada panggilan dari bibi elly.
"Ya bibi.... Ada apa... ".
".....".
"Aku sedang bersama paman Mike ".
"........".
"Baiklah.. Nanti aku akan kerumah ".
Tuttt... Tuttt....
" Ada apa Marinka? ".
" Bibi menyuruhku kerumah, papa ingin sekali makan kue jahe".
"Baiklah.. Nanti biar supir mengantarmu "
" Trimakasih paman. Oh iya.. Tadi paman akan mengatakan apa? ". Tanya Marinka.
Tuan Mike sejenak berpikir.
" Tidak ada.. Aku salah bicara.. Lupakan". Ucap Tuan Mike sedikit berpikir.
Mereka akhirnya melanjutkan pekerjaannya. Marinka kini sudah banyak belajar. Mau tak mau dia harus bisa memimpin perusahaannya. Dia tidak boleh selaku mengandalkan Marvin.
Bahkan dia sudah bisa memimpin rapat diperusahaannya. Dia belajar cepat diusianya yang tergolong muda. Bahkan dikalangan pebisnis muda sangat menyayangkan statusnya yang telah menikah. Marinka kini menjadi wanita yang bisa diperhitungkan.
*********
"sepi sekali..., kemana semua orang ". Gumam Marinka saat memasuki rumah bibi mouli, mendapati rumah sepi tidak ada siapa pun.
__ADS_1
Marinka mengambil ponselnya. Mencoba menghubungi bibi hanna. Dia tidak akan menghubungi bibi mouli. Dia sungguh masih takut jika berbicara padanya.
" Bibi Hana... Dimana semua orang? ".
" nyonya sedang ada acara dengan teman sosialitanya. Sedangkan bibi ada keperluan sebentar. Ada barang yang harus di beli. Kau mau aku belikan sesuatu? ".
" Tidak bibi trimakasih,, aku mau istirahat. Aku lelah sekali ".
" Baiklah.. Sampai jumpa nanti ".
Tut.. Tut... Tut....
Marinka bergegas menuju kamarnya. Sungguh dia merasa lelah hari ini. Berendam mungkin akan lebih baik. Sebelum itu dia menghubungi Marvin dulu.
Marvin bilang dia hanya sekitar 5 hari diluar kota. Masih tiga hari lagi menunggu kedatangan Marvin.
"hay... Kau merindukanku? ". Sapa Marvin saat panggilan video itu terhubung.
" Kau sungguh sangat percaya diri Marvin ".
Jawab Marinka kesal.
" lalu kenapa kau menghubungiku jika bukan merindukanku? ". Kata Marvin terus menggoda.
" kapan kau pulang? ". Tanya Marinka malu-malu.
" jadwalku lima hari tapi jika kau ingin aku pulang sekarang maka aku akan segera pulang ".
" tidak bukan begitu,, aku hanya ingin tau kabarmu saja... Aku lelah hari ini. Aku ingin cepat istirahat. Baiklah aku ingin istirahat dulu jaga kesehatanmu selama disana, jangan memakan makanan yang terlalu pedas ".Marinka menasihati.
" Baiklah istriku.. Aku merindukanmu ". Ucap Marvin tulus, membuat perasaan Marinka berdesir. Marinka hanya tersenyum lalu mengakhiri panggilan suara itu.
"Leo.. Jangan beritahukan siapapun kepulangan kita malam ini . Aku ingin memberi Marinka kejutan". Ucap Marvin berbinar. Beginikah rasanya jika ada alasan untuk cepat pulang saat berhari-hari jauh dari rumah.
Memikirkan itu membuat Marvin tak henti mengulas senyum.
"Baiklah.. Apa anda tidak ingin memberikan buah tangan untuk istri anda? ". Tanya Leo.
" Aku sudah mempersiapkannya, dia menyukai sesuatu yang berbau strawberry".
Ucap Marvin senang saat mengingat aroma strawberry yang membuatnya terbuai akhir-akhir ini. Sebenarnya Marvin dan Leo masih beristirahat di Coffee Shop sambil menunggu mobil mereka datang.
*************
Marinka berencana untuk Berendam dulu. Sedikit memanjakan dirinya setelah seharian belajar bersama paman Mike. Sebelum akhirnya paman Mike pergi menyusul bibi mouli.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Marinka berjengkit terkejut dan reflekmenoleh. Dan dia lebih terkejut lagi setelah mendapati David berdiri diambang pintu dengan penampilan yang berantakan.
Marinka sudah ketakutan. Tapi dia mencoba tetap tenang.
"Mau apa lagi kau...? ". Tanya Marinka. Namun David tak menjawab. Dia terus mengikis jarak. Kini Marinka tau bahwa David habis mengenggak alkohol. Baunya membuat perut Marinka seolah diaduk. Membuat dia menutup hidungnya.
" Menjauhlah David, kau bau alkohol ". Ucap Marinka berniat menghindar. Tapi David menggapai tangan Marinka cepat.
" Apa maumu....? ". Tanya Marinka mulai takut.
" Kau.... Aku mau kau.... ".
__ADS_1
" Jangan gila... Pergilah ". Marinka mendorong David namun sia-sia. David semakin menggila. David mulai memeluk mencium dan memaksa Marinka.
" Aku yakin Marvin tidak menyentuhmu sama sekali. Sebenarnya siapa yang bodoh diantara kalian hah? ".
" Itu bukan urusanmu... ". Marinka mulai ketakutan.
" Tentu saja bukan... Tapi aku punya rahasia terbesar Marvin. Tentang seorang wanita. Apa kau mau tau? Dan tentunya wanita itu bukan kau ataupun dania". Ucap David menyeringai. Lalu memeluk Marinka erat.
" Aku tidak percaya. Jangan membual".marinka terus meronta, David terus menciumi leher Marinka membuatnya merasa jijik.
"Kau boleh tidak percaya sayang, tapi aku berani bertaruh. Dia tidak akan menyentuh siapapun. Tidak kau atau bahkan Dania. Karna dia masih menyimpan perasaannya untuk wanita itu ".ucap David yang semakin menggila memaksa.
"Ya tuhan aku tidak ingin berakhir begini ". Batin Marinka. Sambil terus mencoba lepas dari David. Namun usahanya serasa sia-sia. David menggila dan Marinka terpojok didinding. Tiba-tiba....
Arggghhhh... Marinka terkejut... Matanya membulat sempurna. Seketika tangisnya pun pecah. David memberikan jejak dileher Marinka.
" Dasar bodoh.. Apa yang kau lakukan. Lepaskan aku David". Marinka berusaha menjauhkan kepala David.
" Tidak akan... Ini kesempatan bagus. Tidak ada orang disini. Aku bisa melakukan apapun. Kau tau itu". Ucap David dengan seringai mengerikan.
", Aku bersumpah tidak akan mengampunimu David ". Teriak Marinka putus asa.
Saat mereka dalam pergulatan itu tiba-tiba dekapan David berangsur terlepas. Ternyata Dania yang menarik David dari dirinya. Marinka segera berlari disudut kamar. Duduk berjongkok memeluk lututnya yang gemetar.
Sambil terus menerus terisak meratapi hidupnya.
Dania lalu menarik kakaknya itu keluar kamar dan Terus memaki kebodohannya. Jika sampai David berlaku diluar batas sudah dipastikan dia akan mati.
Sebelum menjadi istri saja dia sangat menjaga Marinka. Apa lagi sekarang. Entahlah... Iblis mana yang merasuki otak David hingga dia senekat itu.
"Kau ini bodoh atau apa? Marvin bisa saja membunuhmu. Kenapa kau mengganggunya. Apa bagusnya wanita itu. Kau bisa dapatkan banyak wanita yang kau mau ditempat lain. Ya Tuhan aku rasanya ingin membakarmu hidup-Hidup".ucap Dania kesal. Amarahnya tak bisa ditahan.
Tapi David hanya tertawa lebar sambil menjatuhkan dirinya disofa disusul oleh Dania.
"Dia itu kecil mungil menggemaskan Dania. Kenapa Marvin tahan berhadapan dengannya tanpa menyentuhnya. Aku tadinya hanya ingin bermain sedikit saja. Tapi entahlah dia membuatku lupa daratan ". Ucapnya sambil terus tertawa. Mungkin dia sedikit mabuk, sehingga otaknya pun tidak bisa berfikir dengan baik.
" Jika Marvin sampai tau, matilah kau ".
" Tidak akan,, Marinka tak kan seberani itu mengadu pada suaminya. Lagi pula Marvin masih diluar kota tiga hari lagi. Dan juga aku sudah memberikan hadiah dileher jenjang Marinka. Dia tidak akan seberani itu memperlihatkan nya pada siapa pun termasuk Marvin. Dia pasti tidak mau Marvin berpikir macam-macam tentang dirinya". Jelas David sombong.
"Jika sampai Marvin tau hal ini,, aku tidak akan ikut campur. Aku sudah memperingatkanmu berulang kali ".
"Jangan bicarakan apa pun saat Marvin kembali. Maka dia tidak akan tau apa yang terjadi". Ucap David mengancam
Tiba-tiba.....
"Tau apa maksud kalian....!!! ". Tanya sebuah suara yang tiba-tiba terdengar. Dania dan David terkejut setengah mati sampai memaksa mereka terbangun dari sofa.
Ternyata Marvin sudah berdiri disana dan mereka tak mengetahuinya.
" Tau apa... Cepat katakan..!!! Apa yang sudah saudaramu itu lakukan". Ucap Marvin dengan tatapan dingin membunuh.
"m.. Mm.. Marvin.. K. K.. kapan.. K.. Kau datang? ". Ucap Dania gemetar.
*************
Hay kakak semua terimakasih sudah mampir yaa.. Sekalian Ajakin temen, saudara, tetangga kalian buat mampir kesini juga yaa...
__ADS_1
Jangan lupa like plisss biar makin populer karyaku yang masih ibarat remah rengginang inihhhh...
Terimakasih sebelumnya 😘😘😘