Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir
47. Perasaan yang sebenarnya


__ADS_3

Sudah beberapa hari Arina mengurung diri dikamar. Perasaannya sangat kacau. Ada perasaan takut yang luar biasa sejak kejadian yang menimpa Marinka. Dia merasa sangat bersalah karna telah menciptakan masalah dalam rumah tangga Marvin hingga membuat bayinya tiada. Dia merasa benci pada dirinya sendiri. Jika diraba-raba dia tidak memiliki perasaan khusus kepada Marvin.


Ini tulus, murni hanya perasaan adik dan kakak. Dan Arina pun sadar dia tidak mencintai Marvin seperti layaknya lelaki dan perempuan. Mungkin sikapnya kemarin hanya luapan emosi karna harus kehilangan Marvin yang dari dulu selalu bersamanya. Dia tidak punya sosok kakak dan tidak pernah mendapat perhatian seperti yang Marvin selalu berikan.


Mungkin itu yang membuat Arina sedikit membenci Marinka dan kesal saat tahu bahwa Marvin telah menikahinya. Ada rasa kehilangan yang teramat dalam didadanya. Yang membuat dia jadi gelap mata melakukan segala hal untuk memisahkan mereka berdua. Arina semakin ketakutan membayangkan jika suatu hari nanti Marvin tahu bahwa dirinyalah yang menyewa seseorang untuk membututi Marinka. Dan selalu melaporkan semua kejadian yang dialami Marinka. Hingga foto Thomas dan Marinka itu didapat. Lalu dengan jahatnya dia mengirim foto itu pada Marvin. Arina menggelengkan kepalanya menepis segala pikiran buruk dalam kepalanya.


Saat sedang bergelut dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Menampilkan Tuan Andrew disana. Berdiri diambang pintu menatap Arina penuh selidik.


"Ada apa denganmu Nak? Tidak biasanya kau mengurung diri dikamar sampai beberapa hari. Apa kau ada masalah?". Tanya Tuan Andrew hangat setelah mendudukkan dirinya ditepi ranjang.


" Tidak apa-apa hanya sedikit tidak enak badan saja ". Ucap Arina berusaha tersenyum meskipun terlihat terpaksa.


" Benarkah? Apa kau tidak akan mengunjungi Marvin? ". Tanya Tuan Andrew lagi.


" Tidak Papa, mereka sedang pergi berlibur. Aku tidak ingin mengacaukan liburan mereka". Ucap Arina yang langsung membuatmu Tuan Andrew terkejut.


"Apa yang telah terjadi? Sepertinya aku melewatkan sesuatu. Katakan, kenapa tiba-tiba kau tidak begitu tertarik soal Marvin ". Tanya Tuan Andrew penuh selidik.


" Tidak apa-apa Papa, hanya saja semenjak Marinka kehilangan bayinya, aku merasa sangat buruk. Aku merasa menjadi orang yang kejam telah melukai mereka ". Ucap Arina bergetar.


" Itu bukan salahmu sayang, itu salah mereka sendiri yang tidak bisa menjaga anak mereka dengan baik ". Ucap Tuan Andrew menahan amarah yang tiba-tiba tersulut.


" Tapi mereka bertengkar karna aku, karna aku yang mengganggu rumah tangga mereka. Aku merasa bahwa aku tidak benar-benar menginginkan kak Marvin papa. Aku lebih bahagia melihatnya bahagia. Dan kebahagiaannya bukan terletak padaku, tapi pada Marinka. Aku baru sadar perasaanku bukan cinta. Hanya perasaan sebatas saudara". Ucap Arina berurai airmata. Karna takut mengecewakan Tuan Andrew yang berharap besar pada kedekatan Arina dan Marvin.


" Sudah berkali-kali kukatakan itu bukan salahmu. Lagi pula kau adalah gadis tangguh. Jangan mengorbankan perasaanmu untuk orang lain ". Ucap Tuan Andrew penuh penekanan.


" Tapi aku sama sekali tidak mencintai kak Marvin. Aku baru sadar bahwa aku hanya menganggapnya sebagai saudara ". Ucap Arina terbata.

__ADS_1


" Benarkah? Bukankah kau rela melakukan apapun demi mendapatkannya? ". Ucap Tuan Andrew menyeringai.


" Itu sebelum aku menyadari semuanya papa. Sekarang aku sadar aku tak menginginkan kak Marvin menjadi suamiku".


"Kau harus tetap menginginkannya. Kau putriku kau harus mendapatkan menantu untukku. Tentunya yang sepadan denganku ". Geram Tuan Andrew.


Arina mulai gemetar. Kenapa papa angkatnya menjadi menakutkan seperti ini.


******


" Bagaimana Tuan? ". Tanya Jimy.


" Sepertinya anak itu berubah pikiran. Aku harus melakukan sesuatu ". Kata Tuan Andrew geram sesaat setelah kembali dari menemui Arina . Tangannya terkepal menahan segala amarah yang coba ia tahan sedari tadi.


" Kita harus tetap membuatnya mendekati Marvin. Apapun caranya ". Ucap Jimy tak kalah berambisi.


" Itu bagus Tuan, aku setuju denganmu. Gadis itu awalnya begitu sombong. Datang sebagai itik buruk rupa kemudian menjelma sebagai cinderela. Apa dia pikir segala fasilitasnya ini gratis. Dia harus membayar mahal untuk semua ini ".


" Kenapa kau sangat berambisi dibandingkan diriku. Tapi aku suka padamu Jimy. Jika saja aku punya anak perempuan, pasti aku akan menjadikanmu menantu. Ternyata perhitunganku meleset jauh. Aku mengambilnya dari tempat itu, aku penuhi kebutuhannya sejak dia kecil sampai saat ini. Tapi ternyata semua sia-sia. Dia tidak bisa kuharap kan. Dasar tidak berguna". Ucap Tuan Andrew kemudian tertawa terbahak. Namun kemudian dia mengeraskan kembali rahangnya menahan kembali amarahnya.


" Jika Tuan mengizinkanku, aku bisa menghukum gadis itu dengan caraku, aku akan sangat berterimakasih padamu Tuan. Tidak perlu menjadikanku menantu". Ucap Jimy dengan seringai yang tak kalah licik. Tuan Andrew semakin tertawa terbahak.


" Jadi selama ini kau menyukai gadis itu? ". Tanya Tuan Andrew penuh selidik.


" Aku hanya ingin bermain-main saja Tuan, tidak lebih dari itu. Aku akan menyingkirkan gadis itu sekaligus akan menjatuhkan keluarga Tuan Mike dan Tuan Louis. Aku janji padamu. Percayalah padaku ". Ucap Jimy yakin.


" Baiklah, aku percaya padamu. Jangan mengecewakan aku ".

__ADS_1


Jimy adalah lelaki yang cukup tampan diumurnya yang tidak muda lagi. Umurnya sudah 35 tahun tapi garis wajahnya masih begitu tegas segar dan tampan. Tidak ada yang menyangka bahwa umurnya sudah begitu matang. Mengingat wajahnya yang tetap terlihat muda dan segar.


Tanpa mereka sadari sosok gadis yang mereka bicarakan sudah mendengar pembicaraan itu dari balik pintu. Tubuh Arina gemetar hebat. Dia tadinya berniat akan mengantar teh dan kudapan untuk ayah angkatnya itu. Tapi ternyata dia mendengar sesuatu yang mengerikan. Arina lantas menjauh dari tempat itu, lalu meletakkan nampan yang dibawanya kesembarang tempat. Kemudian berlari keluar rumah menuju mobilnya. Dia berniat kabur dari rumah itu sebelum dirinya dihabisi. Ternyata Tuan Andrew punya niat terselubung membawanya keluar dari panti.


"Ayolah.. Aku harus keluar dari rumah ini ". Ucap Arina gemetar sambil terus menghidupkan mesin mobil. Suara mobil yang meraung tak pelak mengejutkan Tuan Andrew dan Jimy. Arina melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Keahliannya menyetir yang baru saja didapat, tentunya membuatnya semakin kacau.


" Apa dia mendengar kita ". Tanya Tuan Andrew mulai panik.


" Entahlah Tuan, tapi biarlah dia pergi sejauh yang dia mau. Toh aku bisa melacaknya. Anda jangan khawatir ". Ucap Jimy menenangkan.


" Baiklah jika begitu ". Ucap Tuan Andrew sedikit tenang.


Sementara itu Arina berhenti ditengah kota. Tempatnya sedikit sepi. Dan lagi pula hari pun semakin gelap. Ditambah lagi sedikit mendung. Sebenarnya ini adalah arah menuju apartemen Marvin. Tapi dia tidak bisa kesana karna dia baru ingat bahwa Marvin masih berlibur. Dia keluar dari mobil hendak menuju apartemen Marvin. Mungkin menunggunya disana akan lebih baik. Dia akan menjelaskan semuanya nanti, Jika mereka sudah bertemu. Dia harus punya tempat berlindung yang aman. Saat hendak berlari tiba-tiba Arina ditarik oleh pria yang tidak dikenalinya.


" Siapa kau? Mau apa kau? ". Tanya Arina panik.


" Tak perlu tahu siapa aku, aku harus membawamu ketempat yang layak ". Ucap orang bertubuh tinggi besar itu penuh penekanan. Sekejap tubuh Arina bergetar ketakutan. Dia berpikir ini pasti orang suruhan Tuan Andrew.


"Lepaskan aku". Arina meronta hendak melepaskan diri, namun tenaganya kalah besar. Tak mengubah apapun. Dan sialnya kenapa hanya karna sedikit mendung saja jalanan yang biasanya ramai menjadi sangat sepi. Terlihat orang itu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya kemudian membekap Arina. Sedetik kemudian Arina tak sadarkan diri. Lelaki itu lantas membawa Arina memasuki mobil lelaki itu yang terparkir diujung jalan. Tanpa sadar ada sepasang mata yang melihat kejadian itu.


Kira-kira siapa hayoooooo... Penasaran gak?


Maaf telat up ya.. Jika berkenan bisa mampir dikaryaku yang satu lagi ya


"istri untuk Mas Zein"


Please like dunk

__ADS_1


Biar semangat nulisnya... Terima kasih


__ADS_2