
Tuan Andrew memperhatikan langkah Arina yang terlihat tergesa-gesa memasuki rumah.
Terlihat dia sangat kesal sekali. Dia Lalu menjatuhkan tubuhnya disofa yang sama dengan Tuan Andrew.
"Ada apa Arina? ". Tanya Tuan Andrew mencoba mencari tau. Namun Arina masih belum mau menjawab.
" Apakah ada yang mengganggu harimu. Kenapa pulang malam. Dimana kau menghabiskan harimu? ". Tanya Tuan Andrew tenang.
" Hari ini aku sangat kesal, aku menemui kak Marvin, tapi istrinya juga disana. Dia memergokiku untuk pertama kalinya. Aku merasa sangat benci padanya. Dia sudah mengambil kak Marvin dariku. Dan sepertinya kak Marvin juga mulai nyaman dengannya ". Ucap Arina berapi-api.
" Benarkah? Bukankah dia dulu sangat menyayangimu. Kenapa dia bisa berubah? ". Ucap Tuan Andrew dengan seringai tipis yang sulit dibaca.
" Entahlah.. Aku mulai muak pada mereka. Kak Marvin berubah. Aku membencinya ".
" Dia hanya bertindak sesuai keadaan sayang. Dia sudah menikah, tentu dia akan menjaga sikap didepan istrinya ".
" Tapi aku tidak suka itu Papa. Aku tidak suka aku benci mereka ". Arina kemudian berlari menuju kamarnya. Tuan Andrew dan asisten jimy berpandangan penuh arti.
" Lihatlah gadis itu, dia sudah berubah ganas. Tidak sia-sia aku membawanya kemari. Seorang gadis yatim piatu yang dulunya hidup kekurangan, sekarang bergelimang harta. Itu sedikit membuatnya terlihat sombong sekarang. Aku memyukainya. Rencanaku akan segera berhasil ". Gumam Tuan Andrew dengan seringai liciknya.
" Lalu apa rencana kita selanjutnya Tuan? ". Ucap asisten jimy yang selalu berada dekat dengannya.
" kita lihat saja nanti, aku harus membuat pernikahan anak-anak itu berantakan, dengan begitu Louis akan tertekan dan kesehatannya akan menurun. Dia harus membayar kematian Marina. Wanita itu lebih memilihnya daripada aku. Namun akhirnya dia meninggal gara-gara gadis sialan itu. Jika dia tidak melahirkan putrinya, mungkin aku masih bisa menatap wajahnya sekarang ". Ucapnya dengan perasaan yang campur aduk. Marah, benci, rindu, sedih menjadi satu.
"Baik Tuan, saya mengerti. Saya telah menyuruh beberapa orang untuk selalu mengikuti pasangan suami istri itu. Mereka selalu melaporkan semua kegiatan mereka kepada saya ".
" Lakukan yang terbaik, aku ingin bermain halus, jangan ada yang tahu. Aku ingin semua yang terjadi begitu natural. Jangan sampai meninggalkan jejakku ". Kata Tuan Andrew memperingatkan.
" Baik Tuan ". Ucap jimy menunduk lalu beranjak dari tempat itu. Sepeninggalan jimy, Tuan Andrew tak henti-hentinya tersenyum. Dia merasa sudah semakin dekat dengan rencananya.
******
Dikamar yang mewah dan besar itu. Arina menelungkupkan tubuh rampingnya diranjang. Perasaan marah dah kesal masih melandanya.
"Apa hebatnya dia? Dia gadis lemah yang selalu berlindung pada orang lain. Dia wanita yang tak bisa apa-apa ". Gerutunya yang terus menjelekkan Marinka. Tiba-tiba pintu terbuka. Tuan Andrew sedang memasuki kamar putri angkatnya itu.
" Kau masih marah sayang? ". Tanya Tuan Andrew lembut benar-benar seperti seorang ayah kepada putrinya.
" Iya papa, aku masih sangat marah. Aku putus asa, dengan cara apa lagi aku harus mendekati kak Marvin ". Arina sudah sangat putus asa dia lalu mendudukkan tubuhnya diranjang diikuti Tuan Andrew yang juga duduk diranjang itu.
__ADS_1
" Kau bisa meminta bantuan papa. Aku bisa melakukan apa pun. Apa kau lupa? ". Ucap Tuan Andrew menawarkan.
" Benarkah? Apa papa bisa menolongku? ". Arina berbinar seketika.
" Tentu saja, kau putriku, kebahagiaanmu ada kebahagiaanku juga. Kau harus bahagia menjadi putriku. Apa yang kau inginkan harus kau dapatkan".ucap Tuan Andrew mengiming-imgingi.
"Aku ingin perempuan itu menjauhi kak Marvin, atau sebaliknya. Aku ingin bersama kak Marvin seperti impian kami. Aku yakin dia tertekan, dia pasti tidak bahagia bersama perempuan itu ". Arina berucap manja.
Arina seolah lupa bagaimana dia bisa sampai dirumah besar itu. Dia berlagak seperti putri kandung dari keluarga itu. Jika ada kesempatan dia selalu merengek meminta sesuatu untuk dia miliki. Mulai dari pakaian mewah, perhiasan, makanan mahal dan lain sebagainya.
Awalnya Tuan Andrew begitu terkejut dengan perubahan signifikan Arina. Tapi lama kelamaan Tuan Andrew menjadi maklum. Namun disisi lain Tuan Andrew pun tersenyum puas. Gadis itu bisa membantu melancarkan aksinya.
"Jadi , selain itu apalagi yang kau inginkan sayang? Papa akan berusaha mengabulkannya". Kata Tuan Andrew berbinar.
"Bisakah perusahaan kita bekerja sama dengannya? Maksudku dengan perusahaan Tuan Mike?".Tanya Arina ragu.
" Akan papa usahakan. Sepertinya sedikit sulit tapi aku rasa itu perlu dicoba ". Ucap Tuan Andrew tersenyum.
" Baiklah,, terima kasih papa ". Ucap Arina gembira.
****
" Dia kembali lagi kenegara ini setelah lama menghilang ". Ucap Tuan Mike sambil menyesap kopi dalam cangkir berwarna coklat itu. Sementara lawan bicaranya terlihat menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.
" Jangan khawatir Louis , aku dan Marvin akan melindungi Marinka. Dia jangan sampai tau masalah ini ". Ucap Tuan Mike pada sahabatnya itu.
" Tentu saja aku khawatir. Berulang kali dia mencoba mencelakai Marinka ku. Dulu aku bisa melindunginya, tapi lihatlah sekarang,, aku hanya pria cacat ". Tuan Louis menunduk penuh sesal.
" Jangan berbicara begitu, aku juga ayahnya. Dia putriku.. Putri kita. Tapi ada satu lagi kebenaran yang belum sempat aku ceritakan padamu ". Ucap Tuan Mike sedikit ragu.
" Apa itu Mike? ". Tanya Tuan Louis penasaran.
" Soal Andrew,, dia ternyata mengadopsi gadis panti sahabat kecil Marvin ". Jelas Tuan Mike perlahan.
" Siapa..? Apakah gadis yang dulu sempat kau cari itu? ".
" Iya.. Dia Arina.. Dia gadis yang hilang itu. Aku juga tidak habis pikir kenapa nyonya grace menyembunyikannya. Kita mencarinya kemana-mana dan ternyata dia diadopsi oleh Andrew ".
" Apa maksud Andrew melakukan semua ini? Apa rencananya? ".
__ADS_1
" Entahlah.. Aku tidak tau,, tapi dugaanku adalah Andrew mencoba mendekatkan Arina dengan Marvin. Mengingat Marvin sangat dekat dengan Arina dulu ".
" Lalu bagaimana dengan Marvin? Apa dia akan meninggalkan putriku? ". Tuan Louis mulai khawatir memikirkan nasib Marinka.
" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi Louis, tenanglah ". Tuan Mike mencoba menenangkan hati sahabatnya itu.
****
" Kak Marvin bisakah kau menemuiku sekarang? Aku kecelakaan. Aku berada di rumah sakit pusat kota ". Ucap Arina tersedu.
" Aku sedang ada pertemuan Arina. Bagaimana jika aku hubungi keluargamu? Bagaimana? ". Marvin menawar.
" Tidak bisa kak, papa dan jimy sedang keluar kota. Aku tidak bisa menghubungi siapapun disini, hanya mereka dan kau yang kupunya. Aku mohon datanglah. Apa kau sudah tak menganggapku adikmu? ". Arina mulai mengiba.
Marvin sungguh tidak ingin pergi, tapi kata-kata Arina seolah menusuknya. Tentu saja dia masih menganggapnya sebagai adik. Tapi jika Marinka tau akan menjadi masalah besar lagi. Terlebih lagi akhir-akhir ini Marinka terlihat sangat sensitif.
"Kakak.. Apa kau masih disana? Kau mendengarku? ". Ucapan Arina membuyarkan lamunan Marvin.
" Baiklah.. Tapi aku tidak bisa lama. Aku hanya mengantarmu pulang lalu aku kembali. Kau mengerti? ".
" Iya kakak, aku mengerti. Antar aku pulang. Aku sudah senang ".
" Baiklah tunggu aku ". Marvin memutus panggilannya itu. Lalu bergegas meninggalkan meja kerjanya. Diluar dia bertemu dengan Leo.
" Anda hendak pergi? ".
" Iya Leo aku pergi sebentar. Pertemuan kau undur satu jam lagi ".
" Boleh aku tau kemana? ". Marvin yang sudah berjalan beberapa langkah lantas berbalik.
" Arina kecelakaan, dia ingin aku mengantarnya pulang ".
" Apa? Kemana keluarganya? Supirnya? ".
" Entahlah.... Sudahlah jangan banyak bertanya. Undur pertemuannya satu jam lagi. Aku pastikan aku segera kembali ". Marvin kemudian berlalu.
******
**Bantu like ya teman-teman,
__ADS_1
BAYAR DENGAN LIKE YA..... 😍😍😍😍😍
HATUR TENGKIUU**...