
LIKE DUYUUU.... 😍😍😍😍
*******
Marvin sampai dipanti dan disambut hangat oleh semua penghuni panti. Semenjak Marvin diadopsi oleh Tuan Mike. Panti tersebut memiliki donatur tetap Tuan Mike dan Tuan Louis. Mereka sangat bersyukur Marvin bisa tumbuh dengan baik dan menjadi pebisnis yang cukup dikenal. Tidak sedikitnya menyusahkan keluarga angkatnya.
"Bagaimana kabarmu nak? Ibu sangat merindukanmu ". Ucap wanita paruh baya itu memeluk Marvin erat. Dia adalah ibu pengurus panti. Nyonya grace.
" Aku juga sangat merindukanmu bibi grace ". Ucap Marvin sambil mencium pipi nyonya grace.
" Istrimu tidak ikut? ".
" Tidak bibi, dia sangat sibuk akhir-akhir ini. Kemarin dia juga pulang terlambat. Tapi dia mengirim salam padamu, dan beberapa hadiah juga kami siapkan untuk anak-anak disini ".
" Tidak apa Marvin, bibi mengerti, dia benar-benar cepat belajar. Gadis manja dan ceroboh itu ternyata sudah dewasa. Dan kini dia benar-benar sudah mandiri". Kenang nyonya grace dalam senyumannya.
" Bibi benar, dia jarang merepotkanku sekarang. Dia berusaha mengerjakan apa yang bisa dia lakukan sendiri. Kadang aku merindukan dia yang manja seperti dulu".
"Bibi sungguh tidak menyangka kau akhirnya menikah dengan Marinka. Bibi pikir setelah kau kehilangan dia kau akan susah membuka hati lagi ". Ucap nyonya grace sendu.
" Bibi... Sudahlah.. Aku tidak mau mengungkit itu lagi. Terlebih apa yang sudah dilakukan Tuan Mike dan Tuan Louis sungguh sangat besar dampaknya padaku. Aku tidak akan egois membiarkan mereka dalam masalah ".
"Apa ini semacam pernikahan Balas budi? ". Marvin menghela nafas panjang. Mencoba mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
" Baiklah... Baiklah.. Lupakan... Bagaimana kabar Tuan Louis sekarang? ".
" Sudah lebih baik. Kesehatannya berangsur membaik ".
" Bolehkah aku berpesan padamu? ".
" Apa itu bibi? ". Tanya Marvin lembut.
" Apapun tujuan awalmu menikahi Marinka, aku mohon jangan menyakitinya. Dia wanita baik. Meskipun pada awalnya hanya untuk membalas budi. Tapi kau jangan sampai melupakan kwajibanmu. Perlakukan dia dengan baik. Kau harus adil padanya. Luangkan waktu untuknya. Jangan membaginya dengan segudang pekerjaanmu yang tak ada habisnya itu. Jangan melukai hati Tuan Louis. Apa kau mengerti nak? ". Ucap nyonya grace penuh kasih. Marvin tersenyum.
"Baiklah bibi... Aku mengerti ".
Mereka akhirnya berbaur bersama tamu yang lain. Saat sedang asyik menikmati makan siang. Tiba-tiba datang tamu lainnya. Yang langsung menghampiri Marvin dan nyonya grace. Dilihat dari penampilannya sepertinya dia ini juga salah satu orang penting dalam undangan.
" Apa kabar nyonya grace lama tak bertemu ". Ucap orang itu menunduk sopan. Membuat Marvin dan nyonya grace menghentikan kegiatan mereka. Dia adalah Tuan Andrew.
__ADS_1
" Ah.. Tuan Andrew .... Senang bertemu kembali. Kabarku baik. Bagaimana kabarmu bagaimana? ". Sapa nyonya grace.
" Kabarku baik, juga putriku ". Jawabnya penuh penekanan diakhir kalimat. Membuat nyonya grace sedikit memucat dan gugup.
" Tentu saja.. Kalian pasti selalu baik". Ucapnya menutupi kegugupannya.
"Aku pikir Anda tidak akan datang seperti tahun lalu ".
" Tahun ini adalah waktu yang baik, untuk itu aku menyempatkan datang. Apakah ini Marvin, putra Tuan Mike? ". Sapanya sambil mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Marvin. Dengan senang hati Marvin menerima.
" Betul Tuan, senang berjumpa denganmu". Sapa Marvin hangat.
"Aku lebih senang darimu, Tuan Mike benar-benar mengurusmu dengan benar layaknya putranya sendiri ".
" Anda mengenal Ayah angkatku? ". Tanya Marvin antusias.
" Tentu saja, kami adalah pria Malang yang bermimpi memiliki keluarga sempurna. Tapi mimpi kami jauh dari itu semua. Sampai akhirnya kami sama-sama mengadopsi salah satu dari kalian disini". Jelas Tuan Andrew penuh arti.
"Benarkah... Siapa itu bibi? , bibi tidak pernah mengatakan ini padaku". Tanya Marvin ingin tau.
"Mmm... Itu...____".
"Ah Iya.. Nanti aku ceritakan padamu, anak-anak disini banyak, kadang bibi lupa siapa saja mereka. sekarang ikutilah bibi,, ada yang harus bibi kerjakan. Tuan Andrew , kuharap anda tidak keberatan kami tinggal ". Ucap bibi grace dengan cepat menarik Marvin menjauh.
" Baiklah... Semoga lain kali kita bisa berjumpa lagi. Aku rindu tempat ini setelah bertahun-tahun meninggalkan kota ini. Kuharap nanti kau bisa menemaniku jalan-jalan.... Marvin". Ucapnya penuh penekanan.
"Tentu saja Tuan... ". Ucapnya sopan dia lalu berjalan mengikuti bibi grace yang menariknya kuat.
Tuan Andrew hanya tersenyum melihat itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Kenapa kau takut sekali nyonya grace ".
********
" Bibi... Ini tidak sopan, kita meninggalkan tamu penting".gerutu Marvin.
"Bagiku kau dan kekuargamu lebih penting ". Ucap nyonya grace sambil menepuk tangan Marvin lembut.
" Bibi.. Kau sungguh berlebihan. Oh ya siapa anak yang diadopsi Tuan Andrew? Pasti aku mengenalnya kan? ".
__ADS_1
" Nanti kau akan tau Marvin, tapi tidak sekarang ". Ucap nyonya grace setengah menghindar.
" Jika bibi mengatakannya sekarangpun aku pasti tau, anak dipanti ini tidak lebih dari 100 orang. Aku pasti mengingatnya". Marvin merasa nyonya grace menyembunyikan sesuatu. Dia mencurigai sesuatu tapi buru-buru dia menghilangkan pikiran itu dari dalam otaknya.
***************
Marvin sedikit bosan berada ditempat itu, dia tidak punya teman mengobrol diantara banyak orang disini. Mereka sibuk dengan obrolan masing-masing.
"Jika saja Leo dan Marinka disini, aku tidak akan sebosan ini ". Gerutu Marvin. Akhirnya dia memutuskan berjalan-jalan mengelilingi panti. Awalnya panti ini dulunya bangunan lama yang sudah rusak disana sini. Bahkan kanan kirinya pun lahan kosong.
Tapi semenjak Tuan Mike mengambil Marvin dari sini mereka menjadi donatur tetap dan mulai membangun panti ini menjadi lebih layak dengan banyak kamar.
Lahan dikanan kirinya pun dibelinya dan dibangun pula taman serta tempat bermain yang nyaman untuk anak-anak, dengan pagar besi yang menjulang tinggi untuk melindungi anak-anak kecil dari kejahatan diluar panti.
Marvin mengingat pertemuan pertamanya dengan Tuan Mike disini. Saat itu malam hari. Mobil Tuan Mike yang melintasi jalanan ini mengalami pecah ban. Beruntung jalanan sepi dan mobil juga tidak kencang. Sehingga tidak menimbulkan kecelakaan yang berarti.
Tuan Mike kesusahan mengganti ban mobilnya, dan Marvin kecil yang membantu. Anak lelaki itu bisa dibilang cukup kuat untuk anak seusianya. Anak itu begitu terampil hingga dalam hitungan menit pun ban mobil cadangan sudah terpasang.
Itulah yang membuat sepasang suami istri itu kagum, lalu membawanya kekota untuk diadopsi. Marvin tersenyum haru mengingat semua kebaikan keluarga itu.
Kini Marvin duduk dibangku tua disamping kolam ikan. Tempat inilah satu-satunya yang masih ada. Dulu dia sering menghabiskan waktu duduk disini bersama teman kecilnya.
Sampai-sampai dia memohon pada tuan Mike untuk tidak menghancurkan bangku dan kolam ikan ini saat memperluas bangunan panti.
Alhasil Tuan Mike sedikit melebarkan kolam tersebut dan mengecat ulang bangku kayu tua itu agar terlihat layak. Kolamnya pun sekarang lebih bersih dan terawat. Rumput sekitarnya pun terpotong rapi.
"Apa kabar...? Senang bertemu kembali ". Sapa sebuah suara dibelakang Marvin. Suara yang membuyarkan lamunannya. Suara yang membuatnya menoleh kesumbernya. Dan suara yang bertahun-tahun sangat dia rindukan.
" Arina.......... ". Ucap Marvin terbata. Tubuhnya seketika mematung.
" Ya... Aku Arina.... Senang bisa melihatmu lagi kak Marvin ". Ucap gadis itu lembut matanya berkaca-kaca.
" Apa kau merindukanku juga? ".
******
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN
TENGKIUUHHH 😘😘😘😘
__ADS_1