Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir
46. Berlibur ll


__ADS_3

Marvin menyibak tirai putih yang melapisi dinding kaca itu. Terlihat Marinka sedikit terganggu karna sinar matahari berhasil masuk kekamarnya. Marvin terkekeh pelan, dia sengaja melakukannya untuk membangunkan Marinka. Wanita itu lantas menutup seluruh wajahnya dengan selimut.


"Marinka, ayolah ini sudah sangat siang. Apa kau tidak lapar? ". Tanya Marvin sambil menarik-narik selimut yang menutupi wajah Marinka.


" Aku belum lapar Marvin. Lima belas menit lagi. Biarkan aku seperti ini ". Ucapnya serak khas orang bangun tidur.


" Kau tidak ingin jalan-jalan dipantai? ".tanya Marvin sekali lagi.


" Sebentar lagi, ya? ". Jawab Marinka memohon.


" Baiklah jika begitu ". Marvin lantas kembali naik ketempat tidur dan memeluk Marinka.


" Marvin menjauhlah sedikit. Aku tidak bisa bernafas ". Ucap Marinka sambil menggerakkan tubuhnya agar terlepas dari pelukan Marvin.


" Diamlah, kau yang bilang masih ingin tidur sebentar lagi kan? Maka aku akan menemanimu ". Ucap Marvin sambil terus memeluk Marinka.


" Dasar menyebalkan. Baiklah.. baiklah.. Aku akan bangun ". Ucap Marinka sambil menyadarkan dirinya diheadboard. Diikuti kemudian oleh Marvin.


" Mandilah,, aku menunggu diluar ". Ucap Marvin sambil mencium pipi Marinka.


Dijawab anggukkan oleh wanita itu. Akhirnya Marinka pun bergegas mandi. Tidak ingin membuang waktu karna liburan mereka sangatlah singkat. Dia juga tidak mau membuat Marvin menunggu.


Beberapa menit kemudian Marinka sudah siap dan segera mencari keberadaan Marvin. Ternyata suaminya itu sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi disana.


" Kau sudah siap? ". Tanya Marvin lembut.


" Sudah, bukankah kita hanya akan sarapan?". Tanya Marinka bingung.


"Tentu saja kita akan sarapan. Tapi setelah itu kita akan menikmati hari ini dipantai ". Ucap Marvin kemudian meraih tangan Marinka dan mengajaknya bergegas.


" Ayolah aku sangat lapar ". Ucap Marvin kemudian.


" Baiklah ". Ucap Marinka menurut. Mereka menikmati sarapan mereka dengan tenang. Tak ada pembicaraan yang berarti disana. Setelah dirasa cukup untuk mengistirahatkan diri setelah sarapan akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan-jalan ditepi pantai.


" Pantainya sangat indah ". Ucap Marinka sambil merentangkan kedua tangannya menikmati hembusan kasar angin pantai yang menerpa tubuhnya.


" Aku senang kau menyukainya ". Ucap Marvin sambil memeluk Marinka erat dari belakang.

__ADS_1


" Aku sangat menyukainya Marvin".kata Marinka berbalik kemudian mencium singkat bibir Marvin. Membuat Marvin terkejut.


" Jangan mengodaku, kau tau aku sedang berusaha menahan diri Marinka. Atau Dokter aneh itu akan memarahiku jika terjadi sesuatu padamu ". Ucap Marvin parau. Marinka melipat bibirnya menahan senyum.


" Baiklah maafkan aku ". Ucap Marinka sambil mendaratkan ciuman dibibir Marvin lagi sedikit lebih lama.


" Marinka! ". Geram Marvin seketika membuat Marinka tertawa lepas. Marinka hendak berlari namun secepat kilat Marvin menangkapnya,sambil mengarahkan tatapan tajam pada Marinka.


" Jangan berlari..! Aku tidak mau terjadi sesuatu pada perutmu ". Ucap Marvin kesal.


" Maaf aku lupa ". Ucap Marinka sambil mencebikkan bibirnya. Marvin kemudian menautkan jemari mereka berdua sambil berjalan menyusuri tepi pantai. Sesekali Marvin melihat kearah Marinka yang sedang menikmati keindahan pantai itu. Tak henti bibir Marinka menyunggingkan senyuman. Melihat itu Marvin juga merasa sangat bahagia. Hal sederhana seperti ini saja bisa membuat wanitanya tersenyum bahagia.


"Ternyata pantai bisa membuatmu sebahagia ini ".


" Sudah lama aku tidak kepantai. Dan kau sudah membawaku kesini mengobati kerinduanku".ucap Marinka berbinar.


"Kau bisa kepantai manapun jika kau mau. Aku tahu kau sangat menyukai tempat seperti ini dari pada berbelanja seperti wanita pada umumnya ". Ucap Marvin terkekeh mengingat istrinya itu tidak akan luluh hanya karna tas mahal ataupun berlian. Wanitanya ini hanya akan tersenyum jika dia mendapat tiramisu cake dan cotton candy berukuran raksasa. Dan juga diajak berjalan-jalan ditaman kota atau dipantai seperti ini. Hal sederhana yang tidak akan menguras kantong Marvin.


"Aku akan melakukannya dengan senang hati jika kau yang membawaku. Aku hanya akan kemanapun denganmu". Ucap Marinka hangat. Sejenak mereka berhenti dan saling menatap penuh arti.


"Tentu ". Ucap Marvin mantap.


" Kau juga jangan menuduhku sembarangan lagi. Tidak ada yang mengenal baik salah satu dari kita kecuali kita sendiri. Dan kau tahu itu ". Ucap Marinka.


" Aku mengerti, maafkan aku ".ucap Marvin sambil memeluk Marinka.


Mereka benar-benar menghabiskan waktu dipantai hingga senja. Hingga waktu makan malam pun mereka masih duduk disekitaran pantai. Kemudian Marvin mengajak Marinka menuju tempat live musik.


" Kita mau kemana? ". Tanya Marinka bingung.


" Makan malam sambil menikmati live musik. Musisi disini sangat piawai sekali. Suara mereka sangat merdu. Aku pikir kau akan menyukainya ". Ucap Marvin sambil terus menuntut Marinka mengikutinya hingga sampai ditempat tersebut.


Banyak pengunjung ditempat itu. Selain tempatnya yang amat sangat luas. Hanya ditempat ini satu-satunya restoran yang mengadakan live musik. Marvin senang melihat resortnya begitu penuh pengunjung. Angka kunjungannya pun semakin naik tiap akhir pekan.


Marvin mengajak Marinka duduk dikursi depan yang sengaja dipersiapkan oleh manager resort tersebut. Marvin terlihat menghampiri sekelompok musisi itu sambil membalikkan sesuatu. Kemudian Marvin berdiri didepan panggung mengucapkan beberapa kata disana.


"Selamat malam aku ucapkan untuk kalian, sebuah kehormatan untukku karna kalian memilih menghabiskan waktu kalian ditempat ini. Tempat ini aku dedikasikan untuk keluargaku, khususnya istriku. Aku harap kalian selalu punya kenangan manis disini dan selalu ingin kembali ketempat ini. Ada satu lagu yang akan menemani kalian bersama pasangan kalian malam ini. Istriku sangat menyukai lagu ini. Aku harap kalian juga begitu. Silahkan berdansa dengan pasangan kalian masing-masing. Semoga kita selalu bahagia ".

__ADS_1


Begitulah sambutan Marvin yang membuat Marinka bangga. Marvin kemudian menghampiri Marinka lalu memeluknya sebagai luapan kegembiraan. Dan Marinka pun menyambutnya dengan haru dan bangga. Disambut tepuk tangan riuh dari semua orang disana. Mereka terkejut sekaligus terharu mendapati pemilik resort yang masih muda dan sangat menyayangi istrinya. Tanpa mereka tau sangat terjal jalan bagi pasangan itu mencapai titik saat ini.


Tak lama lagu yang dimaksud pun mengalun merdu disana. Dan terlihat semua pengunjung menikmati lagu tersebut bersama pasangan masing-masing.


Fly me to the moon


Let me play among the stars


Let me see what spring is like


On a, Jupiter and Mars


In other words, hold my hand


In other words, baby, kiss me


Fill my heart with song


And let me sing for ever more


You are all I long for


All I worship and adore


In other words, please be true


In other words, I love you


Marvin dan Marinka membaur diantara puluhan pengunjung. Berdansa disana sesekali tertawa dan saling mencurahkan kebahagiaan disana.


"Terima kasih untuk kesempatan yang kau berikan". Ucap Marvin tercekat. Tidak tahu apa lagi rangkaian kata yang bisa menggambarkan kebahagiaannya saat ini. Melihat senyum Marinka rasanya sangat ment


"Tentu, Aku juga berterimakasih padamu. Usahamu meyakinkanku sangat luar biasa untukku. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan ini ". Ucap Marvin lirih.


" i love you ".


" i love you too Marvin ". Akhirnya mereka saling menautkan bibir mereka.

__ADS_1


Lalu jangan lupa juga LIKE KOMEN DAN VOTE... 😄😄😄😄


Terima kasih buat yang udah setia menunggu....


__ADS_2