Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir
31. Manis


__ADS_3

Entah siapa yang memulai, kini Marvin dan Marinka tengah sama-sama kelelahan karna Pergumulan singkat mereka. Dan disinilah mereka, sedang berbagi selimut disore hari yang sedikit mendung. Dan saling memeluk satu sama lain. Setelah pembicaraan itu Marvin menarik Marinka masuk kesebuah kamar yang ada didalam ruangan Marinka.


Biasanya dulu Tuan Louis menggunakannya untuk istirahat jika sedang lelah. Marinka dulu sering menggunakannya juga jika datang kekantor papanya, tapi semenjak Marvin yang mengambil alih perusahaan, kamar itu lebih tertata rapi dengan perubahan warna cat yang lebih lembut. Mengingat suatu saat nanti Marinka yang akan bekerja disini, Marvin mendekorasinya lebih feminim.


" Marvin kita harus keluar dari sini, kita sudah terlalu lama meninggalkan Leo dan catty ". Ucap Marinka cemas.


" Biarkan saja mereka menunggu ". Ucap Marvin santai sambil mengusap-usap punggung Marinka.


" Bagaimana jika ada pegawai yang mencariku dan aku tidak ada disana? ".


" Tidak akan, kau pikir apa gunanya Leo disana. Dia sudah sangat bisa diandalkan. Dia paham keadaan tanpa aku jelaskan ". Marvin terkekeh.


" Astaga, bagaimana nanti aku menghadapi Leo. Aku malu sekali ".


Marinka menutup wajahnya yang bersemu merah membuat Marvin tergelak.


" Kau lucu sekali, jangan pikirkan dia ".


" Kau ini sungguh tidak tau tempat ". Marinka menggerutu kesal.


" Bersihkan dirimu, kita akan jalan-jalan".


"Benarkah? Tapi aku tidak menyimpan baju bersih disini ". Wajahnya yang berbinar seketika mencebik.


" Aku sudah menyiapkannya didalam situ ". Kata Marvin sambil menunjuk sebuah lemari kecil didalam ruangan itu.


" Benarkah? Kau sudah merencanakannya ternyata ".


" Tentu saja, cepatlah.. Agar kita bisa puas jalan-jalan nanti ". Ucap Marvin lembut sambil menciumi Marinka.


" Menjauhlah Marvin. Jangan mulai ". Ucap Marinka risi sambil mendorong Marvin.


" Mandilah.... ".


**************


" Duduklah catty, jangan mondar mandir didepanku. Kau membuatku sakit kepala".


Ucap Leo kesal.


"Diamlah Leo. Kau berisik sekali".ucap catty tak kalah kesal.


" Mereka didalam sudah lebih dari dua jam. Aku khawatir Tuan Marvin mencelakai nona Marinka ". Catty berkata sambil meremas kedua tangannya yang dingin berkeringat karna kekhawatirannya.


Sementara Leo hanya memutar bola matanya malas.


" Aku sungguh ingin memukul kepalamu. Agar isi kepalamu itu tidak beku. Sebenarnya berapa umurmu? ".


" Untuk apa bertanya soal umurku ? Apa kau merangkap jadi petugas sensus? ". Catty masih saja mondar mandir.


" Astaga catty, kau ini bodoh atau apa? Seharusnya untuk umurmu saat ini kau bisa berfikir lebih jauh lagi. Kau pikir jika suami istri bertengkar lalu mereka akan berakhir dimana? ". Ucap Leo kesal menyadari kebodohan catty.


" pengadilan Agama ". Jawab catty polos.


" Astaga,, kau ini ".


" Tentu saja, tetanggaku juga begitu mereka bertengkar,, lalu berakhir bercerai, bahkan tetanggaku yang satunya lebih parah lagi. Suaminya berakhir dipenjara sedangkan istrinya dirumah sakit sedang sekarat. Kau tau kenapa? Karna suaminya menusuknya dengan pisau dapur saat mereka bertengkar ". Ucap catty panjang lebar memasang wajah ketakutan dan bergidik ngeri. Membuat Leo menatap jengah.


"Astaga.. Kenapa Marinka bisa memilihmu sebagai asistennya ". Ucap Leo.


" Karna aku pintar ". Jawab catty bangga. Sambil menepuk-nepuk dadanya.


" Apa kau sungguh pintar?mengingat pembicaraan kita beberapa detik lalu, rasanya aku ragu kau sepintar itu ". Ucap Leo meledeknya. Seketika catty menajamkan matanya.


" Kau jangan meremehkanku ".


Bertepatan dengan itu pintu ruangan itu terbuka. Menampilkan Marvin dan Marinka dalam keadaan segar seperti habis mandi. Kebetulan waktu juga sudah menjelang sore hari. Beberapa karyawan banyak yang sudah pulang.


Catty dan Leo terkejut atasan mereka hadir ditengah perdebatan mereka.

__ADS_1


" Leo aku akan keluar sebentar bersama Marinka. Kau bisa pulang naik taksi ".


" Baik... ". Jawab Leo singkat sambil menunduk.


Marvin lalu menggandeng tangan Marinka untuk mengikutinya. Marinka hanya bisa tertunduk malu. Sementara Marvin bersikap masa bodoh dengan tatapan Leo dan catty disana.


Setelah atasannya itu menghilang dibalik lift, Leo beranjak pergi. Tapi sebelumnya dia berbalik berbicara pada catty.


"Sekarang sudah tau ? Pertengkaran mereka berakhir dimana? ". Tanya Leo memang wajah serius.


" Dikamar mandi ". Jawab catty polos.


" Astaga.. Baiklah, aku akan pergi percuma bicara denganmu ".


" hey sebenarnya kau yang bodoh, kau lihat sendiri kan mereka baru saja mandi. Tentu saja setelah mereka selesai berdebat, mandi adalah salah satu cara menyegarkan diri dan pikiran". Ucap catty kesal.


" Baiklah terserah kau saja ". Kata Leo kemudian berlalu.


" Dasar Leo manusia aneh ". Gerutu catty.


*******


Didalam mobil hanya hening yang tercipta. Marinka hanya menatap keluar jendela. Sesekali Marvin melirik kearahnya kemudian tersenyum simpul. Dia tau Marinka sedang menahan malu saat ini. Mengingat percintaan singkat mereka didalam ruangan Marinka tadi.


"Marinka... ".


"hmmm....".


"Kau kenapa? ".


" Aku tidak apa-apa ". Jawabnya tanpa melihat kearah Marvin.


" Hey.. berbaliklah, aku sedang berbicara padamu ". Marvin mencoba menyentuh pundak Marinka.


" Ada apa Marvin? ". Marinka mendengus kesal karna Marvin terus menganggunya.


" Aku sedang malu. Apa kau tidak tau? Sungguh menyebalkan ".


" Kau malu pada siapa? ". Marvin masih terkekeh.


" Tentu saja Leo dan catty. Apa kau tidak lihat tatapan mereka pada kita? ".


" Sudahlah jangan pikirkan mereka. Kita pikirkan hubungan kita saja. Selama itu tidak merugikan orang lain ". Marvin berucap lembut lalu meraih tangan Marinka untuk digenggamnya tanpa mengurangi fokusnya pada jalanan yang padat itu.


Marinka seketika menghangat.


" Terimakasih Marvin ". Ucap Marinka tulus. Disambut anggukan oleh Marvin.


" Kau mau kuantar kemana? ". Tanya Marvin.


" Entahlah terserah padamu saja ".


" Apa kau keberatan jika aku membawamu ketempat bibi? ". Tanya Marvin berhati-hati.


" Mmm... Apa Dania dan David masih berada disana? ". Marinka cemas.


" Entahlah.. Kalaupun mereka masih disana aku tidak akan membiarkan mereka mengganggumu ". Kata Marvin mantap.


" Baiklah.. Aku juga rindu pada paman dan bibi ".


**********


Mobil Marvin terparkir sempurna. Ia lantas mengajak Marinka turun dan menggandengnya memasuki rumah bibinya itu.


" Kalian datang? Aku sangat merindukan kalian berdua ". Bibi Hana menyambutnya luar biasa bahagia.


" Iya bibi, bagaimana kabarmu? ".


" Aku baik, masuklah aku akan memanggil nyonya dan Tuan ".

__ADS_1


Marvin dan Marinka mengikuti bibi Hana memasuki ruang keluarga. Tak disangka dua bersaudara itu sedang bermalas-malasan disana.


" Marvin..... ". Dania berteriak bahagia melihat Marvin disana lalu berhambur memeluknya. Lalu dengan cepat Marvin mengurai pelukan itu.


" Dania.. Jaga sikapmu. Aku bersama istriku sekarang ". Ucap Marvin masih dengan nada pelan agar tak menyakiti Dania.


" Apa bedanya Marvin.. Bukankah kau juga menemui wanita lain diluar sana. Kenapa memperlakukan berbeda ". Kata Dania bersungut.


" Tentu saja kau berbeda Dania, kau bukan Arina ". Ucap David yang masih duduk dikursi tanpa merasa bersalah. Kini raut wajah Marinka sudah berubah.


" Tutup mulutmu David ". Ucap Marvin geram.


" Kenapa? Kau takut istrimu tau kelakuanmu diluar sana? ". David terus memprovokasi.


" Marinka, jika kau ingin tau bagaimana suamimu, maka jangan sungkan bertanya padaku. Aku.... Tau... Semuanya..... ". Ucap David penuh penekanan.


" Rupanya aku masih terlalu baik padamu masih membiarkanmu berada disini. Apa kau mau aku mengusirmu dari negara ini". Ucapan Marvin hanya ditanggapi kekehan oleh David.


"Marvin sudahlah, jangan berdebat. Tidak ada gunanya ". Ucap Marinka menengahi.


" Ingatlah perkataanku beberapa waktu lalu Marinka. Dia hanya mencintai satu nama, bukan kau atau Dania tapi.. A.. ri.. na.. ". Ucap David penuh penekanan. Membuat Marvin hendak menyerang David. Namun Marinka menghadangnya.


Tak lama paman dan bibi pun turun. Itu melegakan hati Marinka karna tak harus mendengar dua bocah besar itu berkelahi.


" Apa kau lupa jalan pulang? Tega sekali kau pada ibumu ini ". Kata bibi mouli lalu memeluk Marvin penuh rindu.


" Maaf bibi.. ". Jawab Marvin sambil mengusap punggung wanita paruh baya itu.


" Kau tidak merindukanku? ".


" Sangat merindukanmu. Tapi bibi tau kan aku tidak bisa kesini karna ada keponakamu itu. Tadi Marinka yang menginginkan datang kesini karna merindukanmu ". Bibi mouli mengurai pelukan itu. Dia baru menyadari Marinka berdiri disana menunduk.


" Apa kau tidak makan dengan benar. Kenapa kau kurus sekali ". Ucapan bibi mouli masih sinis, tapi bagi Marinka itu sangat menyenangkan karna tersirat kepedulian disana.


" Aku makan dengan benar bibi. Hanya saja sedikit lelah ". Marinka mencoba menjawab dengan lembut.


Perbincangan empat orang itu membuat David dan Dania tersingkir. Hingga membuat keduanya menatap tajam kearah tamu yang baru datang itu.


" Sayang.. Ajak mereka makan. Jangan diajak berbicara terus. Lihatlah Marinka terlihat sedikit kurus ". Kata Tuan Mike hangat.


" Baiklah.. Baiklah.. Aku siapkan makan malam dulu. Jika kau bilang akan datang maka aku akan memasakkan makanan yang sangat enak ". Ucap bibi mouli.


" Semua masakan bibi itu sangat enak ". Ucap Marvin tulus membuat bibi mouli tersenyum hangat.


*********


Marinka masih berdiri didepan dinding kaca kamar nya. Kamar yang sama yang ia tempati sebelum akhirnya memaksanya pindah keapartemen Marvin.


" Apa yang kau pikirkan? ". Marvin datang lalu memeluknya dari belakang sambil menyadarkan dagunya kesalah satu pundak Marinka.


" Tidak ada ". Jawab Marinka lirih.


" Kau pasti memikirkan ucapan David? ". Tebak Marvin.


" Sedikit.. ".


Marvin lalu membalikkan tubuh Marinka lalu menggenggam tangannya.


" Kumohon percayalah, dan bantu aku melewati ini ". Ucap Marvin yang padahal dirinya sendiri pun masih ragu. Marinka hanya bisa mengangguk.


" Akan kucoba ". Ucap Marinka lalu tersenyum manis.


" Manis... Aku selalu merindukan senyumanmu.. Tetaplah seperti ini. Agar aku selalu ingat kemana tujuanku ".


**********


Terimakasih buat para readers yang selalu setia like dan komen. Komenmu semangatkuhhh😘😘😘😘


LIKE PLEASE.....

__ADS_1


__ADS_2