
"dasar gadis miskin!!!!!"
sebuah hujatan terdengar keras di telinga aini yg tertunduk tak berani menatap seseorang yg menghina nya itu.
"maaf nyonya..." ujar aini
"maaf kau bilang!!" aini mengangguk dan tetap menunduk.
"dimana ibu mu?!"
"ibu tidak bisa datang nyonya karna ibu sedang sakit"
aini mencoba menjelaskan agar majikan mengerti.
"ooohh! sakit! jadi kamu yang akan menggantikan ibu mu?"
"iya nyonya"
" baik lah kalau begitu cepat selesai kan pekerjaan mu!" aini hanya mengangguk pelan, " dan ingat tidak boleh ada kesalahan..!"
__ADS_1
"iya nyonya"
lalu majikan aini meninggalkan nya sendiri dan berlalu ke kamar nya.
aini mulai mengerjakan pekerjaan nya mencuci piring, mengepel lantai, mencuci pakaian, menyetrika sampai aini tak menyadari pakaian yang ia kenakan telah basah karena keringat. walaupun demikian aini tetap semangat bekerja demi ibu nya yang kini terbaring sakit di rumah.
di sela-sela pekerjaan nya ia teringat akan ibu nya. sebelum meninggal kan ibu nya pagi tadi aini melihat bahawa obat ibu nya telah habis namun ibu nya hanya bisa pasrah dengan keadan mereka yang tak mampu membeli obat kembali.
" ibu.... maaf kan aini yang tidak dapat membahagiakan ibu...." ujar aini di dalam hati nya, tak terasa air mata berlinang di pipinya. ia mulai terisak dalam tangis yg ia tahan agar tidak terdengar oleh majikan nya.
" tidak! aku tidak boleh lemah! ibu membutuhkan ku, nanti aku akan mencoba meminjam uang ke pada nyonya.." aini mencoba menguatkan hati nya.
sebuah suara yang memekakkan telinga yang membuat aini terkejut dan cepat-cepat membersihkan air mata nya. dalam keadaan takut aini menghampiri majikan nya.
"iya nyonya..."
" kamu apakan pakaian saya ini haa!!!" aini menatap pakaian yang di perliahat kan kepada nya terlihat ada sobekan kecil di lengan baju itu." apa kamu tau berapa harga pakaian ini?! ujar majikan nya kembali dengan nada tinggi membuat aini semakin takut.
" maaf nyonya....???!" aini mencoba berkata dengan pelan, takut kalau majikan nya akan semakin marah.
__ADS_1
"maaf!!!! maaf mu itu tidak akan mengembalikan pakaian itu bagus lagi!!!!" aini hanya tertunduk lesu tidak berani memandang majikan nya.
melihat aini yang hanya diam majikan nya semakin kesal dan mendorong tubuh aini hingga terjatuh mengenai sudut meja. sikut nya terasa ngilu karna menimpai sudut meja itu.
"aahhh!!" aini melihat sikut nya mengeluarkan darah segar. majikan nya tak perduli amarah nya semakin memuncak.
" dengar aini kerugian ini akan saya potong selama tiga bulan dengan gaji ibu mu!"
" tapi nyonya!"
"tidak ada tapi- tapi!" ujar majikan nya dengan ketus!
bening- bening kristal mulai bergulir membasahi pipi nya namun majikan nya tidak menghiaraukan kesedihan aini. setelah puas memarahi aini majikan nya itu pergi meninggalkan nya.
aini tidak habis fikir mengapa pakain itu bisa rusak sementara aini berkerja selalu hati-hati. bahkan majikan nya tidak mau mendengarkan apapun perkataan nya.
aini terduduk lesu di lantai dapur ia meratapi nasib nya yang begitu menyedihkan.
" ya allah mengapa hidup ku harus seperti ini..!" kembali bulir- bulir air mata itu membasahi pipi nya. tak cukup dengan kemiskinan bahkan cacian hingga fitnah setiap hari harus ia rasaka di dalam hidup nya. aini hanya bisa berharap semua derita dan siksaan ini akan cepat berakhir...
__ADS_1