
Hadi meninggalkan Vera dan Darmawan .
di sudut sofa Darmawan hanya menarik nafas dalam melihat ke arah Vera yg masih tersedu menangis , memikirkan kembali kejadian tadi mengulang satu persatu percakapan mereka , menatap Vera dengan pandangan mencari sesuatu yg menurutnya sudah berbeda berusaha untuk mencari kebenaran sendiri di dalam pikirannya .
" sayang maafkan aku " ucap vera lirih tanpa menatapnya ada ke takutan dalam hati Vera .
" maaf , kamau tidak bersalah untuk apa minta maaf " jawab Darmawan singkat .
" sayang " Vera menatap ke arah Darmawan memohon.
" saya hanya ingin penjelasan dari kamu , untuk ini Akau akan mendengarkannya " ucap Darmawan menampakan wajah yg mulai berubah .
" intinya aku minta maaf , salah iya aku salah , sekarang Aku menyesal , aku mohon tolong ceraikan dia , aku janji tidak akan mengulang nya kembalai , aku akan menuruti apa mau kamu , tolong sayang " rengek Vera memohon kepada Darmawan sambil berlutut hadapan Darmawan .
" maaf kalau sekarang kamu meminta Aku menceraikan dia , aku rasa tidak akan, begini kita akan jalani semuanya bersama , karena keputusan ini kamau yg pertama meminta jadi sekarang aku harap kamau menerimanya , " jelas Darmawan
" tidak ,pada saat itu aku emosi , istri mana yg tidak marah kalau melihat suminya berdua di dalam kamar " jelas Vera tidak mau mengalah .
" sudah berapa kali aku memohon supaya kamau mengerti akan penjelasan ku , tapi kamau bersikeras , sudah cukup aku rasa sekarang kita jalani apa adanya , besok Akau akan kembali ke kota x , hari ini Akau akan bertemu dengan anak anak " jelas Darmawan bangkit dari duduknya jamuan di tahan oleh Vera .
" tunggu aku tidak mengizinkan kamau bertemu dengan anak anak , silahkan kamau mau pergi ketempat pelacurmu , jangan pernah kembalai " ucap Vera menahan marah tidak terima dengan keputusan Darmawan .
__ADS_1
Darmawan hanay diam melihat ke arah Vera yg sudah menatapnya tajam penuh dengan dendam sambil berjalan.
" dasar laki laki sialan , aku sudah berusaha meminta maaf , " terik Vera kesal sambil membanting benda ke arah pintu .
" bajingan kamu Darmawan , " teriak Vera lebih keras sampai terdengar ke luar karena pintu terbuka lebar dengan keluarnya Darmawan dari ruangan itu .
Darmawan berjalan menuju pintu tanpa melihat di sekelilingnya tatapan bingung dan ingin tau dari beberpa orang pekerja di rumah memebuat Darmawan semakin mempercepat langkahnya meninggalkan kediaman mertuanaya melajukan kendaranya menuju kembalai ke rumahnya.
bebepa asisten rumah tangga yg berkumpul sambil berbisik membicarakan apa yg mereka dengar terkaget melihat Vera keluar dari ruangan dengan mata sembab dan terlihat acak acakan .
mereka pun membubarkan diri masing masing .
Vera berjalan gontai menuju kamarnya menutupnya dengan keras dan merebahkan diri di atas tempat tidurnya .
" kamau di mana , aku sudah menunggu mu dari tadi " .....seseorang berbicara
" ver kamau masih di situ kan , ver ver " tidak ada jawaban .
Vera mematikan ponselnya menagis kencang mencambak rambutnya sendiri , kalau bangkit menghambur semua barang yg ada di kamarnya menumpahkan ke kekesalanya .
sedangkan di rumah Darmawan hanay mengitari kamar nya yg begitu besar melihat di segala sudut kamarnya , melihat bingkai foto besar keluarga kecilnya yg penuh dengan senyum dan di samping bingkai foto itu bederet beberapa foto kenangannya bersama vera.
__ADS_1
" maaf kan Aku , kamau sendiri yg meminta keputusan itu " ucap Darmawan dalam hati
Darmawan teringat akan anak anaknya dia bergegas merogoh ponselnya .
" halao Rafa dan Dafa ada " tanya Darmawan karena dia menelpon Tel rumah mertuanay. karena tidak mungkin Darmawan menelpon Vera dan mertuanya setelah ke jadian itu .
" den Rafa sama Dafa pergi bersama tuan besar " ucap pembantu rumah .
Darmawan menutup ponselnya berfikir sejenak ,
" ma Dafa dan Rafa ada " tanya Darmawan pelan
" ada tapi mereka masih tidur , terlalau capek " ucap mertuanya .
" oh nanati saya telpon lagi " ucap Darmawan sambil berpikir .
" wan maaf , Rafa sama Dafa mama ajak menginap di hotel , mama tidak mau Rafa dan Dafa mendengar semuanya " ucap mertuanay .
" iya ma , mungkin untuk bebrapa Minggu ini saya akan pergi ke kota x ,nanati Rafa dan Dafa akan saya jemput , titip mereka ma " ucap Darmawan .
" oh ya papa mau pulang besok jadi mama terpaksa ikut , Rafa dan Dafa akan mama ajak juga " jelas mertuanya.
__ADS_1
" iya ma nanati saya akan menghubungi lagi " ucap Darmawan menutup ponselnya.
Darmawan menarik napas panjang merebahkan diri di atas kasurnya mencoba memejamkan mata sambil menenangkan pikirannya .