POLIGAMI

POLIGAMI
31


__ADS_3

" assalamualaikum " ucap Laila membuka pintu rumahnya .


" waalaikumsalam " terdengar suara bi Inah di dapur .


" eh pak Darmawan kapan datang " tanay bi Inah .


" tadi siang bi " ucap Darmawan .


" sini kopernya biar saya letakan di kamar " ucap bi Inah .


Laila yg tidak mengetahui Darmawan membawa koper sebesar itu langsung menoleh .


" untuk apa koper sebesar itu mau pindahan " tanya Laila bingung .


" non " bi Inah mengingatkan ,


" taruh di kamar tamu bi " ucap Laila


" tapi non "


" bi taruh di kamar tamu , lagian dia ke sini hanay tamau , bukan apa apa " jelas Laila kesal .


bi Inah hanay menurut perintah majikanya .


sedangkan Darmawan hanay diam tersungging senyum tipisnya melihat tingkah Laila yg tidak menginginkannya , menurutnya tidak ada wanita yg mau di paksa menikah meskipun di seorang janda .


" menarik " ucap Darmawan .


setelah selesai berganti pakaian Laila keluar kamarnya.


" bi tolong ambilkan kantong plastik di mobil " ucap laila .


" mobil yg mana non bukanya non Laila tidak bawa mobil " tanya bi Inah .


" ih bibi ," Laila bergegas ke kamar Darmawan berniat meminjam kunci mobil tanpa berpikir panjang Laila langsung membuka pintu tanpa permiasi .


" lagi ngapain , enggak sopan " ucap Laila menutup mata melihat Darmawan hanay mengenakan Boxster


" mau ngapain , " ucap Darmawan santai sambil mendekati laila .


" stop jangan mendekat " ucap Laila mengarahkan tanganya ke arah Darmawan sedangkan tangan satunya masih menutup matanya .


" aku cuma mau pinjem kunci mobil , cepatan " Laila mengerakan badanya sambil mengarahkan tanganya .


" mau apa " tanay darmawan .


" ih mau ambil kantong plastik yg tadi " ucap Laila .


" sudah akau kasihkan sama bi Inah " Darmawan membelakangi Laila memgbil handuk nya .


" kenapa tidak ngomong ," terik Laila .


" kamau tidak tanay " jawab Darmawan lagi membuat Laila tambah kesal .


Darmawan berjalan mendekati Laila ,


" mau apa " tanya Laila mundur .


" mau keluar mandi , minggir " ucap Darmawan


Laila yg sadar menghalangi Darmawan pun menepi .


" dasar " umpat Laila kesal .


Darmawan keluar di iringi Laila dari belakang .


menghilangkan rasa malu dan kesal Laila duduk di meja makan .


" non cari ini " ucap bi Inah menyodorkan kantong plastik kepada Laila .


" bi kenpaa tidak ngomong " Laila meraih dan mengeluarkan isinya ternyata sayur hijau .


tidak lama Darmawan keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakainya .


sedangkan Laila sudah selesai dengan masakanya .


setelah itu dia ke kamarnya untuk membersihkan diri .

__ADS_1


malam itu selesai makan malam Laila langsung masuk ke kamarnya sedangkan Darmawan duduk di ruang tamau , mengecek tugas kantornya di temani oleh bi Inah yg sedang menonton tv .


tidak lama bi Inah pamit untuk tidur sedangkan Darmawan masih sibuk di depan leptopnya .


sedangkan Laila yg telah lelap tertidur di kamarnya menikmati mimpi indahnya .


karena terbiasa bangun pagi Laila lebih dulu berolah raga di temani bi Inah berjalan jalan sebentar , sedangkan Darmawan masih tertidur lelap di kamarnya .


setelah mandi Laila bersiap berpakaian rapi kelaur kamarnya duduk di meja makan memakan makan yg sudah di siapkan oleh bi Inah .


tidak lama bel berbunyi bi Inah berlari kecil membukanya ternyata pak Iwan datang .


" pagi pak ayo sarapan tumben ke sini " ucap Laila melahap makannya .


" jemput pak darmawan " jelas pak Iwan.


Laila tersedak dari bangun tadi pagi Laila tidak kepikiran akan Darmawan yg menginap di rumahnya .


" ehhh masih di kamar " ucap Laila bingung.


" ya biar saya tunggu " ucap pak Iwan .


tidak lama Darmawan keluar dari kamar dengan pakain yg sudah rapi .


Laila hanya melihat tanpa memperdulikan Darmawan yg duduk di sampinya .


ada rasa malau Laila berinisiatif mengambilkan sepiring nasi goreng dan menaruh di hadapan Darmawan mengambilkan secangkir teh .


Darmawan hanay diam sambil memakan makan yg di sajikan Laila .


mereka makan dalam diam termasuk bi Inah dan pak Iwan yg saling pandang .


" pak saya naik mobil sendiri " ucap Laila mengambil tasnya .


Darmawan menatap Laila dengan tajam .


melihat itu laila mengurungkan niatnya ,


Laila mengikuti Darmawan dari belakang dan duduk di sampingnya .


" ke mana dulu " tanya pak Iwan .


Laila hanay melirik dan mengangguk mengikuti apa kata daramwan .


" eh pualngnya enggak usah di jemput " Laila mencoba menghindar .


lagi lagi Darmawan menatap tajam ke arah Laila yg membuat Laila mati kutu mau tidak mau mengikuti maunya Darmawan.


setelah turun Laila berlari kecil meninggalkan mereka dan pak Iwan melajukan mobilnya ke kantor Darmawan .


di kantor Laila sibuk dengan kerjaan ya kebetulan dalam beberpa Minggu Bu Dewi tidak ada jadi yg mengantikan semua urusan adalah Laila.


" non ada nunggu di bawah " ucap sekuriti .


" siapa pak " tanya Laila sibuk dengan kerjaanya.


" enggak tau non " jawab sekuriti lagi .


" bilang aja saya sibuk " ucap Laila .


" oh baik non " sekuriti pun berlalau .


Laila sibuk memperhatikan layar leptopnya tiba tiba ponselnya berdering, nomor tidak di kenal , Laila mematikan ponselnya .


" ih siapa sih menganggu saja " guman Laila menjauhkan onselnya membiarkan tetap berbunyi dan mati dengan sendirinya .


Laila terus menatap layar leptopnya sambil membuka beberpa berkas di sampingnya .


" non di tunggu di bawah " ucap pak Iwan mengagetkan Laila .


" pak ada apa " tanay Laila .


" maaf mengagetkan di tunggu di bawah " ucap pak Iwan .


" mau apa " tanya Laila .


" di tunggu di bawah " ucap pak Iwan mengulang kembali kata katanay .

__ADS_1


" huh pasti dia ," ucap Laila yg menatap pak Iwan .


pak Iwan hanay mengangguk pelan .


" sebentar pak saya rapikan ini dulu " ucap Laila menutup leptopnya .


Laila mengikuti pak Iwan dari belakang menuju sebuah mobil mewah yg terparkir .


pak Iwan membuka kan pintu mobil mempersilahkan Laila masuk, di dalam tampak Darmawan duduk bersilang kaki dengan santai .


" mau ke mana, saya sedang sibuk " ucap Laila kesal melihat Darmawan.


" temani Akau makan siang " ucapnya datara .


" kan ada pak Iwan " jelas Laila .


" di sini yg menjadi istri saya siapa " tanay Darmawan .


Laila melihat tajam ke arah Darmawan ,


" heh dengar ya , yg paksa saya menikah dengan Anda siapa , saya tidak meminta ada menjadi suami saya , jangan seenaknya mengatur hidup saya " ucap Laila geram tidak terima dengan perkataan Darmawan .


" saya rasa , saya berhak atas kamu , karena kamau adalah istri sah saya , dan ingat saya tidak akan menceraikan kamu " nada Darmawan sedikit meninggi dengan kata kata menegaskan kepemilikannya .


" oh jadi sekarang , hanay karena ada suami saya, bisa seenaknya mengatur saya , ucap Laila tidak mau kalah .


" terserah mulai besok saya akan tinggal di rumah kamu " ucap Darmawan juga tidak mau kalah .


pak Iwan hanay diam mendengar perbedaan pendapat antara mereka .


" apa ," Laila membulatkan matanya menatap Darmawan .


" iya tinggal di rumah kamau dan pastinya tidur satu kamar tidak seperti tadi malam , ingat Akau suami kamau " ucap Darmawan .


" tapi " belum sempat Laila mengucapkan sesuatu Darmawan sudah membuka pintu dan turun dari mobil menutupnya .


" dasar pria tidak tau diri " Laila menekuk wajahnya tetap duduk di dalam mobil sambil bersedekah memangku tanganya .


" maaf non " pak Iwan membuka pintu mempersilahkan Laila turun .


Laila bersikeras tidak mau turun , sambil membuang muka .


tanpa aba aba tangan kekar Darmawan menarik tangan Laila untuk keluar , dengan terkejut Laila menoleh mencoba melepaskanya tapi pegangan Darmawan begitu erat membuat Laila turun dari mobil mengikuti Darmawan dari belakang .


sespai di meja yg sudah di sipakan Darmawan menggeser kursi menuntun Laila duduk dan melepaskan pegangannya .


Laila yg sudah duduk mencoba menekan tanganya yg teras sedikit sakit.


" mau pesan apa " tanay Darmawan menyodorkan menu makan .


" aku tidak lapar " jawab Laila ketus


Darmawan tidak menggubris dia sibuk memangil pelayan dan memesan makanan dan minuman .


sambil menunggu makan datang Laila masih menampakan muka tidak suka kepada Darmawan .


" dengar , Akau sudah menyelesaikan permasalahanku dengan Vera istriku , dan keputusannya tetap sama , kau akan menjadi istri ke dua ku yg sah karena sudah di setujui oleh Vera , jadi bersikaplah sebagai seorang istri, sebenarnya Vera telah bermain di belakang ku, dia merasa bersalah dan berjanji kepadaku ,jadi Akau harap seandainya Vera benar benar menyesal aku janji akan menceraikan mu" ucap Darmawan .


" kamau rasa aku bahan percobaan mu untuk menilai kesetian istrimu, " ucap Laila


" yah anggap saja begitu " ucap Darmawan .


" baik , karena sudah terlanjur , tapai Aku meminta sayarat yg harus kamau penuhi " ucap Laila .


" baik apa persyaratannya " tanya darmawan .


"kita jalani hidup sebagai seorang suami istri tapai tidak harus berhubungan ," ucap Laila .


" baik tapai Akau juga mempunyai syarat " ucap darmawan .


" apa " tanya Laila .


" seandainya Vera bermain lagi di belakang ku , kamu harus siap menjadi istri seutuhnya " ucap Darmawan .


" baik setuju " ucap Laila yg penting untuk saat ini dia tidak di repotkan dengan harus .


melayani Darmawan .

__ADS_1


.


__ADS_2