POLIGAMI

POLIGAMI
Azmi


__ADS_3

Tap jempol dulu baru baca OK!👌👌👌


"Azmi, hari ini kita ada acara makan malam di rumah Om Aryo"


" iya Ummi, tadi Abi udah sampaikan"


" kalau begitu, nanti kamu harus cepat pulang!"


" iya Ummi"


Percakapan singkat antara ibu dan anak yang pada saat itu tengah menikmati sarapan pagi.


Disebuah rumah mewah di kawasan elit.


"Ummi, aku berangkat dulu"


" ya"


Azmi beranjak dari peraduan nya dan tidak lupa mencium tangan Ibu nya itu.


" hati- hati anak Ummi"


Azmi mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan Ummi nya itu.


Di sebuah perusahaan milik keluarga Al Hamid, Azmi memberhentikan Mobil nya di pelataran parkir.


Ia keluar dari dalam mobil lengkap dengan stelan Zas berwana hitam.


Azmi berjalan menuju kantor nya. Ada beberapa pasang mata yang sedang memperhatikan nya. yup! siapa lagi kalu bukan wanita- wanita yang bekerja di perusahaan nya. Mereka sangat mengagumi sosok Azmi, pria tampan dengan ciri khas wajah diamond. Mengapa disebut diamond? Karena enam sudut pada bagian atas kepala berukuran lebih besar mirip seperti berlian, dengan dahi yang sempit dan rahang yang lebar. Pemilik bentuk wajah tipe berlian ini dipercaya sebagai orang dengan sikap tegas dan kuat.


Jika sudah memiliki tujuan dalam hidupnya, maka mereka biasanya akan berusaha keras untuk mewujudkannya. Selain ciri perfeksionis yang dimiliki, ada juga beberapa hal yang kurang baik tersisipkan seperti memiliki emosi yang tinggi dan cenderung tempramental. Walaupun begitu, pemilik bentuk wajah berlian ini cocok menjadi pemimpin.


" thasya! batal kan skeijul ku untuk sore nanti!"


" baik Pak!"


" Tapi Pak! sore nanti Bapak ada miting Dengan Perusahaan Oracle corporation".


"Kalau begitu majukan skejul nya"


" Oke Pak!"


Azmi tidak ingin mengabaikan perusahaan yang satu ini Oracle Corporation ( ORCL) adalah Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. perusahaan itu menjadi pengembang perangkat keras dan lunak komputer yang berbasis di Redwood Shores California yang berspesialisasi dalam sistem manajemen basis data atau Database.


Oracle Corporation ingin melakukan kejasama Investasi yang signifikan terhadap perusahan yang di kelola oleh keluarga Al Hamid dan Azmi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bekerja sama dengan Perusahaan terbesar ke- 3 di Dunia.


***


Hari sudah menunjukkan pukul 3 sore, Azmi melirik jam tangan yang melekat di lengan nya.


Azmi menarik nafas dalam mengisi paru - paru nya dengan Oksigen, terlihat raut wajah yang kusut akibat Miting yang menyita banyak waktu. Ia teringat dengan pesan Ibu nya bahwa Ia harus pulang lebih awal.


Sebenarnya sedari pagi tadi Azmi bertanya-tanya di dalam hati nya Mengapa Om Aryo mengajak keluarga nya makan malam bersama? tumben banget? batin Azmi.


Sedari tadi Thasya telah memperhatikan Azmi yang kelihatan kusut. Thasya menghampiri Azmi seraya membawakan secangkir kopi hitam ke sukaan Azmi.


Azmi mengetahui kedatangan Thasya karna aroma kopi hitam itu menyeruak ke dalam hidung Azmi.

__ADS_1


" Thasya, kamu memang selalu tau apa yang aku inginkan" ujar Azmi serya menyesap kopi hitam itu dengan pelahan.


Thasya tersenyum mendengar ucapan Azmi yang kini tengah duduk di kursi tepat di hadapan Azmi hanya sebuah meja kerja persegi yang membatasi mereka.


" Mas, kenapa membatalkan skejul untuk sore ini?


" ada acara makan malam di rumah teman Abi".


" Oh, aku fikir ada sesuatu yang penting?!"


" ngak kok! hanya makan malam"


Thasya terlihat sangat akrab dengan Azmi jikalau sedang berduaan.


Sesungguhnya Thasya adalah wanita yang di cintai Azmi begitu pula sebaliknya Thasya juga sangat mencintai Azmi. Tapi mereka bukan pasangan kekasih pada umum nya seperti di zaman ini. Azmi selalu membatasi diri nya dengan pengaruh diluar sana. Ia tidak ingin bepacaran ala anak zaman now seperti yang kita lihat di TV. Bagi azmi pacaran itu tidak ubah nya sebagai Pezinah! bersentuhan fisik dengan yang bukan Makhrom nya.


Ia lebih baik menjaga cinta nya agar tetap murni tidak di kotori oleh hal- hal yang bersifat intim.


Lain hal dengan Thasya, Ia adalah wanita yang modern, terlihat dengan gaya busana yang Ia kenakan, Blus putih dengan bawahan rok hitam setinggi lutu dengan renda di kerah bajunya terlihat sangat modis.


Thasya kerap sekali mencuri- curi kesempatan agar bisa bersentuhan dengan Azmi namun sayang kesempatan itu tidak pernah Ia Dapatkan.


Azmi terlalu sulit untuk di dekati. sikap nya yang dingin terlalu perfectionis...


" Thasya bisakah kau menemaniku ke toko suvenir di dekat sini?


" toko suvenir?"


" ya, aku ingin membelikan sesuatu untuk istri Om Aryo, karena sudah lama kami tidak berkunjung kesana"


Azmi lebih suka di panggil Mas saat mereka berdua.


***


Di toko suvenir Azmi memilih- milih suvenir apa yang hendak Ia berikan kepada Istri Om Aryo. Ia merasa bingung sesekali Ia meminta pendapat Thasya.


Cukup lama mereka disitu, hingga tanpa di sadari waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.


Derit Ponsel Azmi yang berada di saku celana nya bergetar. Ia merogoh saku celana nya itu meraih Ponsel nya.


tertera nama di layar ponsel itu. My Ummi, Ibu nya menelfon memastikan keberadaan Azmi.


Azmi beranjak keluar dari toko untuk menerima telfon dari ibu nya.


" Assalamualaikum Ummi?"


" Walaikumsalam, Azmi di mana kamu Nak?


" Lagi di jalan Ummi" Azmi sedikit berbong ke pada Ummi nya kalau Ia tengah berda di toko suvenir bersama Thasya.


" kamu tidak lupakan acara makan malam kita dengan Om Aryo?"


"tidak Ummi, ini juga mau pulang".


Azmi melirik jam tangan nya, sudah jam lima rupa nya batin azmi.


" baiklah anak Ummi, hati - hati ya?"

__ADS_1


"iya Ummi"


" Assalamualaikum Nak"


" walaikum salam Ummi" Azmi mengakhiri percakan itu.


Ia berniat masuk kedalam toko namun sial! Ia terpeleset karna tempat itu begitu licin. Ia tersungkur di antara tumpukan kardus.


" Astagfirullah...!" terdengar suara wanita mendekati nya. bukan Thasya yang memiliki suara itu, melainkan seorang wanita yang kini menjulurkan tangan nya untuk membantu Azmi yang masih dalam kedaan tersungkur.


" maaf Mas, sini saya bantu!"


Azmi tidak menolak bantuan wanita itu bahkan Ia meraih tangan wanitaitu menggenggam nya erat takut kalau Ia akan terjatuh lagi.


Azmi menatap wajah gadis itu seketika jantung nya berdebar kencang ada yang berdesir di dalam dada nya saat menyentu tangan gadis itu..


Disaat posisi Azmi sudah berdiri tegak, iya spontan melepaskan tangan nya dari tangan gadis itu.


" terimakasih"


" iya sama- sama Mas" jawab gadis itu seraya menyunggingkan senyum nya.


Azmi memperbaiki baju nya yang agak kusut, Thasya mencari - cari Azmi yang tidak kenjung datang, Lalu Ia memutuskan untuk mencari Azmi yang tadi keluar toko untuk menerima telfon ibu nya. Thasya mendapati azmi sedang berbicara dengan seorang wanita yang tidak Ia kenali, Thasya penasaran dan mencoba mendekati Azmi dan wanita itu.


" Maz kamu kenapa? celana mas kotor lagi!"


" tidak apa- apa Thasya, Aku hanya terjatuh, dan Mbak ini menolong ku."


" iya mbak" ujar wanita itu membenarkan penjelasan Azmi.


" terimakasih banyak mbak, udah nolong calon suami saya" sontak Azmi terkejut mendengar ucapan Thasya namun sebisa mungkin Ia bersikap datar seolah membenarkan pernyataan Thasya tersebut.


"Baik Mas, Mbak saya permisi dulu.."


Azmi mengangguk sementara Thasya tidak mempedulikan wanita itu Ia lebih mengkhawatirkan keadaan Azmi.


Azmi memperhatikan wanita yang telah berlalu meninggalkan mereka, Wanita itu memakai dres berwana pink muda dan jilbab panjang yang senada dengan pakaian nya.


"Ada apa dengan ku? mengapa perasaan ku seperti ini?, Aahhh! mungkin karna wanita itu menyentuh tangan ku tadi!" gumam Azmi di dalam hati nya.


***


Hai readers....👋👋👋


terimakasih udah baca cerita ku


🙏🙏🙏


jangan lupa tinggalkan jejak ya....!


like, komen, rate bintang 5 dan vote.


dan juga klik favorit agar selalu Up cerita ku...


Ok!👌👌👌


😊😊😊💗💗💗

__ADS_1


__ADS_2