
dengan hanay meminum air putih , menelan ludah melihat Darmawan dengan lahap menyantap makan di depannya tanpa ada rasa bersalah .
dengan memutar bola mata melihat ke sekelilingnya menyembunyikan kekesalan dengan wajah datar Laila memainkan ponselnya , membenarkan duduknya sekalai kali merapaikan bajunya dan menarik napas panjang .
" mulai besok kita akan makan siang bersama " ucap Darmawan yg dari tadi memperhatikan Laila dengan sedikit tersenyum .
Laila hanay melihat dengan wajah datanya menyunggingkan bibir dengan kesal.
Darmawan melambaikan tangan meletakan bebrapa lembar uang di atas meja sambil menghabiskan sisa minumnya .
Laila bangkit dari tempat duduknya dengan cepat meraih tas dan ponselnya , berjalan duluan meninggalkan Darmawan .
di parkiran pak Iwan membuka kan pintu mobil , dengan sedikit kesal Laila meletakan tasnya di samping dan melipat kedua tanganya.
" pak kok enggak jalan sudah telat nie " ucap Laila .
" sebentar non pak Darmawan belum datang " ucap pak Iwan.
" lama " ucap Laila lagi memperhatikan jam tanganya .
tidak lama darmwan datang dengan membawa kantong plastik .
masuk ke dalam mobil menaruh kantung plastik di pangkuan Laila .
" apa ini " tanah Laila .
" makan , nanati sakit " ucap Darmawan melipat kakinya Sabil memepehatikan ponselnya .
" aku tidak lapar " ucap Laila gengsi mengakui padahal perutnya sudah perih , apa lagi mencium aroma makan yg ada di depannya .
" bener tidak lapar " tanya Darmawan .
" iya " ucap Laila yg berharap Darmawan memaksanya untuk makan karena sudah terlanjur mengatakan tidak lapar .
Darmawan menarik kanyong plastik yg ada di pangkuan Laila dan menyerahkannya pada pak Iwan .
" ini pak makan saja " ucap Darmawan .
" ehhh " Laila hanay diam berharap pak Iwan menolaknya .
" saya sudah makan pak tadi " ucap pak Iwan menolak , hati Laila bersorak sambil menyembunyikan senyum tipisnya .
" oke kalau begitu kita kasihkan pada anak anak yg ada di jalan , sayang kalau tidak di makan " ucap Darmawan yg melirik Laila.
mendengar itu pupus sudah niat Laila untuk memakan makan itu , Laila menghayal akan makan makan yg ada di kantin kantornya mungkin dia akan makan di sana kalau sudah sampai .
__ADS_1
sambil menelan ludah Laila menarik napas panjang .
" pak antar saya dulu " ucapa Darmawan .
" kok kenapa tidak lewat jalan melati saja " ucap laila tambah kesal .
" terlalau jauh memutar non " ucap pak Iwan .
iya memang pikir Laila ya tuhan mimpi apa Akau tadi malam ucap Laila dalam hati .
Darmawan yg mencuri pandang ke arah Laila tersenyum halaus memepehatikan wajah Laila yg begitu imut kalau terlihat marah , baru kali ini Darmawan melihat jelas wajah Laila .
" manis " ucap Darmawan pelan .
Laila menoleh ke arah Darmawan menatap tajam ,
" apa " tanya laila .
Darmawan menaikan bahunya sambil tersenyum .
" aneh " ucap Laila lagi .
tidak lama mobil berhenti di lobi kantor Darmawan sebelum turun,
pak Iwan menjalankan mobilnya menuju kantor Laila .
" non ini makan saja , nanati keburu dingin " ucap pak Iwan .
" sini " ucap Laila mengambil kantong plastik membuka dan memakan makan yg telah di beli darmawan .
pak Iwan Hanaya tersenyum melihat tingkah Laila yg lahap memakan makan di pangkuannya .
" lapar non " tanya pak Iwan mengoda .
" iya pak , sudah sakit perut menahan lapar " jelas Laila .
" kenapa tadi tidak makan " tanya pak Iwan.
" emmm, udah pak Iwan enggak usah tanay " ucap Laia menghentikan makanya .
" iya iya , makan sudah non " jawab pak Iwan tertawa sedikit keras .
" pak Iwan jangan mengejek " ucap Laila cemberut .
" siapa yg mengejek " ucap pak Iwan yg tau Laila bohong .
__ADS_1
" ih pak iwan , liat ke depan " ancam Laila melanjutkan makanya .
" Alhamdulillah kenyang " Laila memeinum sisa jus buah .
" makasih pak Iwan , hati hati " ucap Laila melambaikan tanganya lalu masuk ke dalam kantornya .
di ruangan Laila terlihat sedikit tertunduk karena jam makan siang sudah berakhir setengah jam yg lalu .
" duh yg lagi makan siang di luar " ucap Wati menyindir Laila .
" apaan sih " Laila duduk di mejanya .
"La di cari in Bu Dewi tu " ucap seorang yg keluar dari ruangan Dewi .
" iya " Laila berjalan masuk .
" ibu pangil saya " ucap Laila sopan .
" iya La " Dewi mematikan ponselnya .
" Darmawan tinggal di rumah mu " tanay Dewi .
" iya Bu " ucap Laila tertunduk .
" ada apa Bu " tanay Laila .
" begini La perusahan ini akan di ambil Alih oleh anak pertama ku , aku sudah capek mengurus semu ,mungkin Akau akan tinggal di rumah menikmati masa tua ku , untuk beberapa bulan ini aku akan menyelesaikan semua , setelah itu semua akan di pegang anak ku " jelas Dewi memang terlihat lelah di wajahnya meskipun tidak ada kerut sedikit pun tapi kelelahan akan usianya terlihat jelas .
" baik Bu " ucap Laila .
setelah berbincang banyak Laila ke luar dari ruangan Dewi .
" ada apa La " tanya Wati .
" enggak Bu Dewi akan menyerahkan perusahan kepada anaknya " jelas Dewi
" kenapa " tanya yg lain .
" ya Bu Dewi merasa sudah tua jadi dia mau menikmati masa tuanya di rumah " jelas Laila .
" terus bagai mana dengan anaknya , apa sebaik Bu Dewi " tanya yg lain.
" jangan tanay aku bertemu dengan dia aja belum pernah , yg penting kita kerja sesuai dengan kemampuan kita ,tunjukan bahwa kita bisa semangat " ucap Laila mengepalkan tanganya.
" ayo siap siap pulang " ucap Laila membereskan pekerjanya dan merapaikan mejanya .
__ADS_1