POLIGAMI

POLIGAMI
32


__ADS_3

dengan hanay meminum air putih , menelan ludah melihat Darmawan dengan lahap menyantap makan di depannya tanpa ada rasa bersalah .


dengan memutar bola mata melihat ke sekelilingnya menyembunyikan kekesalan dengan wajah datar Laila memainkan ponselnya , membenarkan duduknya sekalai kali merapaikan bajunya dan menarik napas panjang .


" mulai besok kita akan makan siang bersama " ucap Darmawan yg dari tadi memperhatikan Laila dengan sedikit tersenyum .


Laila hanay melihat dengan wajah datanya menyunggingkan bibir dengan kesal.


Darmawan melambaikan tangan meletakan bebrapa lembar uang di atas meja sambil menghabiskan sisa minumnya .


Laila bangkit dari tempat duduknya dengan cepat meraih tas dan ponselnya , berjalan duluan meninggalkan Darmawan .


di parkiran pak Iwan membuka kan pintu mobil , dengan sedikit kesal Laila meletakan tasnya di samping dan melipat kedua tanganya.


" pak kok enggak jalan sudah telat nie " ucap Laila .


" sebentar non pak Darmawan belum datang " ucap pak Iwan.


" lama " ucap Laila lagi memperhatikan jam tanganya .


tidak lama darmwan datang dengan membawa kantong plastik .


masuk ke dalam mobil menaruh kantung plastik di pangkuan Laila .


" apa ini " tanah Laila .


" makan , nanati sakit " ucap Darmawan melipat kakinya Sabil memepehatikan ponselnya .


" aku tidak lapar " ucap Laila gengsi mengakui padahal perutnya sudah perih , apa lagi mencium aroma makan yg ada di depannya .


" bener tidak lapar " tanya Darmawan .


" iya " ucap Laila yg berharap Darmawan memaksanya untuk makan karena sudah terlanjur mengatakan tidak lapar .


Darmawan menarik kanyong plastik yg ada di pangkuan Laila dan menyerahkannya pada pak Iwan .


" ini pak makan saja " ucap Darmawan .


" ehhh " Laila hanay diam berharap pak Iwan menolaknya .


" saya sudah makan pak tadi " ucap pak Iwan menolak , hati Laila bersorak sambil menyembunyikan senyum tipisnya .


" oke kalau begitu kita kasihkan pada anak anak yg ada di jalan , sayang kalau tidak di makan " ucap Darmawan yg melirik Laila.


mendengar itu pupus sudah niat Laila untuk memakan makan itu , Laila menghayal akan makan makan yg ada di kantin kantornya mungkin dia akan makan di sana kalau sudah sampai .

__ADS_1


sambil menelan ludah Laila menarik napas panjang .


" pak antar saya dulu " ucapa Darmawan .


" kok kenapa tidak lewat jalan melati saja " ucap laila tambah kesal .


" terlalau jauh memutar non " ucap pak Iwan .


iya memang pikir Laila ya tuhan mimpi apa Akau tadi malam ucap Laila dalam hati .


Darmawan yg mencuri pandang ke arah Laila tersenyum halaus memepehatikan wajah Laila yg begitu imut kalau terlihat marah , baru kali ini Darmawan melihat jelas wajah Laila .


" manis " ucap Darmawan pelan .


Laila menoleh ke arah Darmawan menatap tajam ,


" apa " tanya laila .


Darmawan menaikan bahunya sambil tersenyum .


" aneh " ucap Laila lagi .


tidak lama mobil berhenti di lobi kantor Darmawan sebelum turun,


pak Iwan menjalankan mobilnya menuju kantor Laila .


" non ini makan saja , nanati keburu dingin " ucap pak Iwan .


" sini " ucap Laila mengambil kantong plastik membuka dan memakan makan yg telah di beli darmawan .


pak Iwan Hanaya tersenyum melihat tingkah Laila yg lahap memakan makan di pangkuannya .


" lapar non " tanya pak Iwan mengoda .


" iya pak , sudah sakit perut menahan lapar " jelas Laila .


" kenapa tadi tidak makan " tanya pak Iwan.


" emmm, udah pak Iwan enggak usah tanay " ucap Laia menghentikan makanya .


" iya iya , makan sudah non " jawab pak Iwan tertawa sedikit keras .


" pak Iwan jangan mengejek " ucap Laila cemberut .


" siapa yg mengejek " ucap pak Iwan yg tau Laila bohong .

__ADS_1


" ih pak iwan , liat ke depan " ancam Laila melanjutkan makanya .


" Alhamdulillah kenyang " Laila memeinum sisa jus buah .


" makasih pak Iwan , hati hati " ucap Laila melambaikan tanganya lalu masuk ke dalam kantornya .


di ruangan Laila terlihat sedikit tertunduk karena jam makan siang sudah berakhir setengah jam yg lalu .


" duh yg lagi makan siang di luar " ucap Wati menyindir Laila .


" apaan sih " Laila duduk di mejanya .


"La di cari in Bu Dewi tu " ucap seorang yg keluar dari ruangan Dewi .


" iya " Laila berjalan masuk .


" ibu pangil saya " ucap Laila sopan .


" iya La " Dewi mematikan ponselnya .


" Darmawan tinggal di rumah mu " tanay Dewi .


" iya Bu " ucap Laila tertunduk .


" ada apa Bu " tanay Laila .


" begini La perusahan ini akan di ambil Alih oleh anak pertama ku , aku sudah capek mengurus semu ,mungkin Akau akan tinggal di rumah menikmati masa tua ku , untuk beberapa bulan ini aku akan menyelesaikan semua , setelah itu semua akan di pegang anak ku " jelas Dewi memang terlihat lelah di wajahnya meskipun tidak ada kerut sedikit pun tapi kelelahan akan usianya terlihat jelas .


" baik Bu " ucap Laila .


setelah berbincang banyak Laila ke luar dari ruangan Dewi .


" ada apa La " tanya Wati .


" enggak Bu Dewi akan menyerahkan perusahan kepada anaknya " jelas Dewi


" kenapa " tanya yg lain .


" ya Bu Dewi merasa sudah tua jadi dia mau menikmati masa tuanya di rumah " jelas Laila .


" terus bagai mana dengan anaknya , apa sebaik Bu Dewi " tanya yg lain.


" jangan tanay aku bertemu dengan dia aja belum pernah , yg penting kita kerja sesuai dengan kemampuan kita ,tunjukan bahwa kita bisa semangat " ucap Laila mengepalkan tanganya.


" ayo siap siap pulang " ucap Laila membereskan pekerjanya dan merapaikan mejanya .

__ADS_1


__ADS_2