POLIGAMI

POLIGAMI
36


__ADS_3

Poligami


36


Setalah membayar belanjaan kekasir, akhirnya mereka pulang ke rumah. Arumi yang senang karena makanan kesukaannya sudah berada di dalam keresek yang di bawa sang ibu.


"Abang mau minum teh, atau kopi?" tanya Xena setelah menata belanjaannya pada tempatnya.


"Teh manis saja Xen," Xena mengangguk dan lekas kembali ke dapur untuk membuatkan minum untuk suaminya.


Xena tidak hanya membawakan teh namun juga cemilan yang mereka beli yang sudah Xena letakkan di dalam toples kecil.

__ADS_1


"Silahkan Bang," Randa mengangguk dan meletakkan gawainya di atas meja.


"Sini duduk samping abang, Xena," Dengan patuh Xena mengikuti ucapan suaminya. Meski agak canggung namun, Xena berusaha agar terlihat biasa-biasa saja. Karena jujur ini kali pertamanya Xena duduk seperti ini di kala mereka hanya berdua. Jika di rumah masih ada Qailila dan juga Hilman yang membuat Xena tidak terlalu grogi seperti ini.


"Kamu kasti penasaran kenapa abang mau menikahi kamu kan Xen? Dan mungkin juga kamu berfikir jika abang menikahi kamu lantaran karena ucapan Ayah?" Xena mengangguk. Dirinya benar-benar penasaran kenapa Randa mau menikahi dirinya yang seorang janda anak satu.


"Iya Bang, aku sangat penasaran kenapa Abang mau meniakhiku. Bahkan aku baru empat bulan selesai bercerai dengan mantan suamiku. Apa hanya karena Arumi?" Xena menatap wajah Randa sebentar karena dirinya tidak terlalu kuat untuk menatap wajah tampan suaminya.


Tanda menggelengkan kepalanya. "Bukan karena Arumi, Xen tapi kamu," jawban Randa jujur.


Lagi-lagi Randa menggelengkan kepalanya. "Tidak Xen, abang tidak berfikir kesana. Abang mau menikah dengan kamu karena cinta. Mungkin kamu tidak percaya akan cinta yang Abang katakan. Namun jauh sebelum kamu menikah dengan mantan suami kamu, Abang sudah lebih dulu menaruh hati sama kamu, Xen. Abang cinta sama kamu makanya abang mau menikahi kamu, Xen," ungkap Randa jujur.

__ADS_1


Xena terkejut dengan ungkapan Randa yang tidak pernah dia kira. Benarkah Randa mencintainya atau hanya untuk menghibur dirinya yang sudah terlalu lama luka?


"Cinta? Jika memang benar begitu kenapa Abang membawa kekasih Abang kerumah waktu itu? Bahkan saat itu aku baru menikah beberapa bulan Bang?" Xena sedikit tidak percaya dengan ucapan Randa.


"Abang tidak pacaran dengannya Xen, Abang hanya berusaha untuk dekat dan membuat hati Abang bisa berpaling dari kamu. Dan bisa kamu lihat apakah semejak itu Abang memperkenalkan wanita lain kepada Ayah dan Ibu? Tidak, karena di hati Abang hanya kamu dan tertutup rapat untuk wanita lain. Hanya kamu yang bisa mengisi hati Abang, Xen. Meski waktu itu Abang merasakan sakit saat menyaksikan kamu menikah dengan laki-laki itu. Tapi Abang harus ikhlas karena jika kamu bahagia maka Abang pasti akan ikut bahagia."


"Benar begitu Bang, bukan karena Arumi?" tanya Xena memastikan. Jujur saja dirinya bahagia meski dihatinya saat ini belum ada rasa untuk Randa.


Randa menganggukkan kepalanya. "Iya Xen, jika karena Arumi mungkin Abang tidak akan mau menikah dengan kamu. Percuma Abang maksain hati Abang buat nikah dengan wanita yang nggak Abang cinta. Dan kamu pasti tahu akhirnya gimana, bukan?" Xena menganggukkan kepalanya. Contohnya saja seperti rumah tangganya yang hancur lantaran perjodohan yang dilakukan orang-tuanya. Meski Xena mencintai suaminya namun itu tak cukup karena cinta mantan suaminya dulu hanya untuk wanita lain.


"Iya Abang bener, tapi maafkan aku yang belum mencintai Abang, tapi aku janji akan berusaha untuk mencintai Abang," lirih Xena.

__ADS_1


"Abang akan tunggu Xena, dan Abang janji akan membuat kamu bahagia semampu Abang begitupun dengan Arumi. Tapi yang namanya rumah tangga tentu saja tidak akan berjalan mulus, akan ada duri-duri yang akan datang namun kita harus selalu melewatinya bersama." Xena mengangguk setuju dengan ucapan suaminya. Harapannya saat ini pernikahan ini terlahir dalam hidupnya dan dalam pernikahan ini pula dirinya akan meraih yang namanya bahagia.


TBC


__ADS_2