POLIGAMI

POLIGAMI
Malam pengantin


__ADS_3

Udara yang dingin malam itu menganggu tidur Azmi yang kini tengah tertidur di atas sofa atau lebih tepat nya di ruang tamu.


Azmi mengerjap - ngerjapkan mata nya mencoba mengembalikan kesadaran nya, Ia mengedarkan pandangan nya seraya mencoba mengingat - ingat kenapa Ia bisa Tertidur disitu. sesaat kemudian ia baru bisa mengingat bahwa tadi Ia meninggalkan Aini di kamar sendirian karna tak ingin berlama- lama dalam satu ruangan dengan nya.


Azmi bangkit dari peraduan nya dan duduk dengan benar di sofa itu. Ia merasa seluruh tubuh nya sakit mungkin karena posisi tidur yang tidak nyaman.


Azmi menyandarkan punggung nya di sofa itu mengarahkan pandangan nya kelangit- langit rumah, mata nya menerwang jauh seakan menembus ruang dan waktu.


Azmi masih tak percaya bahwa Ia kini telah berumah tangga, memiliki seorang istri. tidak di pungkiri istrinya memang cantik tapi Ia tidak mencintai nya.


Ia teringat dengan Thasya mungkin saja sedang menangis di kamar karna tidak terima pria yang ia cintai menikahi wanita lain.


" Maafkan Aku, Thasya... aku sungguh tak berdaya" gumam Azmi di sela- sela lamunan nya.


" Andai bukan Aini yang aku nikahi saat ini melainkan dirimu mungkin aku akan menjadi orang paling bahagia di dunia, tidak seperti malam ini! harus nya aku malam ini menikmati malam pertama kami, tapi lihatlah! aku meringkuk di ruang tamu sendirian.." ucap Azmi berbicara sendiri seakan - akan wanita yang Ia cintai itu tengah berada di hadapan nya.


" Astagfirullah... !" ujar Azmi seraya mengusap wajah nya yang kusut itu dengan telapak tangannya.


Ia bangkit dari duduk nya memutuskan untuk sholat. ya, lebih baik seperti itu dari pada terus larut dalam kesedihan.


Tidak ada yang bisa menduga takdir seseorang dalam hidup ini terkadang bahagia tapi bisa juga menderita seperti yang di alami oleh Azmi. kita hanya bisa Tawakal dalam menghadapi itu semua.


❤❤❤


Kini Azmi tengah berada di atas hamparan sajadah nya. Ia luapkan segala kesedihan nya disitu terlihat Air mata yang membasahi wajah nya, begitu sendu dan pilu. di ruangan yang tak jauh dari kamar mereka itu azmi telah selesai melaksanakan sholat thahajud nya dan saat ini perasaan nya cukup tenang. setelah itu Azmi menuju kamar nya.


Azmi melihat Aini telah tertidur pulas, Ia sempat melihat pakaian yang di kenakan oleh Aini, Azmi baru ingat bahwa Aini tidak membawa pakaian nya kerumah ini terang saja sedari awal tidak ada rencana akan bermalam pengantin di rumah baru nya itu. Azmi lalu menelfon seseorang untuk membelikan beberepa pasang baju gamis untuk di kenakan oleh Aini. setelah beberapa menit orang suruhan nya itu datang membawakan pesanan nya itu.


" Aini?" Azmi mencoba membangunkan istri nya itu akan tetapi Aini tidak jua bangun.


" Aini?" kali ini Azmi mencoba menyentuh lengan Aini dan mengerakkan nya.


Aini mulai terbangun, ia mengerjap - ngerjapkan mata nya. Ia melihat Azmi tengah berada di dekat nya. Seketika Aini bangkit dan duduk.


" Ya Mas?" ucap Aini seraya tangan kiri nya mengucek- ngucek mata nya.


" Aini, sebentar lagi waktu sholat subuh lebih baik kamu membersihkan diri dulu"

__ADS_1


" apa Mas?


" ya kita akan sholat bejamaah, tapi sebaik nya kamu mandi dulu?" ujar azmi kembali dengan nada lembut.


" tapi Mas, saya tidak membawa pakaian ganti"


" kamu tenang saja, saya sudah membelikan pakaian untuk mu, ada di lemari pakaian, kamu ambil saja di situ!"


"kapan Mas Azmi membeli pakaian itu?, tadi aku tidak melihat ada pakaian wanita di dalam lemari itu " batin Aini bertanya tanya.


Aini membuka lemari itu dan mendapati pakaian yang tengah tersusun rapi. Aini mengambil pakaian itu lalu berlalu menuju kamar mandi, ya kamar mandi yang masih satu ruangan dengan kamar mereka. karna bisa dilihat kamar mereka itu cukup luas bisa menampung berpuluh - puluh orang di dalam nya.


setelah dua puluh menit akhirnya Aini telah selesai mandi, Ia mengenkan pakaian yang di belikan oleh Azmi.


cantik, batin Azmi memuji Aini ketika melihat Aini keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.


Aini menghampiri meja yang seperti nya meja rias, Ada kaca besar disana Ia bisa melihat bayangan wajah nya di kaca itu. Aini melihat ada sisir disitu Ia raih dan ia rapikan rambut nya yang masih basah itu, karna Ia hanya bisa mengeringkan nya memakai handuk dan itu tidak cukup untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


semua gerakan Aini tak luput dari pandangan Azmi, Ia sempat tersenyum melihat Aini saat merapikan rambutnya Aini merasa kesulitan karna rambut nya begitu panjang.


Azmi ingin membamtu tapi Ia urungkan niat nya, karna mengingat Ia telah berwudhu, ya meskipun mereka sudah suami- istri tapi masih ada batasan ketika telah berwudhu.


" Allahuakbar...!"


terdengar suara taqbir dari Azmi Mengimammi sholat bejamaah itu, mereka terlihat khusu dalam ibadah sholat subuh itu hingga saat mengucap salam di rakaat terakhir pun masih terlihat sangat khusu. setelah selesai sholat azmi juga membacakan sedikit doa- doa pendek dan setelah itu ia melihat Aini dan mencoba mengahadap kan tubuh nya kearah Aini yang berada di belekang saf nya.


Aini yang melihat azmi yang kini tengah menghadap di depan nya ini. seketika mengangkat tangan kanan nya meraih tangan azmi yang saat itu tengah memegang sebuah tashbih dan menyapukan sebuah kecupan hangat di pungung telapak tangan itu.


Azmi tersenyum melihat sikap Istri nya itu, Ia akui bahwa istri nya tidak hanya cantik tapi ia juga istri soleha.


" Mas, Saya permisi kedapur dulu?"


" kamu mau apa?"


" saya mau masak sarapan Mas"


sedikit rasa kagum terbesit di hati azmi, ternyata Aini juga wanita yang rajin, karna di jaman sekarng ini banyak istri menggunakan jasa ART untuk mengurus keperluan suami nya. tapi tidak dengan wanita Yang kini menjadi istrinya ini Ia lebih memilih terjun langsung untuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.

__ADS_1


ketiaka Aini ingin beranjak, Azmi menahan nya dengan meraih pergelangan tangan Aini.


" Aini, bisakah kita bicara sebentar?"


Aini mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Azmi, ia kembali duduk di posisi semula menghadap azmi tapi masih dalam keadaan mengenakan mukenah yang berwarna putih itu.


" Aini, maaf kan saya kerena semalam saya tidak menjalankan kewajiban saya selayak nya seorang suami yang baik"


Azmi mulai berbicara sementara Aini hanya bisa terdiam mendengarkan penuturan suami nya.


"Aini?"


" ya Mas"


" apa kamu marah sama saya?"


" ti..ti.. tidak mas" jawab Aini terbata - bata merasa gugup Karena sedari tadi Azmi terus menatap wajah nya.


" lalu mengapa kamu diam?"


" tidak apa- apa mas, tapi bolehkah saya tahu apa alasan nya Mas?"


" begini Aini, saya yakin kalau kamu adalah wanita yang baik, tapi maaf Aini saya tidak bisa mencintai kamu karena saya mencintai wanita lain!"


degg!


jantung Aini serasa mau meledak, tubuh nya bergetar mendengar ucapan suaminya barusan.


hati nya seperti di tusuk jarum hingga terlihat mata Aini yang mulai berkaca - kaca...


***Hallo readers.....👋👋👋


terima kasih sudah baca ceritaku...


jangan lupa tinggalkan jejak ya...


like, komen, rate bintang 5 dan vote, ngevote nya juga bisa pakai poin kok..!

__ADS_1


dan jangan lupa juga klik favorit agar selalu up cerita ku ok!!


🙏🙏🙏😊😊😊***


__ADS_2