
Poligami
37
Kediaman Yogi
Sudah empat bulan lamanya Yogi membina rumah tangga bersama Kanina tanpa kehadiran Xena mantan istri pertamanya. Semenjak itu pula sang ibu jarang berkunjung ke rumahnya tidak seperti saat Xena masih menjadi istrinya. Ibunya pernah berkata karena telah menyesal menikahkan Xena dengan dirinya yang tidak tahu diri. Sudah di carikan istri sholehah, baik namun dirinya yang tidak tahu rasa syukur. Itulah kata-kata yang dikatakan Dania kala itu.
Yogi termenung di sofa ruang tamu sendirian karena sang istri belum juga pulang sedari tadi. Ntah kemana istrinya itu, Yogi sungguh tidak tahu lantaran dirinya juga tidak bertanya atau istrinya yang izin pergi keluar.
Ucapan-ucapan Ibunya kala itu jelas tergiang di telinga Yogi. Mungkin memang benar dirinya yang terlalu bodoh untuk milih istri. Sudah ada istri sholehah juga baik hati malah dia sia-siakan. Bahkan janji untuk saling adil bahkan tak dia lakukan. Dirinya terlalu condong kepada wanita yang dicintainya, wanita yang bisa memikat hatinya hingga kini.
__ADS_1
Apakah Yogi menyesal melepas wanita sebaik Xena? Mungkin saja jawabannya hanya sedikit menyesal. Karena jujur saja dirinya tidak tau ntah ada rasa ntah tidak di dalam dirinya untuk Xena, Yogi sungguh tidak paham. Dirinya begitu sulit untuk menebak apa yang dia rasakan kepada mantan istrinya itu. Disatu sisi dirinya memang merasakan sedih atas tidak adanya Xena di rumahnya. Wanita yang selalu menyiapkan kebutuhan perutnya dan juga menawari setiap pagi apa yang dia inginkan.
"Sayang,"
"Sayang,"
"Sayang!!"
"Astaga kamu kenapa sih Sayang? Kalau manggil aku nggak perlu teriak-teriak napa?!" kesal Yogi karena telinganya sedikit berdengung.
Yogi menggeleng. "Tidak ada Sayang, mungkin saja aku banyak pikiran jadinya tidak terlalu mendengar panggilan kamu," Alasan Yogi. Tidak mungkin dirinya akan berkata jujur jika tengah melamunkan perkataan ibunya kala itu dan juga perlakuan Xena selama menjadi istrinya.
__ADS_1
Kanina mengangguk saja karena juga tidak tahu lagi apa yang mau di ucapkannya. "Oh iya Mas, tadi aku lihat mantan istri kamu di supermarket saat aku belanja tadi loh," adu Kanina saat teringat akan Xena.
"Kamu mungkin salah lihat kali Sayang, mana mungkin dia ada di kota ini." bantah Yogi tidak percaya. Lagian ngapain mantan istrinya itu berada di kota ini, padahal mereka juga sudah bercerita. Kalau pun mantan istrinya itu bekerja di kota ini, dirinya juga tidak yakin.
"Isss, aku ngomong serius loh Mas. Aku tadi ngeliat mereka bukan hanya satu detik bahkan sampai lima menitan loh Mas. Aku juga ngeliat putri kamu bersama dia dan juga laki-laki yang waktu itu kita jumpai di rumahnya. Kamu masih ingatkan dengan laki-laki berpostur tinggi waktu itu?"
Pikiran Yogi melalang buana pada saat dirinya datang ke rumah Xena dengan niat mengajak wanita itu untuk kembali bersamanya. "Ahh iya Mas ingat Sayang. Dia itu sepupu Xena namanya Randa," jawab Yogi mantap. Karena setahu Yogi Xena miliki sepupu laki-laki yang umurnya dua tahun di bawahnya.
"Tadi aku lihat mereka belanja kebutuhan dapur di sana Mas. Bahkan mereka tampak dekat banget tadi aku lihat Mas, tidak seperti sepupu melainkan seperti sebuah keluarga kecil bahagia." ujar Kanina memberitahu. Jelas Kanina melihat Xena saat itu, bahkan sesekali tertawa bersama anak dan juga laki-laki itu.
"Mungkin karena mereka sepupuan jadi wajar saja mereka tertawa bareng Sayang." ujar Yogi yang juga sedikt ragu.
__ADS_1
"Tapi aku lihat selama ini Mbak Xena nggak gitu orangnya Mas, bahkan dia kek menjaga jarak gitu sama yang bukan mahramnya." ujar Kanina membuat Yogi bungkam.
TBC