POLIGAMI

POLIGAMI
Berwudhu


__ADS_3

Flash back on


Azmi sangat panik melihat keadaan Aini yang begitu kedinginan, padahal Azmi sudah mengganti pakaian Aini.


hujan pun semakin lebat di luar sana, angin yang semakin riuh terasa begitu dingin seakan menembus setiap inti sel pada kulit.


Azmi mencoba menelfon dokter namun tidak tersambung. Ia melihat layar ponsel nya tampak disitu provider nya tidak ada jaringan.


" sialll! " umpatan Azmi karena merasa kecewa..


tlung..tlung...


Azmi mendengar dering ponsel nya menandakan batrai ponsel nya lowbet.


Ia hampir saja membanting ponsel nya kelantai.


Azmi yang saat itu duduk di tepi ranjang yang tak jauh dari sisi Aini, menekuk tangan nya bertumpu pada sikut yang beradu dengan paha nya. Ia menekan pelipis mencoba meredam segala amarah nya.


Kembali Azmi menatap wajah Aini yang terbaring lemah tak sadarkan diri itu, hati nya mulai mengiba ada rasa penyesalan di dalam benak nya karena telah memarahi Aini tanpa harus mendengarkan penjelasan nya terlebih dahulu.


Azmi mengulurkan tangan merapikan anak rambut Aini, seketika itu Ia Iangsung terlonjak saat menyentuh kulit Aini yang dingi seperti es. Ia raba lagi kening Aini ternyata suhu badan yang tadi nya panas kini tengah berubah sangat dingin, bibir Aini juga terlihat membiru.


" mungkin kah Aini mengalami hipotermia?" gumam Azmi.


Tidak Ingin banyak berfikir Azmi langsung saja Berinisiatif menyalakan penghangat ruangan...


namun tiba- tiba...


Duaaarrrrr!!!


suara petir membahana lagi hingga bersamaan dengan itu pemadaman listrik pun terjadi....


"Astagfirullah...." ucap azmi memandangi ruang kamar yang begitu gelap.


" Ya Allah, mengapa harus seperti ini? Apa engkau sedang menghukum ku?!"


Azmi mengeluhkan kondisi nya yang benar - benar frustasi melihat istrinya, seandainya aku tidak memarahi nya, seandainya aku lebih memperhatikan diri nya mungkin ini semua tidak akan terjadi. batin Azmi berandai - andai menyesali sikap nya terhadap Aini.


Azmi mencoba menyalakan lilin yang memang sebelum nya selalu tersedia di kamar itu, yahh cukuplah menjadi penerang sementara waktu.


kemudian Azmi mendekati dan menatap tubuh Aini yang terbaring tak sadarkan diri itu, ternyata meski memakai beberapa selimut tebalpun Aini tetap saja masih kedinginan.


Azmi panik bukan main, Ia mulai berkeringat dingin memikirkan cara agar Aini bisa dalam kondisi yang hangat.

__ADS_1


sebenarnya Ia ingin membawa Aini kerumah sakit, tapi mengingat status pernikahan mereka yang belum di ketahui oleh orang banyak menjadikan Ia mengurungkan niat nya. Azmi takut akan ada gosip- gosip miring tentang nya dan itu sudah pasti akan mempengaruhi perusahaan nya, apa lagi saat ini perusahaan nya itu telah bekerja sama dengan perusahaan no 3 di dunia dan kini berkat kerja sama itu membuat nama perusahan milik keluaraga Al Hamid itu melambung tinggi hingga menduduki tingkat tingggi pasar saham.


Azmi tidak ingin mengambil tindakkan yang gegabah dengan resiko yang sangat fatal.


Sebenarnya ada satu hal lagi cara yang diketahui Azmi menghadapi orang yang terserang Hipotermia yaitu dengan cara skin to skin contact akan tetapi Azmi juga tahu sebenarnya cara itu kurang efisien mengingat suhu tubuh nya juga mulai terasa dingin.


tapi apa mau dikata, tidak ada cara lain selain mencoba cara itu. jika tidak mencoba hal itu maka akibat nya akan sangat fatal pula. bisa jadi ini malam terakhir Aini menghirup udara di dunia ini. Azmi sempat brigidik membayangakan itu.


Azmi mulai membuka pakaian nya hingga tersisa celana pendek yang di kenakan nya.


setelah itu Ia juga membuka kembali pakaian Aini guna menyalurkan suhu tubuh Azmi terhadap nya.


Awal nya Azmi merasa tegang dengan posisi mereka saat ini, apa lagi melihat tubuh Aini yang tidak terbalut sehelai benang pun menyentuh kulit tubuh nya membuat darah nya serasa panas, membangkitkan kembali naluri pria normalnya.


namun sebisa munkin Ia tepis semua perasaan nya yang kini mulai menggebu-gebu. Azmi semakin mempererat pelukan nya terhadap tubuh Aini, berharap Ia bisa meredam sesuatu yang sedang bergejolak di sana dan bukan hanya itu Ia juga berharap Hipotermia Aini cepat berakhir.


flashback off


Aini yang kini sedang tersipu malu karena aksi nya diketahui oleh Azmi, Ia ingin sekali menenggelamkan wajah nya agar tidak menjadi salah tingkah seperti ini.


Aini mulai kembali merasak kantong kemih nya bergemuruh karena sedari tadi belum juga di tuntas kan.


kali ini Aini tidak bisa menahan nya lagi.


Ia melilit kan selimut tebal itu ketubuh nya, dan berlari kedalam kamar mandi.


Azmi sempat mengingat tubuh Aini yang indah itu seketika Ia menelan saliva nya. kembali Ia merasakan ada yang bergejolak di sana.


setelah beberapa menit Aini keluar dengan memakai Handuk, ternyata Aini sudah mandi aroma wangi sabun yang di kenakan Aini menyeruak kehidung Azmi terlihat juga rambutnya yang basah.


lagi- lagi Azmi menelan saliva nya saat melihat leher Aini yang putih mulus itu di aliri air karena rambut nya yang basah.


Hingga membuat Azmi mengangakan mulut nya.


" Mas...?" ujar Aini seraya melambai- lambaikan tangan nya hingga membuat Azmi tersadar dari keterpanaan nya.


" Mas ngak mandi?" ujar Aini kembali


"aaa itu!!!! aaa maksud Mas, Anu itu loh!"


azmi jadi salah tingkah tidak tau mau berkata apa, ia mengaruk- garuk kepala nya yang tidak gatal itu.


Aini sempat terkejut karena mendengar suami nya itu menyebut nya dirinya Mas, karena selama ini suami nya selalu megatakan saya atau aku.

__ADS_1


ini kali pertama dia menyebut dirinya Mas, Aini cukup senang mendengar hal itu.


Aini menyunggingkan senyum manis nya ke pada suaminya itu, Azmi yang melihat senyum Aini langsung saja beranjak dari tempat peradauan nya mencoba mendekati Aini.


" aaa... aapa yang Mas mau lakukan?" tanya Aini terbata bata seraya melangkah mundur karena Azmi nyaris saja menindih tubuh nya.


Nafas Azmi bergemuruh, begitu pula dengan Aini tampak wajah Aini merah merona saat henbusan nafas Azmi menerpa wajah nya.


kini tubuh Aini tengah bersandar di dinding kamar itu, tubuh Azmi dan Aini hanya berjarak sejengkal saja.


tatapan mereka bertemu. Aini hanya diam seribu bahasa.


tapi lain hal dengan Azmi, kini Ia mengangkat tangan nya mengarah kan ke pipi putih mulus Aini. Azmi menyentuh pipi itu mengelus nya dengan lembut. sementara tangan nya yang satu merangkul pinggang Aini.


Azmi merasa kan tubuh nya bergetar, bergelora saat menyentuh kulit lembut Aini.


" Aini.." gumam Azmi nyaris tak terdengar di telinga Aini.


" iii iiya Mas"


" bisakah kita berwudhu dulu?"


" apa Mas?"


Azmi diam seraya memejam kan mata nya. sesaat kemudian Ia mengecup pucuk kepala Aini. Aini bahagia tapi juga merasa heran mengapa Suaminya itu menyuruh nya berwudhu.


mungkin kah akan melaksanakan sholat duha, tapi ini bukan waktu yang tepat fikir aini dalam hati nya.


tidak ingin menunda lagi Azmi membawa Aini masuk kedalam kamar mandi dan menyuruh nya berwudhu dan tak lama kemudian Azmi juga melakukan berwudhu.


setelah itu, masih dalam keadaan memakai handuk aini di ajak Azmi keluar dari kamar mandi itu.


sesampai nya di tepi ranjang Azmi mendudukan Aini di situ dan menatap nya lembut.


Aini hanya bisa terdiam dengan perlakuan suami nya, ia sungguh tidak mengerti mengapa setelah berwudhu suaminya itu malah menyentuh lengan nya harus nya setelah berwudhu jika hendak sholat maka tidak boleh ada sentuhan sekalipun itu makhrom nya sendiri karena itu akan membatal kan wudhu nya.


***penasaran Readers?????!!!


lanjut terus baca ceritanya...


dan terima kasih sudah baca cerita ku ini...


jangan lupa tinggalkan jejak!

__ADS_1


like, komen, rate bintang5 dan vote


juga jagan lupa klik favorit agat selalu Up cerita ku....😊😊😊😊🙏🙏🙏***


__ADS_2