POLIGAMI

POLIGAMI
33


__ADS_3

#assalamu'alaikum maaf ya teman teman menunggu lama ,sempet berfikir tidak bisa melanjutkan cerita karena aplikasi terhapus terus download lagi enggak tau cara masuk untuk menulis maklum emak emak #inspirasi mengeluarkan ide #lanjut ya semoga suka #😘🥰😘


kebiasaan baru bagi Laila makan malam ada anggota baru di meja makan biasanya dia sama bi inah saja .


malam itu menu sederhana saja karena tidak berfikir ada tambahan orang, Laila memasak se adanya sesuai porsi dia bersama bi inah.


piring udah tertata rapi dengan lauk seadanya tempe , tahu goreng serta tumis kangkung yg di campur dengan toge panjang, tampak sedikit tomat dan potongan cabe merah.


Laila melihat ke arah kamar darmawan yg berdekatan dengan kamar bi inah yg masih tertutup rapat.


laila melihat ke arah jam dinding .


" bi " ucap Laila sambil memberi isyarat dengan matanya.


" oh baik non " bi inah seakan mengerti akan isyarat tersebut langsung menunju kamar darmawan dan mengetuk nya.


" pak makan malam sudah siap " ucap bi inah di balik pintu.


sedangkan darmawan yg masih asik dengan ipednya sedikit terkejut sambil bangkit menuju pintu.


" ada apa bi "


"makan malam sudah siap "


"oh iya tunggu sebentar "


" tapi pak " bi inah mengarahkan pandangannya ke ruang makan tampak Laila sudah duduk di sana


darmawan tersenyum.


" iya baiklah " darmawan keluar mengikuti bi inah dari belakang, sesampainya di meja makan darmawan meletakan ipednya di atas meja dan duduk berhadapan dengan Laila.


" silahkan pak, seadanya " ucap bi inah sambil menyodorkan sendok.


darmawan dengan cepat mengambil nasi , lauk dan tumis kangkung yg masih sedikit berasap tanpa melihat lihat langsung melahap makanya.


Laila dan bi inah salin bertatapan.


" ayo non " ucap bi inah.

__ADS_1


" bibi aja duluan " ucap Laila.


sambil menyodorkan piring berisi tumis kangkung yg tinggal setengah.


" non aja "


" bi " tatap tajam Laila membuat bi inah sedikit tersenyum getir sambil menaruh sedikit tumis kangkung ke dalam piring , dan mengambil satu tempe dan satu tahu dan memakan ya perlahan sambil memperhatikan Laila.


Laila menarik napas panjang melihat aksi darmawan makan dengan lahap tanpa memikirkan orang di sekitarnya.


terpaksa pikir Laila dengan pelan mengambil nasi dan tempe dan memakan ya.


darmawan masih lahap memakan makan yg ada.


" tambah pak " tanya bi inah karena dia tau Laila sedang kesal tidak mungkin akan menghabiskan makan yg ada lagian juga tinggal sedikit.


" boleh , enggak ada yg makan nie "ucap darmawan menuang tumis kangkung ke dalam piringnya dan menambah nasi.


" oh enggak pak silahkan " ucap bi inah.


dengan sedikit geram melihat tingkah darmawan Laila sedikit kesal dengan sengaja dia meletakan sendok nya sedikit keras.


darmawan hanay menoleh dan melanjutkan makanya membuat Laila bertambah kesal .


" ini sekalian di habiskan sayang di buang " ucap Laila menyodorkan piring tempe dan tahu ke arah darmawan .


" boleh " tanpa pikir panjang darmawan mengambil sisa tempe dan tahu dan langsung memakan ya.


" ya Tuhan nie orang kayak kerasukan makanya apa tidak pernah makan tumis kangkung lauk tempe tahu " pikir Laila menatap darmawan dengan kesal.


" alhamdulilah " darmawan meneguk air putih di sampingnya dan mengelap tangannya.


" makasih bi makannya enak "


" iya Pak, yg masak non Laila bukan saya " ucap bi inah terkekeh.


" oh gitu " darmawan melirik Laila yg masih di dapur sedang mencuci piring.


setelah selesai makan darmawan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Laila yg sudah selesai juga naik ke atas ke kamarnya membuka laptopnya dan membereskan pekerjaannya yg menumpuk karena pergantian atasannya.


tok tok tok


" iya bentar " Laila berjalan ke depan pintu.


" astaghfirullah, ngapain ke sini " tanya Laila kaget.


" mau antar koper, lagian kan saya tidurnya di sini "


dengan santai darmawan mendorong pelan Laila dan berlenggang masuk ke kamar dengan menyeret kopernya.


" tunggu tunggu, apa apaan ini, he dengar ya ini rumah saya saya berhak menentukan siap yg tidur di kamar saya, sekarang anda keluar, jangan bikin saya marah ya " ucap Laila menarik koper darmawan dan menyeretnya ke luar kamar dan meletakkannya di luar.


darmawan memperhatikan Laila sambil tersenyum melihat Laila dengan muka yg sedikit memerah karena marah.


" dengar ya tuan, bapak yg terhormat saya tidak setuju dengan anda tidur di kamar saya, cukup anda tidur di kamar tamu di bawah, jangan sekali kali anda bisa mengatur saya, ingat ini bukan kemauan saya , " ucap Laila dengan marah .


" oke, ayolah kita kan sudah dewasa berpikir bijaklah "


" heiii apa anda bilang berpikir bijak siapa di sini yg bijak, anda? tolong pikirkan lagi apa yg bijak menurut anda di sini siapa yg di rugikan haaa" Laila menatap tajam tangannya terkepal menahan emosinya.


" oke oke, dengar saya ingin kita bicara dengan tenang " ucap darmawan.


" tenang, yg bikin saya tidak tenang adalah anda , ingat saya sampai detik ini tidak Terima dengan perlakukan adan terhadap saya, jadi saya mohon keluar dari kamar saya, cukup ikatan itu tertulis di kertas tidak di hati saya, " Laila melangkah menuju depan pintu berdiri membelakangi darmawan dengan napas yg memburu menahan air mata yg akan keluar .


" tapi saya perlu bicara dengan mu " ucap darmawan.


Laila menaikan tangannya me persilahkan darmawan keluar.


tidak dengan darmawan dia malah meraih gagang pintu dan menutupnya membuat Laila menoleh dan menatapnya tajam.


" kita perlu bicara meluruskan ini " ucap darmawan.


" apa lagi yg perlu di bicarakan sekarang , saya sudah bosan tolong biarkan hidup saya tenang " ucap Laila tertunduk.


" sini kita bicara " darmawan menarik pelan Laila mendudukkannya di sofa.


" maaf kalau saya sebagai pengganggu dalam hidupmu sekarang , egois memang saya hanya memikirkan kepentingan saya, dalam hal ini kecewa yg saya rasakan kepada istri saya memang begitu berat, tapi saya lebih berfikir tentang anak anak, tidak lebih dari pada itu, jadi tolong biarkan seperti ini"

__ADS_1


" maaf saya tidak bisa , cukup sampai di sini tolong lepaskan saya, apa perlu saya yg turun tangan untuk mengurusnya, saya yakin anda orang baik dan anda lebih mencintai istri anda dari pada saya, jadi tolong sekali lagi lepaskan saya " pinta Laila dengan air mata berderai sambil menahan sesak di dadanya,


" aku tidak akan meminta apa apa dari mu tapi tolong ingat perjanjian kita waktu itu, aku hanya ingin memastikan Vera tidak bermain lagi di belakangku " ucap darmawan dengan sedikit memohon ada sedikit rasa bersalah di hatinya, cintanya ke pada Vera membuatnya buta akan semua yg di lakukan oleh Vera.


__ADS_2