POLIGAMI

POLIGAMI
Tanpa cinta


__ADS_3

Aini merasa heran dengan sikap Azmi suami nya itu yang kini tengah duduk di sebelah nya.


" Aini" ujar Azmi lembut


" ya Mas "


Azmi meraih tangan Aini dan menggenggam nya erat. Ia menatap wajah Aini dalam - dalam.


jantung nya masih berdebar kencang, gejolak rasa yang Ia miliki sangat susah di kendalikan.


Bahkan Aini mendengar deru nafas yang keluar dari paru- paru Azmi.


" apa Mas baik- baik saja " tanya Aini terheran- heran karena sedari tadi Azmi hanya bisa menggantungkan kata- kata nya.


" begini Aini, Mas tidak tau apa yang Mas rasakan saat ini, dari semalam perasaan Mas begitu bergejolak apa lagi melihat kamu seperti ini" tutur Azmi seraya mengarahkan pandangannya ke arah tubuh Aini.


Aini yang menangkap maksud suami nya itu hanya tersipu malu bisa dilihat dengan wajah nya yang merona.


" Aini" lanjut Azmi kembali, " jika kamu mengizinkan, izinkan Mas melaksanakan kewajiban Mas yang selama ini tidak pernah Mas lakukan"


Aini cukup terkejut mendengar penuturan Azmi, Ia tidak menyangka hal yang selama ini menjadi bahan fikiran nya akhirnya datang juga.


Aini senang tapi ada rasa bimbang juga di hati nya, Bisakah kita melakukan itu tanpa cinta? batin Aini bertanya - tanya. Ada rasa frustasi juga terlukis di wajah nya.


Azmi menangkap raut wajah frustasi itu, namun Ia tetap berusaha tetap tenang, berusaha tetap mengontrol gejolak yang semakin lama semakin menuntut.


Karena Aini hanya bisa terdiam Azmi berinisiatif untuk membuat Aini merasa nyaman terlebih dahulu.


Ia rangkul pundak Aini, Ia bawa kedalam pelukan nya. Aini tidak menolak akan hal itu, ia tau apa yang saat ini di inginkan oleh Azmi meski ada setumpuk keraguan di hatinya,


Biarkanlah ini semua terjadi toh dia suamiku, aku tidak mungkin melarang nya, jika cinta tidak ada pada saat ini aku yakin suatu saat cinta itu akan hadir pada saat yang tepat, biarkanlah raga ini menyatu karena pada dasar nya kami sudah disatukan dengan sakral dengan atas izin Allah, Aku hanya bisa berharap semoga ini adalah awal yang baik bagi hubungan kami. ungkapan batin Aini.


Azmi mendaratkan kecupan hangat di kening Aini. tampak Aini memejamkan mata nya lalu Azmi mencoba memberi jarak antara wajah nya dengan wajah Aini, hanya kening dan tubuh mereka yang masih menyatu.


Nafas Azmi kian bergemuruh tampak Ada gaiarah di sana. begitu pula dengan Aini nafas nya bergemuruh merasakan gejolak yang sama dengan Azmi.

__ADS_1


sesaat kemudian Azmi juga mendarat kan ciuman hangat di bibir ranum Aini, ciuman itu terkesan biasa - bisa saja pasal nya ini adalah pengalaman pertama bagi Aini dan Azmi namun ketika tanpa terasa ciuman itu telah memicu adrenalin hingga membuat ciuman itu semakin dalam terkesan rakus alhasil mereka terengah - engah karena kekurangan oksigen.


Azmi menghentikan lumatan nya itu memberi jeda agar bisa mengisi kembali udara di paru - paru mereka.


bersamaan dengan itu Azmi merebahkan tubuh Aini diatas ranjang dan menindih nya.


Ia cumbu kembali bibir Aini dengan lembut, sementara tangan kanan nya mulai membuka lilitan handuk yang menutupi tubuh Aini, tangan itu mulai menyentuh kulit lembut Aini, membelai, meremas, memberikan sensasi nikmat pada kedua nya.


Dalam deru nafas yang terengah - engah, dalam gejolak rasa yang semakin menuntut kedua nya menyatu dan hanyut dalam kenikmatan surga dunia.


setiap detik yang berlalu mereka tumpahkan rasa yang selama ini di bungkus rapat oleh fikiran mereka. keringat yang mengucur, rahang yang semakin mengeras dan wajah yang semakin merona syarat akan birahi.


setiap dentingan jam, seperti itu pula setiap hentakan yang mengiringi penyatuan dua insan manusia yang kala itu teleh mengemas dengan apik permainan mereka hingga terkulai lemas mencapai titik klimaks tiada tara.


*****


Malam itu, setelah seharian penuh menghabis kan waktu bersama, Azmi dan Aini memutuskan untuk tidur lebih awal, karena aktifitas mereka seharian ini cukup banyak menguras tenaga.


Drrreeettt!


getar ponsel Azmi yang berada di atas nakas, yang tak jauh dari ranjang nya.


namun lagi - lagi ponsel itu bergetar tapi kali ini tanda pesan masuk.


Dengan malas Azmi meraih ponsel itu dan membaca isi pesan singkat itu.


seketika raut wajah nya berubah menjadi tegang, ia bangkit berdiri sebelum nya ia geser Aini agar menjauh dari tubuh nya hingga membuatnya leluasa berdiri.


buru - buru Azmi meraih pakaian nya yang ada di lemari, Azmi kelihatan begitu panik, ia bahkan tidak memperhatikan Aini yang terduduk memandangi nya.


setelah Azmi selesai memakai pakaian nya, ia langsung menyambar kunci mobil yang berada di laci meja. ekor mata nya sempat melirik Aini kala itu tapi tetap saja ia tidak perduli lalu bergegas meninggalkan Aini yang terpaku di sana.


mbrrrrummm


suara mobil Azmi melaju meninggalkan pekarangan rumah nya. entah kemana Azmi akan pergi, sambil menyetir sesekali ia menatap layar ponsel nya.

__ADS_1


tertera di layar ponsel itu


Thasya calling...


terdengar nada panggilan aktif di ponsel nya akan tetapi panggilan ponsel itu tidak sautan.


aaaahhhhh!!!


Azmi semakin panik, Ia sempat memukul setir karena kepanikan nya. Ia semakin memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi untung nya pada saat itu tidak ada kemacetan hingga tidak penghambat untuk memacu kecepatan mobil nya itu.


sementa di tempat lain, Aini yang saat ini masih terpaku di atas ranjang nya merasakan sakit di ulu hatinya.


air mata nya menetes membasahi pipi nya.


" ya Allah, mengapa ujian ini datang begitu cepat! baru saja kami menyatukan raga tapi engkau malah membuat nya pergi meniggalkan ku!" gumam Aini lirih.


Hati nya seperti teriris karena Azmi meninggalkan nya tanpa pamit, tanpa penjelasan satu kata pun. ingin sekali ia bertanya namun melihat wajah Azmi yang panik membuat ia mengurungkan niat nya.


masih diatas ranjang terbalut selimut yang tebal, Aini menekuk lutut dan memeluk nya merebahkan kepala nya di sana lalu terisak menagisi keadaan nya.


Ada rasa penyesalan disana di dalam tangis nya, sekali lagi ia merasakan tubuh bergetar hebat namun kali ini berbeda.


kali ini hati dan perasaan nya yang memicu tubuh nya bergetar. sebenarnya Aini juga tidak mengerti mengapa hati nya terlalu sakit dengan sikap Azmi suaminya itu, apakah karena aku telah memberikan tubuh ku untuk Mas Azmi atau sekarang ini aku telah jatuh cinta dengan nya? batin aini.


Kini Aini hanyut dalam kesedihan yang mendalam, dalam kelam nya malam menuntutnya kembali ke alam mimpi.


ya, Aini sekarang tengah tertidur lelap akibat terlalu banyak berfikir, ada sisa bening kristal di ujung mata nya. wajah nya yang cantik kini terlihat redup syarat akan kesedihan.


tidurlah yang lelap Aini, jangan berfikir terlalu banyak, biarkan waktu yang mengisahkan, biarkan waktu pula yang akan mengakhirinya, entah itu kebahagian atau kesedihan percayakan semua pada pemberi skenario dalam kisah mu, karena Dia lah yang maha menentukan....


****Hallo readers....


terima kasih udah baca cerita ku...


jangan lupa like, komen, rate bintang 5 dan vote....

__ADS_1


jangan lupa juga klik favorit ya...


salam dariku "penulis kaku"


__ADS_2