POLIGAMI

POLIGAMI
43


__ADS_3

Poligami


43


"Iya Sayang, tapi dia menikah sama siapa?" tanya Yogi menatap bingung istrinya.


"Mungkin saja sama laki-laki yang waktu itu aku bilang sama kamu, Mas," jawab Kanina asal. Lagian mana dirinya tahu sama siapa Xena menikah, toh tadi saat bertemu saja dirinya cukup terkejut dengan keadaan wanita itu yang sudah berbadan dua.


"Mana mungkin Sayang, lagian laki-laki itu sepupunya Xena," ujar Yogi yang tidak tidak percaya. Rasanya tidak mungkin Xena akan menikah dengan sepupunya sendiri.


"Lah itu kan sepupunya Sayang, bukan Abang kandungnya. Toh dalam agama juga boleh bukan?" ujar Kanina menatap suaminya yang masih tidak percaya.

__ADS_1


Yogi terdiam dengan ucapan istrinya, memang benar tidak ada salahnya menikah dengan sepupu apalagi ini tidak ada hubungan darahnya.


"Iya juga sih Sayang, tapi kok bisa ya?" tanya Yogi termenung.


"Ya bisalah Sayang, apalagi jika mereka juga di jodohkan pasti lah mereka menikah. Dan buktinya sekarang Mbak Xena juga lagi hamil, bukan?" ujar Kanina membuat Yogi mengangguk.


'Masa iya Xena menikah sama sepupunya sendiri. Padahal yang aku tahu mereka tidak sedekat itu dan tidak mungkin juga Xena bakalan langsung menerima sepupunya itu untuk menjadi penganti diriku.' batin Yogi yang masih kurang yakin.


"Dari pada kita ngomongin Mbak Xena yang tidak ada untungnya bagi kita mendingan tidur aja yuk Mas, aku sudah ngantuk banget ini." ajak Kanina dengan memeluk tubuh suaminya erat.


"Baiklah Sayang, ayo kita tidur." ujar Yogi menyetujui.

__ADS_1


Pagi harinya di kediaman Yogi, tampak laki-laki itu sudah rapi dengan jas serta kemeja putih di tubuhnya yang yang kekar. Memasang jam tangan berwarna gold yang tampak indah berkilau di pergelangan tangan kirinya. Sedangkan sang istri masih saja tertidur di dalam selimut hangat yang menemani mereka semalaman. Beginilah setiap pagi di rumah itu, sang suami yang sudah rapi sedangan si istri masih bergelung dengan nyamannya.


Tidak ada secangkir teh maupun kopi yang sudah terhidang diatas nakas ataupun kerja malam seperti tahun lalu saat dirinya masih berstatus suami dari Xena. Wanita sholehah yang selalu patuh dan taat akan perintah dirinya.


Yogi menghela nafasnya kasar saat membayangkan betapa mulianya dirinya kala itu saat di hidangkan sang istri. Di jadikan raja di rumahnya sendiri oleh istri tuanya kala itu, namun memperlakukan istri tuanya seperti seorang pembantu serta sang putri yang kelas tak dirinya anggap ada. Ada rasa sesal yang kini di rasakan Yogi saat mengingat perlakuannya kala itu. Apalagi dengan ketidak adilan terhadap kedua istrinya. Janji manis yang di berikan Yogi kepada istri pertamanya kala itu nyatanya tidak pernah dirinya tepati, bahkan selalu ingkar.


'Maafkan aku, Xena. Andai saja aku berlalu adil pada kalian berdua pasti rumah tangga kita tidak akan seperti ini. Aku yakin rumah tangga kita pasti akan baik-baik saja.' lirih Yogi sambil kembali menghela nafasnya lelah.


Kini hanya sebuah kata andaian yang bisa Yogi ucapkan. Dirinya juga tidak akan bisa kembali bersama mantan istrinya begitupun dengan mantan istri yang jelas tidak akan mau kembali kepadanya. Apalagi dengan keadaan sekarang sang mantan istri yang sudah di persunting laki-laki lain dan tengah mengandung benih laki-laki itu.


Yogi meninggalkan rumah dengan langkah gontai, semenjak pertemuan dirinya dan juga Xena kemaren membuat pikiran Yogi sedikit kecau. Bayang-bayang kebersamaan mereka kala itu masih tercetak jelas di kepala Yogi. Cara Xena memperlakukan dirinya, Xena yang tidak pernah marah terhadap dirinya yang berlaku semena-mena dan masih banyak lagi perlakuan baik Xena kepadanya dan juga perlakuan buruknya kepada Xena dan putri kecilnya. Menyesal, satu kata kini yang membuat hati Yogi gelisah.

__ADS_1


TBC


__ADS_2