
sudah satu Minggu Laila berada di rumah , pagi ini dia terlihat rapi memakai pakain kantornya berwarna merah maron di padu padankan dengan warna hitam terlihat sangat cantik dengan kulit putih terangnya dengan polesan sederhana dengan warna lipstick yg tidak mencolok .
" bi Akau berangkat " terik Laila dari luar .
" non , bekalnya " ucap bi Inah berlari dari dalam membawa bekal yg sudah di siapkan yg tertinggal.
" oh ya makasih ya bi " ucap Laila mencium tangan bi Inah .
" naik apa " tanya bi Inah heran melihat Laila tidak mengeluarkan mobnya .
" ikut Bu Dewi tu " ucap Laila menunjuk mobil yg parkir di luar pagar yg sudah menunggunya .
" hati hati non " ucap bi Inah melambaikan tangan dan menutup pintu pagar.
di dalam perjalan menuju kantor .
"La , kita langsung saja ya " ucap Dewi .
" iya Bu " jawab laila.
" itu berkas yg perlu kamau pelajari " ucap Dewi menunjuk berkas yg ada di sampingnya.
Laila mengangguk membuka satu persatu membacanya .
setelah selesai rapat mereka melajukan kendaranya ke sebuah restoran makan siang di sana .
setelah selesai mereka kembalai ke kantor .
di sana Laila di sambut oleh teman temanya.
" yg lagi cuti , ada urusan apa La ambil cuti kok lama " tanya Wati .
" ada urusan tidak terduga " ucap Laila sambil tersenyum .
" aku kira kamu pengila kerja , ternyata tau juga punya urusan " ucap teman Laila yg lain.
" yah urusan tidak jelas " ucap Laila santai.
" oh ya tadi Bu Dewi bawakan kalian makan Lo , ayo di bongkar " ucap Laila menaruh beberapa kantong plastik di tas meja .
" tau aja Bu Dewi kita lagi butuh cemilan " ucap Wati .
" ayo makan " Laila membongkar semua isi di dalam plastik memilih makan yg akan di makan dan beberpaa karyawan ikut memgbil makan ringan tersebut sambil bercerita dan tertawa .
" Lo belum pada pulang to " ucap sekruriti yg berdiri di depan pintu .
" belum pak sebentar lagi , pak ini ayo ambil " ucap Laila menyodorkan bebepa sisa makan yg masih terbungkus rapi.
"ya ya terima kasih , non Laila ada yg menunggu di bawah " jelas sekuriti sambil memilih makan .
__ADS_1
" siapa pak " tanya Wati .
" engak tau katanaya mau jemput non Laila , udah dari tadi tunggu lama " jelas sekuriti lagi .
" cie Laila sudah ada yg jemput , siapa La , jangan janagn Laila sudah punya pacar nie " ejek temanya yg lain .
" apa an sih kalau mau jemput siapa saja kan boleh siapa tau Bu Dewi kirim ojek onlaine buat aku , kan tadi pagi Akau dia yg jemput " ucap Laila .
" betulan pak ada yg tunggu aku " tanya Laila lagi .
" betul non " jawab sekuriti .
" padahal Aku mau numpang Wati pulang " ucap Laila lagi sambil membereskan tasnya .
" sudah sana ikut aja , siapa tau tukang ojeknya ganteng " ejek Wati .
"ih apa an sih , udah ya Akau pulang duluan , Wati kalau bukan Akau penumpangnya aku ikut kamau ya " teriak Laila berlari .
" iya cepetan tapi " sela Wati lagi .
Laila berlari kecil menuju parkiran yg sudah di beritahu oleh pak sekuriti , sambil mencari .
ya tuhan kenapa enggak tanay mobilnya yg mana kalau begini Akau jadi bingung masak mau liati mobil satu satu guman Laila .
" tin tin " terdengar suara mobil di depan Laila sambil menyalakan lampu depannya .
Laila melihat sambil berdiri orang yg ada di dalam tidak keluar pikirnya siapa kalau tukang ojek onlaine biasanya mendekati penumpang ini malah ,
" tin tin " kembalai klakson mobil berbunyi .
Laila mendekati mobil yg kacanaya tertutup.
tidak lama kaca terbuka sedikit .
" ayo naik " ucap Darmawan dari dalam mobil .
Laila terbengong ternyata ojek onlaine nya dia .
Laila langsung masuk dan duduk di belakang .
" di depan " ucap Darmawan .
" di sini saja kenapa " tanya Laila jengkel.
" aku bukan sopir " jawab Darmawan .
" terus ngapain jemput aku " jawab Laia .
" aku sumimu " ucap Darmawan menegaskan meskipun untuk apa Darmawan mengatakannya toh Laila juga sudah paham ,karena lama malas berdebat dengan Darmawan terpaksa dia pindah duduk di depan menutup pintu mobil dengan keras tanpa memperhatikan orang yg berada di sampingnya .
__ADS_1
Darmawan melajukan kendaraanya tiba di simpang empat lampu merah Darmawan memasang lampu send ke arah kiri ,
" lurus aja " ucap Laila .
Darmawan menoleh ke arah Laila yg pokus menatap ke depan .
" iya lurus aja " jawab Laila menunjuk ke arah jalan .
" bukanya itu jalan yg memutar lebih jauh ," tanya Darmawan heran .
" Iyo jalan lurus " jelas Laila lagi .
Darmawan mengikuti arahan Laila menuju jalan yg di tunjuk memang agak sepi jalan yg di lalui mereka .
" stop di depan " perintah Laila .
Darmawan hanay mengikuti arah tunjuk Laila dan memperhatikan di sekeliling tidak banyak rumah di sana tapi terlihat asri dan segar karena banyak pohon besar di pinggir jalan .
Laila turun setengah berlari mendekti sebuah lapak kecil yg ada di dekat tong sampah besar .
mata Darmawan tidak lepas dari Laila yg tengah berbincang dengan seorang nenek paruh baya , tampak Laila menyerahkan sesuatu dan mengambil sekantung kresek di tangan nenek tersebut sambil membantu membereskan semua dagangannya .
setelah selesai Laila berdiri menatap kepergian nenek tersebut sampai lenyap di sebuah gang kecil yg tidak jauh dari sana .
Laila kembalai dengan menenteng kresek dan meletakanya di belakang di ikuti mata Darmawan yg dari tadi memperhatikan ya .
" jalan , kita pulang " ucap Laila mengibas rambutnya sambil meniupkan napas sambil terengah .
" siapa " tanya Darmawan .
" bukan siapa siapa " jawab Laila .
Darmawan mengeratkan tanganya menarik napas panjang .
" maksud ku siapa nenek itu tadi " ucap Darmawan mengulang .
" oh nenek penjual sayuran " ucap Laila lagi mengibaskan tanganya sambil mengelap peluh yg keluar di dahinya .
Darmawan kembalai menghembuskan nafas panjang merasa di permainkan dengan mengerser sedikit pantatnya membuat Laila sedikit terganggu, memandang darmawan dengan wajah di tekuk tidak suka .
" mulai besok Aku yg antar jemput " jelas Darmawan dengan wajah datar.
" apa , seenaknya saja , besok Aku akan ke kantor pake mobil sendiri tidak perlu di antar dan di jemput , enak saja emang situ siapa " tanya Laila .
" Suamimu " ucap Darmawan singkat dengan berusaha menahan senyum .
" apa , dasar, yg paksa aku menikah dengan situ siapa , lagian yg anggap situ suami siapa " jawab laila memalingkan mukanya merapatkan badanya ke arah jendela uhhh dasar goblok kenapa bisa lupa baru beberapa haru mendapatkan kebebasan sudah datang lagi masalah baru , guman lama dalam hati.
" jadi lupa apa yg di tandatangani satu Minggu yg lalu ," ucap darmawan .
__ADS_1
" iya iya , aku harap kamau tidak menampakan diri di kantor ,karena teman teman belum tau aku sudah menikah , maksudnya di paksa menikah " jelas Laila sambil mengerutkan tanganya Sabil memegang kedua buku nikah .